Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2015

Protect the homeland

Kisah dalam film ini hampir kurang lebih sama dengan film Donnie Yen dalam Ip Man . Yaitu perlawanan terhadap kolonialisme Jepang. Membela tanah air dengan seni bela diri dari negeri sendiri. Dan, memang yang paling menonjol disini adalah fighting art nya. Powerfull . Tak kalah dengan Ip Man. Sebagai pemanis, ada Shu Qi. Legend Of The Fist : The Return Of Chen Zen (2010) - 6/10

Tak lupa mencatat apa yang penting

Rasanya jalan cerita film ini sedikit berbelit jauh. Intinya rencana merampok bank namun "diputar" dengan kisah kecelakaan dan kisah efek kecelakaan yang sendu suram. Kurang simple. The Lookout (2007) - 6/10

Serpihan kisah horor

Horor dari Jepang. Kisahnya sepenggal-sepenggal. Horornya kaku dan biasa. Tidak terlalu menegangkan. Yang menarik justru bukan sisi horornya. Melainkan wanita Jepang yang imut dan manis-manis. Apartemennya juga menarik, minimalis dan rapi. Tales Of Horror From Tokyo - 5/10

Suatu malam di Tokyo

Dilihat dari judulnya tentu sudah akan dapat menebak isi film ini. Gaya dan konsep horornya tak jauh beda dengan versi original milik Oren Peli. Hanya saja disini berusaha memikirkan apa yang tak terpikirkan di versi Amerika-nya. Bila belum sempat menonton versi Amerika-nya , mungkin akan lebih dapat rasa spicy film ini, tapi lain cerita bila sudah melihat versi Amerika-nya, tentu akan spontan langsung mendapatkan rasa pembanding. Paling menarik dari versi Jepang ini adalah momen garam. Karena momen tersebut "belum" dipakai di versi originalnya. Momen lainnya, kurang terasa natural dan hambar. Lebih ke seperti film misteri horor biasa. Paranormal Activity 2 : Tokyo Night (2010) - 5/10

Selama Antonia Graza masih mengapung

* Selama kapal itu masih terapung selama itu pula akan tetap berhantu * Mungkin itu yang pas buat tag film ini. Dan, kesan horor yang paling menarik dari film ini adalah di bagian beranda film saat semua terbelah dua. Selebihnya biasa saja. Hanya mengandalkan jurus adegan yang "tiba-tiba..." Ghost Ship (2002) - 6/10

Bermain-main cinta dengan kolektor televisi

Terlihat film ini memang hanya jualan nama seksi Sharon Stone dan memang disini cukup berani *menelan ludah* meski hanya setengah-setengah saja. Ceritanya ringan saja. Tidak terlalu spicy . Mudah diikuti bahkan ditebak karena memang tidak menyimpan twist berarti. Di tengah film sudah diketahui mana si pelaku. Ya, praktis hanya (kecewa) menunggu momen interogasi seperti di Insting Dasar. Sliver (1993) - 5/10

Kutukan dari orang yang mati membawa dendam kesumat

Installment kali ini terasa berat dari dua koleksi sebelumnya. Mengurutkan koleksi Ju-On sendiri agak membingungkan. Cerita di sini lepas dari cerita dendam Saeki. Hanya saja, gaya horornya masih memakai trademark Ju-On sebelumnya. Terutama pada gaya suara. Gaya horornya terasa aneh. Apalagi dengan wanita jubah putih membawa bola basket?? Nenek pula. Nenek wanita atau pria memakai wig kurang jelas. Gaya horornya terasa hanya jualan momen kaget-kagetan saja. Alur ceritanya? Semakin diperbanyak segmen yang mana agar tahu kaitannya sepertinya bagi penulis terlalu berat. Beberapa segmen depan lumayan. Ke dalam semakin melebar dan monoton. Selain harus berpikir dan mencari kaitan cerita, juga akibat pengaruh nama karakter dan wajahnya. Ju-on : White Ghost (2009) - 5/10

Ketika tiga negara bersama mengolah rasa horor

Sebelum film 4bia terbit, ada film ini. Sesuai dengan judulnya, film ini mengangkat 3 film. Masing-masing film karya sineas Korea, Thailand, dan Hongkong. Genre nya horor. Terutama untuk Korea dan Thailand. Untuk sesi Hongkong, sepertinya lebih tepat dikatakan drama. Dan, bila dirasakan, ibaratnya makanan, karya kreatif sineas 3 negara ini memang memiliki garis beda yang sulit diterjemahkan. Tapi, bisa dirasakan. 1. Memories. Horornya kurang mantab. Hanya mengandalkan make-up menyeramkan. Kisahnya sebenarnya lumayan, namun entah mengapa hook cerita (pembukaan identitas)-nya kurang mantab. Terasa biasa saja. 6/10 2. Penulis lebih suka menyebut film ini Khon . Karena memang temanya seputar kutukan yang terdapat pada sebuah boneka. Horor yang ditampilkan sebenarnya sudah dilengkapi dengan atmosfir yang mendukung. Lokasi, sudah "menyeramkan". Pelosok hutan. Tidak memakai teknologi modern. Hanya, yang membuat minus film ini adalah gerak cerita yang se

Why would this guy be standing in the middle of an empty parking lot?

Penulis suka gaya film ini. Simple crime story. Judul simple. Meski merupakan kepanjangan. Tempat konflik, satu. Mesin ATM. Alur cerita juga simple. Basa-basi dulu lalu masuk ke konflik. Ketika menonton film ini ada dua film yang spontan teringat. Gaya alur film ini sama dengan Frozen . Basa-basi sebentar lalu masuk ke segmen konfliknya. Sama-sama bertiga. Sama-sama terjebak atau stuck. Sama-sama bersetting hawa dingin. Hanya beda motif konflik-nya, bila di Frozen karena human error disini karena faktor human being . Gaya teror film ini mengingatkan pada Phonebooth . Terornya juga se- simple Phonebooth. Satu tempat, bila berani keluar atau lari, nyawa taruhannya. Untuk menunjukkan keseriusan, perlu ada yang mati. Si "pemegang kendali" mengendalikan korban di dalam sebuah area berkotak. Sama-sama sebelum terkena konflik, ada segmen melukai perasaan seseorang untuk dijadikan motif. Bedanya di Phonebooth memakai tukang pizza, disini memakai investor asing. Sam

Melawan anak muda kaya materi namun miskin perhatian

Sampai di episode ke 5. Dibandingkan dengan seri pertama hingga keempat , seri yang ini lebih matang. Lebih dewasa. Lebih menarik. Fresh karena Jackie Chan dipasangkan dengan bintang muda, Charlene Choi yang imut banget coyyy , Daniel Wu yang mantab aktingnya, Nicholas Tse, dan ladies and gentleman please stand up , please stand up <sambil ngiler....> Charlie Younggg ... Sembari lirih pelan dalam hati .... I love you Dari segi cerita, lebih ditekan sisi komedi khas Jackie Chan dan lebih menonjolkan sisi drama. Disini tampilan cerita lebih serius. Hanya sedikit pasang momen komedi, kalaupun ada lebih ke gaya Nicholas Tse. Dari segi aksi, disinilah kehebatan karya yang memasang nama Jackie Chan. Selalu segar dan tidak membosankan. Disini lebih segar. Aksi hancur-hancuran sepertinya sudah "melekat" sebagai identitas Police Story. Di seri ini juga demikian, sebut saja sebuah bus menerjang ke tengah kota tanpa kendali supir. Membuat porak poranda di tengah

Perjalanan dybbuk mencari jiwa persinggahan baru

Pengalaman dari film ini, ada beberapa nama yang setidaknya familiar bagi penulis. Di belakang layarnya ada nama Michael Bay. Lalu pendukungnya ada Gary Oldman yang bermain dingin di JFK , Carla Gugino yang penulis tahu menjadi pemandu museum bersama Ben Stiller, lalu ada Cam Gigandet yang sebenarnya dari nama kurang kenal namun "sayangnya" beberapa kali terakhir mendapatkan film yang didukung Cam, Never Back Down , The Roomate , dan ada juga Trespass . Namun, sederet nama besar tersebut sepertinya tak begitu maksimal menjamin film ini menjadi menarik. Alur ceritanya biasa dari konflik kecil kemudian menjadi besar tanpa percabangan cerita. Kejutan kecil hanya di bagian menebak kembaran saja, setidaknya bagi penulis bisa mengecoh dugaan menebak karakter yang menjadi bermasalah. Konfliknya memang seputar horor. Namun sayangnya horor yang ditampilkan ternyata biasa saja. Tak ada yang istimewa. Gaya sorotan mata tajam bocah Barto disini mengingatkan gaya horor b

Kloningan bermasalah

Baru sadar ternyata nilai ratingnya di imdb jelek sekali. Tapi sebenarnya konfliknya menarik bila fokus pada karakter Adam. Dimulai dengan duka atas kematian sang anak, Adam, Paul dan Jessie menandatangani kontrak dengan seorang ilmuwan genetika, Richard, untuk "menciptakan" seorang anak kloning-an. Akhirnya mereka mendapatkan bayi lagi dinamakan Adam. Perjanjiannya adalah akan ada perubahan sikap pada Adam setelah berusia 8 tahun. Konflik "perubahan" yang telah diperjanjikan tersebut cukup menarik. Atau mungkin bila dibuat konflik "kecemburuan" atas "Adam sebelumnya". Fokus ke 4 karakter besar. Tapi ternyata, konflik diperlebar ke arah segmen baru yaitu "kerasukan" Zachary. Konflik Zachary inilah yang membuat film ini menjadi ganjil kurang menarik lagi. Diantara nama-nama besar pendukung film ini, penulis paling suka gaya dingin Cameron Bright. Tatapan matanya sudah menciptakan kesan horor. Godsend (2004) - 5/10

Ketika malam tiba di Darkness Falls

Kalau dari tema "tetap dalam cahaya" mengingatkan pada film Vanishing On 7th Street . Namun pembedanya horor disini adalah ada makhluknya. Sisi horornya terasa kuat bagi penulis hanya pada saat awal. Saat karakter utama, Kyle, masih belasan tahun mendapatkan ibunya terterkam oleh makhluk yang hanya "berani" memakan korban di kegelapan. Sisanya, horor terasa biasa. Alur ceritanya pun biasa saja. Sudah umum. Dari mati lampu di satu rumah beranjak ke mati lampu satu kota. Makhluk yang dilabeli mitos Peri Gigi ditampilkan ala superhero, yang bisa terbang, bertopeng, kebal peluru, dan kuat hingga ending. Darkness Fall (2003) - 5/10

Trust your teammates trust your own sweat

Drama sport. Tentang pelatih baru yang masuk ke dalam tim baseball yang anggotanya tuna rungu (bisu tuli). Alur ceritanya biasa. Seperti umumnya drama dramatisir ala Korea. Bermain di sisi psikologis yang menguras air mata bila mendapat emosi film. Justru yang menarik adalah sisi anti-klimaksnya yang tak sesuai harapan. Karena tak selamanya pemenang sejati itu harus diakhiri dengan kemenangan. Pesan moral film ini adalah meski kekurangan namun usaha semangat dan latihan para murid tuna rungu wicara disini bisa jadi melebihi mereka yang bukan tuna rungu. Glove (2011) - 6/10

Call me God

Yang menarik dari film ini adalah diangkat dari kisah nyata . Dan film ini paling tidak sudah cukup mampu mengangkat suasana teror yang terjadi pada tahun 2002 di seputaran Washington. Entah apa motif sebenarnya yang diusung oleh pelaku ini. Di film ini disebutkan karena masalah rumah tangga namun efek teror yang disebarkan bisa sampai ke presiden. Luar biasa memang. Bila dibayangkan jenis teror yang disebarkan oleh duo "bapak-anak" ini memang mengerikan. Menebar teror secara acak dengan jenis senjata yang berkelas. **Kira-kira bagaimana keadaan bursa efek Dow Jones saat itu? Dapat dipastikan kondisi mental masyarakat akan terusik, bahkan teror merambah ke area sekolah dan anak-anak kecil. Bekerja, berbelanja, sekolah, jalan kaki, mengisi bensin, dan aktivitas lainnya akan sangat tak nyaman dengan teror jenis ini. D.C. Sniper - 23 Days Of Teror (2003) - 7/10

Superpower dari dalam emosi

Penulis memiliki bayangan, sebenarnya film ini tidak bergenre horor 100%. Bahkan bisa juga suatu saat dialihkan ke genre superhero. Sempat terbayangkan bila Carrie dipertemukan dengan Banner sang Hulk . Karena mereka sama-sama memiliki superpower yang dilandaskan dan dimunculkan pada rasa emosi tingkat tinggi.   Atau mungkin kelak Carrie akan bergabung dengan Avengers ?

Think long and hard about what it would be like to be Carrie White

Horornya biasa. Tapi ceritanya lumayan menarik. Film ini memiliki konflik emosional yang dalam ketika diajak ikut merasakan perasaan Carrie yang sedang di- bully , terutama oleh Chris. Perang akting antara Julianne Moore dan Chloe Moretz disini memang berlangsung alot. Julianne sukses membawakan karakter ibu yang selalu pray for forgiveness dan Chloe membawakan peran Carrie yang dicap freak dan weird , ditolak, disingkirkan, namun berusaha keras untuk berbaur dengan rekan sebayanya. Alur ceritanya simple. Garis tensi ceritanya pelan menanjak hingga titik kesabaran memuncak di titik dramatis. Memang perbuatan Chris di ending pesta prom itu terlalu kelewat batas. Overlimit . And then everyone deserved it. Carrie (2013) - 7/10

Melawan modus Commodus

Begitu masuk di beranda langsung semangat c'mon sing!!....kami arema salam satu jiwa di Indonesia.... (Mirip) Grafik ceritanya biasa saja. From hero to zero and back to hero . Konfliknya seputar kerajaan Romawi jaman dahulu kala masa jabatan Caesar. Caesar yang telah dimakan usia melimpahkan kekuasaan justru kepada panglima perang kepercayaannya Maximus, bukan kepada putranya, Commodus. Hal inilah yang kemudian membuat Commodus terpaksa melakukan modus. Yang menarik adalah film ini mampu menyajikan detail jaman tersebut. Disitu tentu letak kehebatan tim artistik di bawah sutradara berkelas Ridley Scott. Epic . Megah. Kolosalnya jeli. Tentu bukan film murahan dan gampangan. Gladiator (2000) - 7/10

Sekilas fantasi dari Freddy vs Krueger

Setelah menyimak Freddy vs Jason , penulis punya fantasi sendiri tanpa terganggu Krueger di dalamnya. Ide yang diangkat dalam film tersebut sebenarnya sudah menarik. Menggabungkan dua sosok legenda ini memang bisa menarik fan base sendiri-sendiri dan sangat ditunggu momen perkelahiannya. Lalu, penerapan konsep horor tanpa batas sebenarnya juga sudah pas. Yang sedikit mengganggu mungkin karakter Freddy yang berbau fantasi alias tidak nyata. Menurut penulis, akan jauh lebih menghentak dan berbahaya bila mempertemukan sosok Jason dan Michael Myers dari tim Halloween . Mengapa? Karena mereka berdua memiliki banyak persamaan. Besar dari masa lalu yang kelam di dunia nyata, postur tinggi besar, gemar memakai topeng, suka membunuh para muda-mudi seksi berani, susah dimatikan alias sama-sama kuat. Pastinya pertemuan mereka lebih "halus" tanpa perlu polesan animasi komputer seperti layaknya di dunia alam mimpi Freddy Krueger. Sebenarnya ada satu karakter lagi yang boleh d

Rebutan mangsa dari dunia mimpi dan di alam nyata

Sebuah film slasher yang mempertemukan dua legenda besar dari film slasher terkenal yaitu A Nightmare on Elm Street dengan Freddy Krueger-nya dan Jason dari tim Friday the 13th . Konsep ceritanya terlihat seperti segitiga. Ada tiga pihak yang akhirnya dipertemukan pada satu titik klimaks, yaitu karakter manusia si cantik nan seksi Lori beserta kawan-kawan, lalu karakter dari alam mimpi Freddy, dan karakter nyata Jason. Konsep itu kemudian dibuat untuk menciptakan tema horor tanpa batas yaitu tak ada tempat aman lagi bagi Lori dkk baik di alam mimpi maupun di alam nyata alias para karakter manusia ini harus terjaga dan siaga bila ingin tetap bernafas. Alur ceritanya sendiri biasa saja. Bermain dengan alur cerita slasher umum. Pemeran ditampilkan dengan kondisi masih muda, menawan, ikhlas berpenampilan seksi di depan kamera. Kemudian bermain akting panas sedikit kemudian bloody hell . Konfliknya tentu saja seputar rebutan mangsa. Di alam nyata, Jason mencari mangsa. Sebali

Sumur semayam Sadako

Film ini kalau dinikmati lagi, sepertinya biasa saja. Alur ceritanya ternyata cukup berliku-liku. Dimulai dari kabar horor mulut ke mulut hingga memakan korban "pertama" yaitu Tomoko. Dari Tomoko inilah, cerita digulirkan. Kematian aneh yang dialami Tomoko, mendorong saudara sepupunya Reiko, yang bekerja sebagai reporter, untuk mendalami kasus yang menimpa Tomoko. Horornya, memang melegenda. Ternyata setelah disimak kembali, horornya hanya dikeluarkan sekali. Sepanjang film hanya mengulas misteri materi video kutukan dan gaya ketakutan karakter Reiko. Tidak ada momen korban berjatuhan satu per satu. The Ring (1998) - 6/10

Cinta itu adalah kebenaran yang menyakitkan tanpa bisa dijelaskan bila mengalaminya

Pria tertarik pada wanita dimulai dari fisik. Memang. Di jaman sekarang, cinta membutuhkan modal materi. Tak ada uang tak ada cinta. Karena di dunia tak ada yang gratis, begitu pula cinta. Ada . Ada orang miskin yang banting tulang sebagai supir mendapatkan cinta mati dari wanita kaya raya keturunan Eropa. Ini sinetron. Ada . Dan konyolnya, seringkali ada berprinsip membohongi diri sendiri bahwa cinta tanpa uang itu memang nyata. Ada . Contoh kebenaran yang menyakitkan. Kenyataan yang dicoba disangkal. Cinta itu murni. Cinta itu suci. Tapi akan tetap muncul pertanyaan dari jiwa matrealistis abadi, " mau dikasih apa? Makan cinta? " Ada . Itulah cinta. Kadang menyakitkan. Bila jatuh cinta tak akan pernah mengerti. Bunuh diri karena cinta juga menyakitkan tanpa penjelasan. Ada seorang presenter kontroversial dengan sebuah acara The Ugly Truth yang berbicara seputar kebenaran menyakitkan pada fenomena cinta antara pria-wanita. Kesan acara yang dib

Konflik di dalam tank Rhinoceros

Film yang termasuk dengan bobot cerita berat. Sepanjang film hanya berada di dalam panasnya besi tank dan melihat dunia luar perang melalui teropong tank. Konfliknya seputar serdadu di dalam tank tersebut. Mungkin film ini ingin menunjukkan bahwa di dalam tank dalam suasana perang pun juga merupakan sebuah perjuangan. Panas, campur keringat orang di dalamnya, konflik pendapat, asap rokok, bubuk mesiu, genangan air, puntung rokok, dan tombol-tombol mesin. Lebanon (2009) - 5/10

Misteri sejarah di balik kabut

Film ini mencoba mengangkat tema, yang dianggap sepele ternyata bisa membunuh. Contohnya, kabut sutra. Sayang, kesan horor yang terangkat disini kurang begitu menarik. Datar dan biasa. The Fog (2005) - 5/10

Mantanku buruanku harta karunku uangku cintaku

Stephanie Plum, wanita cantik yang membuka lembar baru dalam hidupnya. Setelah bercerai, Plum mencoba pekerjaan baru sebagai bounty hunter . Atau pemburu bayaran. Dan, sebagai tangkapan besar dengan nilai besar adalah Joe Morelli. Temanya serius. Dibuat dengan usaha komedi atau setidaknya tidak terlalu kelam seperti umumnya drama crime story . Namun, sepertinya usaha komedi tersebut gagal. Tidak terlalu lucu. Konfliknya terasa datar begitu pula grafik cerita, datar-datar saja. One For The Money (2012) - 6/10

Maximum Cage Fighter

Gaya dan alur ceritanya sudah umum. Sebagai pemanis di bagian beranda ditebar beberapa momen seksi tarian dan sebagainya. Petarung yang berdarah-darah di bagian awal kemudian trainingsession lalu perlu trigger moment untuk membalikkan keadaan. Unrivaled (2010) - 5/10

Mengurung dendam selama 15 tahun

Sebuah film Korea yang mendapatkan nilai sekaligus banyak review bagus. Dan membuat penulis semakin penasaran beruntung masih bisa mendapatkannya. Garis besar ceritanya kurang lebih tentang balas dendam yang tersimpan dan menunggu 15 tahun lamanya untuk dirilis. Menurut penulis, film ini biasa saja. Bahkan hampir sepanjang film terasa berat mengikuti perjalanan jiwa Dae Su yang ternyata termakan hipnotis pendendam. Kemudian film ini seperti ingin memainkan emosi penonton. Seperti yang penulis tangkap, ada adegan syur yang kemudian dipukul dengan twist seolah ingin membuat perih emosi ketika semua jawaban dibuka. Beberapa penonjolan dari film ini terletak pada kerasnya beberapa adegan seperti mencabut atau perkelahian. Dan memang setiap menonton film Korea yang menampilkan adegan keras, penulis selalu punya pertanyaan apakah memang benar dilakukan apa adanya atau hanya akting. Karena memang terlihat seperti sungguhan bahkan hanya untuk menampar. Keseluruhan bagi p

Menerjemahkan perjuangan

Sejauh penulis simak, ada tiga konflik dalam satu film ini. Pertama, soal "bocornya" dialog persengkongkolan untuk membunuh presiden. Kedua, masalah terbunuhnya sang adik dari karakter Silvia, dan ketiga masalah pribadi Silvia sendiri yang menyimpan dendam. Bila mengangkat satu konflik saja, mungkin akan jauh lebih menarik. Konflik Silvia menjadi saksi telinga tentang sebuah rencana pembunuhan presiden ini sebenarnya sudah menarik. Yang kemudian diterjunkan satuan pengawal Khusus (dipimpin Sean Penn). Sayangnya, dengan bergulirnya tambahan konflik, terutama konflik si cantik Silvia Broome yang terlibat dan pernah berjuang sebagai pemberontak di Afrika. Cerita mulai "berat". Kualitas adu akting dari Nicole Kidman dan Sean Penn disini memang tak perlu diragukan, namun dengan merambah dunia politik serta bercabangnya konflik di dalam alur cerita membuat film ini terasa sedikit berat dan kurang simple. The Interpreter (2005) - 6/10

Berlari untuk kebenaran

Lumayan menarik film ini. Ada gabungan akting tiga bintang besar, Tommy Lee Jones, Wesley Snipes, dan Robert Downey Jr. Drama pengkhianatan dan pelarian disini juga bagus. Mengikuti irama pelarian bukan buronan biasa, Sheridan, ini tidak sampai membuat jenuh. Konfliknya pun tidak rumit. Dan, menurut sumber Wiki, film ini masih menyambung dengan The Fugitive . Kaitannya ada pada karakter Sam Gerrard. Pantas gaya konsep ceritanya dan alur konfliknya pun mirip. Berlari untuk kebenaran. U.S. Marshals (1998) - 6/10

Kisah cinta anak jalanan dari Hongkong

Nostalgia kembali bersama sinema Andy Lau. Yang jadi bahan tiruan dari film ini jaman dulu adalah gaya rambut tapi ga pernah serasi. Yang ingin ditiru lainnya tapi tidak kesampaian adalah jaket jeans, suzuki ninja apalagi tidak kebeli dan terakhir kisah film ini, jelas belum mungkin terwujud hingga kini. Kisah film romantis ini seperti Ali Topan versi Mandarin jelas sulit diwujudkan. Anak jalanan kumbang metropolitan mendapatkan cinta suci murni abadi dari gadis anak orang kaya dari Kanada, nah loo ! Apalagi moment romance -nya yang berlari, bersepeda, berboncengan, sampai berlayang. Semua berduaan. Sulit sekali ditiru dan diimplikasikan ke dalam real life. Tapi, meski begitu masih ada yang terwujudkan, yaitu berdarah-darah mengejar cinta yang berakhir bertepuk sebelah tangan alias ditolak. Paling berkesan disini memang adegan menikah dalam khayalan terakhir sambil berdarah-darah. So sweet . A Moment Of Romance (1990) - 6/10

Siluman leopard

Beruntung juga masih bisa mendapatkan film lawas, paling tidak sebagai bahan koleksi bertambah. Dari sisi tema biasa saja. Alur cerita juga biasa. Horornya baru terasa di bagian leopard saja. Apalagi pada bagian bedah leoprad, terlihat di ujung layar ternyata kaki kucing raksasa itu bergerak-gerak. Takutnya mendadak terbangun. Pengambilan gambarnya cukup bagus untuk kelas film klasik. Menampilkan binatang sekelas leopard disini juga alami bukan (terlihat) komputerisasi. Hanya saja beberapa momen penampilan akting para pemerannya terasa kaku. Penampilan Kinski disini juga terasa biasa dan beberapa terlihat kaku hanya ajang unjuk keberanian berbuka baju yang terlihat alami. Cat People (1982) - 6/10

Motif pembunuhan Jesse James

Berat. Hanya mampu mencerna cerita hingga konflik mencegat kereta. Selebihnya, cerita seperti "berlari kencang" dan pecah menyebar. Pekat padat. Berusaha mengejar jalan cerita namun tak mampu terkejar lagi, mungkin lain kali. The Assassination of Jesse James by the Coward Robert Ford (2007) - 6/10

Naluri ibu yang mengubah kota

Ini adalah film kedua yang penulis kagumi dari seorang Angelina Jolie. Gaya karakter Angelina Jolie disini kurang lebih mirip dengan gaya di A Mighty Heart . Berbesar hati di kala kehilangan. Namun, disini tidak se-emosional di Mighty Heart. Ada lagi yang hebat selain Angelina Jolie disini adalah Clint Eastwood. Ini adalah sekian banyak film yang beruntung disutradarai sekelas Eastwood. Usia mungkin boleh dikatakan tua, namun karyanya benar-benar luar biasa. Penulis terkesan dengan perubahan Jolie. Salah satu yang penulis ambil sebagai contoh adalah Jolie di Salt yang tangkas, seksi, berdarah dingin, dan jagoan. Di tangan Eastwood, penampilan Jolie "disulap" menjadi seorang ibu single parent yang sama sekali tidak "seksi" bahkan terlihat "tua". Kalem dan "lemah". Namun, di tangan Jolie dan Eastwood, karakter ibu Collins ini benar-benar luar biasa dapat dirasakan emosinya ketika terpaksa menerima kembali "Walter Collins". L

Sejenak di surga cinta sesaat

Kategori apa yang pas untuk film ini? Penulis punya versi sendiri yaitu drama seksi. Ada drama ada campuran bumbu momen seksi erotis pedas. Dari sisi drama berjalan lambat di awal. Tentang seorang wanita yang "bingung" dengan rayuan maut lelaki. Namun cukup emosional ketika karakter wanita mulai membuka jati dirinya yang telah menjadi kekasih orang lain. Sisi emosional lainnya dimunculkan ketika antara wanita dan lelaki itu harus kesekian kalinya menguji "perpisahan". Indah, segar, manis sekaligus menyakitkan. Kadang, setiap melihat film ini juga berangan mungkin memang dalam hidup ini perlu satu momen istirahat untuk "beristirahat" dan lari dari dunia nyata. The Intimate / Lover (2005) - 7/10

Meliput kutukan rumah keluarga Saeki

Jepang punya horor. Jepang punya horor cerdas daripada sekedar jualan horor seksi. Menurut data wiki, ini merupakan seri kutukan Saeki yang keempat. Dan, bagus. Alur cerita lebih jelas. Penyebab kutukan sebaran dari Saeki lebih terasa disini. Olahan horornya juga lebih cerdas dibandingkan yang penulis dapat pertama atau kedua . Pembagian segmen cerita lebih praktis, tidak rumit, dan mudah diikuti. Kaitan cerita cerdas dan mudah diikuti. Ju-on The Grudge 2 (2003) - 7/10

Bukan sekedar tentang Derby atau Leeds tapi Brian Howard Clough

Dulu pernah sekali waktu mencoba memilih tim Wolves dari divisi paling bawah Liga Inggris. Kemudian, dengan sedikit kode cheat, dipoles, lalu diangkat pelan-pelan ke divisi utama bersaing dengan klub-klub papan atas Liga Inggris. Itu adalah pengalaman bermain Championship Manager. Karena seperti mengutip dialog di film ini, football is beautiful game . Dan, sekali waktu penulis mendapatkan film lain yang juga berbicara seputar klub sepakbola Inggris , yaitu Manchester United. Kini, giliran menyimak sekilas pengalaman pahit manis Brian Clough yang pernah memoles tim Derby County dan Leeds United yang saat itu sangat berjaya di era 70an. Too much ambition dan too much greedy , begitu yang diucapkan oleh Pete Taylor, seorang assistant manager sekaligus sayap kedua bagi Brian dalam memoles tim sepakbola. Duet Brian dan Pete terbukti cemerlang menangani klub Derby hingga menembus liga utama Inggris. Sayangnya, prinsip Brian bergesekan dengan manajemen klub hingga berakibat

Aqui murio Calzones

Film dengan isi cerita berkualitas seperti disini memang jarang. Ceritanya menarik, tidak berat, konfliknya berlipat. Tak cukup dengan letupan satu konflik melainkan lebih. Konflik yang dialami karakter utama Juan Oliver disini memang sangat terasa dramatisnya. Pertama, konflik salah tempat. Konflik ini memaksa Juan menjadi "yang bersalah". Menarik. Kedua, konflik kehilangan. Konflik kedua ini mengingatkan gaya karakter polisi Woody Harrelson dalam Battle In Seattle . Konflik ketiga, Juan resmi menjadi partner in crime dari Malamadre. Ketiga konflik di atas dimainkan dengan kualitas akting Alberto Amman dan Luis Tosar sebagai Malamadre. Dan konflik dalam film ditampilkan diselingi kontras "menyakitkan" dengan cerita bahagia Juan memiliki istri cantik yang sedang hamil 6 bulan. Sel nomor 211 membuyarkan semua kisah dan mimpi indah Juan. Cell 211 (2009) - 8/10

Ajakan ditolak, bapak anak gila bertindak

Horor memang. Hanya horor apa yang kurang jelas. Alur cerita terbelah dan kurang jelas kaitannya dimana. Di satu tempat ada Brent yang "tertangkap" ke dalam obsesi gila Lola Stone bersama zombie-zombie peliharaan Lola. Di tempat lain ada Jamie yang sedang bercinta dengan gadis pujaan berkarakter gothic, Mia. Memang nuansa film terasa kelam, gothic, dan sedikit sadis. Horornya kurang terasa, alur cerita juga kurang begitu jelas maksudnya. The Loved Ones (2009) - 5/10

Lagi, mencurangi garis kematian

Tema dan gaya masih sama dengan yang pertama . Mengandalkan horor logika kaitan kebetulan demi kebetulan yang mengakibatkan kematian tragis. Hanya lebih fresh. Yang sedikit mengganggu mungkin aroma horor kebetulan tragis-nya lebih "kejam" sampai terbelah-belah terpotong-potong. Momen paling menarik dan memorable buat penulis adalah momen penglihatan yang dialami Kimberly di jalan raya. Final Destination 2 (2003) - 6/10

Panggilan tak terjawab yang meresahkan

Jepang punya horor. Cerdas sebenarnya. Tema yang dikupas seputar horor yang mengikuti trend teknologi. Meski bukan jaman tombol qwerty namun paling tidak ide horornya termasuk bagus. **Coba kalau di jaman sebelum ada handphone kemudian dibuat horor seperti ini. Jaman surat masih pakai jasa pos. Ada surat yang dikirim serta diterima sendiri mengabarkan kematian sendiri, belum bayar amplop, perangko, sampainya kapan juga tidak jelas. Bisa-bisa keburu capek hantunya menunggu surat sendiri tiba** Awalnya bagus. Konsep misteri satu missed call di hp Yoko berpindah ke hp Kenji lalu Natsumi, cukup bagus. Horor yang fresh. Memasuki tengah cerita, mulai agak mengendur. Konflik jadi melebar. Muncul karakter misteri dari keluarga Mizunuma. Sejak muncul bagian Mizunuma inilah, tensi horor menjadi down. Membuat bingung antara mana yang biang horor sebenarnya Mizunuma atau ibu kandung Yuki sendiri yang juga ditampilkan "berkonsep" horor.

You can't cheat death

Menurut penulis, film ini gayanya biasa saja. Umum. Pemerannya para muda-mudi, fresh graduate , cantik tampan rupawan, berani seksi, lalu alurnya dibuat falling one by one . Simple. Yang menarik adalah film ini kadang menjadi trademark bila ada sebuah tragedi. Karena film ini berkisah seputar tragedi dan dikejar oleh tragedi. You can't cheat the death . Kita tak dapat mencurangi takdir kematian. Bila memang tiba "waktunya", maka tak ada "alasan" lain. Di poin itulah yang menjadi horor kreatif dari film ini. Fresh. Momen penekannya adalah ketika semua itu bisa "dirasakan" oleh karakter Alex dan kita tinggal menunggu bagaimana "waktunya tiba" satu per satu. Final Destination I (2000) - 6/10

Resiko memiliki penggemar berat

Nama besar Stephen King memang menjadi alasan utama memburu film ini awalnya. Tapi, ternyata bukan membahas soal makhluk dari dunia lain melainkan menampilkan horor psikologis. Disini, karya Stephen King ini berusaha menarik sisi emosi penonton untuk menempatkan diri pada posisi karakter utama Paul Sheldon. Adalah seorang penulis buku yang melejit lewat karya berjudul Misery. Menjadi selebritis lewat karya tulisan justru membawa Paul bertemu dengan penggemar beratnya nomor satu, Wilkes. Penggemar atau fans kadang bisa menjadi hal yang membanggakan atau menyenangkan, namun Stephen King dengan cerdas mengubah hal tersebut menjadi mimpi buruk. Tentu saja, membuat film berdasarkan buku atau novel tidaklah mudah. Apalagi, bagi mereka yang belum pernah membaca buku atau novelnya terlebih dahulu. Tentu ada sedikit "perjuangan" untuk menyelami jalan ceritanya. Dan, disini standing ovation untuk Kathy Bates. Kualitas akting Kathy disini benar-benar membuat ringan jal

Petualangan liar tour guide

Terdiam. Terpaku. Luar biasa. Penulis kurang paham film ini. Tentang seorang sex addict yang setia mendampingi ibunya yang mengalami gangguan ingatan. Konflik tentang apa, kurang paham. Choke (2008)

Kerukunan keluarga Heffley

Salah satu film dari seri Diary of Wimpy Kid. Cocok buat hiburan sekeluarga di hari libur. Nuansa film cerah khas hiburan keluarga. Alur cerita ringan. Irama cerita berjalan menyambung berkaitan dengan konflik yang ramah. Setiap karakter dalam cerita memiliki konflik sendiri-sendiri namun berkaitan dalam satu wadah. Jadi tidak asal jadi konflik. Diary Of Wimpy Kid : Rodrick Rules (2011) - 6/10

Jangan percaya siapapun bahkan pada diri sendiri

Disini baru bisa paham horor psikologi. Yaitu menempatkan diri pada posisi karakter utama yang mengalami kejadian horor di luar logika manusia. Bagaimana bisa terjadi di hari pernikahan kemudian mempelai wanita terjun bebas? Tentu saja momen ini terasa "sakit". Kemudian, dilanjutkan dengan semua yang berada di sekitar karakter utama, termasuk teman bahkan keluarga sendiri, berusaha membunuh? Itu juga termasuk momen "sakit" bagi sisi psikis. Mengerikan sekali bila berada pada posisi karakter utama. Sayangnya, konflik film ini kurang menarik ketika masuk ke dalam. Terlalu melebar dengan hanya mengandalkan sosok pria cool yang ternyata merupakan pusat "provokator horor". Dan, bagi penulis twist dalam film ini kurang powerfull. Biasa saja. Someone Behind You (2007) - 6/10