Skip to main content

They hate us because they ain't us


Sebuah sajian komedi satir dari duet aktor utama James Franco dan Seth Rogen.

Kali ini duet James dan Seth membawakan kisah tentang sepasang jurnalis yang menggawangi sebuah acara talkshow Skylark Tonight.

Untuk lebih menyukseskan acara talkshow tersebut, Dave dan Aaron, menyiapkan sebuah episode talkshow kontroversial yaitu mewawancarai Kim Jong-Un, presiden Korea Utara.

Seperti yang diketahui bahwa Korea Utara adalah negara yang tertutup dari dunia luar. Sejauh pengamatan penulis yang beberapa kali menikmati dokumenter via Youtube, kehidupan di Korea Utara seperti "berseragam", setara, dipenuhi propaganda, dikelilingi oleh peraturan pemerintah yang sangat ketat, memiliki doktrin kuat sangat memuja presiden-nya.

Bila kita mencari dokumenter Korea Utara lewat Youtube maka akan banyak ditemukan dokumenter milik beberapa pihak yang "berhasil" mendokumentasikan kehidupan di Korea Utara. Dan, di sini, ada beberapa moment yang kebetulan mirip dengan video dokumenter di Youtube. Antara lain, pertunjukan anak kecil bermain gitar yang gitarnya sendiri terlihat lebih besar dari tubuh mereka. Lalu, adegan menangis ala rakyat Korea Utara yang tentu saja tujuannya adalah komedi.

Disini juga sarat "kritik humor" kepada Kim Jong-Un yang di dunia nyata terkenal kontroversial dalam memimpin Korea Utara.

Gaya komedi di sini, bagi penulis pribadi, kurang lebih mirip dengan This Is The End, yang juga dibintangi Seth dan James. Beberapa saat terasa menghibur, tapi bila ditotal secara keseluruhan, komedi film ini masih biasa saja. Komedi yang "kasar".

Konfliknya, tidak rumit. Penataan frame dialog antar karakter agak sedikit kaku. Lagu-lagunya meriah, sayangnya hanya ditampilkan sepotong-potong.

Bagian paling menghibur buat penulis dari film ini adalah kehadiran Eminem. Meski hanya sebentar, tapi "eksklusif" karena jarang-jarang Eminem muncul berakting di film.

Keseluruhan, film ini punya daya konflik biasa yang dibalut dengan citarasa komedi "kasar","pedas", dan tanpa samar. Tergantung selera. Bagaimanapun juga pasti ada penyuka gaya komedi ala Seth Rogen ini. Entah apa jadinya film ini bila ada Jonah Hill.

The Interview (2014) - 6/10

Popular posts from this blog

Cerita tentang film The Last Mohicans

Sajian klasik seeputar kisah pada jaman pra-modern. Mungkin karena faktor perbedaan jaman, film ini terasa kaku pada gaya battle -nya. Yang bisa Movielitas tangkap inti ceritanya adalah konflik antara Inggris Raya melawan Perancis yang terjadi di tanah Amerika. Konflik kerajaan tersebut disusupi oleh kepentingan balas dendam oleh suku Huron. Penampilan suku Huron ini mengingatkan penulis pada penampilan suku pedalaman di Apocalypto. Entah sama atau tidak, Movielitas juga kurang begitu memahami. Judul The Last Mohicans sendiri merujuk pada tiga orang suku Mohawk yang ikut terlibat di pertempuran antara Inggris dan Perancis, yang sejatinya lebih dikarenakan oleh kisah cinta pria-wanita lintas ras. Dari segi konflik, cukup bagus. Tidak datar dengan satu konflik saja. Hanya soal gaya battle yang sedikit kelihatan kaku. Ada satu yang memorable dari film ini yaitu theme song -nya yang easy listening dan megah. The Last Mohicans (1992) - 6/10