Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2016

Setiap kita punya rahasia

Film Korea yang lagi-lagi menarik. Dramanya unik, lucu, dan dewasa. Sederhana saja, tiga wanita jatuh hati pada seorang pria. Masalahnya adalah ketiga wanita tersebut adalah kakak-beradik. Kemudian, konflik tersebut diolah apik dengan rasa komedi ringan. Tentu saja menjadi sebuah konflik cerita yang cerdas sekaligus menarik karena tanpa disadari background cerita berkaitan dalam satu moment hanya dipecah menjadi 3 sudut pandang wanita yang terkait kasus "cinta rahasia". Konflik affair yang terjadi digambarkan dengan suasana cerah ceria cerdas dan lucu. Ada 3 karakter wanita yang dihadirkan di film ini. Pertama adalah Mi Young, seorang penyanyi di sebuah cafe. Cantik. Sayangnya karakter Mi Young ditampilkan seperti layaknya wanita jaman sekarang. Cinta adalah seperti permainan monopoli. Semakin banyak cash yang masuk akan semakin dicintai. Kedua, adalah Seon Young. Karakter wanita ini ditampilkan dalam bentuk karakter kutu buku. Berkacamata. Baru pertama kali

Sepanjang jalan menuju Dublin

Sebuah film yang umum dan biasa. Umum karena konflik-nya sudah umum. Alur cerita sekaligus beserta konflik cinta yang dihadirkan tidak ada istimewanya. Tentang seorang wanita. Cantik. Berkelas. High Class . Eksekutif. Tas nya bernama Louis Vuitton . Bertunangan dengan pria yang super kaya raya. Karena mendapat pasangan yang kaya dan raya, wanita ini memiliki impian untuk memberi kejutan sang pria kekasihnya yang kaya raya itu. Dari Amerika "rela" melewati ribuan mil ke Irlandia. Namun, sayangnya kondisi cuaca membuat wanita berkelas ini terdampar di sebuah desa terpencil Dingle. Nah, konflik pun dimulai. Di desa tersebut hiduplah seorang pria yang sangat sederhana dan jauh dari kaya raya. " They will kill each other ", gaya cerita pun masih memakai gaya saling salah kepahaman, tidak cocok satu sama lain, beda pendapat, pokoknya dibuat se-beda mungkin untuk memancing komedi. Akhirnya? Bisa ditebak. Sisi komedinya, kurang berarti. Kurang mantab. B

Tell them that Los Angeles belongs to Mickey Cohen

Menariknya adalah berdasarkan kisah nyata dan bertabur bintang disini. Sebut saja ada Sean Penn, Josh Brolin, Ryan Gosling, Emma Stone, Nick Nolte, Anthony Mackie, Giovanni Ribisi, Michael Pena. Hanya saja, sayangnya film ini meleset dari ekspektasi. Terasa sudah umum gaya ceritanya. Dan bisa ditebak. Ada pemimpin gangster Cohen. Kejamnya tak diragukan. Lalu, polisi membentuk skuad tersendiri menyamar menjadi gangster saingan yang menghancurkan kekuasaan Cohen di Los Angeles. Konflik ceritanya sudah umum layaknya film superhero biasa. Pertama, sukses. Senang. Lalu "terluka", beberapa karakter lakon dimatikan untuk menciptakan dilema cerita. Lalu, bangkit. Tidak ada twist khusus. Biasa saja. Tidak ada yang istimewa lagi. Background cerita film ini mengingatkan penulis pada gaya game Sega lawas, Dick Tracy. Gangster Squad (2013) - 6/10

Mencari jawaban masa lalu dari apartemen nomor 143

Salah satu film Horor yang terkena demam semi-dokumenter atau mungkin mockumenter . Bergaya dokumenter namun hanya akting. Ada sesi wawancara dilengkapi dengan sesi penampakan. Tentang sebuah keluarga kecil yang tinggal di sebuah apartemen. Keberadaan mereka diusik oleh sebuah kekuatan dari yang telah mati. Sebenarnya bagi penulis, misteri "gangguan" dari dunia lain, begitu saja sudah cukup horor. Namun, kalau sudah dipolesi dengan bumbu-bumbu cerita lain seperti masa lalu yang kelam, rasanya jadi biasa saja. Disini horornya biasa karena sudah umum dan bisa ditebak. Hanya "bermain" pada detik-detik kejutan dan tebakan akan muncul seperti apa. Dari segi alur cerita mudah saja. Selain karena juga tidak ada lokasi syuting lain selain di apartemen nomor 143. Apartment 143 (2012) - 6/10

Chakushin Ari versi layar Hollywood

Judulnya sama dengan Jepang-nya. Kurang begitu menarik. Menonton film ini berasa seperti menyimak Final Destination. Konsepnya tak jauh beda, cerita-kejadian-cerita-kejadian. Tak ada yang istimewa. One Missed Call (2008) - 5/10

Bila saja mereka bertiga yang masuk ke dalam mobil itu

Perfect . Sebuah karya drama yang luar biasa menarik. Drama menarik ini dipengaruhi kualitas 3 cerita yang dibawakan apik oleh 3 aktor dengan olahan sutradara kelas dunia. Ada dilema besar yang menusuk kanan kiri dalam kisah cerita disini. Sean Penn. Aktor gaek ini memang berkelas. Membawakan karakter godfather yang disegani. Kisah karakter Jimmy Markum disini membawa dilema tersendiri dan tertampilkan dengan baik. 2x Jimmy Markum membunuh, 2x Jimmy harus membuang mayat di Sungai Mistik, 2x Jimmy harus membayarnya dengan 500 dolar sebulan, karena Jimmy adalah raja. Namun, apakah orang yang dibunuh Jimmy adalah orang yang pantas dibunuh? Pada titik itulah kisah film ini menusuk . Kevin Bacon. Tenang. Kalem. Dingin. Hampir sepanjang film, karakter yang dibawakan Kevin merupakan karakter penyejuk. Kisah detektif Sean baru terasa emosional ketika mengucapkan maaf pada sang istri yang sedari awal menelepon tanpa berbicara apa-apa sampai akhirnya Sean meminta maaf.

Legenda anak kesepuluh yang terperangkap dalam bingkai lukisan

Jujur saja, horor Korea yang satu ini kurang menarik untuk penulis. Konfliknya terlalu padat, berliku, dan disuguhkan dengan alur yang kurang simple. Ceritanya tentang legenda horor wanita Vietnam yang menderita akibat cinta kemudian coba digali oleh penulis buku dari Korea. Tentu saja kegiatan menggali legenda tersebut akhirnya menjadi "membangunkan" kuasa gelap dendam yang tertidur. Horornya juga terlalu umum. Mengandalkan adegan kaget, make-up menyeramkan, dan bukan mengandalkan kekuatan cerita. Muoi : The Legend of A Portrait (2007) - 5/10

Konspirasi di balik Motaba

Film klasik yang masih asyik disimak. Para aktor pendukungnya lumayan menarik juga. Dustin Hoffman, Morgan Freeman, Donald Sutherland, Cuba Gooding Jr, dan Kevin Spacey. Dikisahkan di sebuah desa terpencil di Zaire terjangkit sebuah penyakit mematikan. Cara "memutuskan" rantai penyebaran virus cukup radikal yaitu dengan membumihanguskan desa dengan sebuah bom seperti nuklir. Sekian tahun lama berselang, virus itu "kembali" muncul, satu pembawa virus lolos karena kelalaian manusia, akibatnya virus berpindah dan menyebar ke sebuah kota kecil di benua Amerika Serikat. Yang menarik lainnya disini adalah konfliknya. Plot ceritanya berlika-liku dan dalam. Jadi, tak hanya sebatas pada bencana merebaknya virus penyakit dari daratan Afrika, namun juga ada konspirasi besar yang ternyata tersembunyi di balik virus penyakit mematikan dan dilakukan oleh pejabat militer Amerika sendiri. Rasa "horor" penyebaran virus yang disebarkan melalui seekor ke

Menunggu Konsep Pasar Tradisionline

Pasar tradisional sendiri versi penulis tempat bertemunya penjual dan pembeli secara massal (bersamaan). Keberadaannya saat ini menurut penulis mulai "terancam" oleh ekspansi super agresif oleh minimarket yang lebih minimalis dan bersih. Pasar tradisional menurut beberapa sumber artikel yang penulis baca, peranannya masih penting. Meski jaman sudah berganti serba online, namun kedudukan pasar tradisional dari sisi ekonomi maupun sejarah masih dinilai penting untuk dilestarikan. Sedangkan di kota penulis, masih ada banyak pasar tradisional yang hingga kini tetap berdiri. Soal kunjungan ke pasar, terakhir kali ketika masih duduk di bangku SMA. Itupun bukan dalam rangka belanja melainkan diajak teman ambil barang di bedak milik orang tuanya. Picture By wikimapia Apakah ada yang menggunakan blog atau website dan media sosial untuk mempromosikan? - ini menarik bila dibuat ide. Penulis melihat contoh Lazada. Penulis juga pernah bertransaksi di sana. Dan,

Cinta Lolita yang dilarang realita

Film yang berkisah tentang cinta terlarang. Melihat gaya Dominique Swain disini, penulis jadi ingat gaya Ellen Page di Hard Candy . Bedanya di Permen Keras nada ceritanya ke kriminal, disini murni drama. Adalah seorang Humbert yang pada masa belia nya memiliki pujaan hati. Namun, sayang sang pujaan hatinya tersebut meninggal dunia. Cinta Humbert terbawa hingga dewasa dan bertemu dengan Lolita, seorang gadis yang masih belasan tahun. Konflik yang dihadirkan cukup menarik dan berliku cukup panjang. Kisah cinta antara "ayah-anak" ini berjalan unik. Tarik ulur. Antara ada tiada. Ada cinta namun terasa janggal karena mereka adalah ayah dan anak. Terasa tiada karena memang Lolita lebih memilih pria lain yang notabene juga berusia seperti ayahnya. Konfliknya menjadi "lucu" dalam tanda kutip. Aneh. Janggal. Dan, yang menjaga irama film tentu saja akting Dominique Swain yang lumayan berkelas. Gaya karakter Lolita disini sangat unik, sedikit out of box layak

Terjebak di antara dua penyanderaan

Film ini bercerita sederhana. Konfliknya diracik dengan konflik dilema yang dialami oleh karakter polisi Tally. Dimana posisi Tally sebagai kepala polisi harus menyelesaikan kasus penyanderaan namun tidak sesederhana itu karena di sisi lain, keluarganya pun juga menjadi sandera pihak jahat. Dari segi cerita dan konflik tak ada yang istimewa. Nada film ini berjalan biasa dan umum saja. Penampilan kalem Bruce Willis lumayan, namun juga tidak terasa istimewa sekali. Kurang lebih mirip di 16 Blocks . Masih kalah dengan gaya "kalem" di Tears Of The Sun yang juga di produksi Cheyenne milik Bruce sendiri. Film ini seperti menjadi "lawan" dari film The Glass House dan When A Stranger Call. Ketiga film itu kurang lebih bercerita seputar rumah. Dan bukan rumah gubuk biasa melainkan rumah berkelas cita rasa tinggi. Dari ketiga film itu, penulis memilih rumah yang dipakai di When A Stranger Call karena eksploitasi view dan sudut-sudut rumahnya lebih banyak

Menanti sebuah tangisan di tengah badai

Salah satu film Paul Walker semasa hidupnya. Yang satu ini berirama sendu. Pelan. Meski alur ceritanya sederhana sekali namun kurang begitu menarik. Entah alur ceritanya mau dibawa kemana, sepertinya kalau dibuat tema horor alone in the hospital akan terasa lebih menarik. Atau mungkin juga dibuat tema disaster seperti banjir bandang. Tapi tidak disini, emosi tensi cerita seperti datar saja sejak awal hingga akhir. Tidak ada konflik keras baik itu konflik bencana, aksi, ataupun horor. Akhirnya perjuangan Paul sebagai Hayes mempertahankan detak jantung sang buah hati disini kurang begitu menonjol karena terasa tidak ada tantangan yang berarti. Hours (2013) - 6/10

Akibat karena punya "judul" unisex

Meski mendapat respon negatif dari beberapa sumber, namun film ini lumayan menghibur. Background ceritanya serius, yaitu tentang pencurian identitas kratu kredit namun dikemas dalam suasana cerah komedi ringan. Dan alur ceritanya kurang lebih memiliki progresi cerita seperti Due Date misalnya. Open road . Sepanjang cerita berada di jalanan antar kota yang sangat jauh. Di perjalanan tersebut banyak kejadian banyak pelajaran yang dipetik oleh kedua karakter utama disini. Paling suka dengan gaya Melissa McCarthy. Meski berbobot namun cukup lincah dan aktingnya lumayan. Identity Thief (2013) - 6/10

Sisi positif teknologi untuk semua

Beberapa saat lalu, ibukota digemparkan tragedi. Karena kesibukan, penulis terlambat mengetahuinya. Seorang rekan kerja ketika menghampiri memberitahukan apa yang sedang gempar di ibukota. Kata rekan kerja ini, "Ada bom..". Lalu, "Baku tembak..", katanya. Penulis paham dan bertanya darimana kabar itu? Jawab rekan kerja ini sambil menunjuk windows phone -nya (maksudnya lewat internet di windows phone -nya). Sebut saja namanya Budi. Dan, windows phone yang digunakan itu, awalnya penulis ikut menyetting-kan karena Budi ini masih kurang paham soal registrasi di Windows Phone . Lumayan, buat penulis windows phone tak kalah canggih dengan android. Sebuah tragedi diberitakan dengan cepat di era sekarang, itu biasa. Orang pakai Windows phone, itu juga biasa. Bisa internet di Windows phone, masih juga biasa. Yang luar biasa adalah Budi ini penyandang tuli-bisu. Latar belakangnya, yang sedikit penulis tahu, pernah bersekolah di sekolah khusus. Pengalaman

Meniru wajah pembunuh untuk mengejar pembunuh

Mereka berdua pernah bermain di satu film, The One . Ini yang berikutnya. Dan, memang penulis awalnya tertarik pada nama besar. Dan yang ditunggu-tunggu adalah momen saling tukar jurus beladiri mereka. Penampilan Jet Li disini kurang lebih sama dengan penampilannya di Lethal Weapon 4 . Tetapi disini bukan sepenuhnya antagonis. Namun soal tampil dingin, penampilan Jet Li di Lethal Weapon masih lebih baik dan sangar. Disini tempelan dingin Jet Li kurang meyakinkan. Soal penampilan Statham, biasa saja. Tidak ada yang istimewa dengan karakter Crawford disini. Drama intrik konflik ceritanya tidak dangkal. Berlipat-lipat ada twistnya tetapi kurang begitu mantab. Aksi laga yang dibangun disini juga biasa saja. Momen pertemuan dua bintang laga lintas benua disini kesannya belum menarik. Rogue Assasin (2007) - 6/10

Melawan raksasa nikotin

Durasinya panjang dengan 3 CD. Alur cerita dan konflik film ini sebenarnya drama yang cukup berat. Namun, penulis mencoba mengurai melalui versi penulis sendiri. Adalah Jeff Wigand yang diperankan Russell Crowe sebagai orang biasa dengan kemampuan skill intelektual di atas rata-rata. Beberapa jabatan bergengsi di berbagai perusahaan kesehatan pernah ia jabat, hingga Jeff bekerja sebagai wakil direktur di salah satu raksasa produsen rokok di Amerika sana. Film dibuka dengan kisah pemecatan sepihak yang dialami Jeff Wigand dengan alasan "kemampuan komunikasi yang buruk". Namun sebenarnya yang terjadi menurut versi Jeff adalah berkat pengalamannya bekerja di dunia kesehatan, Jeff merasa bahwa konsep perusahaan rokok melawan prinsipnya terutama kemanusiaan. Pemecatan Jeff berbuntut panjang. Salah satunya adalah Jeff merasa terancam baik personal maupun keluarganya. Hal inilah yang kemudian memicu konflik sebenarnya. Dimana latar belakang pemecatan Jeff ak

Mencari jawaban dari rangkaian kekacauan

Film bertema pencurian dengan teka-teki. Konsep cerita lumayan. Double twist. Ketika satu twist dibuka, masih ada twist kejutan yang berikut. Alur ceritanya umum. Satu karakter dipoles sedemikian rupa agar terlihat "baik" namun ternyata merupakan dalang utama. Konsep tersebut menjadi senjata pamungkas film ini. Harapan ada gelar tarung aksi laga Jason Statham dan Wesley Snipes disini tak terpenuhi karena disini total drama teka-teki saja. Teka-tekinya yang agak berat. Harus ekstra memperhatikan alur cerita karena lengah sedikit maka jadinya chaos. Chaos (2005) - 6/10

Giochi d'estate

Film drama dari Swiss (menurut wikipedia) awalnya penulis menebak film Spanyol atau Perancis. Drama berkisah tentang dua anak manusia usia belasan yang bertemu dan memiliki background konflik keluarga yang sama-sama " broken ". Yang satu broken by accident, yang satu broken by attitude . Jujur saja, kalau bagi penulis, film ini terasa berat. Dramanya kurang "bertenaga". Seperti tidak ada efek apa-apa dari konflik cerita. Summer Games (2011) - 6/10

Dicap penjahat karena menyimpan rahasia pemburu penjahat

Biasanya penulis suka dengan gaya dan film-filmnya Denzel. Namun kali ini kurang tertarik . Meski lawan mainnya sekelas Ryan Renolds, Vera Farmiga atau Brendan Gleeson, tapi tetap saja kurang menarik. Temanya dan konfliknya kurang simple . Terlalu dirumitkan dan berat. Yang bisa penulis rangkum setelah Frost tertembak, yang dikira baik itu buruk, sebaliknya yang dicap buruk ternyata baik. *judulnya Safe House , namun " safe house " itu sendiri hanya "digunakan" di awal film dan tidak ada hubungannya lagi sampai akhir. Atau mungkin maksud judulnya adalah "semua berawal dari obrolan dalam safe house...?" Yang menarik di film ini bagi penulis adalah momen di stadion. Entah pertandingan siapa, tapi dari kostumnya mirip Ajax Amsterdam. Membuat film dalam tengah situasi real match mengundang kagum tersendiri. Karena bakal sulit syuting di tengah penonton yang sedang menikmati pertandingan. Atau kalaupun bukan asli, tetap saja mengatur bany

Pelajaran bercinta dunia maya dan dunia nyata

<> 18++ <> Film dewasa milik Jospeh Gordon Levitt. Disutradarai sendiri dan diperakan sendiri. Lumayan menghibur. Kisahnya tentang petualangan nafsu seorang Jon yang akhirnya berlabuh pada hati seorang Barbara. Namun, kebiasaan "swalayan" Jon berlayar kesenangan dewasa di dunia maya membuat hubungan Jon-Barbara berakhir. Jon, akhirnya mendapatkan cinta kedewasaan dari seorang wanita yang tak muda namun masih bergairah, Esther. Tanpa materi, mengalir apa adanya. Cinta tanpa beban atau membebani. Ceritanya lumayan. Bisa jadi kisah film ini adalah realita tentang karakter nyata, bisa jadi juga hanya sekedar fantasi belaka. Komedi-nya biasa. Garis cerita dan konfliknya standard saja. Bersenang-senang dulu, flirt , salah paham, dan happy ending . Don Jon (2013) - 6/10

Cerita cinta yang dekat dan lambat disadari

Sebuah drama percintaan "terlambat" biasa. Kisahnya tentang seorang pria berprofesi dokter bedah plastik yang jatuh hati pada keseksian seorang Palmer. Demi misi mengambil hati si seksi, Danny, melakukan "drama berpura-pura" yang akhirnya menjadi konflik rumit. Alur ceritanya biasa. Yang seharusnya "dekat" tetapi diputar-putar dulu hingga rumit bahkan sampai ke Hawaii. Konfliknya juga datar saja. Bisa ditebak arah dan jalan konfliknya. Pertama berpura-pura namun keterusan hingga tersadar. Rasa komedinya juga datar. Kurang mantab. Sedikit bermain komedi fisik dan komedi menutupi rahasia sekonyol mungkin tapi kurang bisa memancing lucu. Just Go With It (2011) - 6/10

Cerita dari film Proof Of Life

Entah. Rasanya film Crowe satu ini kurang punya daya tarik maksimal. Alur ceritanya diisi dengan konflik yang tidak dangkal tapi juga tidak terlalu menarik. Hanya seputar masalah penyanderaan orang kaya raya dan upaya pembebasaanya ala paskas. Proof Of Life (2000) - 6/10

Cinta yang melepaskan belenggu amarah masa lalu

Salah satu film aksi dengan bintang Jet Li yang favorit. Fresh. Luc Besson. Khas. Aksinya mantab dengan suguhan gerakan kamera yang dinamis. Imbang. Antara aksi, drama, dan akting. Aksinya bagus. Mantab. Gaya tarung Jet Li disini punya jalur sendiri. Terlihat beda antara gaya Jet Li dan Jackie Chan atau dengan gaya martial art Hollywood punya. Drama. Ini yang paling menarik. Karena film ini tidak terbentur konsep jual nama besar Asia saja. Tidak hanya menjual art beladiri, gaya tarung aktor yang besar lewat film laga. Konsep drama film ini diolah cukup baik mengimbangi konsep laganya. Konfliknya lumayan. Dan, tentu saja seorang Morgan Freeman tidak akan asal "pilih" film dengan alur cerita biasa-biasa saja atau alur cerita yang sekedar jual nama besar. Akting. Porsi Jet Li disini memang besar. Namun, tidak asal bermain adu pukul, melainkan diimbangi dengan akting yang tidak kalah dengan kharisma Morgan Freeman. Dan tidak sembarang bintang Asia ya

Sebuah kasus rumit,berat,dan nonstop untuk Detektif Ko

Film ini luar biasa dalam konfliknya. Jalan ceritanya berlika-liku penuh dilema yang sebenarnya sederhana namun menjadi kerumitan besar. Seorang detektif yang bisa dikatakan bukan polisi bersih, harus "bekerja keras" membersihkan segala "kejahatan"nya yang sebenarnya sederhana. Konfliknya cerdas. Terpecah rapi dan disusun dengan baik. Disini cerita akan menggiring penonton untuk ikut ber- roller coaster - bersama emosi Det. Ko Gun Su. Pertama, di dalam suasana duka, Det.Ko menghadapi sebuah pemeriksaan akan dugaan suap. Kedua, lain kasus, Det.Ko secara tak sengaja mengalami kecelakaan yang menewaskan seorang kriminal yang dicari-cari polisi. Ketiga, akibat kasus kecelakaannya, Det.Ko harus berurusan dengan polisi jahat lainnya. Benar-benar kasus rumit dan berat. Fiuhhh.... Nice movie. A Hard Day (2014) - 7/10

Saat tugas Paspampres tidak saja mempertahankan keselamatan sang Presiden

Film ini mengangkat skema membuat "lemah" atau "melemahkan" apa yang terlihat kuat di dunia nyata. Dan karena ini film, tentu saja ini hanyalah hiburan semata. Untuk urusan duplikat Gedung Putih dan aksi komputerisasi hancur-hancurannya, terbilang lumayan. Terlepas apakah memang benar Gedung Putih sungguhan atau Gedung Putih duplikat buatan, cukup menarik. Satu pertama yang tidak sesuai harapan ketika memulai cerita dalam film Antoine Fuqua ini, yaitu tokoh presiden-nya ternyata bukan dibawakan oleh Morgan Freeman. Dan keberadaan aktor lebih muda yaitu Aaron Eckhart semakin melengkapi kesan terbaliknya. Kedua, gaya Gerard Butler sebenarnya tidak buruk, lumayan apik membawakan karakter Paspampres yang memiliki skill individu mumpuni, hanya kemiripan sekilas-nya, mungkin akan lebih fresh bila Jeremy Renner yang dipasang sebagai Banning disini. Ketiga, konfliknya sebenarnya tidak rumit. Biasa saja. Tidak bercabang membuat bingung. Bahkan konflik di

Peluang Lapangan Kerja Kreatif Di Jaman Internet

Memasuki tahun 2016, internet tak hanya menjadi media pelengkap, media informasi, atau media informasi dengan instant, tapi juga akan menjadi media wajib yang harus dipelajari mau tidak mau. Mengapa? Karena era telah berubah. Smartphone merajalela. Dan salah satu syarat dasar penggunaan smartphone adalah mempunyai email. Bagaimana bisa menggunakan smartphone kalau tidak mengerti internet? Beberapa badan pemerintahan,yang sebatas penulis ketahui, juga telah menerapkan sistem pelayanan online. Berdasarkan pengalaman pribadi, sebut saja pajak dengan aplikasi e-faktur nya, sebuah aplikasi Permintaan Nomor Seri Faktur Pajak Online yang digunakan untuk pelaporan jual beli barang kena pajak. Kemudian, lagi dengan e-Bliing Pajak sebuah Aplikasi Surat Setoran Elektronik yang bisa digunakan untuk pelaporan PPh pasal 21, 22, 25/29 dan sejenisnya yang amat kompleks. Beralih dari sistem birokrasi yang serba rumit di jaman dulu menjadi satu arah terpadu, user - pihak pajak. Beberapa k

Berbagi inspirasi di belakang Google Search

Setelah melihat film Google dengan judul The Internship , penulis sebisanya menyaring pesan-pesan moral yang terpendam di dalam kisahnya. Ada dua orang mantan sales yang merana karena bisnis mereka hancur. Berbekal kenekatan, mereka apply job via online. Tidak tanggung-tanggung, mereka melamar ke perusahaan raksasa Google. Bahkan tanpa sedikitpun pengetahuan tentang C++, HTML5,CSS3,apalagi tantangan fixed bug. Pesan moral dari film ini adalah semangat untuk berpikir dan bertindak di luar "kotak" kebiasaan berpikir manusia umumnya . Mengapa Google mengajak demikian, mungkin karena Google tercipta lewat ide manusia biasa yang "terlewatkan" dari kebiasaan berpikir manusia biasa umumnya. Hasilnya? Raksasa. Google's original homepage had a simple design because the company founders were not experienced in HTML , the markup language used for designing web pages. (kata Wikipedia) Google wants us, Google needs us -- bila direnungkan lewat sisi lain

Google wants us, Google needs us

Melihat Social Network belum lengkap rasanya jika tidak menonton yang satu ini. Karena disini ada "raksasa" online lainnya, yaitu Google. Yap , film ini menceritakan tentang Google. Ada dua orang mantan sales yang merana karena kehilangan bisnis mereka. Bayangan pengangguran melecut mereka mencari pekerjaan lewat search engine google dengan tag mengenaskan " job for people with a few skills ". Akhirnya, alih-alih mereka mencoba apply job sana-sini malah berlabuh ke perusahaan search engine yaitu Google. Plot ceritanya disini ringan, dan cerah. Warna-warni. Sesuai dengan tema warna logo Google. Konfliknya pun dibuat cerah, serius tapi santai. Tapi, yang paling menonjol buat penulis pribadi, tak hanya kisah perjuangan dua mantan sales yang sudah berumur banyak yang pengangguran masuk ke dalam Google melainkan panorama lingkungan kerja meraka yang luar biasa hebat. Benar-benar kantor yang nyaman. Keseluruhan, film yang menghibur dengan nilai pe

Kisah pinky dalam film Mean Girls

Film ini sepertinya cocok buat hiburan anak-anak gadis yang masih berstatus siswa. Alur ceritanya seputar kehidupan gadis di sekolah. Mulai berteman, naksir cowok, seteru dengan teman. Blink blink. Cling cling. Fling fling. Biasa saja. Lagu theme song-nya saja yang sepertinya easylistening , sekali dengar langsung mengena. Mean Girls (2004) - 6/10

Menepis rasisme dengan pukulan keras dan homerun

Yang menarik pertama kali adalah based on true story . Lalu, Harrison Ford, tentu saja. Kalau dari kisahnya, jujur saja penulis "kurang" begitu mengenal jenis olahraga satu ini. Yang penulis tahu justru namanya " kasti ". Itupun adalah jenis "permainan" pada jam olahraga pada saat masih di sekolah dasar. Tapi, inti film ini pastinya masih bisa diraba oleh siapapun meski tak mengenal jenis olahraga ini. Penampilan Harrison, masih menarik. Masih memiliki kharisma akting yang "kuat" di usia yang tak lagi muda. Alur ceritanya biasa. Dramatisasi kisah perjuangan pemuda kulit hitam bertahan di tengah isu rasis di Amerika. Namanya juga drama, tentu saja agak terasa berlebihan pada beberapa moment -nya. Seorang manager Branch Rickey "mengambil" resiko yang anti mainstream saat itu. Rickey merekrut Robinson yang notabene adalah pemain baseball berkulit hitam. Dan Rickey berani memasang kontrak yang tidak murahan. Pertaruhan

Kisah berantai pacarnya pasangannya selingkuhan

[ 18 ++ ] Film cerdas. Konfliknya berliku, bercabang, namun berhasil dikaitkan dengan gaya yang menarik. Dan, letak komedinya (bila merasa tersindir) ada pada konflik tersebut. Mari merenung sambil menikmati jalan cerita drama dari Korea ini. Tiga pasangan, tiga cerita terselip di antara momen demi momen. Saling menyelingkuhi. Paling suka "tamparan" pasangan pertama di beranda cerita. Yang wanita doyan kemewahan dan materi, sedangkan yang pria ingin "bercinta". Kemudian, pada satu titik, wanita merasa dilecehkan, sebaliknya sang jantan merasa dibodohi karena dimanfaatkan semata. Ya, inilah kisah drama paling realistis. Berkaca. Paling manis tokoh wanitanya, tentu saja, karakter si cantik fotografer yang berpetualang cinta dari suami beristri, kemudian ke pelukan pemuda, dan terakhir berlabuh ke hati pria dewasa. Ada bumbu-bumbu erotis yang diselipkan sebagai "pemanas" sekaligus pemanis cerita. Namun, tidak jatuh menjadi film er

Perselingkuhan dua dunia kelam

Cerita singkatnya, ada 2 pasangan yang masing-masing menjalankan misi selingkuh. Kedua pasangan tersebut, awalnya, tak saling mengenal. Namun, memiliki persamaan, yaitu mereka melancarkan misi selingkuh mereka di hotel yang sama. Pasangan I. Istri polisi dengan seorang bankir. Istri polisi ini sifatnya malu-malu. Bahkan terlalu gugup untuk meniatkan selingkuh-nya. Pasangan II. Istri pengusaha. Kaya. Cantik. Seksi. Jatuh hati pada seorang mahasiswa yang kocak dan lugu polos. Perselingkuhan mereka berjalan panas, ceria, dan dunia serasa milik berdua. Kisah drama yang sebenarnya biasa namun terbalik dari realita. Tetapi, dasar Korea, kisah sederhana bisa dibuat ceria dengan taburan sedikit komedi dan emosional. Menarik. ~ Apakah karena pengaruh banyak mengkonsumsi ginseng, hingga akhirnya gairah seni kreatif sineas Korea menjadi luar biasa ~ Komedinya digambarkan dalam dua dunia yang terbalik. Di kamar hotel satu, sedang berlangsung drama ronde percintaan panas yang b

Ada sesuatu yang indah dengan Mary Jensen

Film yang asyik dan menghibur. Beberapa momen kocak dalam film ini yang berkesan buat penulis, adalah 1. Momen kejepit resleting . Yang awalnya tenang berubah menjadi heboh bahkan polisi hingga pemadam kebakaran masuk ikut menonton sosis yang terjepit. 2. Momen gel rambut . Mary memakai "gel rambut" yang salah. Alur ceritanya simple saja. Formula konfliknya ringan diikuti. Tentang seorang wanita bernama Mary yang memiliki kharisma kecantikan hingga membuat banyak lelaki bertekuk lutut dan rela berbuat apa saja demi mengambil hati Mary. Mulai dari pengantar pizza hingga pemain football profesional. Dan, yang menjadi bulan-bulanan kesialan disini tentu saja gaya lugu Ben Stiller. Komedinya yang menjadi pemikat utama. Kocaknya asli dan aslinya menghibur . There Something About Mary (1998) - 7/10

Melawan kehadiran Bathsheba

Sebelumnya banyak rumor yang terdengar, banyak tulisan mengenai film ini. Bagi penulis, sebuah film yang baru rilis lalu banyak pembicaraan di media, umumnya membawa sesuatu yang "segar". Tak selalu ulasan positif, tapi juga banyak tak positif. Satu lagi yang membuat film ini menarik adalah tag based on true events . Kategori yang menjadi favorit penulis selama ini. Dan sekarang, done . Selesai menyimak. Menurut penulis, bagus di awal. Bangunan nuansa horornya menarik. Mengingat sutradara di balik film ini adalah James Wan, maka tak heran suasana Insidious pun "terbawa". Baik itu gaya horor, adegan kejutan-nya yang menguras emosi, hingga Patrick Wilson. Horor yang disajikan di awal, cukup merinding. Dan, meski tanpa harus memaksa "menghadirkan" sosok apapun, nuansa horor sudah terbangun apik. Memasuki babak sedikit ke tengah film, kemudian dipertegas dengan kehadiran makhluk di atas lemari, emosi film mulai berkurang bagi penulis. Gay

Kisah para mahasiswa yang kaya raya mengejar cinta

Flashback ke jaman 80an dengan tayangan komedi ala Warkop DKI. Ada Paijo, anak orang kaya juragan minyak. Mulai minyak bumi sampai minyak telon. Ada Sarwani, anak juragan bengkel. Setiap hari gonta-ganti mobil meski dempulan sana-sini. Ada Mas Ngabei Slamet Condrodimuko Ekomangkuprojo Lalijiwo Sastrowijoyo Notokusumo. Anak juragan tembakau yang paling kaya.... di desanya . Ketiga tokoh di atas saling berlomba memperebutkan hati seorang mahasiswi cantik bernama Rita. Dan itulah yang menjadi konflik panjang film lawas ini. Disini, masih menggunakan nickname masing-masing. Berbeda dengan yang agak baru, film Warkop memakai nama asli mereka. Alur ceritanya ringan. Lebih sebagai kritik sosial seputar potret ibukota yang "kejam". Mahasiswa harus punya mobil bila ingin bercinta dan memang benar, begitu Mas Ngabei beli mobil, Rita langsung melunak. Cinta itu harta, orang dari desa kalah bersaing, ibukota kota keras kalah bersaing akan digilas. Tak

Kesempatan kedua dari sebuah pangkalan mini bus

Menonton film ini kesimpulannya adalah seperti melihat sunset di tepi pantai di kala mendung dan hujan deras. Indah? Pastinya, karena sunset adalah keindahan alam sejati. Mustahil? Tentu saja. Mengapa demikian? Karena Cecilia Cheung. Cantiknya... bbrrr!! Sadis. "Aneh"-nya, malah jatuh cinta kepada seorang supir angkutan umum. Tidak salah? Tidak. Sekali lagi, jatuh cinta pada Louis Koo yang berprofesi sebagai supir angkot. Indah? Tentu saja. Romantis. Seorang gadis jatuh cinta pada duda. Mustahil? Tentu saja. Mana ada di jaman sekarang wanita secantik Cecilia Cheung ini jatuh cinta pada pria biasa apalagi supir. Alur ceritanya menarik . Seorang wanita harus tegar di saat kehilangan pria yang dicintai-nya. Tegar disini diterjemahkan dengan menceritakan karakter Cecilia Cheung ini harus menggantikan posisi kekasihnya sebagai supir angkot. Mustahil, bukan? Tentu saja. Di jaman sekarang mana ada wanita yang sudi jatuh gengsinya berprofesi rendahan apalagi kalau m

Tiger Wong versi layar lebar

Begitu Nicolas Tse menyebut nama karakternya ... Tiger Wong, baru semuanya jelas. Ternyata film ini merupakan adaptasi dari komik lawas yang fenomenal (setidaknya bagi jaman penulis Sekolah Dasar dulu) yang berjudul Tiger Wong. Alur ceritanya sendiri, kurang begitu menancap baik. Karena sibuk mencocokkan karakter yang ada di film dengan memori penulis tentang komik Tiger Wong. Dan, ternyata memang berbeda. Yang penulis kenal dari komik Tiger Wong, adalah petualangan duo Tiger Wong dan Gold Dragon. Disini ada karakter Dragon Wong (kakak dari Tiger Wong) yang di komik karakternya "terlewatkan" dan diceritakan telah meninggal. Lebih pas bila karakter Tiger Wong dibawakan Donnie, pendapat penulis. Karakter Tiger Wong disini minus jurus Sembilan Matahari. Gold Dragon. Disini justru bernama Turbo. Sama, menggunakan Nunchaku. Sama, andalan jurus Baju Besi Emas dengan simbol Lonceng Besi. Minus karakter Guy si Tapak Budha. Disini ada karakter 4 sahabat, namun

"Gelandangan" berkalung medali kehormatan

Sebuah film aksi yang klasik. Namun, sangat fenomenal. Alur ceritanya ternyata simple sekali hanya karena mencari gara-gara dengan seorang yang tampak seperti "gelandangan", namun berakibat fatal. Kisah sederhana bukan berarti sepele, justru bagi penulis, mendengar nama Stallone pasti spontan akan mengenal sebagai Rambo. Ya, karena memang karakter Rambo dan Stallone seperti melebur satu disini. Akting Stallone terasa khas dan menjadi penguat cerita disini. Dingin. Diam. Tak banyak bicara, hanya di moment curhat galau di bagian ending, sisanya hanya menatap tajam dan sepatah dua patah kalimat. " They do first blood, Sir.... " Pelan namun tajam. Bila dari sudut aksi laganya, karena teknologi klasik dan senjata Stallone hanya otot, tentu saja "kalah" dibandingkan Expendables. Gaya laga Stallone disini memakai gaya jalanan biasa. Tak ada komputerisasi apalagi ala Jet Li. Pesan moral film ini, mudah sekali ditangkap, jangan cari gara-gara d

Kisah ayah dari 533 orang anak dan 142 diantaranya ingin tahu siapa bapaknya

Film ini bukan tentang citarasa kopi dunia juga bukan tentang konsep dagang kopi cepat saji to go . Melainkan sebuah nickname yang digunakan karakter David dulu semasa muda di sebuah klinik. Ide ceritanya sangat bagus. Fresh. Alur ceritanya melow, pelan, tapi fresh. Dicampur sedikit komedi. Di awal cerita mungkin agak terasa jemu karena belum mengerti arah ceritanya, apalagi film ini menggunakan bahasa Perancis (kalau tidak salah menebak). Baru setelah dibuka identitas David "Starbuck" Wozniak, cerita mulai enak dicerna dan lucu. Bayangkan seorang pria di usia tak lagi muda, diberi kabar mengejutkan tentang kebiasaannya dulu "bermasturbasi" kemudian "dibayar" akhirnya menciptakan ratusan kehidupan baru. David Wozniak semasa muda mendonorkan sprema di sebuah klinik dan diberikan status sebagai High Quality Sperm . Dimana kualitas sperma David menciptakan banyak kehidupan baru dan bertumbuh menjadi ratusan orang dengan berbagai watak, f

Aksi menuntut permintaan maaf dari presiden secara langsung

Keren. Film aksi senyap yang cukup menawan. Bukan aksi tembak menembak gaduh melainkan ketegangan teror jarak dekat. Dan, secara kreatif, disini suguhan drama teror ala Korea yang sedikit berbeda. Dimana kejadian aksi penangkapan teroris atau akibat aksi terorisme disiarkan langsung itu sudah biasa, disini menampilkan cerita saat sang teroris sendiri ikut siaran. Live . Alur ceritanya simple sekali. Plot cerita nya terjadi dalam beberapa jam saja. *Detailnya bisa disimak di jam dinding dalam ruang siaran. Jam 10 pagi. Meski bila di-logika-kan, kejadiannya beberapa jam, namun konflik teror berhasil dimasukkan ke dalam durasi film secara singkat, padat, jelas, dan menarik. Konfliknya? Lebih banyak terjadi di satu ruangan. Yaitu ruangan siaran yang awalnya radio kemudian disulap menjadi ruangan siaran televisi. Misterinya bagus. Akting pemainnya juga menarik, sanggup membuat atmosfir cerita menjadi ketegangan tersendiri. Terutama pada karakter Young Hwa yang secara apik dib