Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2022

Dipertemukan di hutan yang terbakar

Sebuah sajian yang berkonsep piramida terbalik. Di awal film dilempar beberapa konflik yang nanti kemudian dipertemukan menuju satu titik. Seorang petugas pemadam kebakaran yang sibuk menyesali dan menyalahkan diri sendiri, seorang akuntan yang ketakutan, polisi yang menunggu kelahiran putri, dan dua orang tokoh jahat berdarah dingin dengan kemampuan taktis. Alur ceritanya mungkin akan membuat kewalahan dan membingungkan di awal. Tapi ketika semua bertemu di hutan, pelan-pelan menjadi jelas konflik utamanya. Bagi Movielitas, konsepnya bagus. Hanya konfliknya yang kurang menarik. Konsep ke-tidak sengaja-an yang akhirnya bertemu di satu poin cerita, kurang masuk. Yang "menonjol" di luar nalar adalah tokoh yang diperankan oleh aktris senior Angelina Jolie yaitu Hannah. Kalau diperhatikan, karakter Hannah ini tergolong karakter yang sangat kuat alias super woman. Terjatuh dari menara, hampir tersambar petir (sebuah adegan yang kurang paham maksud dan tujuannya), hingga dipukuli b

Woodstock '99 : Peace, Love, Music, Riots, Rages, and Chaos.

Nama besar Woodstock baru Movielitas ketahui di era 1999-2000an. Saat itu ada sebuah majalah lokal kenamaan era itu yang menerbitkan sebuah edisi khusus membahas even Woodstock '99. Movielitas sendiri agak kurang ingat betul pembahasan di majalah edisi khusus Woodstock '99 tersebut, karena yang Movielitas incar saat itu adalah halaman chord dan notasi dari lagu-lagu dari beberapa band yang ditampilkan di even Woodstock 1999. Maklum baru bisa memainkan gitar saat itu. 20 tahun lebih kemudian, Movielitas berkesempatan menyaksikan dokumentasi seputar even Woodstock '99. Dan, miris ternyata. Seperti yang diatas bahwa Movielitas tidak ingat apa yang dibahas seputar Woodstock '99 dalam majalah edisi khusus tersebut, selama ini Movielitas menganggap even Woodstock '99 merupakan even musik yang sukses. Ternyata keliru. Woodstock '99 chaos. Dokumentasi ini cukup menarik bagi Movielitas. Irama cerita seperti dibawa naik secara dinamis dan perlahan-lahan. Menceritakan tent

Wajib militer yang memang sudah wajib

Sebuah sajian film dari negara Singapura. Kalau dilihat dari posternya sudah bisa diterka bahwa film ini mengangkat genre komedi. Dan film ini berkisah seputar pengalaman tokoh utamanya, Ken Chow, yang harus mau tidak mau mengkuti Wajib Militer yang diwajibkan pemerintah Singapura. Bagi Movielitas, film ini kurang menarik. Dari akting pemain-pemain di dalamnya, alur ceritanya, serta komedinya terasa kaku. Tidak berkesan apa-apa. Penampilan fisik sebagai tentara kurang cocok. Yang menarik perhatian hanya di bagian awal saja, film ini terasa seperti unjuk gigi kecanggihan spesial efek suasana perang ala sineas Singapura. Dan untuk tampilan suasana chaos gegara perang, cukup bagus dan megah. Tidak kalah dengan Hollywood. Overall, kurang menarik.  Ah Boys To Men (2012) - 5/10