Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2016

Mengawal pertumbuhan keluarga Mason Evans Junior

Film ini menyabet beberapa gelar bergengsi. Itu membuat penasaran besar tentang apa yang disajikan dari film ini. Drama kehidupan seorang Mason Junior yang memiliki saudara perempuan dan seorang ibu yang telah bercerai dengan Mason Senior. Bagi penulis, drama disini tidak ada emosi apa-apa. Konfliknya tidak pedas bahkan cenderung datar-datar saja. Tidak ada gejolak cerita yang membuat letupan emosi. Tapi, ada hal menarik dari film ini. Bila penulis perhatikan para aktor dan aktrisnya, kemudian menelusuri data belakang layarnya, film ini dibuat dengan rentang waktu yang cukup panjang. Film ini sepertinya dibuat dengan aktor utama yang memang masih kecil hingga beranjak dewasa. Begitu pula dengan aktor dan aktris lainnya. Keren. Boyhood (2014) - 6/10

Armageddon sistem ekonomi

Pada kesempatan kali ini, ijinkanlah penulis bercerita seputar film Too Big To Fail. Penulis tidak paham isi ceritanya. Terlalu tinggi topiknya. Yang bisa penulis tangkap, film ini mengangkat tema kejadian ekonomi di Amerika sekitar tahun 2008. Benar tidaknya pada masa tersebut terjadi kegentingan ekonomi, penulis tidak dapat berkomentar karena saat itu penulis justru asyik merantau di pulau Dewata untuk bekerja sangat keras dan minim informasi dari dunia luar. Informasi satu-satunya adalah surat kabar lokal sana setiap hari sabtu, itupun yang dibaca hanya bagian lowongan kerja... Back to the topic . Ketegangan situasi yang terjadi saat itu dimulai dari pasar saham hingga ke level petinggi negara. Ancaman depresi ekonomi terburuk sedang mengancam. Memaksa para pejabat negara mengundang eksekutif pimpinan bank serta badan keuangan harus bekerja sama untuk menstabilkan situasi. Salah satunya adalah dengan cash injection untuk menghindari kekacauan sistemik. Mungkin f

Membangunkan horor yang tidur di gedung bekas rumah sakit

Film ini akhirnya terlihat seperti hanya jualan tulisan di poster. Tentu saja daya jualnya adalah mencantumkan judul Paranormal Activity dan Insidious. Entah apanya Paranormal Activity atau Insidious. Yang pasti, sekilas, secara awam tentu akan menangkap film ini paling tidak bergaya mirip film-film terkenal tersebut. Memang mirip cara pengambilan gayanya. Dibuat seperti dokumenter pribadi. Daya jual lainnya tentu saja dengan tag judul SX yang akan ditangkap sebagai Sex Tape. Menggabungkan gaya Paranormal Activity dengan seks, wow ! Hasilnya, biasa saja. Tidak ada yang istimewa. Mengapa? Karena kisahnya seperti terlalu standard. Lagipula kejadian terperangkap di bekas Rumah Sakit yang kesannya menyeramkan ini, padahal di siang hari terik, diakibatkan oleh ulah para karakter itu sendiri. Seolah-olah memancing atau berusaha membuat horor sendiri. Jadi tidak ada yang istimewa jika kemudian menjadi pengalaman horor. Berbeda dengan gaya original Paranormal Activity. Dimana

Membela yang lemah dalam kesendirian

Jika dilihat sekilas, template ceritanya memakai standard gaya film superhero dengan alur cerita sederhana, konfliknya lurus tidak terlalu banyak belokan. Gaya Denzel, masih memukau. Aktingnya kali ini memerankan seorang mantan agen dengan skill individu yang di atas rata-rata manusia biasa, yang hidup menyendiri, tidak mencolok, juga tidak banyak bicara dalam beraksi. Chloe, masih cantik. Sayangnya, terlihat sedikit overweight . Lengan, leher, dan pundaknya terlihat kurang berolahraga. Satu yang paling menarik, soundtrack di akhir film pastinya. Eminem!! I like this song so much! (Feat. Sia) The Equalizer (2014) - 6/10

Misteri Lake Idol

Ternyata film ini "berdarah" Italia. Menceritakan tentang sebuah danau yang konon memang nyata ada di Tuscani. Menurut legenda, dipergunakan sebagai sebuah ritual. Keseluruhan, dari segi cerita maupun misteri dan horornya terasa standard. Biasa saja. Tidak ada yang istimewa sekali. Neverlake (2013) - 6/10

Kisah cinta di antara perang klasik yang berkepanjangan

Ternyata film dari Palestina... Awalnya penulis mengira film dari Mesir atau Iraq. Bagi penulis, dramanya kurang kuat. Antara konflik perang saudara berkepanjangan dan kisah cinta yang kompleks. Menurut penulis, kalau lebih berfokus pada satu konflik, akan lebih kuat ceritanya. Fokus pada sisi konflik Israel-Palestina dari sudut warga sipil. Atau fokus pada drama percintaan yang tragis atau bahagia pada masa konflik. Keseluruhan, biasa saja. Omar (2013) - 6/10

Borat punya budaya

Kocak gila. Entah makan apa aktor Sacha Baron Cohen ini, sangat berani tampil polos dan lugu. Kepolosan dan keluguan karakter Borat ini memang di luar logika manusia, bahkan sering juga menyinggung perasaan. Tapi bagaimanapun juga ini adalah sebuah karya seni. Yang paling menarik di film ini adalah membangun kesan natural seolah-olah membuat film dokumenter. Memang tampaknya seperti natural sekali, lawan main karakter Borat jika diperhatikan seperti spontanitas dalam menyikapi sikap unik gila Borat. Sebuah komedi yang kurang cocok sebenarnya untuk hiburan keluarga apalagi anak-anak. Karena Borat bukan Mr.Bean. Di sini justru sarat isu ras, diskriminatif, dan vulgar. Borat (2006) - 7/10

Tetaplah disini, Doraemon....

Tentu nama besar serial televisi Doraemon sudah dikenal baik dari kalangan tua hingga muda. Penulis pun demikian. Penulis mulai mengenal kecanggihan kantong ajaib Doraemon melalui serial televisinya, berikut penulis memiliki satu biji buku komiknya yang sekarang entah dimana keberadaannya. Bagi penulis, bobot cerita antara serial yang biasanya berdurasi 30 menitan, itupun dibagi menjadi 3 sesi cerita pendek, dengan versi layar lebar ini, sama-sama menarik. Berbeda dengan serial televisinya yang memakai teknologi kartun klasik, disini tentu sudah 3D. Cukup halus, rapi, dan detail yang tajam. Bagi penulis juga, film ini lebih mengedepankan kekonyolan Nobita daripada kecanggihan kucing masa depan, Doraemon. Terasa lebih ke drama dewasa. Alur ceritanya sederhana saja. Seekor kucing masa depan ditugaskan untuk membantu Nobita yang sarat dengan sifat kekurangan dan lamban. Misi kucing masa depan ini adalah memastikan bahwa kelak Nobita akan bahagia bersama pujaan hatinya

Boy with apple

Kesan pertama begitu masuk ke cerita film ini adalah, menarik. Semua seperti "tertata lurus dan rapi". Memakai bahasa sendiri, film ini seperti memakai gaya film kartun. Dari background keseluruhan yang rapi dan penuh warna-warni, akting para pemainnya yang bergerak unik dan lucu. Dan, lihat saja jajaran para aktor-aktris pendukungnya yang luar biasa. Bill Murray, Adrien Brody, Jude Law, Saoirse Ronan, Willem Dafoe, Jeff Goldblum, Edward Norton, Tilda Swinton, hingga Owen Wilson. Lengkap. Tidak perlu diragukan lagi kualitas akting mereka mampu menambah nilai unik dan kreatif pada film ini. Tidak hanya sekedar visual dan akting yang unik, plot ceritanya sendiri juga ikut unik. Ceritanya cerita dalam cerita. Berkisah tentang sebuah buku berjudul Grand Budapest Hotel. Isinya pengalaman sang penulis yang pernah berkunjung ke Grand Budapest Hotel. Di sana sang penulis bertemu dengan seorang mantan lobby boy di Grand Budapest Hotel. Sang mantan lobby boy terseb

Membuat kapok Gang Kapak

Film milik Stephen Chow yang sarat dengan teknologi komputerisasi untuk memperkuat sisi aksi kungfu. Dan, seperti biasa, identik dengan komedi. Yang menjadi pusat komedinya adalah semua jagoan ditampilkan dengan tampak "bukan seperti jagoan". Dari segi alur cerita, mudah saja. Tidak berat. Sisi komedinya, tetap menghibur. Sisi komputerisasinya, excellent work!! Cocok buat hiburan di kala senggang. Kungfu Hustle (2004) - 7/10

Training day versi Ice Cube dan Kevin Hart

Film ini kurang lebih seperti bergaya Bad Boys atau Rush Hour . Sepasang detektif yang mengurai kasus dengan gaya fun. Yang satu serius dan lainnya sebagai pemancing komedi yang memakai senjata banyak bicara mengomentari segala situasi. Atau juga film ini versi komedi dari film Training Day . Karena kisah utamanya, memakai gaya one day story tentang hari pertama menjadi polisi. Secara umum, film ini biasa saja. Tinggal menunggu aksi "pemancing komedi" yang dipegang oleh Kevin Hart. Tidak ada nilai lebih yang istimewa dari film-film aksi-komedi duo detektif lainnya. Beberapa titik cerita terasa jenuh akibat berlarut-larut memaksa komedi. Ride Along (2014) - 6/10

Sex And Car Crashes

18++!! Warning! Dari sisi cerita, entahlah. Kurang bisa memahami. Di awal kisah bisa mengikuti, masuk ke tengah mulai absurd. Pada awalnya kesan film seperti berkisah tentang libido seksual seorang pria yang berkecimpung di dunia film. Meski memiliki istri yang sangat amat menggairahkan, namun tetap saja mencari pasangan seksual di luar istri. Dan, uniknya sang istri mengetahui dan berlaku sama hal dengan sang suami yaitu intim dengan pria lain. Uniknya lagi, sang suami, James, pun tahu. Meski mengalami kecelakaan parah, libido seks James masih tetap membara. Kecelakaan yang dialami James mengakibatkan seorang wanita cantik menjadi korban dan kehilangan suami. Konflik "harapan" nya akan ada pertanggungjawaban secara seksual (bukan materi) kepada wanita korban kecelakaan, tapi ternyata tidak demikian. Film berjalan justru memasuki babak perkenalan James dengan penggemar kecelakaan mobil. Absurd. Entah absurd atau file filmnya yang terpotong-potong dan

Pengakuan sebelum eksekusi mati

Dari judulnya terkesan horor, tapi ternyata bukan horor. Tag awalnya fiksi yang dibuat berdasarkan kisah nyata. Tentang seorang terpidana mati karena beberapa kasus pembunuhan. Sebelum waktu eksekusi tiba, sang terpidana tersebut melayangkan surat ke sebuah media untuk bersedia meliput kisahnya. Dan, seorang jurnalis dikirim ke penjara untuk mendengarkan kisah sang pembunuh terpidana mati. Awal cerita, plot ceritanya terasa banyak hole atau lubang cerita yang sulit dicerna. Investigasi yang dilakukan oleh sang jurnalis awalnya membingungkan, terutama bagaimana tiba-tiba mendapatkan banyak data lalu ber-investigasi. Cerita intinya mulai jelas ketika babak flashback dibuka secara panjang tanpa putus-putus. Konflik ceritanya biasa saja karena memang sudah seharusnya seperti itu, seorang pembunuh dihukum mati kemudian mereka yang terkait juga harus diseret ke pengadilan juga harus dihukum. Wajar. Jadi, tidak ada poin istimewa-nya dari kisah terpidana mati ini. Nuan

Menyandera pelayan Tuhan

Menariknya adalah film yang berdasarkan kisah nyata. Tentang pengalaman sepasang hamba Tuhan asal Amerika melakukan pelayanan di Rusia. Dalam menjalankan tugas misionari nya mereka diculik dan disekap oleh sepasang pria lokal dan meminta sejumlah tebusan. Dari sisi konflik tidak sulit dicerna. Hanya dari segi kualitas dramanya masih terlalu biasa. Yang buat penulis terasa kurang adalah sisi dramatisnya. Bila mereka (Porspt dan Tuttle) percaya bahwa drama penyanderaan yang mereka alami adalah rencana Tuhan, tapi tidak diulas dalam film ini apa hikmahnya dari penyanderaan itu. The Saratov Approach (2013) - 6/10

Boneka kayu matryoshka

Bayangan penulis untuk film ini bakal menyajikan konflik politik. Tapi, sayangnya meleset. Ternyata film ini hanya sebuah cerita kriminal biasa. Tentang peredaran obat terlarang. Konfliknya biasa saja. Tidak terlalu istimewa. Transsiberian (2008) - 6/10

Persinggahan dewasa untuk Butch dan Sundance

Sajian drama yang datar. Konflik yang diangkat sebenarnya menarik. Memakai gaya cerita one-day-story . Cerita sehari tentang sepasang rekan sekerja yang harus singgah di sebuah kota karena bandara kota tujuan mereka (Dallas) sedang ditutup dengan alasan cuaca. Persinggahan (transit) mereka menjadi kisah persinggahan dewasa. Lari dari segala rutinitas yang membelenggu. Menarik, karena tak seperti di lokal sini, persinggahan dewasa yang diangkat disini bukanlah pengalaman persinggahan yang diharuskan eksklusif atau berbayar. Tapi, benar-benar murni just for fun, mature, and nature. Mengalir sewajarnya dengan saling mengerti dunia masing-masing. Tapi bila dilihat dari sisi drama, sepanjang film dialog yang terjadi antara Les dan Nat, terasa datar. Sangat datar . Tidak ada daya tarik apa-apa . Begitu juga ketika mereka berdua "terpisah" berganti partner, masih juga datar. Apalagi menyaksikan "persinggahan sejenis", buat penulis, kurang berminat.

Blogger yang hilang

Drama. Galau seorang gadis beranjak dewasa yang mencintai pria jauh lebih dewasa dari segi usia. Sepintas dari awal seperti drama percintaan biasa. Tapi, mengalami lekukan tajam ketika mendekati babak pamungkas, menjadi misteri..... Sisi konflik galaunya seorang gadis di sini berjalan biasa. Datar. Tidak terlalu menarik. Cuma cerita berpindah cinta dari pria satu ke yang lain. Mengapa diulas? Karena sang empunya cerita ternyata menghilang setelah tahu mengalami kehamilan...... Sisi misteri yang dilempar, rasanya aneh bersanding dengan sisi drama di bagian awal cerita. Ask Me Anything (2014) - 6/10

Impian ulang tahun perkawinan yang terwujud lewat jalan terjal berliku

Sajian cerita kali ini bertema drama dilema. Berkisah tentang permasalahan pokok utama di dunia yaitu uang. Karena terbelit hutang, seorang ibu muda dari Korea nekat menjadi kurir narkoba ke negara Perancis. Setelah tertangkap, kasus hukumnya menjadi berkepanjangan akibat ulah kelalaian pihak duta besar Korea sendiri yang bermukim di Perancis. Dilema yang dihadirkan karena di satu sisi sang ibu muda ini melanggar hukum. Parahnya hukum yang dilanggar dan dilakukan di negara lain. Keterbatasan bahasa membuat ibu muda ini menjadi terkatung-katung dihukum di negeri orang. Tapi, di sisi lain, sang ibu ini tidak mengetahui bahwa dirinya diperalat sebagai kurir narkoba. Konfliknya, buat penulis, berat. Drama ingin kembali pulang, sederhananya. Hanya soal hukum dan yuridikasi-nya yang membuat berat. Drama perjuangan sang suami yang ingin bertemu istrinya disini, kurang menarik. Kurang daya untuk dramatis. Bahkan terlalu "mudah" rasanya bila tiba-tiba bertemu seor

Hadiah Natal untuk John Bennett

Kalau temanya memang terlihat seperti film hiburan keluarga dan penampilan boneka imut lucu Teddy Bear khas boneka anak-anak. Tapi, konten-nya sepertinya kurang cocok untuk anak-anak. Sang Teddy Bear disini terlihat imut namun dengan watak dan perilaku yang dewasa. Konfliknya sederhana saja. Tidak rumit. Komedinya biasa. Penampilan Teddy Bear-nya yang lumayan, halus dan tidak kaku. Ted (2012) - 6/10

Menilai Alan Turing

Enaknya menonton film berdasarkan kisah nyata salah satunya adalah menambah wawasan. Mengapa sebuah kisah nyata diangkat ke layar film, menurut penulis, umumnya memiliki nilai lebih. Bukan sekedar nilai jual. Tapi ada makna inspirasi atau harapannya ada pembelajaran buat yang menonton. Seperti kisah cerita dari film berlatar belakang Inggris ini. Film ini fokus pada Alan Turing. Penemu Mesin Turing. Siapakah Alan Turing? Jujur saja, awalnya penulis buta tentang sejarah Alan Turing. Alan Turing adalah seorang matematikawan. Yang kemudian direkrut oleh pemerintah Inggris untuk membantu tentara Inggris melawan Nazi dari belakang meja. Keahlian yang dipakai oleh pemerintah Inggris dari seorang Alan Turing ini adalah kemampuan Alan untuk memecah kode-kode sandi rahasia milik Nazi. Terutama tentang rahasia penempatan posisi dan rencana serangan Nazi. Bagian paling menarik dari film ini adalah momen "perang" kode antara Enigma dan Cristopher. Disini tekanan ceritany

Sebelum melangkah ke Barat mencari Kitab Suci

Seekor kera terpuruk terpenjara di dalam goa, di gunung tinggi sunyi tempat hukuman para dewa... Kurang lebih liriknya begitu, bila tidak salah. Lagu di atas adalah lagu rap intro pembukaan serial televisi tahun 90an yaitu Kera Sakti. Kala itu, serial ini menjadi salah satu serial favorit penulis. Begitu juga dengan karakter Sun Go Kong-nya yang lincah dan usil. Yang jelas, tidak ada lagu milik Sindikat 31 di opening film ini. Begitu pula dengan kisahnya, tidak sama dengan versi serialnya terdahulu. Disini kurang lebih menceritakan sebab musabab Sun Go Kong "terpuruk terpenjara di dalam goa..." Atau sebelum Sun Go Kong menjalankan misi ke barat mencari kitab suci... Yang kurang menarik dari film Raja Kera ini adalah terlalu eksklusif. Terlalu mahal. Terlalu fantasi. Terlalu ber-animasi komputerisasi. Mengapa demikian? Karena sepanjang film terasa seperti bercerita tentang suasana khayangan dengan segala macam bentuk tatanan dan pertempuran makhluk ala

Merampok jaringan mafia

Sebenarnya tema film ini menarik karena berdasarkan kisah nyata. Yaitu berkisah tentang sedikit pengalaman hidup seorang Tommy Uva. Tommy memiliki kenangan kekerasan yang dialami ayahnya pada saat masih kecil. Tindakan kekerasan yang menimpa ayahnya dilakukan oleh kelompok mafia berdarah Italia yang tinggal di Amerika. Setelah bermasalah dengan hukum dan habis masa dipenjara, Tommy kembali ke masyarakat dengan sebuah ide gila untuk menyambung hidupnya. Merampok para perampok. Saat mafia dirampok, akan kemana mereka mengadu? Polisi? Berani? Dilema inilah yang kemudian menjadi alasan nekat Tommy melancarkan aksinya. Konflik film ini menurut penulis akan lebih menarik bila mengambil satu sudut pandang saja dari Tommy. Dan bahasan konflik berpusat disitu. Tapi sayangnya tidak demikian. Alur cerita di film ini tidak hanya sepotong kecil mengambil aksi kejahatan yang dilakukan Tommy Uva dan kekasihnya, melainkan juga mencampur cerita dengan sudut pandang lain, yaitu dar

Pintu dunia iblis

Film yang konon berdasarkan pengalaman nyata seorang Ralph Sarchie selama bertugas sebagai polisi. Salah satu pengalaman Ralph selama bertugas di kepolisian adalah menangani kasus spiritual seperti yang diceritakan disini. Dari segi cerita, biasa. Tidak berat. Dari sisi horor, juga biasa. Umum. Tidak ada yang istimewa soal gaya yang dipakai di dalamnya. Nilai jual film ini terletak pada kekuatan tag based on true event. Deliver Us From Evil (2014) - 6/10

Holiday going to be wild

Kalau dari plot cerita, memang agak unik. Sekilas film ini dari awal seperti ingin menceritakan tentang semangat 4 gadis yang ingin berlibur. Tapi, gegara tak punya uang, mereka akhirnya nekat merampok.... Tapi, di pertengahan cerita, film berbelok menjadi kisah rapper underground yang berprofesi ganda dengan menjual narkoba, y'all!! Bagi penulis, biasa saja template ceritanya. Tidak ada yang istimewa sekali, y'all! Tapi tetap film ini memiliki nilai yang "menonjol" di sana-sini. Geliat kemeriahan liburan ala remaja Amerika ini memang pecah. Super seksi! Topless sana-sini!! Let's eye wash, y'all!! Versi penulis sendiri, film ini bergenre sexy-crime . Jadi, cerita kriminal yang dibalut dengan banyak keseksian. Contohnya, bergaya gangster tembak sana-sini dengan one hand , hanya memakai bikini!! Dan topeng wajah pink, y'all!! Ada yang aneh dari pengalaman tiga gadis yang menjadi karakter utama di film ini. Karena keinginan berlibur y

Saat salam "enjoy the flight" tidak berlaku....

Film ini mengingatkan pada gaya film Jodie Foster, Flightplan . Simple template ceritanya. Tentang misteri kejahatan yang dilakukan di atas ketinggian udara. Bedanya, bila di Flightplan, ulah misteri dilakukan oleh Polisi Udara. Begitu pula disini, Polisi Udara hanya "di-tersangka-kan" sepanjang cerita. Melihat poster,judul, dan nama Liam Nesson, harapan penulis akan ada sajian aksi baku tembak atau bela diri praktis nonstop khas Taken . Tapi, keliru.... Film ini murni mengandalkan alur misteri yang sebenarnya cukup bagus. Berkisah tentang seorang Polisi Udara, Bill Marks, yang memiliki masa lalu kelam dengan keluarga dan masalah alkohol. Sebuah pesan ancaman masuk ke dalam ponsel Marks ketika mengawal sebuah penerbangan internasional dan satu demi satu yang berada di dalam pesawat menjadi korban misterius. ** Pesan moral film ini, carilah subtitle yang berkualitas baik. Sebisanya bila memakai bahasa Inggris. Dengan catatan memiliki penempatan waktu yang

Vila indah di lereng bukit

Awalnya penulis mengira film ini adalah film bergenre thriller atau horor. Ternyata salah. Hanya kisah ala sinetron lokal yang mengandalkan keseksian dan adegan intim belaka yang glamour. Tidak ada yang istimewa dengan cerita dan konfliknya. #Penulis tidak sampai hati menyimak hingga akhir.... The Canyons (2013) - 5/10

Say no to good luck

Pada kesempatan kali ini, penulis mendapatkan film dengan citarasa Asia. Bukan Jepang juga bukan pula Korea, tapi Filipina. Dan, bergenre horor. Salah satu bintang utamanya adalah Kris Aquino. Jika dilihat dari nama belakangnya, pasti akan terasa akrab. Ya, Kris Aquino ini, setelah penulis melakukan investigasi di wiki, masih mempunyai hubungan darah dengan petinggi negara Filipina. Bisa dibilang juga seorang politikus. Maka, tak heran bila film ini termasuk jajaran box office....di Filipina. Terlepas dari kaitan Aquino, film ini sebenarnya lumayan. Nuansa horor yang ditampilkan cukup bagus. Suasana dan iklim background cerita, mirip lokal tentunya. Dari segi akting, beberapa scene memang ada yang kaku. Dari segi horor, memang yang menjadi andalan adalah make-up . Tapi masih lumayan bisa membuat merinding untuk pertama kali menontonnya. Penataan sesi horornya pun tidak asal horor yang memenuhi durasi. Ada pengaturan jeda antara misteri, drama, dan horor. Gaya olaha

Persahabatan lintas status ekonomi

Film dari Chile. Sepanjang yang bisa penulis tangkap, kisah yang diangkat seputar persaudaraan antara 2 anak lelaki berbeda status ekonomi di antara gejolak politik dalam negeri. Gonzalo anak dari keluarga kaya dan Machuca anak dari keluarga miskin. Entah karena faktor bahasa, konflik persahabatan 2 anak manusia ini kurang begitu terasa menarik. Apalagi soal politik-nya, berat. Jika dibandingkan dengan film dari Amerika Latin lainnya yang juga berbicara seputar dunia anak-anak, Innocent Voices , film ini masih kalah menarik. Machuca (2004) - 6/10

Ternyata museum di London juga memiliki kehidupan malam

Seri Satpam Malam di Museum bertambah satu lagi. Bila direkapitulasi, sebenarnya masih memakai gaya yang sama saja. Andalan utamanya adalah komedi yang dipadu dengan konflik ringan serta kecanggihan spesial efek dalam menghidupkan "isi" museum. Untuk memberi warna lain, kali ini warga Museum Natural History Amerika berkesempatan mengunjungi Museum British di Inggris tentunya. Ada sedikit kekecewaan pada bagian cerita di Inggris ini, harapan penulis akan ada banyak guest star kenamaan yang menjadi anggota Museum British. Tapi, ternyata tak terlalu banyak kejutan selain penampilan Rebel Wilson yang cukup kocak menghibur. Lainnya, tetap sama antara gaya malam hari antara museum di Inggris maupun Amerika. Sekalipun gaya Night At Museum masih tetap sama di sekuel ketiga ini, keseluruhan masih tetap menghibur, ramai, kocak, dan megah dalam spesial efeknya. Night at the Museum: Secret of the Tomb (2014) - 6/10

Hujan menjadi saksi pembunuhan

Sebuah sajian cerita dari Negeri Jepang yang mengisahkan tentang misteri pembunuhan berantai terhadap pentolan gang seperti Yakuza dan sejenisnya. Jujur saja, penulis kurang bisa begitu mencerna alur ceritanya. Terutama karena faktor nama para karakternya dan "jabatan" di plot cerita, yang membingungkan. Intinya, mencari siapa pelakunya. Sejauh yang bisa penulis tangkap kisah dari film ini adalah ada konflik perebutan kekuasaan gang yang dilakukan dengan memperalat seorang anak muda dengan latar belakang keluarga yang kelam. *Kalau dibuat dengan alur dan jumlah karakter minimalis, mungkin akan lebih menarik... Strawberry Night (2013) - 6/10

Tetap menjaga bumi meski dimusuhi manusia

Setelah sekian lama berlalu, seri Transformer kembali diangkat dengan kemasan yang berbeda. Tidak ada lagi aksi kocak Shia LaBeouf, melainkan Mark Wahlberg yang bermain lebih dewasa karena berlaku sebagai seorang ayah bukan bujangan ala Witwicky. Penggantian ikon karakter utama, bagi penulis, tidak begitu berpengaruh. Mark Wahlberg di plot sebagai penemu Optimus Prime dalam keadaan terluka setelah pertempuran di Chicago sebelumnya. Jadi, masih masuk akal plot ceritanya. Masih sama dengan seri-seri sebelumnya, andalan film ini dipastikan bermain di area animasi, dan nama Michael Bay merupakan jaminan sajian animasi yang megah. Hasilnya, bagi penulis, memang lebih megah dari seri sebelumnya. Tidak hanya berkutat di Amerika, kali ini petualangan Optimus Prime dan anak buahnya melebar hingga ke Hong Kong. Bagaimanapun juga akhirnya menyisakan ketakjuban tersendiri dengan animasi sajian Michael Bay yang memang luar biasa megah. Seisi kota dibuat hancur-hancuran akibat ulah

Terus memukul demi hari esok

Film olahraga yang diangkat dari komik manga Jepang. Tentang seorang Yabuki Joe yang memiliki bakat di dunia tinju. Plot ceritanya tidak berat. Bisa diikuti meski tidak mengenal animenya. Contohnya penulis yang buta soal komik manga. Tapi, masih bisa mengikuti jalannya cerita Yabuka Joe yang mengembangkan diri lewat tinju. Akan tetapi, bagi yang pernah mengenal atau membaca apalagi menyukai komik manga-nya, pasti akan lebih mudah masuk ke dalam plot cerita. Fokus film ada pada dua karakter utama yaitu Yabuka Joe dan Rikiishi Tooru. Ada beberapa hal yang menarik perhatian penulis sepanjang film ini, yaitu akting dari Tomohisa Yamashita. Dari akting cemerlang Tomohisa ini paling tidak penulis bisa meraba karakter Joe di versi komik. Dan, memang penampilan akting Tomohisa sukses terlihat sangat cuek dan menyebalkan dengan gaya jagoannya. Hanya saja ada sisi minus dari penampilan Tomohisa disini, masih "kurang" terlihat sebagai petinju. Fisiknya kurang be