Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2014

Jual Beli Cinta

Berkisah tentang permainan balas-membalas dua pemain cinta kelas atas. Mewah eksklusif. Kesan pertama yang muncul selama menyimak, ini film tentang apa sebenarnya. Komedinya masih bisa sedikit demi sedikit memancing tawa. Tema (jual beli) kebohongan romantisnya dibalut dalam serba kemewahan khas sinetron. Cocok untuk (diadaptasi sebagian atau total) bahan dasar sinetron atau tema film lokal yang berbumbu jual beli cinta. Art Of Seduction (2005) - 5/10

Ketika rahasia Madison Elizabeth Frank ingin diungkapkan

Malam ini menyimak karya Robert Zemeckis. Kesan setelahnya menarik namun sayangnya ada sedikit yang mengganggu terutama di bagian ending . Kurang terasa balance dengan keseluruhan jalan cerita. Berkisah tentang pasangan suami-istri yang tinggal di rumah peristirahatan indah sebelah danau. Dan masalah mulai timbul sejak mereka melihat pertengkaran tetangga. Keunikan jalan cerita memang mampu menggiring persepsi. Awal terasa datar-datar saja. Pelan lalu bertransisi ke konflik. Selama menonton alur ceritanya justru fokus perhatian misteri ada pada "masalah tetangga". Nuansa horor muncul sedikit demi sedikit pada titik cerita yang pas. Akhirnya dari sisi horor mampu terasa dengan baik. Mulai dari sekedar pintu terbuka sendiri, adegan papan ouija, hingga goresan kalimat " you know "-lah. Tepat pada pertengahan durasi utuh film, alur cerita mulai tergeser. Jalan cerita langsung berbelok pada misteri masa lalu. Pada area tema baru ini suasana horor jauh l

Bercinta dalam kasus Black Dahlia

Kesan pertama selepas menyimak dan beberapa kali rewind , film ini sedikit membingungkan. Banyak kaitan yang penulis kurang bisa cerna dengan sempurna. Bobby DeWitt. John Nash. Banyak karakter yang muncul membuat jalan cerita "ramai". Menarik karena garis merah film ini terhubung pada sebuah kejadian nyata seputar Elizabeth Short yang menjadi korban pembunuhan. Yang menurut data Wiki, termasuk salah satu unsolved case . Hanya saja, akan lebih menarik bila berfokus pada kisah Short Ann tersebut. Namun disini kisah Short Ann terasa kurang kuat dibanding kisah Bucky. Kedalaman cerita menjadi terlalu sibuk seputar kehidupan Bucky sebagai polisi. Memiliki partner yang beristrikan seorang wanita seksi nan cantik. Perkenalan mereka membawa kisah cinta tak sampai. Dengan bumbu konflik rumah tangga. Berputar kembali ke kisah cinta Bucky kepada seorang wanita panggilan yang memiliki kesamaan fisik seperti Short Ann. Otomatis membuat kisah Black Dahlia itu sendiri menjadi

Sebelum lulus SMU

Sebenarnya film ini cukup bagus dalam mengumbar realita. Jaman sekarang memang begini adanya. Stigma "harus gaul dan menjadi dewasa" dengan segala tools ego agar dibilang hebat-gaul-dahsyat-keren bingitss-hacep-rock on memang menggoda anak muda mencoba hal yang (dianggap) tabu. Tabu atau tidak, kembali ke masing-masing. Seth, Evan, dan Fogell mereka bertiga hendak merayakan kelulusan SMU dengan pesta, alkohol, dan seks. Kesan pertama yang muncul paling menonjol di film ini adalah akting Jonah Hill-Michael Cera- dan Christopher Mintz-Plasse. Lainnya biasa saja. Alur cerita serta kedalaman ceritanya biasa saja. Ringan mudah diikuti. Komedinya juga biasa. Tidak kasar. Tidak terlalu vulgar. Tidak slapstick dangkal menertawakan fisik berlebihan. Tingkat kekonyolan atau komedi kesalahpahaman dengan memunculkan karakter polisi antik kurang terasa kocak. Kualitas tema party -nya juga tidak seheboh seperti dalam Project X . *** Lukisan kreatif "rudal"-nya

They can't convict you a second time

Sebenarnya penulis kurang memahami arti yang benar tentang double jeopardy itu sendiri. Kalau melalui film garapan Bruce Beresford ini serta menulis artinya secara bebas, penulis memberi istilah they can't convict you a second time. Libby terbangun dan mendapati dirinya bersimbah darah. Suaminya, Nick, raib dan kemudian dinyatakan mati terbunuh. Belum tuntas masa duka, Libby kemudian didakwa sebagai tersangka tunggal lalu didakwa bersalah. Klasik. Film lawas. Kisahnya sendiri cukup unik. Ada misteri suspense dan motif. Kedalamannya bagus karena alur cerita kemudian diatur berliku namun tetap dalam irama yang terjaga mudah dipahami. Film ini juga memakai formula link dialog. Yang artinya mau tidak mau harus konsentrasi sepanjang film. Menarik. Link dialog di awal akhornya menjadi kunci jawaban di sesi jawaban lukisan. Konflik misteri suspense sebenarnya cukup menarik minat awalnya sayang terlalu cepat dibuka. Kesan siapa pembunuh-nya menjadi hilang. Tinggal mis

After Nam Hyeun Soo's Afternoon Program...

Tentang seorang penyiar radio, Hyeon, yang sedang di puncak karir dan hidup eksklusif. Namun, kehidupan nyaman Hyeon berubah sejak datang seorang wanita muda bersama anaknya yang mengaku sebagai anak dan cucu dari Hyeon. Kisah di dalam film ini terolah sangat bagus. Drama ala Korea dengan kedalaman cerita cukup pelik tapi menarik. Alur cerita dibuat banyak cabang tapi tetap terjaga. Tidak kaku. Enak disimak. Formula yang dipakai adalah konflik muka-kompak-retak-ending. Masing-masing punya porsi pas. Link perubahan nuansa cerita pun tidak kaku. Komedi menutup aib yang tidak monoton. Pada sesi romantisnya memang terpecah namun akhirnya kembali dikaitkan dengan baik dan berbaur dengan komedi menjadikan rasa segar. Konflik nya menyentuh terutama pada hubungan ayah-anak yang memperkuat sisi dramatisnya. Fokus cerita ada pada tiga karakter. Hyeon sang kakek muda, Jeong sang ibu muda, dan Gi Dong anak Jeong. Transisi dari suasana komedi keluarga dadakan ke ruang muram cukup

Investigasi bawah kota Sidney

Tentang sekelompok kru berjumlah empat orang yang berencana membuat laporan jurnalistik tentang investigasi gorong-gorong di bawah kota Sidney. Film ini seperti dengan formula standard. Bergaya dokumenter dan footage , film dengan durasi kurang lebih 90 menit terbagi menjadi dua babak besar. Pertama, intro. Penulis terkesan dengan opening -nya. Artistik penggambaran suasana keramaian kota berkesan eksklusif yang kemudian isi ceritanya sangat kontras dari kesan keramaian kota. Perkenalan masing-masing karakter. Bertema cerah. Konflik kecil antar karakter. Inti masalah. Seputar inti masalah, penulis kurang begitu memahami betul. Selain terasa bertele-tele juga sedikit "tinggi" dengan birokrasi pemerintah. Secara garis besar tema versi penulis adalah adanya gesekan antara pemerintah dan jurnalis tentang keberadaan pembangunan gorong-gorong sumber air bawah tanah kota Sidney. Pihak pemerintah mengklaim bahwa tidak ada kehidupan di bawah tanah, sedangkan pihak jurnali

Tentang mereka yang terjebak dalam perang

Film dokumenter yang sangat menyentuh. Bukan untuk mencari kebenaran. Bukan untuk mencari kesalahan dalam konflik Israel-Palestina. Tapi tentang mereka yang hidup di dalam peperangan. Lebih difokuskan pada mereka yang masih anak-anak dan remaja. Lebih berkesan dalam lagi, film ini adalah dokumenter terakhir oleh sutradara James Miller. James Miller tertembak dalam pembuatan film ini. Gaya James dalam menangkap momen serta masuk ke lingkungan keluarga anak Palestina cukup bagus,lugas,menyentuh, dan berani hingga terbentuk sebuah kisah kecil tentang hidup di himpitan perang. (Sayangnya, James Miller belum sempat membuat "imbangan" cerita tentang dunia anak-anak Israel) Death In Gaza (2004) - 7/10

Kunjungan ketiga ke taman Jurassic

Dibandingkan dengan dua seri sebelumnya, kualitas film ketiga Jurassic Park ini sedikit menurun meski menurut data wikipedia film ini meraih box office yang cukup lumayan. Memakai karakter utama yang sama dengan seri pertama digabung dengan lokasi yang sama dengan seri kedua . Hanya di tangan sutradara lain (bukan lagi Steven Spielberg). Dr.Alan Grant "harus" terpaksa mengulang memori lamanya dengan taman dinosaurus milik John Hammond di daerah Costarica untuk menolong keluarga Kirby mencari sang anak yang telah hilang delapan minggu. Dari sisi drama cukuplah lumayan. Masih masuk akal alasan kembali ke taman Jurassic. Tidak terkesan mengada-ada. Namun memasuki tengah cerita, mood terasa menurun. Konflik yang ada di film ini terasa padat. Terlalu banyak dan rapat konflik dengan predator purbakala. Drama semakin ke dalam semakin didramatisir sedikit berlebihan. Hampir tidak ada tarikan emosi ke dalam alur cerita. Paling terasa dramatisir berlebih adalah ketika h

Mungkin inilah orang terakhir yang diharapkan menjadi Superhero

Sebuah komedi "habis-habisan" yang menyindir gaya superhero. Mengingat gaya Superboy, Clark Kent dengan kacamatanya berparas culun menipu. Disini karakter Dave juga seperti itu paling tidak. Muda, kuliah, culun, tidak atletis, jauh dari kesan keren bingitss. Namun, sebagai lelaki biasa Dave yakin bahwa setiap orang di sudut paling pojok dan gelap sisi hati terdalam menginginkan atau mendamba menjadi superhero yang dipuja diperhatikan dielukan banyak penggemar. Niatan Dave menjadi superhero menjadi bahan lawakan di awal film. Kocak. Konyol. Beda. Almost Marvel but Marv. Bertopeng bukan Spiderman. Berkostum khas tapi bukan Daredevil. Dan bersayap tapi bukan Batman apalagi Superman. Hijau bukan Hulk. Superhero dengan kekuatan supernya yaitu tidak terlihat di mata para gadis (tidak laku) . Kalau dilihat dari komedi sebenarnya cukup menghibur. Namun kurang pas untuk hiburan keluarga atau anak-anak. Meski usia si cantik Chloe Garetz Moretz disini masih belasan tahu, t

Don't be a fool, stay in school

Tak perlu mengurai serius alur cerita film ini. Konflik yang ada pun hanya sarana sebagai alat untuk menarik setidaknya tersenyum geli sedikit. Kisah komedi tentang seorang mahasiswa abadi yang sangat diidolakan di kampusnya sendiri, Van Wilder. Cerita. Ringan saja. Formula yang dipakai juga standard. Cerah lalu ke konflik kecil cinta-cintaan lalu ke ending. Pengiring cerita diisi lagu alternative rock ala Blink182. Komedi. Hampir semua komedi yang dipakai adalah komedi kontras. Melawan hal yang lazim atau menertawakan hal-hal umum untuk bahan kelucuan. Kadang memang akhirnya jatuh menjadi komedi yang berlebihan. Alur cerita. Cepat. Frame berganti frame scene dengan durasi pendek-pendek. Dan hampir setiap frame scene selalu dipaksa untuk diisi minimal satu komedi kontras di dalamnya. Formula standard lainnya adalah para pemainnya muda-mudi yang berani beradegan dewasa. Lumayan untuk bila sekedar cuci mata. **Mungkin pertama kali menonton lebih terasa namun

Ketika rekaman film khusus dewasa lagi lesu

Vacancy memang cukup sukses menampilkan gaya thriller khas tersendiri dengan temuan kamera sekaligus rekamannya di sebuah kamar motel kelas melati di kamar paling ujung. Dan disini sebagai sekuel mengangkat "kisah prekuel"-nya yaitu tentang sejarah dipasang kamera dalam kamar motel yang kemudian dilebarkan dengan tema yang sama dengan Vacancy yaitu memburu tamu. Memakai formula thriller Hollywood yang sudah lazim. Sudah umum. Have fun kemudian bloody . Dan masing-masing punya porsi hampir sama besar. Di sekuel ini lebih banyak pose flirt yang menampilkan keseksian para aktris pendukung. Juga dari sisi thriller disini tempelannya dibuat lebih sadis. Lebih banyak variasi karakter daripada seri sebelumnya. Unsur ketegangan yang menjadi nilai jual film ini kurang terasa daripada Vacancy. Keseluruhan Vacancy memiliki kualitas cerita sekaligus ketegangan yang jauh lebih baik ketimbang seri ini. Vacancy 2 (2008) - 5/10

Cinta ibarat mobil mewah, tanpa bensin takkan berjalan

Kesan yang tertangkap dari karakter Elizabeth Halsey ini seperti membawakan komedi satir pada realita. Menyindir. Cantik seksi adalah sesuatu yang harus "dijaga dan dilestarikan" agar memiliki nilai pikat. Perjuangan keras Elizabeth mengumpulkan uang dengan segala cara apapun demi sebuah operasi plastik dan tentunya untuk menggaet para lelaki kaya raya tanpa perlu cinta tulus abadi seperti dalam lagu romantis. Film ini seperti menyindir realita yang ada di jaman sekarang melalui komedi. Seorang guru sedang memberi pelajaran betapa uang itu sangat penting untuk kebahagiaan. Guru memberi pelajaran mengejar kebahagiaan dengan cara mencuci mobil berbusana seksi, mencuri kunci jawaban soal tes, persaingan kotor demi lelaki kaya raya. Ironis. Tidak terlalu banyak ditaburi adegan konyol. Juga tidak terlalu keras dalam sindiran. Pesan moralnya cinta tanpa harta? Jangan pernah bermimpi bercinta bila tak ada harta. Karena di jaman internet ini cinta tidak lagi buta tetapi

Menjadi sutradara sendiri. Edisi uang seribu.

Lanjutan dari film khayalan . Terinspirasi dari Contagion . Tapi penulis kurang sreg dengan tema flu yang tersebar. Penulis suka tema uang berjalan. Dari sebuah bank, uang lembaran nominal seribu dikeluarkan. Bersih. Mengkilap. Halus. Teksturnya lembut. Aroma khas. Lurus kencang tanpa lekukan bekas dompet atau celana. Seorang ibu dengan 3 anaknya sedang antri di loket bank untuk menukarkan uang baru. Uang seribuan kode 1125DNF001 berpindah tangan. Pulang dari bank, sang ibu membawa motor matic, membonceng 3 anak kecil. Satu di depan, 2 belakang. Berjalan kecepatan rendah-sedang-cukup tinggi. Lika liku bergaya Rossi. Ambil kanan kiri tanpa perlu lihat spion. Tancap gas hajar rem. Ngawur habis-habisan. Tapi sang ibu tak peduli. Tak berhenti disitu, sesekali sang ibu melawan arah. Jalan pintas. Hemat bensin. Demi hemat bensin. Siapa yang salah? Sesampai di rumah, sang ibu bersiap membuka warung dagangnya. Sang suami belum pulang sejak dua hari lalu. Entah kemana dengan siapa seda

Ketika dunia terjangkit virus

Kesan pertama yang muncul adalah tema film ini menarik. Penyakit yang menyerupai batuk pilek biasa yang tiba-tiba saja menjadi epidemi virus ke seluruh benua. Tema semakin menarik ketika penyakit sehari-hari yang terlihat sepele bahkan sampai merenggut nyawa. Ekspektasi awal film ini akan berjalan dengan misteri mencari sumber atau awal mulanya virus sakit dari mana. Dan memang alur ceritanya menjaga terus menyembunyikan misteri dari mana asal muasal virus berkembang atau siapa sebenarnya yang menjadi sumber penyakit. Tapi, semakin ke dalam, topik bahasan terasa mulai berat. Mengingat penyebaran ke seluruh dunia, alur cerita dijaga untuk dibagi-bagi dan loncat meloncat. Banyak bintang film ternama disini yang artinya banyak karakter yang harus diketahui namanya. Perlu ekstra perhatian agar tak missing story . Bahasan alur cerita yang digunakan tidak lagi seserhana dari siapa atau dari mana batuk-demam berasal tapi memakai bahasa ilmuwan kedokteran. Ada titik poin yang

Saat seks menjadi senjata pembunuhan

Madonna. Bicara Madonna tentu tak bisa lepas dari seksi dan berani beda. Seorang penyanyi wanita yang mencoba melebarkan sayap sebagai pemain film. Memang film ini seperti terperangkap oleh trademark Madonna yang (saat itu) sudah terkenal sebagai penyanyi yang kerap berpenampilan berani. Dan disini masih juga "berani sekaligus seksi". Dari sisi cerita penulis teringat gaya High Crime . Cukup berisi dengan plot kejutan. Paling tidak cukup memberi nilai lebih daripada jatuh pada keseksian semata. Namun tentunya bumbu erotis disini cukup kental, setidaknya ditaburkan di hampir separuh babak film utuh. Akting. Lumayan. Tapi tetap yang paling menonjol adalah segi visual sensual-nya. Nasty naughty bitchy kinky sexy. Body Of Evidence (1993) - 6/10

Ide selembar seribu

Kadang ada yang terlintas di kepala saat menonton film. Mungkin tidak, suatu saat akan ada film tentang money travelling ? Uang berjalan. Temanya tentang uang. Uang pasti berpindah dari satu tangan ke tangan manusia lain. Satu masalah ke masalah lain. Satu keluarga ke keluarga lain. Inspirasi ini sering penulis dapatkan dari kenyataan. Kadang ada selembar uang seribuan yang penuh corat-coret sang pemegang sebelumnya. Kurang kerjaan? Atau terinspirasi message in the bottle ? Contoh tulisan yang sering ditemukan: Nama I Love you .... No.handphone 081 32451624 sekian-sekian Curahan isi hati 3-4 baris Makian Gambar jenggot kacamata hitam Nomor togel Apakah ada kisah di dunia yang bertemu jodohnya lewat tulisan no handphone di lembar uang? Kalau ada patut di-film-kan. Yang jarang ditemukan adalah alamat email website Rumus kimia Nomor rekening Nama artis Pepatah Cap ibu jari Dan, kenapa selalu seringnya coretan tangan

Tatum berdarah

Ada nama Michael Bay di belakangnya. Not bad . Simple and interesting . Berawal dari menghindari kecelakaan, Grace dan Jim mendapatkan kado berdarah dari seorang tak dikenal. Alur ceritanya simple. Transisi suasana cerah terang ke atmosfer cerita gelap menegangkan tak perlu berlama-lama. Kejutan demi kejutannya cukup mengena. Peletakan momen teror cukup rapat dan bertubi tidak datar. Tema kesalahpahaman yang terjadi membuat cerita melebar natural tak terasa dipaksakan ada. Paling berkesan di film ini adalah Sean Bean. Gaya aktingnya pas dengan karakter yang dibawa dan terasa dingin-nya. The Hitcher (2007) - 7/10

Pelajaran permainan 1000 poin berhadiah tank

Kesan yang muncul setelah menyimak film bertema klasik pada jaman pendudukan Nazi ini temanya menarik hanya gaya ceritanya sedikit kaku. Film terasa seperti teater opera yang bersentral pada satu karakter utama, Guido. Durasinya cukup panjang terdiri dari dua babak besar. Babak komedi percintaan dan babak perang. Guido, adalah seorang pria Italia yang hidup pada jaman perang Nazi. Karakter Guido disini ditampilkan sebagai pria yang ceria dan usil. Ketika meletus perang, Guido tidak ingin anaknya, Joshua, memiliki trauma hidup dalam peperangan. Dan, Guido memiliki caranya sendiri dalam mendidik anaknya melihat kenyataan hidup. Keseluruhan drama film ini kurang terasa. Porsi dialog serta cerita Guido terlalu besar hingga hampir tidak ada chemistry antar karakter kecuali Guido-Joshua. Kisah romantika dicampur komedi antara Guido-Dora di babak pertama, terasa garing saja. Hanya tema pelajaran sang ayah menghibur anaknya yang penulis suka di film ini. Life Is Beautiful (1

Bos yang menyebalkan

Bekerja menjadi karyawan dan memiliki bos yang "tak sesuai" harapan memang menyebalkan. Setidaknya untuk tema film ini. Tiga sekawan masing-masing memiliki bos dengan arogansi masing-masing. Dan misi mereka adalah menyingkirkan bos-bos mereka selamanya. Kesan pertama adalah komedinya kurang mantab. Fokus cerita yang diolah terasa bertele-tele. Ingin menyingkirkan bos namun kendalanya "ada saja" dan biasanya itu menjadi senjata andalan dalam film komedi, tapi kurang terasa disini. Olahan antara cerita drama- crime -dan komedinya kurang berasa feel -nya. Paling berkesan disini bagi penulis adalah Jennifer Aniston. Luar biasa menipu. Penulis tidak melakukan research siapa pendukung film ini namun riasan serta postur Jennifer memang beda sekali.  *** Dan masih seputar karakter yang dibawa Jennifer, seharusnya memiliki bos seperti dokter gigi Julia yang hottie bitchy slutty totally sexy ini adalah karunia anugerah paling indah yang harus dipelihara di

The Clearing

Awalnya penulis tidak mengetahui bahwa film ini ternyata berdasarkan kisah nyata. Pada hari itu Wayne Hayes berangkat beraktifitas namun tak pernah kembali ke rumah. Film ini menerapkan gaya cerita pada dua sisi. Jadi tidak perlu susah menebak siapa pelakunya. Otomatis film hanya mengandalkan misteri motif yang dibungkus selama durasi berjalan. Motifnya sendiri, penulis kurang bisa menangkapnya dengan jelas. Chemistry yang dibangun dari sisi Eileen cukup bagus dan terasa namun dari sisi Robert Redford dan Willem Dafoe yang lemah. Robert dan Willem seakan sedang bingung antara membangun cerita kriminal atau drama pertemanan yang saling menumpahkan cerita hati masing-masing. Tanpa emosi apapun. Klimaks juga disampaikan dengan nada cerita yang biasa. Datar. The Clearing (2004) 5/10

Akibat banjir terlalu banjir

Huntingburg hari itu dilanda bencana hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengakibatkan kota itu pelan-pelan tenggelam. Akibat lainnya adalah kota harus dievakuasi dan keamanan pun menurun membuat para perompak bebas beraksi. Paling menonjol dalam film ini adalah permainan efek serta lokasi yang tergenang banjir tinggi. Penampakan kota tenggelamnya cukup bagus. Lainnya serba biasa. Alur ceritanya terasa biasa. Ada twist di dalamnya tapi kurang mantab. Lekukan ceritanya juga biasa saja. Tempelan kualitas akting Morgan Freeman kurang membantu jalan cerita. Hard Rain (1998) - 6/10

Kembali sebelum pergi

Kalau dikatakan horor sepertinya penulis kurang sepakat. Penulis lebih menyukai film ini adalah drama dan horor adalah bumbu pemanis alur ceritanya. Berkisah tentang mitos "kembalinya" mereka yang telah meninggal dunia untuk terakhir kali bertemu dengan orang-orang yang dicintai. Waktunya adalah malam ketujuh setelah hari kematian. Horor disini ditampilkan dalam porsi yang kecil. Tampilan meski kecil namun sangat berkesan menurut penulis. Penulis suka dengan gaya "hadirnya" dengan sentuhan tak terlihat tapi ada. Drama di film ini memiliki kedalaman cerita berliku dan menarik. Emosi benar-benar tergiring oleh jalan cerita. Satu mitos dilempar kemudian "dipukul" oleh mitos lain yang kemudian disatukan dengan twist horor yang justru sangat indah dan menyentuh. Nice drama . Penulis suka sekali dengan lekukan twist cerita film ini. Manis. Menurut penulis, yang membuat cerita dalam film ini terasa kuat menggiring emosi menonton adalah akti

The last man standing at Ground Zero

Setelah menyimak London dan kota matinya , sekarang giliran New York yang "dibuat" mati. Sepi. Sunyi. Senyap. Berantakan. Dramatis. Ironis. Samar-samar terdengar.... don't worry bout the things, every little things gonna be alright...#BobMarley Setiap menyimak film satu ini selalu terpana. Selalu terpikirkan bagaimana caranya bisa membuat film seperti ini. Harus berapa banyak dollar untuk menghentikan arus lalu-lintas sekedar untuk sebuah adegan. Harus berapa banyak klakson dibunyikan karena kemacetan yang dibuat oleh film ini. Berapa banyak time is money dari kota New York yang dikorbankan untuk sebuah film. Atau harus berapa mahal teknologi yang dibutuhkan untuk membuat keadaan New York menjadi tertidur. Takjub tersendiri. Kagum. Salut untuk sebuah karya dengan sentuhan kreatifitas tingkat tinggi. #bermain golf di atas kapal induk Kisahnya sendiri hampir senada dengan 28 Days Later. Virus menyebar. Hanya beda lokasi dan survivalnya. Ada tiga babak besar di

Walk by faith not by sight (Melangkah 6500 km menuju kebebasan)

Menginspirasi. Penulis menggambarkan film ini dengan dua pepatah favorit, destination is nothing but journey is everything dan menempuh jarak ribuan mil dimulai dengan satu langkah kecil. Luar biasa. Sangat menginspirasi. Berkisah tentang pelarian tujuh orang napi dari pemusatan tahanan perang di Siberia. Disini jelas penggambarannya ditekankan pada masa pelarian bukan destinasi yang dituju. Apa yang menarik? Kisah nyata. Berjalan kaki. Hujan badai salju dingin panas debu padang gurun matahari lapar haus sakit. Bagaimana film ini menggambarkan kisah para napi ini menempuh serangkaian hadangan alam merupakan bagian yang sangat indah dan memberi inspirasi. Alur cerita pastinya sederhana. Konflik di dalam film tidak berat. Justru yang dititikberatkan adalah perjuangan mereka bertahan hidup. Dan perjuangan itu digambarkan dengan dimensi yang kuat. Sangat terasa. Penulis terkesan dengan secuil demi secuil penangkapan sudut gambar megah landscape demi landscape yang mer

Ketika jiwa tersesat dan tak bersetubuh

Jualan pertamanya adalah penambahan kata Paranormal Activity di sampulnya. Berkisah tentang pengalaman supranatural yang menyeramkan dialami oleh keluarga kecil Lambert. Josh dan Renai mendapatkan anak tertuanya, Dalton, tertidur lalu koma. Dari segi kedalaman cerita terasa lumayan. Cukup bagus. Setidaknya bukan hanya dengan satu lapisan namun lebih dari satu lapis cerita. Penempatan horor juga tidak berlebihan. Hanya penampilan horornya yang bagi penulis terlalu fantasi. Dari awal, baik cerita maupun horor yang dipadukan ke dalamnya sudah menarik emosi. Namun, babak Elise serta perjalanan mimpi membuat penulis kurang menarik. Terlalu "ketinggian". Belum lagi ditambah penampakan di dunia lain, kurang natural rasanya. Paling menonjol dan paling hebat dari film ini adalah bagian horor yang dibuat untuk kagetan kejutan-nya. Plus semakin membuat seram adalah scoring musiknya yang bergelombang serta masuk keras pada bagian penekanan untuk membuat suasana heboh. H

Misteri di balik cello

Film berkisah tentang misteri masa lalu Mi-ju dan Tae-Yong yang berprofesi sama sebagai pemain cello. Film ini memiliki kemenarikan sejak awal. Cerita menggiring pada kekacauan karakter Mi-ju setelah kecelakaannya yang menewaskan sahabatnya Tae-yong. Kekacauan keluarga Mi-ju digambarkan dengan gaya horor yang seperti mengandalkan visual efek seram dan sering menggunakan efek kaget kejutan tiba-tiba. Dari segi akting Mi-ju memang cukup bagus namun beberapa frame berpindah kaku dan akting pemeran lain juga terasa kaku. Seperti karakter pembantu baru yang didatangkan terasa mengambang kurang jelas link ceritanya. Gaya akting pembantu ini hampir mirip dengan gaya anak Mi-ju yaitu Yoon-jin yang didominasi akting diam dan menerawang. Pendapat penulis, tanpa tambahan plot horor pun film ini sudah memiliki kedalaman cerita bagus yang didukung dengan akting Sung Hyun-ah sebagai Mi-ju. Cello (2005) - 6/10

Zombie Adventure Land

Film ini hampir sewarna dengan I Am Legend atau 28 Days Later yang bertemakan "masih manusia" di antara virus mayat hidup. Bedanya adalah pada gaya film. Disini diolah dengan rasa komedi. Fresh. Komedinya tidak dangkal. Tidak seserius di film sejenisnya. Kemudian yang menonjol lagi adalah penggunaan animasi. Slow-mo pada gerakan terpukul atau semburat air memang menjadi trend beberapa saat terakhir ini dan disini digarap dengan detail slow-mo yang sangat bagus. Sayangnya, semburat darah serta adegan kekerasannya memang terasa vulgar. Mungkin yang berkesan setiap melihat film dengan warna chaos seiisi kota seperti ini adalah membuat pertanyaan sendiri, bagaimana membuat kota seolah memang menjadi dead city. Sunyi. Sepi. Bebas melakukan apa saja di dalam kota. Zombieland (2009) - 7/10

Tebar petaka dalam kereta

Alasan pertama menarik film ini ke dalam koleksi hunting list adalah Vinnie Jones . Entah kenapa. Ada sesuatu yang menarik penulis menyimak mantan pesebakbola profesional bermain akting. Adalah Leon yang bekerja sebagai photographer. Profesinya membawa dirinya masuk ke dalam misteri dunia bawah tanah di dalam kereta malam. Gaya Vinnie Jones disini cukup menarik. Positif. Sesuai dengan postur dan mimik wajahnya. Dari sisi alur cerita paling tidak memiliki kedalaman. Tidak dangkal. Penulis tertarik ketika pada poin cerita di restoran. Karakter Leon seperti tersadarkan ketika melihat potongan daging steak. Namun kemenarikan cerita tak terjaga lagi. Apalagi ketika memasuki sesi penampakan makhluk yang absurd. Konfliknya cukup unik, tidak umum, namun masih kurang terasa. Gaya Vinnie sebenarnya sudah cukup horor hanya jalan cerita kurang mendukung. Pemberian nuansa tone suram cenderung ke warna gelap juga sudah maksimal membuat film agar bernuansa mengerikan tapi tetap saja

Perburuan darah O positif

Sekelompok atlet pegulat Amerika melakukan perjalanan dengan kereta api tujuan Odessa. Dari awal dibuka dengan tone pemandangan merah darah. Keras. Bikin mual. Kemudian masuk dengan pengantar kisah yang standard. Dilanjutkan dengan konflik di atas kereta. Ceritanya ringan saja. Tidak berat. Paling menonjol adalah sepanjang film gemar menjual sadis, bengis, keji, darah, keras. Train (2008) - 4/10

Membaca dan memahami pengalaman masa lalu

Baru setelah ending penulis mengetahui sutradara film ini Clint Eastwood. Awalnya memilih film ini justru karena faktor Matt Damon. Berkisah ada tiga cerita dari tiga karakter berbeda. Seorang peramal yang sanggup "membaca" masa lalu di Amerika, penyiar berita di Perancis, dan seorang anak kecil dari Inggris. Mereka dipertemukan oleh pengalaman mereka masing-masing di sebuah acara book fair. Penulis tertarik mengikuti intro film ini yang memakai tema tsunami. Animasinya luar biasa. Detailnya bagus. Menarik ekspetasi untuk masuk ke dalam. Akan tetapi sejak kemunculan pengalaman dekat kematian, ekspektasi itu menurun. Cerita pun disajikan terpecah menjadi tiga jalur. Hampir semua kesan yang penulis tangkap adalah berat. Datar. Kurang terasa. Penjelasan konflik masing-masing karakter secara drama tidak dapat menarik minat. Pertemuan tiga jalur itu pun terasa hambar saja. Karya Clint Eastwood kali ini cukup berat. Hereafter (2010) - 5/10

Kamar motel berdarah

Satu lagi dapat film bertema simple . Penulis suka dengan tema seperti ini. Singkat padat. One night thriller story in one place . Pasangan David dan Amy harus terpaksa mengambil kamar di motel tersebut karena mobil yang mereka tumpangi mengalami kerusakan. Titik balik cerita rekaman video dalam film ini dimunculkan dengan emosi yang sangat pas terasa. Ketegangan pun digulir pelan tertata rapi. Tidak monoton meski durasi film standard saja dan mampu menarik emosi tersendiri ketika teror dan kejutan terjadi. Dari sekedar menampakkan sosok berkelebat hingga ke konflik besarnya. Vacancy (2007) - 7/10

Perjalanan panjang dilematis demi kecintaan pada jazz

Film ini berkisah tentang dilema yang menimpa Viktor Navorski ketika berkunjung ke New York sebagai warga negara asing. Kedatangannya ditolak karena negaranya dibekukan oleh pihak Amerika dan begitu pula tidak dapat masuk ke Amerika. Destination is nothing, journey is everything . Ungkapan itu penulis rasa pas untuk film ini. Disini penggambaran temanya lebih ke petualangan Viktor selama tertahan di bandara akibat status warga negaranya yang bermasalah. Sesi journey Viktor inilah yang kemudian dipoles juga dimasukkan banyak unsur nilai kemanusiaan baik lewat line dialognya ataupun secara visual. Seperti nilai cinta muncul ketika Viktor mengunjungi sang wild horse Dolores dengan pertanyaan, " man with money or man with love ?". Klise. Ironis. Perjuangan hidup di bandara membuka inspirasi akan nilai entreprenuership ala Viktor. Memorable point disini adalah mengumpulkan kereta dorong demi uang 25 sen dan Burger King. Keluguan Viktor yang sangat apa adan

Mencari permata yang hilang

Kesan pertama yang muncul setelah menyimak film ini adalah terlalu bertele-tele. Intinya adalah permata. Namun entah terasa panjang sekali. Drama perampokan menjadi drama debat seteru yang terlalu banyak dialog panjang antara perampok dan sandera. Film ini mengingatkan pada gaya Panic Room . Namun bila dibandingkan, Panic Room jauh lebih menarik. Sama-sama bermain di satu lokasi, bedanya di Panic Room bermain di sebuah rumah bergaya klasik dan disini bergaya modern minimalis. Sama-sama memakai tema waktu satu malam kejadian. Dari kedalaman cerita, Panic Room motif rampok lebih simple tanpa campur adegan flashback. Disini terlalu berat dalam mencerna motif perampokan dan beberapa kali dicampur dengan flashback. Kualitas akting Jodie Foster seorang dalam Panic Room sudah mampu menguatkan tema tersandera. Disini, duet Nicolas Cage dan Nicole Kidman masih terasa lemah. Chemistry antara Jodie dan para perampok juga termunculkan dengan sempurna. Disini, lebih banyak debat panjan

Jebakan teman untuk lawan

Mereka bertiga merampok barang mahal tapi salah satu dari mereka berkhianat lalu membawa pergi hasil rampokan. Temanya sederhana hanya ke dalamnya terasa bertele-tele untuk urusan balas dendam. Moodless . Kurang dapat menarik emosi sekaligus mood. Grafik cerita mendatar. Alur cerita dan aktingnya terasa kaku. Aksi laga minor dengan drama pencarian sang pengkhianat yang panjang berliku dirumitkan. Sebenarnya fokus cerita ada pada karakter Sonny dan Vincet namun banyak karakter yang dimunculkan tidak berfungsi banyak pada jalan cerita. Posisi Bruce Willis juga kurang banyak membantu dengan karakternya. Set Up (2011) - 5/10

6 < ~ \ S • ( # ; i 9 M | ± @ o » 5 N > ] + 8

Seorang anak autis dengan masalah dalam bersosialisasi dikaruniai bakat terpendam kecerdasan memecahkan teka-teki puzzle. Akan tetapi keahliannya itu menuai teror dari pihak militer. Yang menonjol dari kesan film ini adalah kekuatan chemistry akting Bruce Willis dan Miko Hughes. Bruce Willis meski tampil sebagai agen FBI yang "bermasalah" tapi tidak mengadaptasi seratus persen dari John McClane. Masih ada sedikit beda antara disini dan Die Hard. Perbedaan terbesar adalah kali ini sang John McClane mendapatkan anak asuh 9 tahun yang sedang diburu oleh pihak penjahat. Standing ovation untuk penampilan Miko Hughes yang sangat luar biasa. Salut. Gayanya menarik. Line dialog Miko meski harus dibuat datar tapi ditampilkan dengan gaya yang pas. Formula alur film ini standard saja. Tidak terlalu berat. Intro perkenalan karakter dilanjutkan ke konflik antara anak autis dan detektif, lalu masuk ke konflik besarnya. Penulis sempat missing story untuk bagian kode

Only looks like a child

Pasangan Kate dan John sedang berupaya untuk mengadopsi anak ketiga. Dan pilihan mereka jatuh kepada Esther. Sebuah film yang dihadirkan dengan nuansa ketegangan yang cukup bagus dan terasa. Tata cerita petaka yang dialami oleh pasangan Kate dan John ini diatur rapi dan dengan grafik emosi yang menanjak. Dari awal intro cerah masuk dengan perkenalan kemudian masuk ke area konflik kecil seputar kecemburuan antar saudara yang masih belia. Konflik misteri latar belakang Esther serta aksinya memang terasa paling kuat. Atmosfer suram seram mulai muncul. Dari masalah yang terlihat sepele hingga menjadi konflik serius. Alur cerita berjalan pelan terurai satu kejadian demi satu kejadian dengan detail realistis menyebabkan ketegangan itu dapat tersampaikan dengan baik. Ketidakberdayaan bagi Kate ataupun Daniel bahkan Max cukup natural masuk akal dan memberi emosi tersendiri lewat akting mereka. Karena kualitas akting Isabelle Furhman lah yang membuat sisi ketegangan serta kegel

Lagi dan lagi....aksi Taksi

Kali ini Daniel dan Emilien menghadapi komplotan penjahat yang dinamai komplotan Sinterklas dalam misi operasi Snow White . Formula masih sama hanya sedikit lebih matang dibandingkan pertama dan kedua . Sisi lebihnya ada pada komedi yang lebih kocak dan konyol. Masih berpusat pada karakter Gibert dan Emilien. Aksinya digarap lebih dahsyat dan berwarna. Tidak hanya seputar mobil taksi milik Daniel tapi juga menambah porsi dengan aksi berbagai atraksi sepatu roda, sepeda di tengah keramaian kota sampai di pegunungan es. Yang tidak ada di dua seri seblumnya, pemanis dalam film ada tampilan bintang tamu, Sylvester Stallone, meski sedikit namun sudah cukup menarik dan segar. Serta Bai Ling yang tampil cantik seksi hanya terlihat aneh dan kurang cocok dengan style rambutnya. Taxi 3 (2003) - 7/10

Lagi,...aksi-nya Taksi

Kali ini disini Daniel membantu kepolisian Perancis membasmi kejahatan dari mafia Jepang yang mengacau di Perancis. Masih tetap sama dengan formula seri sebelumnya . Komedi dicampur dengan citarasa aksi laga. Cepat, ringan, sedikit kaku dan tidak ada nada serius dalam alur cerita. Bahasa tetap memakai bahasa asli, Perancis. Aksinya cukup menawan dengan tambahan adegan tabrak-tabrakan dan kejar-mengejar yang lebih besar. Komedi jika dibandingkan dengan seri pertamanya, disini lebih unggul dan lebih terasa. Lebih terasa kekonyolannya. Fokusnya pada Gilbert sang komisaris dengan lagaknya yang meng-hebat-kan diri sendiri. Ninjaaaa!!! Taxi 2 (2000) - 6/10

Aksi Taksi

Kalau dulu ada drama lokal berjudul sama dan memang drama. Tapi disini, Luc Besson menampilkan film dengan tiga jurus. Aksi, komedi, dan drama. Berkisah tentang Daniel yang memulai karir sebagai taxi driver. Keahliannya dalam kecepatan mengemudi taksi menarik perhatian seorang polisi "handal", Emillien, untuk membantu menangkap komplotan perampok bank. Drama ditampilkan dengan alur yang ringan. Mudah diikuti. Meski memang intinya drama kasus perampokan namun lebih sering melebar ke kisah pertemuan dua karakter berbeda yaitu Daniel dan Emilien. Lalu ditaburi sedikit kisah roman Daniel-Lily, serta komedi roman Emilien-Petra. Aksi, sebenarnya cukup bagus. Hanya tidak terlalu rapat dan banyak. Malah terkesan jarang. Lebih banyak bermain pada area komedi. Komedi yang ditampilkan memusatkan pada kekonyolan Emilien serta komisaris polisi Gilbert. Dan kebanyakan gaya komedi yang digunakan adalah wajah serius namun konyol. Taxi (1998) - 6/10

Permintaan pertemanan yang salah cara

Malam Natal kali ini bukanlah malam Natal yang membahagiakan bagi Angela. Film kali ini cukup menarik dan sangat simple dalam tema. One night story dan one place action . Dibintangi dua pemeran utama. Wes Bentley dan Rachel Nichols. Dikejar dan mengejar. Konfliknya cukup realistis. Malam Natal adalah malam berkumpul keluarga yang artinya suasana kota akan menjadi lebih lengang. Area basement merupakan area tertutup yang sulit terjangkau dari luar termasuk sinyal handphone. Kejahatan menjadi lebih "mudah". Sisi ketegangan yang ditampilkan cukup terasa. Dimunculkan lewat lokasi area parkir basement yang jauh dari jangkauan luar. Ada karakter Thomas Barclay yang dimainkan apik oleh Wes Bentley. Alur cerita disini juga berhasil memainkan emosi naik-turun dengan aksi teror berantai dan beragam kejutan yang dilakukan Thomas. P2 (2007) - 7/10

Mommy is very angry

Dari segi formula, masih tetap memakai gaya seri sebelumnya . Inti formula alur cerita film ini dibocorkan lewat line dialog Dr.Ian Malcolm, " Yeah..."Ooh, ah" that's how it always starts but then later there's running and screaming. " Awalnya selalu terpana kemudian berlarian dan histeris. Kali ini sedikit berbeda pada konflik cerita. Perbedaannya adalah tanpa pagar. Bila di seri pertama merupakan taman hiburan dengan high maximum security fence , disini para dinosaurus bebas hidup tenang di sebuah pulau terpencil. Tanpa pagar. Tanpa pagar inilah yang kemudian menjadi konflik lanjutan dengan dasar ketamakan yang berakibat fatal. Bila di seri sebelumnya aksi Tyrannosaurus Rex hanya di satu pulau, kini diperlebar hingga daerah San Diego. Sisi kedalaman cerita, bila di seri pertama menggunakan tema kelalaian serta ketamakan yang fatal , disini ditambahkan unsur manusiawi pada T-Rex yaitu when mommy's get very angry dan poin tersebut menjadi

Malam 11 Februari 2005

Malam hari itu menjadi malam yang kelabu bagi pasangan James dan Kristen. Karena ada orang asing yang telah memasuki rumah dan menebar teror sepanjang malam. One night story . Ceritanya simple hanya memang sengaja diolah secara lambat yang memang merupakan gaya para karakter villain disini. Jalan cerita seolah disetir oleh karakter villain yang pelan-pelan sedang menikmati tebar teror dan histeria ketakutan korbannya. Horor yang ditampilkan terasa seperti psikologi ketakutan ketika mengetahui bahwa ada orang lain (penjahat) sedang berada di dalam rumah. The Strangers (2008) - 6/10

Gertakan dari Alcatraz

Michael Bay sutradara, ada Nicholas Cage,Sean Connery, dan Ed Harris. Sebuah aksi penyanderaan wisatawan dilakukan oleh sekelompok militer di penjara Alcatraz. Mungkin faktor masa, film Michael Bay ini terasa kurang halus. Banyak titik cerita yang seperti didramatisirkan. Di tengah laga yang super hancur-hancuran berusaha diselipkan dengan teror ancaman rudal nuklir yang bisa menghancurkan kota. Dan di sela-sela keadaan serius genting tersebut berusaha dihiasi oleh komedi-komedi kecil. Penampilan kontras antara karakter Nicholas Cage sebagai agen spesialis biokimia FBI yang sama sekali tak terampil dalam urusan tempur harus berpasangan dengan mantan anggota intelijen Inggris sedikit berlebihan. Sean Connery harus berakting sangat tenang dalam keadaan kacau balau, sedangkan gaya junior tanpa ilmu tempur Nicholas disini berupaya keras memaksa komedi dengan keluguannya. Dari aksi laga memang cukup menggiurkan namun akhirnya jatuh seperti memaksa harus super bombastis. Mem

Siang di taman Grace and 9th

Sebelum Phone Booth ada film ini dengan gaya yang kurang lebih sama. One day story . Sniper. Tersandera dan didikte oleh suara. Bedanya: - Tema Phone Booth lebih simple disini jauh lebih kompleks dengan cerita latar belakang karakter mengapa ada drama penyanderaan dan siapa yang disandera. - Motif sniper disini balas dendam. Di Phone Booth kurang jelas. - Sandera dalam Phone Booth adalah satu laki-laki. Disini yang disandera adalah seorang wanita chuntiq dan kekasih gelapnya. - Sisi misteri guest di Phone Booth terjaga hingga akhir, sebaliknya disini sudah diungkap sejak awal. - Phone Booth berlokasi di tengah keramaian New York. Disini taman dekat teater. - Pengusik di Phone Booth adalah para penghibur yang berada di TKP. Disini pengusik acara penyanderaan adalah polisi yang jual beli narkoba dan wartawan yang merupakan anak senator. - Phone Booth dengan kotak telepon. Disini di gerai hotdog. Lumayan sambil disandera bisa sambil jualan hotdog.