Skip to main content

Resident Evil versi Damnation


Berdasarkan intronya film ini berdasarkan video game dari Capcom sendiri yang berjudul "Resident Evil".

Kebetulan game tersebut pernah penulis mainkan di playstation dan Tidak pernah terselesaikan karena error di CD nya. Parahnya lagi, playstation yang penulis gunakan bukan milik sendiri alias dapat pinjam.

Film ini, menurut penulis, kurang begitu terasa horornya. Konfliknya terlalu rumit.

Tapi, ada yang istimewa dari film ini. Tidak seperti seri Resident Evil lainnya, versi ini dibuat dengan full animasi yang detailnya nyaris sempurna. Luar biasa. Penulis harus takjub dengan detail kota hingga detail guratan wajah tiap karakter yang digarap dengan halus. Suasana full animasi inilah yang membuat "seakan" masuk ke dalam situasi game-nya.

**# Yang menjadi presiden AS di ending-nya mirip sekali dengan Harrison Ford...?*!

Mengapa nyaris sempurna? Karena bagaimanapun juga jika dibandingkan dengan pergerakan manusia, tentu (untuk jaman sekarang) masih belum bisa menyamai. Masih kaku.

Bagi penulis sendiri, sehebat apapun film serial Resident Evil dibuat, akan lebih menarik memainkan sendiri permainan game nya. Mengapa? Karena kita ikut terlibat. Ada sisi emosional bila kita ikut campur dalam perjuangan melawan zombie-zombie.

Kalau di versi film, kita hanya menonton dan menunggu durasi tayang habis atau bahkan kita sudah bisa menebak siapa musuhnya, berbeda dengan bila kita bermain game-nya, suasana horor bercampur dengan teka-teki skenario dan perjuangan hidup mati, semua bisa terserap dengan baik.

Resident Evil : Damnation (2012) - 6/10

Popular posts from this blog

Cerita tentang film The Last Mohicans

Sajian klasik seeputar kisah pada jaman pra-modern. Mungkin karena faktor perbedaan jaman, film ini terasa kaku pada gaya battle -nya. Yang bisa Movielitas tangkap inti ceritanya adalah konflik antara Inggris Raya melawan Perancis yang terjadi di tanah Amerika. Konflik kerajaan tersebut disusupi oleh kepentingan balas dendam oleh suku Huron. Penampilan suku Huron ini mengingatkan penulis pada penampilan suku pedalaman di Apocalypto. Entah sama atau tidak, Movielitas juga kurang begitu memahami. Judul The Last Mohicans sendiri merujuk pada tiga orang suku Mohawk yang ikut terlibat di pertempuran antara Inggris dan Perancis, yang sejatinya lebih dikarenakan oleh kisah cinta pria-wanita lintas ras. Dari segi konflik, cukup bagus. Tidak datar dengan satu konflik saja. Hanya soal gaya battle yang sedikit kelihatan kaku. Ada satu yang memorable dari film ini yaitu theme song -nya yang easy listening dan megah. The Last Mohicans (1992) - 6/10