Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2014

Cinta dari taman bermain

Alasan mengambil film ini adalah penampilan Jesse Esenberg yang cemerlang di Social Network. Tapi, ternyata tak begitu sesuai harapan. Tentang seorang remaja yang melewatkan masa libur musim panas dengan bekerja di sebuah taman bermain Adventureland untuk mencari tambahan uang masuk kuliah. Di taman Adventureland itu lah, Brenann bertemu dengan tautan hatinya. Sayang, konflik dalam film ini datar saja. Irama film juga sendu. Tak ada tensi apa-apa dalam kisah romantisnya. Adventureland (2009) - 5/10

Lihatlah Ayahmu

Penulis ingat mendapatkan film ini setelah puluhan tahun rilisnya, memang sangat sulit (setidaknya di kota asal penulis). Beberapa rental yang penulis datangi tidak memiliki lagi jejak film karya Nick Cassavetes ini. Beruntung penulis menemukan sebuah rental klasik/lawas di pojok kota yang memiliki jejak film jadul cukup banyak. Awesome. Ketika menyimak ulang film tahun 2002 ini, film ini seolah berkata "Look at your daddy..." Lihatlah (perjuangan) ayahmu. Menggetarkan sekali. Mungkin ayah kita bukan siapa-siapa di dunia. Bukan politikus, bukan selebritis, bukan Donald Trumph, atau juga bukan David Copperfield. Ayah kita adalah pejuang. The Real Warrior for us. Penulis flashback ke masa kecil dan teringat tema film ini ketika masa kecil dan jatuh sakit. Denzel Washington? Absolutely great actor. Dengan kekuatan aktingnya, film ini menjadi menonjok dan nendang. Perjuangan Denzel sebagai John Q yang rela berkorban demi anak kesayangannya mampu membuat penulis betah menyimak

Horor Kurang Jelas

Entah harus menulis apa tentang film ini. Kurang begitu jelas. Horor yang diangkat juga terasa biasa saja. Sepanjang film tidak ada tensi apa-apa. Bila sekilas dilihat judulnya seperti 4Bia namun bila dibandingkan kualitas, 4Bia jauh di atas film ini. Kisah demi kisah berjalan "memaksa" horor. Yang bisa menarik perhatian hanya kisah terakhir. Sayang judul nya tidak termunculkan dalam subtitle. Horor nya lumayan, namun sekali lagi, jalan ceritanya. Datar. 4 Psycho (2011) - 4/10

Hanyalah menceritakan kisahnya dengan tepat

Cerdas. Berkisah tentang Sersan West yang membawa pasukan kecilnya ke kanal Panama untuk berlatih perang. Namun, latihan berubah menjadi musibah dan menyebabkan tewasnya Sersan West. Disinilah dimulai kisah film garapan John McTiernan. Siapa pembunuh dan motif sebenarnya. Bagi penulis, film ini menawarkan kisah berlapis yang cukup bagus. Teka-teki dalam film tidak memberatkan jalan cerita. Clue demi clue yang dimunculkan membuat tipuan. Dan tampilan duel akting Travolta-Samuel L.Jackson bisa membangun misteri menarik hingga akhir film. Basic (2003) - 7/10

Sesuatu yang pernah hilang akan kembali....

dan mungkin "sesuatu" itu bukan benda.... Kata itu disampaikan kepada Pim pada saat temannya meramal kartu. Quote tersebut adalah kunci dari film horor karya duet sutradara Thailand Banjong Pisanthanakun dan Parkpoom Wongpoom. Hasilnya, bagus. Two thumbs up for this movie. Jalan cerita horor yang berlapis-lapis namun tidak berat untuk diikuti membuat betah menonton. Misteri tentang karakter Pim dibungkus rapi hingga akhir cerita.  Alone (2007) - 8/10

Kasus dalam roll 8mm

Film misteri pembunuhan ini disutradarai oleh Joel Schumacher dan dibintangi aktor kawakan Nicolas Cage. Berkisah tentang seorang investigator swasta yang menangani sebuah kasus penculikan dengan kekerasan. Dari segi jalan cerita sangat menarik. Gaya film ini seperti membuka bungkus misteri satu demi satu. Runtun lancar dan terangkai baik. Kemampuan film dalam membungkus misteri mampu membuat betah menyimak hingga akhir. 8mm (1999) - 7/10

Back 2 Taste

Ini adalah sekelumit pengalaman penulis dalam hobi menonton film. Penulis sempat masuk ke dalam masa rindu film lawas/jadul/apalah istilahnya. Namun, ketika berhasil mendapatkannya, ada beberapa yang "tak seperti harapan" alias memang klasik adanya. Baik segi cerita maupun akting atau efek spesialnya. Tapi, ada juga beberapa karya, yang seperti tak lekang waktu. Tetap berkualitas meski tahun rilis nya sudah puluhan tahun lalu. Semua itu kembali ke selera. Lalu, bagaimana dengan film terbaru? New Release? Lebih gaul. Selalu dikomentari kerennnn. It's Awesome. Lagi, menurut penulis, tidak semua. Penulis juga masih menemukan film dangkal dengan cerita datar meskipun masuk kategori new fresh release. Jadi, penulis menyimpulkan sendiri, bahwa kualitas film ditentukan oleh isi. Entah film klasik atau new rilis tetap jalan cerita yang menentukan kualitas. Content is the king.

Anarkis demi masa depan

Penulis teringat film lawas yang juga memiliki kemiripan tema yaitu Bloody Sunday . Mengangkat tema tentang demonstrasi berskala besar yang akhirnya tercatat dalam sejarah bukan misi demonstrasi melainkan akibatnya. Chaos Dalam film ini, mengisahkan tentang demo besar-besaran yang terjadi di Seattle mencegah lahirnya kebijakan internasional oleh WTO. Dalam 1 moment, dilihat dari beberapa sudut berbeda. Dari mata pendemo yang memiliki misi dunia, dari sudut walikota Seattle sebagai tuan rumah, dari sudut pers, dan dari sisi kepolisian. Di film ini lebih menekankan akibat fatal yang terjadi akibat misi mulia sekaligus misi pribadi dari sekelompok pendemo yang peduli lingkungan. Demo damai itu akhirnya harus bersambung rusuh secara massal. Dan semua pihak rugi. Semua pihak salah. Di luar pihak-pihak berkepentingan menjadi korban. Jalan ceritanya sendiri sebenarnya menarik dan mampu menarik tensi saat menyimak sepanjang film. Meski bagi penulis alasan demo seputar WTO terasa b

Kualitas lebih penting dari kuantitas

Penulis kurang tahu persis sejarah film ini tentang pasukan gagah berani Spartan yang berjuang melawan kekuasaan Persia. Lalu, apa yang menarik dari sejarah Spartan? Menariknya, adalah bagaimana pasukan kecil Spartan yang "hanya" 300 prajurit harus melawan pasukan "raksasa" dari Persia. Adalah Leonidas (Gerard Butler) sang pemimpin yang tampak menjadi tokoh sentral dalam kisah kepahlawanan ini, seorang raja yang pantang bertekuk lutut pada penjajah. Semoga kisah keberanian Leonidas ini tidak hanya sebatas film namun juga bisa "menular" bagi siapa juga yang menonton. Paling menonjol dalam film ini, selain dari kisah Leonidas itu sendiri, adalah dari sisi visualisasi nya. Serba kelam. Dan paling seru adalah pada adegan fighting nya yang mengkombinasikan fisik Spartan "six pack" dengan slow-fast motion battle yang sangat mantab. 300 (2006) - 8/10

Jangan Sampai Tertidur

Sebuah film remake yang telah dibuat ulang beberapa kalinya. Penulis mendapati film remake ini produksi 2010. Tema horornya standard sesuai jenisnya,slasher film. Pemerannya fresh dan berpenampilan kategory "berani sexy"--baik dari tampilan akting maupun fisik-- dan ini menjadi daya tarik tersendiri. Lalu, fall one by one. Sendiri dan tiba-tiba....bamm!!! Banyak judul yang mengangkat tema utama sebangsa dengan film ini. Ada yang memang bagus tapi ada juga yang terjebak dalam ke-standard-an. Film ini masih sama mengangkat tema "Jangan sampai tertidur bila ingin selamat". Sepanjang belum mengenal karakter Freddy Krueger , pasti film ini cukup menarik disimak hingga akhir, dan sebaliknya bila sudah mengenal atau pernah tahu film Freddy Kreuger, mungkin menyimak film ini akan terasa biasa. A Nightmare On Elm Street - 6/10

Ketika Menjadi Yang Terlupakan

Sepanjang film yang pernah ditonton, penulis mendapatkan ciri khas dari film-film produksi Walt Disney. Yaitu, jarang sekali ada adegan yang berdarah. Dan, untuk urusan inspirasi motivasi, film Walt Disney termasuk sangat bagus serta ramah dalam membungkus pesan melalui media film. Salah satunya film besutan sutradara Frank Marshall ini. Dikatakan film ini Based On True Events atau setidaknya pernah terjadi. Tentang perjuangan hidup dari para anjing kutub yang karena kondisi akhirnya harus "terpaksa" ditinggalkan oleh tuannya, Jerry Shephard (Paul Walker), selama berbulan-bulan lamanya. Penulis memiliki inspirasi tersendiri terhadap film ini. Memandang dari sudut lain. Memang sebagai "aktor utama" yang dipakai adalah anjing, namun bila dicerna lebih dalam pesan film ini sangatlah indah. Bagaimana para kawanan anjing tanpa tuannya, terlantar di hamparan Antartika selama berbulan-bulan. Keadaan nyaman selama ini berubah menjadi petualangan menyambung hidup di ha

Ketika London "Disulap" Menjadi Kota Mati

Kesan pertama yang muncul ketika menikmati film ini adalah "Bagaimana bisa" atau "How?". Sebuah scene yang luar biasa membuat kota London menjadi kota mati total. Mengingatkan pada gaya film I Am Legend ala Will Smith. Entah siapa menginspirasi siapa atau film mana mengambil gaya film yang mana duluan.   Alur cerita film ini sebenarnya menarik. Lari dan dikejar menyelamatkan diri dari dunia yang telah terinfeksi virus mematikan. Tegang. Kekuatan film ini (awal) memang terletak pada poin "almost" atau "hampir saja kena". Namun berbeda dengan I Am Legend yang menjaga suasana "kesendirian" hingga menjelang bagian akhir, film ini terasa kurang menarik ketika para karakter "sehat" nya menemukan bahwa ada pihak lain yang masih selamat. 28 Days Later - 6/10

Tragedi Di Mata Korban

Berbicara mengenai 11 September 2001 silam, maka akan banyak sekali versi. Pro kontra. Bila mencari di Google atau Youtube, maka akan ada banyak tampilan hasil pencarian. Sampai saat ini (entah besok), penulis merasa dokumenter ini merupakan yang terbaik. Karena film dokumenter yang dibuat oleh 2 bersaudara ini, Jules dan Gedeon, merupakan dokumentasi yang "netral". Tidak ada sentimen tertentu kepada pihak manapun atau juga tidak ada vonis atau menghakimi siapa yang salah dalam tragedi tersebut. Hanya menampilkan tragedi apa yang terlihat dari sudut orang-orang yang tidak mengerti apa yang terjadi. Bahkan salah satu dari pembuat film ini juga berhasil mendokumentasikan kejadian apa di dalam menara kembar WTC pada saat itu. 9/11 (2002) - 8/10

Kondisi Tidak Sesuai Harapan

Ini merupakan salah satu trik penulis dalam memilih film yang pas sesuai selera. (Meski sampai sekarang) kadang penulis masih mendapatkan "salah pilih" atau film yang jauh dari harapan. So, it's just share. Pertama ketika penulis mendapatkan judul dan poster, bila menarik, sekilas penulis melihat jajaran cast pendukung. Bila masih belum "puas", penulis mengandalkan IMDB untuk rating. Dalam hal IMDB, penulis memakai patokan sendiri untuk kategori bagus. Namun, sering juga kondisi tidak sesuai harapan. Penulis melihat poster film sangat keren menantang, ternyata hanya mendapat ranking versi IMDB justru standard atau bahkan wasting time. Menghadapi dilema ini, penulis mengandalkan data wikipedia. Kolom rujukan utama adalah kolom Box Office. Bila kolom Box Office melebihi atau bahkan jauh melebihi data Budget, maka dapat dikatakan banyak peminat dan biasanya memiliki nilai lebih. Sebaliknya, kadang ada film yang justru tidak menjadi Box Office malah mendapa

Out Of Topic - Ketemu Cara Baru

Setelah puluhan kali mencoba selama berhari-hari, akhirnya penulis menemukan cara agar blog dapat tampil di layar seluler (Handphone). Mungkin bagi mereka yang menggunakan halaman statis sebagai halaman awal (Homepage) ada yang kesulitan menampilkan blog ke versi seluler. Sepanjang research penulis di internet, cara termudah adalah dengan menambahkan " /?m=1 " pada alamat URL (tanpa tanda kutip). Dan, hasilnya gagal. (Dalam hal ini penulis menggunakan media Blackberry) Mungkin, bagi yang menemukan kendala yang sama selama ini, bisa mencoba cara berikut: - pada alamat URL, coba tambah " / p " (tanpa tanda kutip) - contoh : www.contoh.nya/ p lalu Enter/Yes Selamat mencoba.

Tonight ... We Are Young

Kalau ada film yang dibuat dengan tag "based on true story" mungkin sudah biasa. Namun film kali ini berbeda dari yang biasa (dengan catatan) apabila benar yang diberitakan oleh media , bahwa film ini justru mengilhami atau menginspirasi kejadian nyata. Berkisah sederhana saja tentang seorang Thomas, remaja yang statusnya biasa saja di lingkungan sekolah, ingin merayakan ulang tahunnya ke 17 bersama sahabat dan rekannya. Awalnya rencana diadakan pesta kecil sederhana dengan target puluhan siswa sekolah. Namun, dengan gaya marketing ala rekannya Oscar, perhelatan ulang tahun Thomas menjadi heboh, super massive clubber, dan super chaos. Luar biasa. Dengan tema clubbing, film yang disutradarai oleh sutradara yang terhitung anyar, Nima Nourizadeh, tentu saja menampilkan sederet musik sarat dubsteb-techno dari meja DJ. Namun, justru penulis merasa seharusnya grup Fun dengan musik We Are Young nya cocok masuk ke dalam soundtrack set film ini. Project X (2012) - 8/10

PhoBia

Salah satu film genre horor terbaik yang pernah ada. Fresh dan kreatif. Berisi 4 cerita horor pendek karya 4 sutradara berbeda. Yang paling menonjol menurut penulis adalah kisah Loneliness. Kisah yang berada di awal film ini cukup berkualitas mengingat sepanjang cerita tidak ada dialog. Minim dialog, tanpa make-up evil berdarah-darah, tanpa harus dengan adegan seksi pemeran wanita, juga minim dentuman kejutan yang super mengagetkan penonton, kisah Loneliness menggiring suasana horor melalui adegan monolog dan pengambilan gambar. Kisah lain yang patut disimak ekstra adalah kisah "Di Tengah". Disini episode ini ditampilkan horor yang dipadu dengan sedikit komedi hingga tampilan horor terasa segar dan pas. 4bia (2008) - 7/10

Tak Seperti 4Bia

Mungkin terkena "demam sekuel" yang akhirnya menjadi kurang greget. Sekuel dari 4bia ini terasa sedikit memaksa horor hingga "harus" horor. Ada 5 kisah, yang terasa masih kalah kualitas jika disandingkan dengan 4bia . Horor yang ditampilkan banyak adegan kejutan khas film horor standard, dengan make up evil penuh darah menyeramkan, dan terasa sangat biasa. Dari 5 kisah yang dihadirkan, hanya kisah In The End yang terasa berkesan. Masih memakai pemeran sama dengan 4bia, cerita In The End masih tetap dalam porsi komedi horor yang ditampilkan pas. Phobia 2 (2009) - 5/10

The Hurt Locker

Ada beberapa tag yang membuat penulis suka film ini. Perang dan meraih Oscar. Sutradara wanita Kathryn Bigelow sukses membuat film ini menjadi menarik dengan tema yang sederhana. Sederhana karena tema utama film ini adalah menceritakan kisah tentang karakter William James yang berprofesi sebagai prajurit dengan keahlian khusus dalam menjinakkan bom. Keberanian serta gaya koboi William dalam menjalankan profesinya menjadi daya tarik tersendiri dalam film ini. Kekuatan film ini selain akting yang kuat oleh Jeremy Renner adalah mampu menghadirkan suasana ketegangan Perang Iraq yang pernah terjadi. Konflik antar serdadu, pemilihan lokasi, pengambilan gambar, mampu membuat jalan cerita menarik disimak hingga akhir. The Hurt Locker (2008) - 8/10

Invincible

Diawali dengan singkat, seputar gambaran siapa Vincent Papale. Seorang pria biasa yang sedang bermasalah dalam ekonomi hidupnya. Pekerjaan sebagai guru harus rela ditinggalkan dan beralih ke pelayan bar lokal Philadelphia. Belum sampai di situ, himpitan ekonomi juga mengkandaskan tangga Vincent. Di lain tempat, klub American Football NFL Philadelphia Eagles sedang mengalami keterpurukan dalam. Sebuah langkah mengejutkan diambil oleh pelatih Eagles, Dick Vermeil, yaitu membuka rekrutmen bagi siapa saja yang tinggal di Philadelphia. Siapa sangka, seorang penduduk lokal biasa berbekal ilmu sepakbola Amerika ala jalanan dan bermodal kecepatan lari luar biasa akhirnya bisa mencatatkan dirinya sebagai salah satu pemain fenomenal dalam sejarah NFL. Vince Papale ? Jujur, penulis tidak mengenal sejarahnya. Bahkan namanya pun baru tahu dari film ini. Namun, disinilah letak kekuatan film Walt Disney. Memasukkan sekelumit biografi tokoh ke dalam film dan sanggup memberi motivasi t

Percaya Mimpimu dan Kalahkan Dirimu Sendiri

Memang banyak kisah atau berita seputar Eminem yang kontroversial. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa kontroversial itu diimbangi oleh talenta kejeniusan dalam bidang musik rap. Sederhana nya, bagaimana seorang berkulit putih masuk ke dalam dunia musik rap (notabene didominasi kaum kulit hitam) dan menjadi jawara dalam beberapa ajang musik dunia. Hal inilah yang cukup positif menjadi inspirasi. Seperti dalam film garapan Curtis Hanson ini. Tidak ada kata Based On True Story, namun film ini konon menceritakan kehidupan Eminem sebelum populer. Hidup di sebuah trailer miskin, bekerja sebagai buruh kasar, dan dikelilingi oleh teman yang gemar musik rap. Bukan saja warna kulit namun juga impian yang besar juga membuat seorang Eminem ragu-ragu menyalurkan bakatnya dalam menulis lirik dan bernyanyi rap. Dari segi cerita, ringan saja dan akting Eminem juga lumayan. Film ini (khususnya) bagi penggemar Eminem ataupun bukan penggemar, sangat cocok untuk menarik motivasi diri yang terpend

Karate Kid (2011)

  Dari sekian banyak judul film Jackie Chan, ini adalah salah satu yang terbaik meskipun penampilan Jackie di sini porsi nya masih "kalah" dibanding dengan Jaden. Bahkan, adegan fighting tradisi Jackie hanya terlihat aktif pada satu adegan. Lalu, ciri lain Jackie yang "hilang" adalah sesi Behind The Scene pada akhir film. Beberapa poin menonjol yang penulis tangkap di film ini, antara lain dari sisi soundtrack pengiring nya yang cocok dengan suasana cerita. Salah satunya lagu John Mayer dengan " Say " nya terasa cocok pada intro pembukaan. Akting Jackie sebagai pria berumur juga terbilang bagus karena mampu menghapus gaya komedi Jackie selama ini. Duet pas ditampilkan juga oleh Jaden Smith yang (mungkin) memang menguasai beladiri. Dan dari segi jalan cerita, film remark Karate Kid tahun 1984 ini, tergolong ringan saja. Mudah dicerna dan tidak berat. Alurnya tidak berbelit dan klimaks nya juga bagus. Karate Kid (2011) 7/10

Filter

Sebagai pengguna internet pasti mengenal istilah Virus. Sesuatu yang tidak diinginkan atau sesuatu yang harus dihindari dan disingkirkan. Begitu pula dengan sebuah film. Film yang buruk sama dengan virus bagi penulis. Membuang energi dan waktu serta yang terpenting adalah menghabiskan space dalam library. Mencegah hal ini, terutama buang energi dan waktu dalam menikmati film, penulis memiliki acuan sendiri dalam memilih film. Refleks, penulis memiliki rasa pesimis terhadap beberapa genre dan suasana mood yang mempengaruhi ketika menilai sebuah film. Selain itu, penulis juga memakai referensi paling cepat adalah rating IMDB. Namun, ketika menemukan yang kurang meyakinkan, maka lapisan wikipedia ikut menentukan pilihan. Karena dalam beberapa kasus, penulis menemukan film dengan rating biasa pada IMDB, namun memiliki keterangan Box Office yang cukup lumayan pada site wikipedia. Meski begitu, tetap saja penulis "tertipu" oleh film yang bungkusan atau awalnya terlihat bag

Galau Short Term 12

Entah kenapa IMDB (menurut data saat ini) memberi nilai tinggi pada film garapan sutradara Destin Daniel Cretton ini. Sejauh penulis tangkap, ada persimpangan jalan cerita di dalam nya. Bila menyimak judul, maka yang seharusnya dijadikan tema besar adalah kisah sebuah tempat penampungan anak remaja bermasalah. Mengingatkan pada kisah film Gridiron Gang .  Hanya saja disini jalan cerita terjebak di dalam tambahan kisah pribadi sang tokoh utama yaitu Grace. Akhirnya membuat cerita apa yang menjadi tema utama kurang jelas. Tapi, mungkin hal ini tidak berlaku bagi mereka yang menyukai genre cerita seperti tampilan film ini. Hanya bagi penulis film ini terasa kurang "nendang". Short Term 12 (2013) - 6/10

Bagus

Apa atau bagaimana sebuah film itu dikatakan "bagus"? Penulis memiliki kriteria tersendiri dalam hal ini. Biasa nya, dalam menikmati sajian film, penulis selalu dalam posisi santai atau sembari membuka internet melalui seluler atau sambil chatting. Sebuah film yang bagus akhirnya harus "memaksa" penulis menghentikan semua kegiatan dan tertuju total pada layar monitor menyimak cerita hingga credit scene paling akhir tanpa tertidur .... Inilah kriteria pribadi penulis dalam menilai sebuah film. Atau bila di-nominal-kan, sebuah film yang masuk kategori bagus atau menarik, bagi penulis adalah nilai 7 ke atas.

Dulu...

Berawal dari sebuah PC pribadi baru penulis pada tahun 2003 setelah menyelesaikan studi D3, penulis mulai menggemari kegiatan menonton film. Dulu, kegiatan menonton film hanya sebatas pada menyewa (rental) VCD. Dan, terbatasnya pengetahuan serta alat, kegiatan itu hanya berputar pada kegiatan sewa menyewa saja. Kini, hoby menonton film penulis telah menjadi kegiatan rutin setiap hari. Dan setiap hari pula, selalu ada yang diputar di PC lawas ini. Melalui media ini, penulis ingin membagi pengamatan bukan untuk menilai absolut hanya sebatas share tentang film. Semoga bermanfaat. Salam moviemania.