Skip to main content

Posts

Showing posts from 2015

Tahun baruan

Kalau sudah pernah menyaksikan epic-nya Love Actually , tentunya tak akan sulit mencerna alur cerita film ini. Kurang lebih "menyamai". Banyak bintang. Sebut saja, Hillary Swank, Josh Duhamel, Abigail Breslin, Ashton Kutcher, Katherine Heigl, Halle Berry, Michelle Pfeiffer, hingga Robert De Niro. Semua dicampur aduk dengan cerita fantasi masing untuk menjadi satu rasa di kota New York saat bola lampu raksasa akan dijatuhkan pada malam pergantian tahun. Konflik, ada cinta. Ada yang kesepian di masa tua, ada yang ingin merasakan first kiss , ada yang sedang menyiapkan acara tahun baru, ada cinta yang kandas, ada yang terjebak di lift lalu jatuh cinta tanpa melihat status ekonomi padahal yang wanita merupakan artis latar belakang yang kemudian secara dramatis "dipaksa" bernyanyi solo, semua dipecah dengan konflik cinta masing-masing lalu dipertemukan oleh cinta jua. Klasik. Komedi. Ada beberapa moment yang bisa menarik tawa kecil. Namun cuma beberapa

Cerita dari film Gantian Dong

Nostalgia sejenak dengan film lokal klasik yang masih asyik disimak. Formula komedinya biasa tetapi khas dan santai. Komedi plus bintang seksi kala itu. Ira Wibowo, Lia Waroka, Chintami Atmanegara. Alur ceritanya per segmen pendek-pendek. Segmen Indro ditaksir Lola, Kasino naksir Vera, Dono naksir Lola, jalan-jalan ke pantai, vila. Melihat film Warkop ini juga melihat apa yang menjadi trend teknologi dan sosial saat itu. Dulu, belum ada WhatsApp brow , WeChat , Kakao , Blackberry Z10 , BBM , BeeTalk, Line Play , atau juga belum "ditemukan formula" mencari jodoh lewat Skout, OKCupid, MeetMe, Badoo, Flirt, Tagged, Twitter atau juga status Facebook . Dulu, teknologi yang "canggih" menurut film ini adalah CB (Cell Broadcasting) . Mulai dari ngobrol hingga flirt mencari jodoh. Momen yang sering diingat dari film ini salah satunya adalah lagu lawas milik Farid Hardja Bercinta di Udara. Selain mengangkat tema teknologi yang sedang naik daun, film

Cerita tentang pengalaman sang kekasih

Film yang unik. Gaya ceritanya unik. Mengadaptasi gaya film dokumentasi. Lagu-lagu pengisinya juga unik tapi enak didengar. Karakter yang ditampilkan juga unik. Konfliknya bisa dikatakan sepasang kekasih tetapi memiliki dunia-nya masing-masing. Mereka hidup di New York. Sang pria berprofesi sebagai trainer fitnes. Sang wanita bekerja sebagai wanita penghibur kelas tinggi. High-class type. You-can't-afford-me-if-you-just-hardworker type. Money-is-heaven,heaven-is-money type. There-is-no-love type. I-am-not-love-you-but-I-love-your-money type. Meski berkisah tentang kehidupan wanita penghibur, film ini digarap tak terlalu vulgar. The Girlfriend Experience (2009) - 6/10

Bertahan tertawan di negeri orang

Drama dengan durasi yang cukup panjang. Karena bukan genre favorit, film ini jadi terasa datar-datar saja. Berharap akan ada banyak adegan perang-perangan yang ternyata tidak ada. Alur konfliknya "berat". Yang menarik dari film garapan Steven Spielberg ini adalah kolosal-nya. Kadang, suka takjub sendiri bagaimana seni caranya "mengendalikan" ratusan orang figuran untuk satu adegan. Tak heran Christian Bale sekarang menjadi aktor besar, karena disini Christian Bale "kecil" sudah bermain dengan kualitas akting yang tak kalah hebatnya melawan akting John Malkovich. Empire Of The Sun (1987) - 6/10

Sebuah masalah yang sulit dipecahkan dari The Dorky Guy

Hanya mendesah pelan sambil berkata...gila... Film yang luar biasa. Great story here . Pembunuhan. Sang pembunuh diketahui. Yang dibunuh juga diketahui. Lalu? Sineas "biasa" tentu tak akan tertarik dengan kisah yang "sudah dibuka semua kartu rahasianya". Konsep standar adalah "ada pembunuhan, lalu siapakah yang membunuh?" Disinilah letak kreatif manis film ini. Sebuah kasus pembunuhan sudah dijelaskan di bagian awal kemudian dikembangkan dengan kisah romantis yang bisa membuat menangis. Tak berhenti disitu, di sela-sela jalan cerita bersembunyi dari kejaran polisi, diselipkan konflik dilema. Seorang guru matematika yang jauh dari kesan eksekutif muda keren, jatuh hati pada seorang pramusaji cantik. Pramusaji cantik ini ternyata melakukan "kesalahan" ketika mantan suaminya berlaku kasar. "Kesalahan" tak disengaja tersebut menghilangkan nyawa sang mantan suami. Di tengah kekalutannya, guru matematika, yang dijuluki The Do

Surga kecil dalam badai tsunami

Film ini bercerita tentang sejarah tsunami yang terjadi di tahun 2004 silam. Dan kisah dalam film ini diangkat dari kisah nyata keluarga Bennett yang merupakan salah satu korban selamat dari amukan tsunami. Kala tragedi terjadi keluarga Bennett sedang berlibur di sebuah hotel di Khao Lak, Thailand. Tsunami sempat menceraiberaikan mereka beberapa saat. Namun, di tengah keselamatan tentu saja ada ketakutan tersendiri terpisah dengan keluarga tanpa kabar. Alur ceritanya tentu saja bisa diraba. Konfliknya juga bisa ditebak. Yang penulis nikmati adalah kualitas akting para pemainnya yang luar biasa menyatu dan saling melengkapi. Naomi Watts. Tak terbantahkan lagi kualitas akting serba bisanya . Dan satu lagi yang mendapat porsi besar adalah pemeran Lucas yaitu Tom Holland. Oya, satu lagi, bintang cilik yang berperan sebagai Daniel. Meski kemunculannya tak lama namun cukup membekas. Yang menarik lagi dari film ini adalah adegan detik-detik tsunami-nya. Entah bagaimana si

Christmassy fantasy

Penulis suka film ini. Dalam sekali menonton langsung "dapat" tak perlu mencerna hingga berkali-kali menyimak. Ramah dan menakjubkan dari sisi animasi. Lagu-lagunya juga enak dinikmati. Pesan moral film ini menurut penulis adalah tentang semangat Natal untuk berbuat baik kepada siapapun. Terlepas apakah memang Sinterklas itu ada atau tak ada, namun kisah Sinterklas yang berbagi hadiah di malam Natal adalah semangat positif yang bisa diterapkan tak hanya di hari Natal saja. Animasi. Berbicara animasi di film ini memang sangat menakjubkan. Terlihat sekali animasi dibuat dengan detail yang hampir sempurna. Paling suka adalah adegan "meluncur" seperti roller coaster karena adegan moment meluncur tersebut berhasil menarik seolah ikut "meluncur". The Polar Express (2004) - 7/10

Tradisi liburan keluarga McCallister

Biarpun filmnya sudah sangat jadul , biarpun si Macaulay Culkin nya sudah dewasa dan menikah pula, biarpun film ini sudah terlalu sering diputar televisi swasta lalu di- dubbing dengan gaya serta logat yang aneh, meskipun gedung WTC itu telah runtuh dan tinggal sejarah, meskipun juga ada Home Alone 3, film Home Alone 1 dan 2 adalah yang terbaik. Meski sudah tak terhitung berapa kali menontonnya, tetap saja masih fresh kan segala cache maupun cookies dalam browser pikiran. Masih bisa mengundang senyum geli. Lagu-lagu nya pun masih enak didengar. If I get my own money, I'll go on my own vacation, without you guys! Konsepnya hampir serupa dengan Home Alone 1 . Kata-kata emosi Kevin jadi kenyataan. Konflik Kevin dengan Buzz terulang kembali. But....we never forget our luggages Lalu disambut ketawa dengan mengetuk meja 3x alias amit-amit Masih tetap "tertinggal" dan kemudian bertemu dengan Sticky Bandit dan angel yang bersembunyi di balik baju menak

Ada cerita dari film Mean Creek

Luar biasa. Film yang sangat simple. Dalam kesederhanaan ada cerita yang kuat. Dukungan akting berkualitas dari para bocah dan remaja menjadi penguat jalan cerita. Film ini menampilkan karakter yang berbeda-beda kemudian dipertemukan dalam sebuah dilema besar. Mencoba menyelami jalan cerita kemudian terbawa arus hingga tenggelam dalam dilema tersendiri. Apakah di luar kesengajaan? Apakah karena terlalu menyebalkan? Terlalu sombong? Apakah karena emosi? Apakah salah didik orang tua? Hingga pada satu jawaban versi penulis, semua bisa dipersalahkan. Menurut penulis, tidak akan terjadi bila tak ada api. Namun, apa yang dilakukan pihak Sam dkk juga tak bisa dibenarkan. Akan tetapi, kecelakaan tersebut juga di luar kesengajaan hanya karena ingin melerai. Meskipun begitu, George sendiri telah diperingatkan oleh rekan-rekan Marty untuk diam, serta memiliki kualitas sosialisasi yang sedikit kasar dan selalu berusaha tampil lebih hebat dari rekan sebayanya. Salah satu keheba

Frank Castle is dead, call me The Punisher

Film ini lumayan menarik. Alur ceritanya simple saja. Tidak ribet. Seorang petugas FBI, Frank Castle, berhasil membongkar kejahatan. Tetapi prestasinya tersebut berbuntut pada kematian seorang anak dari bankir kaya raya namun kejam nian yaitu Howard Saint. Tak pelak, hal itu membuat Howard menuntut balas nyawa sang anak. Konflik tersebut dilengkapi dengan aksi laga yang lumayan. Tidak kaku. Kisah ini, sepanjang sepengetahuan penulis, diangkat dari komik. Bukan komik superhero dengan kemampuan super yang tak dipunyai manusia biasa. Melainkan sosok Frank Castle yang live once more dengan dendam membasmi kejahatan. Dendam akibat keluarganya dihabisi oleh penjahat. Frank Castle sendiri digambarkan sebagai sosok manusia biasa namun memiliki skill tempur yang mumpuni. Dan, bila di versi komiknya, penampilan Frank Castle seperti pasukan militer khusus. Yang penulis sendiri dulu sempat memiliki tiga seri komiknya versi terbitan dan bahasa lokal. Kurang lebih sama. Sek

Juice is worth the squeeze

Done . Film ini buat pria, wet wild wonderful fantasy . Buat wanita, maybe jealousy . Fantasi. Yup, film ini memberikan fantasi bagi pria (khususnya yang jomblo), bahwa (bila saja) ada karakter wanita seperti Danielle bakal terlahirkan di dunia kita ini. Cantik. Mungil. Seksi. Kaya (setidaknya demikian karena profesinya... a porn star baby !). Baik. Manis. Rela menunggu. Punya mobil unyu-unyu. Dan, suka pria apa adanya (tidak kaya). Dan, soal pria yang benar-benar lucky bastard adalah Matthew. Dia dicintai oleh seorang porn star yang tidak matre. Fantasy. Ya, fantasy. Karena justru di dunia ini yang ada adalah bukan porn star tapi matre-nya level dewa-dewi. Plot ceritanya, biasa saja. Sebelum ada kisah tetangga cantik nan seksi ala Disturbia , justru ada film ini. Hanya saja berbeda konflik. Disini bukan tentang kriminalitas melainkan kisah seorang perjaka yang terkucilkan, tersendirikan, teracuhkan dari pergaulan yang gaul ala remaja-remaja atletis, kaya, dan tampan

Lempar dadunya baca petunjuknya

Lumayan menghibur. Yang paling asyik disimak dari film lawas ini adalah permainan animasinya yang boleh dibilang cukup "halus" dengan teknologi tahun 90an. Alur ceritanya tentu saja fantasi. Konfliknya pun demikian. Komedinya ringan saja. Cocok buat hiburan tontonan keluarga bersama orang terdekat di saat liburan. Robin Williams - tak perlu diragukan lagi kualitasnya. Jumanji (1995) - 6/10

Demokrasi ala sang diktator

Film yang cukup sensitif dalam parodi komedinya. Bahan komedinya mengambil dari isu-isu kemanusiaan. Melucukan unsur keluguan melakukan hal-hal yang setidaknya dianggap tabu. Menyindir isu sistem diktator dan demokrasi. Tergantung bagaimana sudut menikmati hiburan ala Sacha Baron ini, bila terlalu merasa sensitif,risih,kasar,atau vulgar-matikan saja. Di sudut lain, tentu saja keberadaan lawakan Sacha Baron bisa dianggap hiburan semata. Di Amerika, berani memberi ijin kepada film "berani" seperti ini sudah termasuk "demokrasi", tapi di negara lain mungkin menjadi sensitif atau larangan. Di negara lain juga mungkin takkan berani membuat komedi sindiran garis keras ala Sacha seperti ini. The Dictator (2012) - 6/10

Diawali dari sebuah kursi...

Di Jepang ada Ju-On , di Hollywood lahir Juno. Keduanya sama bagusnya. Tapi beda genre. Karena kenormalan bukan gaya Juno dan Bleek. Temanya serius. Hamil di luar nikah. Dan dialami gadis belia belasan tahun. Tapi gaya drama ceritanya dibuat sesantai mungkin. Cerah warna warni. Lawan arus. Komedinya, biasanya jatuh cinta dulu baru hamil, namun disini secara kreatif, dengan background selang seling musik ringan didengar, dibalik. Hamil duluan baru jatuh cinta. Di dunia nyata, mungkin tema hamil bisa jadi teriakan histeria, tangisan dewa dewi, bunuh diri, kelam sendu. Tapi disini, diceritakan dengan santai tanpa ledakan tangis histeris. Ringan. Mudah dicerna di saat santai. Yang menarik dari film ini lainnya adalah Ellen Page. Fashion-nya santai. Mau dibuat dandanan seperti apa memang manis imut. Punya Hamburger phone yang lucu dan keren . Film ini penulis rasa hanya hiburan bukan panutan . Terutama bagi jiwa labil yang gemar meniru agar diberi label sedikit-se

Hujan darah setelah bermain mantra

Film ini konsepnya menurut penulis simple sekali. Tidak perlu cabang cerita sana-sini. Fokus. Tapi, melihat film memang erat dengan selera. Kalau bagi penulis, meski banyak yang excited dengan film ini, terasa terlalu "membabi-buta" menampilkan darah dan kesadisan. Kalau dari horornya, seperti hanya mengandalkan make-up semata. Ceritanya tentang virus kerasukan yang berpindah-pindah. Andalan lainnya darah. Tak tanggung-tanggung, bukan hanya semburat darah, melainkan hujan darah. Yang membuat " sakit " saat menonton film ini adalah momen sadisnya, seperti memotong tangan, merobek pipi, mencabut tangan. Mungkin film ini cocok buat yang menyukai genre gore seperti ini. Mantab memang aksi sadisnya. Evil Dead (2013) - 6/10

Membongkar kejahatan dalam dunia gelap

Crime. Thriller. Comedy. Dominasi film crime dan thriller. Plot cerita crime -nya lumayan. Lika-liku thriller -nya cukup cerdas tapi tidak berat. Meski karakter antagonisnya sudah dibuka sejak awal, namun tidak mematikan daya tarik penasarannya. Dramatisasinya tetap ada, berusaha menarik air mata haru. Tingkat ketegangannya standard. Komedinya dipusatkan pada gaya Inspektur Cho. Cukup menghibur. Blind (2011) - 6/10

Harta karun dalam istana Deborah Jessel

Di bagian awalnya, suasana horor yang dibangun cukup menarik. Dark. Suasana horornya dibangun dengan minimalis pencahayaan. Kemudian gaya Deborah tua yang tergeletak sakit tak berdaya namun kaya raya, juga ikut membantu membangun nuansa horor. Akan tetapi, memasuki durasi pertengahan cerita, khususnya pada babak kilas balik, daya pikat film ini menjadi kurang menarik lagi. Horor yang dibangun seperti berubah arah menjadi fantasikal. Zombie. Vampire. Akhirnya, horornya menjadi horor fantasi biasa. Livid (2011) - 5/10

Infiltrate the dealers, find the supplier !!

Pertama masuk disambut gempita lagu Slim Shady , gaya Jonah meniru Eminem, kocak. Film yang lumayan menghibur. Konsepnya biasa tapi dipoles dengan komedi polos dua polisi baru lulus dan harus "kembali" ke sekolah. Komedinya tentu saja seputar melindungi identitas sebagai polisi. Fight Back 2 School. Ya, ada beda gaya antara Stephen Chow dan duet Jonah-Tatum disini. Sama-sama fresh. Lulus polisi, persahabatan, konflik sahabat, sadar akan kekhilafan konflik, bersatu, Infiltrate the dealers, find the supplier... Infiltrate the dealers, find the supplier ! Goddamn,..Infiltrate the dealers, find the supplier !! Beberapa momen komedi-nya memang bergesekan dengan hal sensitif dan hal-hal khusus dewasa. Tapi mungkin akan lebih bijak bila semua ini hanyalah hiburan. Kejutan, ada pemeran asli 21 Jump Street yang dimunculkan sebagai anggota DEA. 21 Jump Street (2012) - 6/10

Menghidupkan kembali legenda berdarah

(Sepertinya) kisah Donner ini memang legenda. Sebuah daerah yang "terkenal" dengan kejadian pembunuhan yang kemudian dinamakan dengan nama pembunuhnya. Konon, sang pembunuh kejam tersebut masih "berkeliaran". Sayangnya, daya cengkram horor dalam film ini kurang begitu kuat. Konsepnya mengikuti konsep kebanyakan. Muda-mudi, having fun sesaat dengan selipan-selipan misteri, kemudian baru diarahkan ke bagian bloody hell -nya. Film ini berusaha menjual twist hook di dalamnya, namun juga kurang kuat. Terasa biasa saja, kurang mengejutkan "tipuan" karakternya. Donner Pass (2011) - 5/10

Inspirasi bermakna dari Chuck Noland

Film yang sangat-sangat bagus. Perlu seorang sutradara hebat untuk membuat film sederhana seperti ini. Robert Zemeckis. Juga, pastinya perlu seorang aktor berkualitas tinggi untuk memerankan karakter Chuck Noland. Tom Hanks. Alur ceritanya sederhana saja. Ringan. Namun kesan yang ditimbulkan sangat keras dan menempel. Film ini seperti sebuah visual titik kehidupan manusia karena semua pasti pernah "terdampar sepi sendiri" entah dalam kondisi sebenarnya atau kondisi ekonomi atau kondisi jiwa. Apa yang harus dilakukan ketika terjatuh, sendirian? Tetap berusaha. Seperti yang dipesankan oleh Chuck disini. Yang diperlukan hanyalah "tetap bernapas karena besok mentari tetap akan terbit dan siapa tahu akan ada gelombang pasang..." Momen paling emosional bagi penulis adalah saat-saat Chuck kembali kedua kalinya mencoba menembus ombak. Yang pertama, kurang pengalaman dan gagal. Yang kedua, sangat emosional karena harus meninggalkan pulau kecil-nya. Pesan yan

Fantasi romantisme jaman dulu

Film ini "dikaitkan" pada film Andy yang lain yaitu A Moment Of Romance , namun berbeda gaya. Temanya yang kurang lebih mirip, mengejar cinta. Kalau di AMOR suasananya seperti gangster dan dihiasi cinta anak jalanan vs gadis kaya raya. Disini atmosfirnya dihias dengan santai, ringan, romantis, dan komedi. Andy berperan sebagai Andy juga yang tidak bisa mengendarai motor balap seperti di AMOR. Andy tidak lagi menjadi anak jalanan karena kini telah menjadi eksekutif muda yang menyangkal cinta kepada bawahannya, tetapi ketika sang bawahan diajak menikah oleh lelaki lain, Andy pun mengejar sang pujaan hati dibantu oleh "arwah" Wah Dee yang di AMOR meninggalkan kekasihnya sendiri. Needing You (2000) - 6/10

Perjumpaan di CineFile

Film yang "berat" maknanya. Seperti memandang lukisan abstrak. Seni yang terbungkus komposisi tak mudah diselami. Alur ceritanya sampai durasi akhir, kurang bisa dipahami total. Berat kisah cintanya. Seorang pria penjaga rental DVD jatuh hati pada seorang wanita galau hidup menyendiri yang gemar dengan film erotis. Menariknya sang wanita tersebut adalah anak orang kaya. Hanya saja, model pendekatan sang pria rental tersebut sedikit nyeleneh, unik. Tanpa basa-basi, agresif. Maybe next time, will watch this again better. Next!! Good Dick (2008) - 5/10

"Do-whatever-I-say-or-I'll-kill-you" type of babysitter

Genre filmnya komedi. Seputar babysitter berjenis kelamin pria, yang harus mengasuh tiga orang anak kecil. Tapi tidak begitu menonjok komedinya. Di beberapa moment alur ceritanya sedikit kaku. Komedinya bermain seputar kejadian dalam satu malam. Yang harusnya simple dibuat serumit dan sepanjang mungkin. Biasa saja. The Sitter (2011) - 6/10

Rencana operasi plastik yang sampai menghebohkan "keamanan" negara

Film yang bagus dan menarik. Banyak bintang dihadirkan. John Malkovich. George Clooney. Frances McDormand. Brad Pitt - *tepuk tangan buat Pitt... Konfliknya cerdas dan lucu. Menertawakan kebetulan yang rumit juga salah dipahami dan berakibat fatal namun tak dianggap penting. Alur ceritanya tak serumit konfliknya. Mudah diikuti. Meski banyak karakter yang ditampilkan serempak dengan ceritanya sendiri-sendiri namun masih mudah dicerna dan enak mengikuti jalurnya. Hingga masing-masing karakter akhirnya dikaitkan satu sama lain dengan manis. Salut buat pencipta kisah film ini. Faktor penguat yang membuat film ini berkesan yang tak kalah besarnya adalah akting. Luar biasa melihat gaya fu*king moron emosionalnya John Malkovich. Salut . Menikmati gaya paranoid Clooney yang selingkuh dengan istri agen CIA. Ke-paranoid-an nya itu yang membawa tindakan fatal. Frances yang memerankan karakter wanita yang sedang mengalami krisis jomblo di usia dan fisik tak lagi muda

Kisah sedih Annie di tengah kebahagiaan para sahabat

Plot ceritanya lumayan. Tentang seorang wanita, Annie, yang "baru" saja kehilangan segalanya. Kehilangan kekasih, kehilangan usaha, kehilangan teman. Merana sendiri. Tak terawat. Galau level dewa. Di tengah 'kehilangan', justru sahabat dekat Annie malah berencana melangsungkan pernikahan. Dan, itulah yang kemudian dijadikan konflik serius tapi dengan gaya santai. Komedinya tidak terlalu lucu konyol tetapi lumayan menghibur. Bridesmaids (2011) - 6/10

Accidentally, incidentally, unintentionally making film

<> 18++ <> Film yang komedinya kurang jelas lucunya. Aktingnya kadang juga kaku. Jalan ceritanya juga kaku. Ceritanya, bermacam-macam, tetapi "dijaga" dalam garis komedi seksualitas remaja ala barat. Extreme Movie (2008) - 5/10

Misteri penampakan Mr.Boogie

Alkisah, ada lima tragedi misterius yang menimpa lima keluarga. Seorang penulis, mencoba menelusuri latar belakang tragedi tersebut. Dari sisi horornya tergolong biasa meski ada beberapa gaya yang cukup menarik. Paling menonjol adalah momen kagetannya. Lalu, pemakaian gerak slow-motion di sela gerak normal juga unik dan menarik. Kalau dari sisi fisik horornya, make-up yang dipakai mengingatkan pada make-up di Super 8 . Sisi horor terasa biasa ketika mulai menonjolkan make-up dan akting para anak kecil. Sisi konfliknya, biasa saja. Tidak terlalu istimewa. Sinister (2012) - 6/10

Korean Pie

18 ++ Film ini termasuk film yang memiliki citarasa komplit meski penampilannya memang bukan untuk kalangan remaja. Karena memiliki unsur "panas membara" di dalamnya yang terbilang berani. Ada unsur komedi, romantis, dan adult scene yang lumayan. Kalau di Amerika ada American Pie , maka Korea punya ini, Sex Is Zero. Disini juga mengangkat kisah anak sekolahan (kuliahan) yang tertarik seksual pada lawan jenis. Komedi yang diangkat seputar seks. Yang menjadi bulan-bulanan disini adalah karakter Eunsik yang jatuh hati pada EunHyo. Romantisnya ada pada kisah mereka berdua. Dan citarasa Korea memang memeras romatis sedalam-dalamnya yang mungkin tak ada di rasa American Pie. Disini ada kisah memilukan dimana meski karakter Eunsik digambarkan sangat konyol namun secara besar hati menerima keadaan apa adanya. Cinta yang bertepuk sebelah tangan kemudian diperparah dengan keadaan sang pujaan hati yang dihamili kemudian ditinggal, namun Eunsik tetap setia deng

Terjebak di antara bumi dan langit

Banyak nama besar yang menggawangi film ini. Di jajaran pemainnya ada Mark Wahlberg, Rachel Weisz, dan Saoirse Ronan yang kali ini tidak tampil dengan kelincahannya seperti di Hanna . Di bagian sutradara ada Peter Jackson dan produser Steven Spielberg. Film yang unik. Bungkusan luarnya seperti beraroma fantasi namun ternyata merupakan film misteri. Unsolved tepatnya. Dan kekuatan film ini terletak pada unsolved tersebut. Mengandalkan sisi "sayang sekali". Uniknya adalah film ini bertema misteri hanya tidak beratmosfir seperti umumnya film misteri yang dark , suram. Justru dibalut dengan kisah dari sudut pandang korban yang berada di antara bumi dan langit. Fantasi tersebut akhirnya menampilkan sudut indah seolah memposisikan cerita di surga. Ada misteri, ada animasi, ada fantasi di dalamnya. Film ini seolah berfantasi tentang indahnya dunia yang disebut surga. Namun, menyakitkan bila di satu sisi berada di surga namun masih bisa "memandang" dunia. K

Mencari jejak film Movie 43

Yang terasa film ini sepertinya hanya menjual nama besar para pengisi nya. Hugh Jackman, Kate Winslet, Naomi Watt, Liev Schreiber, Anna Faris, Kieran Culkin, Emma Stone, Justin Long, Uma Thurman, Richard Gere, Chloƫ Grace Moretz, Gerard Butler , Sean William Scott, Halle Bery, Elizabeth Banks, Josh Duhamel . Bertabur bintang. Meski banyak bintang besar yang dihadirkan, alur ceritanya kurang easy watching . Sulit dipahami maksudnya. Cerita ditampilkan dalam bentuk rangkaian cerita-cerita pendek. Masing-masing alur cerita dan konfliknya tak terikat. Komedinya terasa mengganjal. Disuguhkankan dengan dua rasa, kadang komedi "kasar", kadang malah tampil vulgar. Yang pasti tidak perlu terlalu serius menanggapi cerita maupun guyonan film ini, nikmati saja sebagai hiburan semata. #Paling lucu adalah di momen "make-up" Hugh Jackman dan Kate Winslet. Movie 43 (2013) - 6/10

Masa lalu Dragon Warrior

Jika harus memilih, rasanya penulis lebih menyukai gaya Kungfu Panda yang pertama . Lebih original, lebih kuat cerita, lebih kocak. Sepertinya lebih nyaman mengikuti kisah from zero to hero karakter Po. Dari "tidak bisa menjadi bisa", konflik tersebut lebih ringan dicerna dan memberi kesan tersendiri. Disini seperti menanggung beban berat dengan kesuksesan seri pertamanya. Kali ini konflik dibalik yaitu from hero to zero , mencari jati diri Po dimana kali ini Po tersadarkan bahwa ayahnya adalah seekor bangau? Perjalanan mencari jati diri mempertemukan Po bukan lagi dengan harimau melainkan dengan burung cantik-Peacock. Di beberapa segmen memang masih menyimpan kelucuan dengan aksi santai Po. Animasi juga masih terlihat menonjol sama seperti di seri pertamanya. Hanya masalah konsep alur ceritanya yang kurang semenarik seri pertamanya. Kungfu Panda 2 (2011) - 6/10

Mata-mata di sela mengasuh anak

Film Jackie Chan kali ini tergolong film aksi yang "ramah" dan bisa dinikmati oleh sekeluarga. Film ini berusaha keras menampilkan sisa-sisa kehebatan Jackie berakrobatik di usia yang tak lagi muda. Hiburan keluarga. Karena temanya perjuangan berat seorang mata-mata mengambil hati anak-anak dari seorang janda cantik. Laga. Karena profesi karakter Jackie disini adalah mata-mata CIA yang tugasnya memberantas kejahatan. Alur ceritanya simple. Bergaya James Bond. Konflik ringan. Cerah. Masih mengandalkan komedi ala Jackie. Beberapa perpindahan scene satu ke scene berikutnya terasa kaku. Penampilan Jackie sendiri, masih enak dinikmati aksi laganya, santai, dan menghibur. Penampilan 3 bintang ciliknya cukup bagus dan lucu-lucu. Penampilan karakter Colton, agak aneh dengan model rambutnya. The Spy Next Door (2010) - 6/10

Citarasa anggur cinta yang memabukkan

Film yang cukup bagus di alurnya. Konfliknya berganda-ganda, mengalir terkait, rapi. Mulai dari dunia depresi-frustasi-gelisah-galau karakter Miles yang bercerai tak lama sebelumnya. Diajak oleh rekannya, Jack, yang sebentar lagi akan menikah dan berencana melakukan libur masa bujang yang panjang. Di tema besar tersebut, diselipkan konflik lagi, dimana karakter Jack baru dibuka. Hura-hura. Bermain cinta. Patah hidung juga hati. Di sisi lain karakter Miles, semakin larut dalam depresinya melihat mantan istrinya telah move-on . Irama drama film, banyak dihiasi lagu jazzy yang ringan di setiap moment semakin memberi warna santai. Alur cerita berjalan pelan, sendu, santai, dan rasa konflik yang disajikan tak terlalu menggigit. Disisipkan sedikit ilmu tentang dunia anggur dan cara menikmati anggur yang benar. Unsur komedinya tak terlalu konyol. Ringan saja. Sideways (2004) - 6/10

Dilahirkan untuk menjadi lautan kebijaksanaan

Ada politik. Ada drama. Ada biografi. Ada renungan. Ada ajaran. Dibuka dengan keindahan desain pasir berwarna. Seni yang luar biasa. Cantik. Banyak yang menarik dari film ini . Alam Tibet. Indah. Banyak pegunungan dan belum tersentuh modernisasi. Budaya. Dan, karakter Dalai Lama. Dari sini, paling tidak film ini bisa membuka wawasan baru tentang siapa Dalai Lama ke-14. Bagaimana awal mula perjalanan Dalai Lama hingga menjadi orang berpengaruh di Tibet dan bagi Cina. Konflik politiknya memang sedikit "berat" untuk penulis karena minim pengetahuan sejarah, namun alun drama karakter dan prinsip dasar Dalai Lama, masih bisa ditangkap. Sederhana saja, kasih sayang kepada makhluk hidup. Akting para pemeran Dalai Lama, paling kecil paling menggemaskan. Dalai Lama muda cukup meyakinkan membawakan perannya. Membuat film kolosal dengan ratusan figuran lokal disini membuat ketakjuban tersendiri. Film ini seperti menampilkan dua sisi. Sisi sejarah Tibet d

Terkenang di lautan yang buas

Bagus. India-Amerika punya cerita. Tentang perjuangan hidup korban kapal yang karam terkena badai. Selama berbulan-bulan, Pi, terlunta-lunta di tengah laut dengan sekoci kecil bersama seekor macan dewasa. Bagaimanakah rasanya? Coba letakkan posisi diri pada posisi karakter Pi. Kisah nyata? Fantasi? Entahlah. Keduanya sama menariknya. Sama segarnya. Ide cerita benar-benar baru. Gaya petualangan yang belum pernah ada. Pilih cerita mana yang Anda suka, fantasi atau nyata? Baik fantasi atau kisah nyata, keduanya tak merubah cerita sebenarnya, Pi kehilangan keluarga dan segalanya di laut itu. Lagu-lagu pengiringnya bagus. Easy listening . Langsung mengena. Ceritanya mudah saja. Konfliknya bagus sekaligus juga ada rasa menegangkan. Entah animasi atau memang hewan sebenarnya. Sangat tipis membedakan bagi mata awam seperti penulis. Yang pasti, sebagai tontonan, film ini sangat menarik. Life of Pi (2012) - 7/10

Bom Pizza Boy

30 minutes or less ini adalah slogan sebuah restoran pizza dalam mengirim pesanan antar ke rumah pelanggan ( delivery service ) diwakilkan oleh karakter Nick. Kemudian di seberang sana, ada sepasang pemuda yang memiliki ide gila untuk menjadi kaya dengan merampok bank. Di tengah-tengah mereka ada karakter penari erotis yang juga ikut ambil bagian dalam kisah ingin kaya. Dibilang rumit juga tidak, dibilang simple juga tidak. Biasa saja. Tidak terlalu serius juga tidak terlalu komedi. Komedinya sedikit konyol namun tidak berlebihan. Sebuah hiburan yang biasa saja. Kurang lebih sama dengan gaya film Jesse di Adventureland . Datar-datar saja daya tarik irama ceritanya. 30 Minutes Or Less (2011) - 6/10

Keep it down fellaz...

Komedi yang berkisah tentang "pertarungan" tetangga. Yang satu perkumpulan remaja ala perkumpulan. Yang satu old school , sebuah keluarga kecil terdiri ayah,ibu, dan bayi cantik. Yang muda yang "bergejolak" dengan party dan riuh. Yang tua yang berkeluarga, adem ayem. Keep it down... Seth Rogen. Kebanyakan film Seth Rogen yang penulis tahu genre nya komedi seksi. Jadi ada komedi yang dicampur dengan hal-hal seksi yang "menjurus" dan terkadang vulgar. Simple. Konfliknya juga ringan. Komedinya menghibur. Yang lumayan asyik adalah musik-musik hip-hop pengiring cerita party-nya. Neighbors (2014) - 6/10

Pertempuran antara dunia rasional dan irasional di atas pengadilan manusia

Kesimpulan setelah menonton film ini adalah menarik karena berdasarkan kisah nyata - genre favorit, Jennifer Carpenter, dan kisah Emily Rose itu sendiri. Alur cerita dalam film ini konsepnya maju-mundur. Maju berarti di jaman kini di ruang persidangan, mundur berarti asal muasal adanya persidangan. Meski berjalan ke dua arah, film ini tidak kehilangan daya tarik cerita. Masih menarik dan masih dapat diikuti. Konsep horornya dibangun dengan baik meski sudah umum seperti film pengusiran setan lainnya. Tidak banyak make-up menakutkan, justru film ini sudah bisa membentuk horor dari suasananya. Seperti keterangan Bapa Moore yang mengatakan bahwa jam 3 pagi adalah jam kemunculan... Pesan yang terkandung disini tentu saja ada pada babak pembacaan surat wasiat dari Emily, yaitu ada dunia yang mungkin percaya tidak percaya memang ada yaitu dunia irasional, dunia di luar logika. Dan, pesan dari Bapa Moore, bahwa pengadilan di dunia adalah pengadilan dari manusia oleh manusia da

Pukul 3 pagi...

Gaya filmnya seperti 4bia . Berhubung judulnya 3 A.M (pukul 3 pagi) maka yang ada hanya 3 cerita yang dihubungkan dengan tali horor pada kisaran pukul 3 pagi yang dipercaya waktu dmana kekuatan "lain" sedang bergentayangan, dan keterangan tersebut diperkuat oleh film Emily Rose. Film pertama. Judulnya Wig. Suasana horornya karena alasan geografis, memang terasa mirip dan "dekat" dengan gaya lokal. Temanya seputar toko penyedia wig (rambut palsu). *pengalaman pribadi....oow, makanya dulu pas potong rambut panjang sepunggung penulis disisihkan tersendiri, ternyata...* . Dari segi horornya awalnya menarik dipadu dengan konflik drama 2 saudari cantik. Tapi semakin ke dalam semakin jenuh. Seputar kejut-kejutan kaget-kagetan saja. Biasa. Tapi....di bagian ending, ada twist manis yang cerdas. Good. *7 Kedua. Judulnya mayat pengantin. Kalau yang ini, jatuhnya horor klasik biasa. Menjaga mayat sepasang pengantin (yang entah kenapa harus dijaga dan tidak dikubu

Kenangan sekaleng Coca Cola yang terlalu indah untuk dilupakan

Dimulai dari sekaleng Coca Cola.... Ada lahir sebuah genre fantasi romantis manis. Mengapa fantasi ? Karena menceritakan hal percintaan yang mustahil di jaman sekarang setidaknya di negara ini. Antara gadis kaya raya mencintai anak buah bapaknya. Kaya cinta miskin.#langka Romantis? Pasti. Film ini cocok untuk para penggemar film genre drama. Khususnya Korea. Kisahnya manis. Mengharu biru. Dan memang, sayatan ceritanya seolah memaksa keras memeras air mata semata-matanya. Mungkin hal wajib yang harus ada kala menonton film ini adalah tisue... Menikmati sepotong roti tawar yang di dalamnya ada rasa manis coklat lembut akan menyenangkan. Tapi disini, ya disini, sepotong coklat disuguhkan dengan isi rasa pahit di dalamnya Konfliknya, tentu saja drama Korea seolah mampu membuat kisah dengan hook manis di bagian tengah. Di tengah kisah cinta yang bahagia harus ada kenyataan pahit. Dan, sepertinya momen termanis bagi penulis adalah momen saat Su-Jin menunggu Chul-S

In twelve hours, three of you are gonna be kaput

Kali ini sebuah film "unik" dihadirkan. Lagi-lagi, sepanjang yang penulis tahu, aliran film yang menjadi "pilihan" Michael Pitt punya gaya beda dari film berkonsep umum. Seperti disini. Kualitas akting dari Naomi Watts bertempur dengan kualitas akting Michael Pitt yang berperan sebagai pemuda "yang entah darimana dan apa maksudnya" melakukan teror pada saat keluarga George sedang berlibur. Alur ceritanya biasa. Daya tarik terornya juga biasa, tidak terlalu berkesan teror sadis. Diakhiri dengan ending yang tidak biasa. Bahkan sebelum ending juga ada selipan rewind unik untuk menghapus "kesalahan" pemusnahan karakter Tubby. Momen unik diselipkan selama cerita dimana karakter Paul seperti sedang berkomunikasi dengan penonton sendiri. Funny Games (2007) - 6/10

Tak hanya dipecat tapi juga diburu

Film ini berjalan menarik. Tema Farmasi Denning dan Harcourt memang agak rumit dicerna. Penulis hanya mengambil sisi simple-nya saja, ada seorang pembunuh bayaran yang berkeliaran di kantor saat malam hari dan sasaran yang dituju adalah ruang data. Sampai pada tema misteri mengapa ada pembunuh yang berkeliaran di area kantor, ini menarik. Pelarian Tom menyelamatkan diri (tanpa tema farmasi) sebenarnya sudah menarik. Cerita menjadi kurang daya tariknya ketika sang pembunuh menemukan Emmerich yang sedang ada tamu di ruang kerjanya (sedangkan sedari tadi sang pembunuh berkeliaran). Ini menjadi kurang menarik. Bahkan bisa ditebak sebenarnya jalan cerita kemudian. Menurut penulis, akan lebih menarik bila garis misteri keberadaan pembunuh diperpanjang sedikit hingga akhir dengan tema latar belakang yang lebih merakyat. Not Safe For Work (2014) - 6/10

Ghost Protocol

Disini baru lebih terasa mantab. Dibandingkan dengan seri ketiganya sebelumnya, disini aroma aksi lebih tercium. Aksi-aksi Ethan Hunt lebih mendebarkan. Terutama di hotel Dubai yang sampai-sampai ikut merasakan merinding berada di ketinggian. Di tangan sutradara yang lagi-lagi berbeda, kali ini di tangani Brad Bird, setidaknya Misi Mustahil ini ada beberapa momen yang memorable . Di bagian belakang layar, sudah tidak ada nama Wagner lagi. Hanya Cruise. Di bagian depan, Kremlin yang diluluhlantakkan. Di seri keempat ini, permainan animasi komputernya lebih halus dan menambah kekuatan aksi laga Ethan Hunt. Di bagian tim, nama Luther yang bertahan di seri pertama hingga ketiga, disini sudah tidak dimunculkan. Ada Benji, yang penulis tahu di seri ketiga. Disini karakter Benji dimunculkan untuk memberi aroma komedi. Lumayan menghibur. Lalu, ada nama Jeremy Renner yang cukup menghibur sebagai analyst gadungan. Aksi laga Jeremy yang ternyata tak kalah dengan Cruise.

Belakang panggung profesi mengajar

Film yang bercerita seputar dunia pendidikan. Kacau juga melihat sekolah yang dipenuhi dengan anak-anak bermasalah. Setidaknya itu yang dialami para guru di sekolah dalam film ini. Seperti dalam film ini yang dialami oleh karakter Barthes dimana hidup sendiri dan kosong. Pagi bertemu murid bermasalah, malam berjumpa dengan remaja bermasalah. Konflik dalam film ini seperti ingin menunjukkan sisi manusiawi dari profesi guru. Bahwa di belakang panggung mengajar, seorang juga manusia biasa yang kerap masih belajar memecahkan masalah. Alur cerita film ini seperti dipengaruhi oleh kualitas akting Adrien Brody yang tampil sendu, kelam, dan kosong. Empty inside . Jalan ceritanya pelan mendetail. Bagian paling emosional dalam film ini bagi penulis adalah momen suicidal-nya Meredith. Memang momen Meredith yang terlanjur jatuh hati pada gurunya sendiri meninggalkan kesan dalam tak berkutik serba salah. Di satu sisi merasa bangga dan senang disukai oleh murid, di sisi lain

Yang terasa sebagai kebenaran belum tentu benar

Lumayan.  Deretan pemainnya pun cukup menarik, Sean Connery, Laurence Fishburne, lalu ada Ed Harris juga.  Irama ceritanya biasa saja.  Konfliknya berlapis. Tidak dangkal.  Ada lapisan luar untuk membungkus twist. Namun, kurang begitu kuat.  Twist sedikit diumbar bukan pada pamungkas, jadi kurang terasa mengejutkan. Cuma posisi Ed Harris yang terasa "menggantung" disini karena tanpa karakter Blair sepertinya kisah sudah bisa berjalan sendiri. + Ternyata ada Scarlett Johansson yang masih kanak-kanak berakting disini. Just Cause (1995) - 6/10

Menikmati alam bersama mayat hidup

Lebih mirip film tentang backpacker jalan-jalan daripada horor. Rasa horornya sama sekali tidak "muncul". Kesan apocalypse yang dimunculkan tentu saja mendukung karena di tengah hutan. Sepanjang film bukan berada di tengah kota layaknya I Am Legend atau 28 Days . Penampilan zombie-nya pun kurang meyakinkan. Kurang menarik. Yang menarik, mobilnya keren. Cocok buat traveling jarak pendek, kursi dilipat bisa jadi alas tidur. The Battery (2012) - 5/10

Misteri pesan sebelum tragedi

Tema dasar film ini mengingatkan pada gaya Final Destination . Perbedaannya, disini berdasarkan pada kisah yang benar terjadi. Dan, alur cerita film ini lebih dewasa dibandingkan gaya horor Final Destination yang lebih ke gaya muda-mudi gaoolll . Percaya tidak percaya. Terlepas dari percaya atau tidak, yang pasti penulis suka film ini. Selain karena berdasarkan tragedi nyata, horornya juga asyik dinikmati. Tidak memakai gaya horor dengan penampilan menakutkan melainkan dengan gaya konflik misteri yang ringan diikuti. The Mothman Prophecies (2002) - 7/10

Menyelamatkan kehidupan

Film yang berat. Konfliknya datar seputar kehidupan seorang petugas kesehatan yang selalu siap siaga di jalanan pada malam hari. Lokasi cerita kebanyakan di mobil ambulans, dan rumah sakit dan terus mobile mencari korban yang perlu pertolongan medis. Gaya akting Nicholas Cage membawa peran karakter Frank yang sedang meng-galau berat. Merasa tertekan dengan pekerjaannya yang menuntut kesabaran. Kehidupan cintanya yang tidak jelas. Alur ceritanya datar. Konflik datar. Tensi emosi cerita jadinya ikut melandai datar-datar saja. Yang bisa dipetik dari film ini adalah cerita tentang ironis dunia. Di satu sisi ada manusia bekerja demi kehidupan orang lain, di sisi sudut sana banyak yang menyia-nyiakan hidup mereka dengan obat-obatan dan ada juga yang ingin bunuh diri. Lainnya, berkaca dari karakter Frank, ada ironis juga. Ketika Frank harus bekerja menyelematkan nyawa yang lain, sebenarnya Frank sendiri juga perlu "pertolongan" dalam jiwanya. Bringing Out

Kisah dewasa sebuah Plasa

Yang menjadi daya tarik paling besar dari film ini adalah Joe Hahn. DJ-nya Linkin Park. Linkin park is my favourite band . Dan, untuk Joe Hahn, penulis suka gayanya di atas panggung serta tentu saja skill dj-ing nya yang berbaur dengan musik cadas LP. That's all . Tak pelak beberapa nama dari member LP ikut ambil bagian, Chester, Phoenix, and Mike Shinoda. Tentu saja bagian mereka adalah di bagian musikalnya. Dari segi film memang kurang kuat. Tak seperti karya musik mereka. Film ini kurang sinkron antara judul dan alur ceritanya. Judulnya Mall, dari posternya terlihat suasana sebuah mall didatangi oleh seorang yang memanggul senjata. Perkiraan awal ini adalah kisah cerita pembajakan. Setelah bergulir, ternyata tak seperti yang dibayangkan. Memang ada karakter bernama Mal -dari Malcolm-, namun bukan menjadi kisah utama. Lokasi memang di mall, namun tidak bisa menjadi sentral rasa film. Film ini seperti menebar karakter kemudian berjalan sendiri-sendiri. Mungk