Skip to main content

Pencabulan iman


Dibilang menarik, mungkin karena gaya film ini dalam menyajikan kisah besar dan sensitif.

Kisah yang diangkat adalah kisah nyata yang terjadi berdekatan dengan peristiwa 9/11. Dan, merupakan kasus yang "seharusnya" besar sekaligus sensitif.

Tapi, kasus besar dan sensitif tersebut diolah dengan gaya yang kalem. Soft. Tidak ada letupan emosi berlebihan, baku pukul, ataupun debat sengit antar karakter di dalam konfliknya. Dan, paling menonjol buat penulis adalah Liev Schreiber yang memerankan Baron. Sangat kalem menyikapi kasus yang menyinggung sebuah kepercayaan.

Porsi cerita lebih fokus ke sebuah tim wartawan, karena seperti yang dijelaskan di dalam cerita, fokus kasus lebih ke sebuah kesalahan sistem, bukan "menyerang" personal ataupun lembaga agama. Akhirnya, porsi kemunculan karakter siapa yang berada di posisi "bersalah" sangat kecil, tapi banyak disebutkan di dialog.

Yang patut diapresiasi tentu saja sisi keberanian dari film ini untuk mengangkat kebenaran yang sangat sensitif. Dan, apa yang dialami tim Spotlight versi asli mungkin saja tidak semulus versi film.

Bagi penulis, film bergenre seperti ini memiliki poin istimewa, dimana kita bisa menambah wawasan dari ketidaktahuan menjadi sedikit lebih tahu. Mengapa sedikit? Karena ini hanyalah film yang melewati gunting editing dan sensor.

Pesan moral dari film ini versi penulis adalah apa yang kelihatan baik belum tentu baik. Beriman kepada Tuhan itu baik, tapi beriman kepada manusia itu bisa saja berbahaya.

Spotlight (2015) - 7/10

Popular posts from this blog

Cerita tentang film The Last Mohicans

Sajian klasik seeputar kisah pada jaman pra-modern. Mungkin karena faktor perbedaan jaman, film ini terasa kaku pada gaya battle -nya. Yang bisa Movielitas tangkap inti ceritanya adalah konflik antara Inggris Raya melawan Perancis yang terjadi di tanah Amerika. Konflik kerajaan tersebut disusupi oleh kepentingan balas dendam oleh suku Huron. Penampilan suku Huron ini mengingatkan penulis pada penampilan suku pedalaman di Apocalypto. Entah sama atau tidak, Movielitas juga kurang begitu memahami. Judul The Last Mohicans sendiri merujuk pada tiga orang suku Mohawk yang ikut terlibat di pertempuran antara Inggris dan Perancis, yang sejatinya lebih dikarenakan oleh kisah cinta pria-wanita lintas ras. Dari segi konflik, cukup bagus. Tidak datar dengan satu konflik saja. Hanya soal gaya battle yang sedikit kelihatan kaku. Ada satu yang memorable dari film ini yaitu theme song -nya yang easy listening dan megah. The Last Mohicans (1992) - 6/10