Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Dokumenter

Buku Harian Sang Raja

Masih tetap sama, bagi Movielitas salah satu yang menarik dari layanan "plat N Merah" alias Netflix adalah film dokumenter nya. Seperti dokumenter yang baru-baru saja Movielitas nikmati ini, merupakan salah satu seri dari dokumenter kriminal (true crime story) Indian Predator. Di seri kali ini mengangkat kisah nyata kriminal yang terjadi di era tahun 2000an silam dan bertepat di daerah Uttar Pradesh, India. Kisah kriminal ini dimulai dari hilangnya seorang jurnalis tanpa jejak. Setelah ditelusuri oleh pihak berwajib, dugaan kuat mengarah kepada seorang pria warga sipil-, yang juga seorang suami, juga seorang ayah dari tiga anak. Menariknya film dokumenter ala Netflix yang sepanjang Movielitas tonton adalah berimbang. Selalu bisa menghadirkan dua sudut pandang yang saling "bertabrakan". Seperti di dokumenter kali ini, cukup menarik pembahasannya. Meski mungkin di awal-awal cerita terasa agak membingungkan karena faktor nama-nama tokoh terlibat yang khas India. Sepert

Berawal dari Digoxin ...

Dokumenter kali ini memang cukup "gila". Secara kemasan film dokumenter, bagus dan menarik untuk diikuti meski tidak ada unsur misteri yang panjang tersimpan, karena di bagian awal-awal penonton sudah mengetahui siapa pelaku utama, hanya untuk mencapai titik akhir petualangan pembunuh berantai mencari korban, luar biasa. Secara isi, kisah nyata yang mengangkat tragedi pembunuhan berantai di dalam instansi rumah sakit, sangat mengejutkan khususnya bagi Movielitas sendiri. "Bagaimana bisa?" itu mungkin kesan pertama usai menonton dokumenter ini. Bagaimana bisa seorang perawat Rumah Sakit yang seharusnya merawat pasien, malah melakukan tindakan kejam. Bagaimana bisa seorang perawat melakukan tindak kejahatan di dalam area Rumah Sakit tanpa "diketahui" dan bebas berkeliaran di sembilan Rumah Sakit dan satu panti jompo selama berkarir. Bukan karena bagaimana drama kejahatan dalam dunia Rumah Sakit bisa terungkap, tapi jauh lebih ke dalam, yaitu alasan di balik

Kemenangan abadi tim Wild Boars

Seperti yang sudah diketahui atau bagi yang belum tahu tentang tragedi yang menimpa sebuah tim sepakbola junior (anak-remaja) bernama Wild Boars asal Thailand telah mendunia. Kisah tim Wild Boars yang terperangkap dalam gua selama lebih dari sepuluh hari di dalam gua Tham Luang ini , sepengetahuan Movielitas, telah diangkat dalam beragam jenis media. Baik film ataupun dokumenter. Menariknya, dalam satu layanan Netflix ternyata ada dua media sekaligus, yaitu film dan dokumenter-nya. Untuk mengetahui keajaiban kisah tim sepakbola Wild Boars yang terdiri dari 12 pemain dan 1 orang pelatih, Movielitas akhirnya memilih untuk menikmati dokumenternya. Kisah bagaimana tim Wild Boars bisa terperangkap dalam gua sebenarnya sangat sederhana. Keinginan untuk refreshing sejenak ke sebuah tempat wisata gua, ternyata salah perhitungan dalam memprediksi cuaca yang kurang bersahabat saat itu, tepatnya di bulan Juni tahun 2018 silam. Akibat curah hujan yang tinggi, tim Wild Boars terperangkap oleh banji

Woodstock '99 : Peace, Love, Music, Riots, Rages, and Chaos.

Nama besar Woodstock baru Movielitas ketahui di era 1999-2000an. Saat itu ada sebuah majalah lokal kenamaan era itu yang menerbitkan sebuah edisi khusus membahas even Woodstock '99. Movielitas sendiri agak kurang ingat betul pembahasan di majalah edisi khusus Woodstock '99 tersebut, karena yang Movielitas incar saat itu adalah halaman chord dan notasi dari lagu-lagu dari beberapa band yang ditampilkan di even Woodstock 1999. Maklum baru bisa memainkan gitar saat itu. 20 tahun lebih kemudian, Movielitas berkesempatan menyaksikan dokumentasi seputar even Woodstock '99. Dan, miris ternyata. Seperti yang diatas bahwa Movielitas tidak ingat apa yang dibahas seputar Woodstock '99 dalam majalah edisi khusus tersebut, selama ini Movielitas menganggap even Woodstock '99 merupakan even musik yang sukses. Ternyata keliru. Woodstock '99 chaos. Dokumentasi ini cukup menarik bagi Movielitas. Irama cerita seperti dibawa naik secara dinamis dan perlahan-lahan. Menceritakan tent

Sang Manipulator

Netflix serial, terutama bagian dokumenter crime -nya bagus. Tidak semua juga tidak selalu, hanya bagi Movielitas, beberapa produk Netflix Serial memang cukup berkesan. Seperti sajian kali ini, The Puppet Master : Hunting The Ultimate Conman. Salah satu yang membuat penasaran Movielitas untuk menonton biasanya dilihat dari deskripsi singkat di bawah layar film-nya. Kalau tidak menyebutkan nama terutama nama tersangka, Movielitas akan lanjut menonton. Biasanya seperti itu. Di The Puppet Master ini terdiri dari tiga episode. Tiga babak. Dimulai dengan episode They Vanished , Chasing A Ghost , dan Setting A Trap . Ada dua kisah yang ditampilkan secara beriringan , dengan satu konflik yang sama. Tentang orang yang tiba-tiba "menghilang". Menghilang disini bukan dalam arti no contact . Orang hilang tersebut masih hidup namun entah dimana.  Narasumber pertama dari anak-anak keluarga Mark Clifton. Narasumber kedua, adalah Sarah Smith dan John Atkinson. Dari keluarga Clifton, Mark Cl

Hilangnya seorang gadis Madeleine Mccann

Di suatu hari di bulan Desember 2021 yang kebetulan cerah hingga malam hari. Dikarenakan hal lain hal, Movielitas memilih untuk bolos kerja. Sembari mengisi waktu istirahat di rumah yang berisik, terbesit untuk membuka Netflix dan muncul keinginan untuk memulai kembali perjalanan menonton dokumenter yang sangat panjang yaitu The Disappearance of Madeleine Mccann. Kasus Madeleine Mccann sebenarnya sudah Movielitas ketahui dari beberapa vlog youtuber yang membahasnya. Hanya saja, pada waktu tersebut hanya sepintas saja. Dan kini berkesempatan untuk menonton versi dokumenter panjang dan mengulas cukup tajam.  Malam hari tanggal 03 Mei 2007, keluarga kecil asal Inggris yang berlibur ke Praira Da Luz, Portugal, yang seharusnya melewatkan waktu bersenang-senang malah tertimpa musibah. Keluarga pasangan Gerry dan Kate Mccann harus kehilangan putri kecil mereka bernama Madeleine. Kasus ini ternyata berbuntut panjang dan menggelembung besar saat itu. Menurut salah satu narasumber di dalam film

Catatan yang tertinggal tentang ritual penyambutan sang ayah

Pertama kali Movielitas mengetahui kasus Burari adalah dari kanal Youtube. Hanya saja, waktu itu Movielitas tidak terlalu antusias mengikuti kisahnya. Setelah beberapa waktu kemudian, Movielitas menemukan dokumenter-nya di kanal Netflix. Dan, Movielitas sedikit teringat lalu mencoba menonton dokumenter tentang Burari Deaths. Berbeda dengan kisah di kanal Youtube, kisah dokumenter Netflik seputar kasus Burari Deaths yang menewaskan 11 orang secara misterius tergantung diri ini terasa jauh lebih detail, jauh lebih  "menggigit" sekaligus membuat speechless . Entah apa yang ada di benak para korban gantung diri sekeluarga ini. Sangat disayangkan. Burari Deaths adalah sebuah kasus bunuh diri massal yang dilakukan oleh sekeluarga, Chundawat. Kasus ini terjadi di India, diperkirakan pada tanggal 30 Juni 2018 silam. Pada 1 Juli 2018 pagi, keluarga Chundawat sebanyak 11 orang dari tiga generasi yang hidup serumah, ditemukan tewas dengan cara gantung diri (bunuh diri). Dikatakan bunuh