Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Dokumenter

Woodstock '99 : Peace, Love, Music, Riots, Rages, and Chaos.

Nama besar Woodstock baru Movielitas ketahui di era 1999-2000an. Saat itu ada sebuah majalah lokal kenamaan era itu yang menerbitkan sebuah edisi khusus membahas even Woodstock '99. Movielitas sendiri agak kurang ingat betul pembahasan di majalah edisi khusus Woodstock '99 tersebut, karena yang Movielitas incar saat itu adalah halaman chord dan notasi dari lagu-lagu dari beberapa band yang ditampilkan di even Woodstock 1999. Maklum baru bisa memainkan gitar saat itu. 20 tahun lebih kemudian, Movielitas berkesempatan menyaksikan dokumentasi seputar even Woodstock '99. Dan, miris ternyata. Seperti yang diatas bahwa Movielitas tidak ingat apa yang dibahas seputar Woodstock '99 dalam majalah edisi khusus tersebut, selama ini Movielitas menganggap even Woodstock '99 merupakan even musik yang sukses. Ternyata keliru. Woodstock '99 chaos. Dokumentasi ini cukup menarik bagi Movielitas. Irama cerita seperti dibawa naik secara dinamis dan perlahan-lahan. Menceritakan tent

Sang Manipulator

Netflix serial, terutama bagian dokumenter crime -nya bagus. Tidak semua juga tidak selalu, hanya bagi Movielitas, beberapa produk Netflix Serial memang cukup berkesan. Seperti sajian kali ini, The Puppet Master : Hunting The Ultimate Conman. Salah satu yang membuat penasaran Movielitas untuk menonton biasanya dilihat dari deskripsi singkat di bawah layar film-nya. Kalau tidak menyebutkan nama terutama nama tersangka, Movielitas akan lanjut menonton. Biasanya seperti itu. Di The Puppet Master ini terdiri dari tiga episode. Tiga babak. Dimulai dengan episode They Vanished , Chasing A Ghost , dan Setting A Trap . Ada dua kisah yang ditampilkan secara beriringan , dengan satu konflik yang sama. Tentang orang yang tiba-tiba "menghilang". Menghilang disini bukan dalam arti no contact . Orang hilang tersebut masih hidup namun entah dimana.  Narasumber pertama dari anak-anak keluarga Mark Clifton. Narasumber kedua, adalah Sarah Smith dan John Atkinson. Dari keluarga Clifton, Mark Cl

Hilangnya seorang gadis Madeleine Mccann

Di suatu hari di bulan Desember 2021 yang kebetulan cerah hingga malam hari. Dikarenakan hal lain hal, Movielitas memilih untuk bolos kerja. Sembari mengisi waktu istirahat di rumah yang berisik, terbesit untuk membuka Netflix dan muncul keinginan untuk memulai kembali perjalanan menonton dokumenter yang sangat panjang yaitu The Disappearance of Madeleine Mccann. Kasus Madeleine Mccann sebenarnya sudah Movielitas ketahui dari beberapa vlog youtuber yang membahasnya. Hanya saja, pada waktu tersebut hanya sepintas saja. Dan kini berkesempatan untuk menonton versi dokumenter panjang dan mengulas cukup tajam.  Malam hari tanggal 03 Mei 2007, keluarga kecil asal Inggris yang berlibur ke Praira Da Luz, Portugal, yang seharusnya melewatkan waktu bersenang-senang malah tertimpa musibah. Keluarga pasangan Gerry dan Kate Mccann harus kehilangan putri kecil mereka bernama Madeleine. Kasus ini ternyata berbuntut panjang dan menggelembung besar saat itu. Menurut salah satu narasumber di dalam film

Catatan yang tertinggal tentang ritual penyambutan sang ayah

Pertama kali Movielitas mengetahui kasus Burari adalah dari kanal Youtube. Hanya saja, waktu itu Movielitas tidak terlalu antusias mengikuti kisahnya. Setelah beberapa waktu kemudian, Movielitas menemukan dokumenter-nya di kanal Netflix. Dan, Movielitas sedikit teringat lalu mencoba menonton dokumenter tentang Burari Deaths. Berbeda dengan kisah di kanal Youtube, kisah dokumenter Netflik seputar kasus Burari Deaths yang menewaskan 11 orang secara misterius tergantung diri ini terasa jauh lebih detail, jauh lebih  "menggigit" sekaligus membuat speechless . Entah apa yang ada di benak para korban gantung diri sekeluarga ini. Sangat disayangkan. Burari Deaths adalah sebuah kasus bunuh diri massal yang dilakukan oleh sekeluarga, Chundawat. Kasus ini terjadi di India, diperkirakan pada tanggal 30 Juni 2018 silam. Pada 1 Juli 2018 pagi, keluarga Chundawat sebanyak 11 orang dari tiga generasi yang hidup serumah, ditemukan tewas dengan cara gantung diri (bunuh diri). Dikatakan bunuh