Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2016

Memburu jejak emas batangan bermotif penari Bali

Dulu, seingat penulis film ini cukup fenomenal pada jamannya. Terutama pada penggunaan mini cooper. Meskipun sebenarnya Mr.Bean sudah lama memakai di serial televisi. Kini, ada kesempatan kembali menikmati sajian film yang disutradarai F.Gary Gray. Dan, yang baru bisa penulis sadari adalah jajaran cast -nya yang ternyata cukup mantab. Mark Wahlberg, Jason Statham, Mos Def, Donald Sutherland, Edward Norton, tak ketinggalan pemanis yang seksi Charlize Theron. Kalau dari template ceritanya, kurang lebih mirip gaya Ocean Eleven . Satu tim dengan gaya santai berusaha "merampok" barang curian jutaan dollar. Banyak bintang tenar yang kemudian diletakkan sebagai tim dengan keahlian. Disini minus anggota dari daratan Asia. Tidak perlu memikirkan caranya atau berapa biayanya. Baik antara tim Ocean maupun tim Charlie disini memiliki kesamaan, semua serba sudah tersedia. Tugas mereka hanya menyajikan hiburan apik aksi pencurian kelas atas. The Italian

Menyewa fantasi liar

Sebuah drama tentang pria sukses tapi kesepian. Dalam kesepiannya, beliau menyewa seorang drummer cantik yang merangkap sebagai penari erotis untuk stay di sebuah hotel selama 3 malam. Kesan dramanya, kalem. Tidak ada efek apa-apa. Hanya sebatas "drama panas" tapi tidak terlalu vulgar. In The Center Of The World (2001) - 6/10

Cermin petaka

Horor yang simple sebenarnya. Lokasi cerita hanya berputar-putar di dalam rumah. Alur ceritanya memakai gaya campur antara jaman sekarang lalu flashback kembali ke jaman sekarang diselipkan flashback lagi, terus begitu hingga membentuk sebuah cerita apa yang sebenarnya terjadi di dalam keluarga Russell. Gaya horornya standard saja. Tidak ada gaya baru disini. Andalannya hanya menyajikan adegan pengejut tiba-tiba. Oculus (2013) 5/10

Tujuh kehidupan bagi tujuh orang yang pantas menerimanya

Drama yang benar-benar menarik. Cerdas. Mungkin dari awal, akan terasa membingungkan dengan petualangan yang dilakukan oleh Ben Thomas mendekati orang asing yang tak dikenalnya. Tapi ketika identitas Ben Thomas yang sebenarnya terbongkar oleh saudaranya sendiri, cerita mulai bergetar. Kita akan diperlihatkan sebuah cerita sekaligus inspirasi kecil dengan apa yang dilakukan oleh Tim yang menempuh resiko mencuri identitas petugas pajak lalu mencari 7 orang untuk menerima hadiah besar dalam hidup mereka. Will Smith, sukses memainkan karakter Tim. Adegan paling emosional buat penulis justru di bagian awal, ketika Tim memberi ujian mental terhadap Ezra. Luar biasa. Apa yang dilakukan oleh Tim kepada Ezra, Emily Posa, Holly, Ben, atau Connie Tepos, hanyalah sisi cerita "akibat". Inilah yang membuat film ini menjadi menarik. Karena alur cerita dibalik dan disembunyikan untuk memberi daya shock value. Sisi "sebab" disimpan sangat dalam untuk memberikan penjela

Malaikat pencabut hubungan kerja

Sebuah sajian drama yang manis meskipun ada sisi tragis. Kisah film ini berfokus pada karakter Ryan Bingham. Menariknya adalah dalam satu film ini bisa memainkan beberapa konflik utama sekaligus seputar kehidupan Ryan Bingham secara apik. Konflik yang dihadirkan meliputi profesi Ryan Bingham. Bekerja sebagai malaikat yang tak diharapkan. Ryan Bingham berkerja di perusahaan yang melayani para bos yang tak berani berhadapan langsung untuk memecat karyawannya sendiri. Profesi seperti Ryan ini pernah penulis "tangkap" di film Margin Call . Memecat lalu menyodorkan sebuah paket hiburan. Hanya berbeda cara, bila di Margin Call profesi ini digambarkan dengan dingin, tapi disini Ryan membawakan dengan hangat. Konflik berikutnya adalah profesi Ryan ini tentu saja profesi mahal karena harus sering berpergian. Sering berpergian, di satu sisi merupakan kerugian tapi di sisi lain merupakan keuntungan. Dari sudut pandang Ryan sebagai karyawan, tentu saja profesinya

Tujuan sederhana seorang penegak hukum

Sajian kisah polisi yang berprinsip menangkap penjahat dalam keadaan apapun, sayangnya lebih sering dalam keadaan babak belur. Kalau dari segi alur cerita, film ini menyajikan alur cerita yang ringan saja. Tidak sulit mengikuti laju cerita. Yang menarik tentu saja sajian aksi tarungnya yang memang berbeda dari gaya bintang Asia seperti Jet Li atau Jackie Chan. Gaya Donnie Yen disini seperti kickboxing dan memang powerfull. Antara drama dan laga, berimbang. Tidak terlalu drama juga tidak terlalu berlebihan unjuk tarung. Flash Point (2007) - 6/10

Nilai warisan budaya yang tak ternilai

Terlepas dari inti konflik-nya yang buat penulis agak sedikit membingungkan, tetap ada sisi menari dari karya Jackie Chan kali ini. Kisahnya seputar pencurian barang antik 12 patung kepala lambang shio. Dimana posisi Jackie berdiri sebagai kepala tim yang mendapatkan kepercayaan "mengumpulkan" kedua belas patung kepala hewan lambang zodiak Cina. Yang patut di apresiasi dari film Jackie kali ini adalah, pembuktian seorang Jackie Chan sebagai seniman film yang sangat kompleks. Jackie di film ini berperan sebagai sutradara, writer, produser, sekaligus bintang utama. Great!! Dari segi aksi, tetap menjadi ciri khas Jackie adalah, selalu segar. Selalu berbeda. Gaya jurus-jurus beladiri spontan tetap sama, tapi tetap menghibur. Dan masih tetap membuat bertanya-tanya, bagaimana melakukan aksi laga seperti itu?! Yang membuat lebih kagum lagi adalah mengingat usia Jackie yang tidak lagi muda, namun memiliki kecepatan, kelincahan, ketepatan, dedikasi, dan kekuatan seper

Tradisi menebak hantu terulang di kediaman Pee Mak

Kalau komedi ala Hollywood, biasa. Komedi rasa Korea, biasa juga. Kali ini penulis mendapat komedi gaya Thailand. Sebenarnya, pasti ada banyak film komedi dari Thailand, hanya penulis "jarang" mendapatkan. Yang boleh dikatakan adalah lebih sering mendapatkan film horor ala Thailand. Selain nuansanya seperti lokal, kadang juga horor Thailand tak kalah menarik dibandingkan tetangganya, Korea. Disini, justru dipadukan antara horor dan komedi. Dan, salah satu yang menjadi alasan utama memilih film ini adalah faktor para aktornya yang sudah tidak asing lagi. Mereka adalah empat sekawan yang sukses menyajikan komedi-horor di seri 4bia . Dan selama dua seri komedi yang ditawarkan oleh Ter - Puak - Aey - Shin, masih cocok dengan selera penulis. Fresh . Sangat menghibur dan mampu mencetuskan gaya komedi horor tersendiri. Memang, melihat aksi empat sekawan ini di 4Bia rasanya ada yang kurang, yaitu kurang panjang. Ceritanya pendek, mengingat 4Bia merupakan gabungan ce

Misteri di antara dosen sejarah dan aktor

Film yang awalnya "panas", tapi kemudian menurun. Konfliknya lumayan menarik tapi daya efeknya biasa saja. Berkisah tentang 2 orang yang memiliki persamaan fisik. Kemudian, karena ada yang sedang bergairah, akhirnya mereka bertukar kehidupan. Misterinya bagus. Ada 2 yang dimunculkan, pada adegan Adam bertemu ibunya, justru ibunya menganggap Adam adalah seorang aktor. Kemudian, pada adegan Helen yang seolah sudah tahu bahwa pria yang di ranjang bersamanya bukanlah suaminya. Kalau dibuat komedi mungkin lebih menarik. Enemy (2013) - 6/10

Masa usia belasan

Tentu saja imbas Home Alone saat itu begitu kuat, dan nama Macaulay Culkin memang menjadi faktor utama. Film ini menceritakan tentang seorang gadis cilik yang tinggal bersama ayahnya di lingkungan funeral . Gadis cilik ini bernama Vada, memiliki seorang sahabat laki-laki bernama Thomas J. Disini, penampilan Culkin masih menggemaskan. Hanya saja tak seperti yang dibayangkan, porsi Culkin disini lebih ke peran pembantu. Kesan keseluruhan film ini lebih berfokus pada kehidupan karakter Vada yang hidup di usia belasan tanpa seorang ibu. Konflik utama film ini ada pada kebimbangan karakter Vada yang mendapati sang ayah jatuh cinta lagi, kehilangan sahabat, dan jatuh cinta kepada gurunya sendiri. Keseluruhan, film ini merupakan drama kehidupan biasa. My Girl (1991) - 6/10

Jendela jiwa dari pola bola mata

Bagi penulis aktor Michael Pitt memiliki ciri khas dalam setiap film yang dibintanginya. Film-film yang "dipilih" oleh Pitt beberapa kali memiliki konflik yang tidak umum. Kadang bisa menarik tapi kadang bisa juga berat. Ada kalanya juga unik. Seperti sajian kali ini. Disini karakter yang dibawakan oleh Pitt adalah seorang ilmuwan yang memiliki ketertarikan pada misteri mata. Lewat bola mata, karakter dokter Ian Gray menemukan cinta dari seorang model cantik. Di momen jatuh cinta ini, seakan-akan film ini bernada kisah cinta biasa dengan konflik cemburu dan sejenisnya. Tapi, keliru. Kisah cinta dokter Ian Gray dipotong secara mendadak dan nuansa film sejenak muram. Cerita berlanjut dengan kehidupan baru Ian Gray menikah dengan rekan ilmuwan dan memiliki seorang bayi laki-laki. Di momen ini, kembali disajikan konflik baru. Kali ini konflik dari misteri dari bola mata. Bayi yang merupakan anak dari dokter Ian Gray ini ditengarai memiliki pola mata yang mirip dengan

Superhero dengan kekuatan kasih sayang

Sepertinya Jet Li mengikuti jejak Jackie Chan untuk mencicipi akting drama tanpa laga sedikitpun. Bila di Shinjuku masih ada konflik baku hantam mengingat temanya, tapi disini murni drama. Dan, hebatnya lagi adalah baik Jet Li maupun Jackie Chan, ternyata sama-sama (sebenarnya) memiliki kualitas berakting drama yang mumpuni. Terbukti baik Shinjuku maupun Ocean Heaven ini, sama-sama bagus ceritanya. Disini akan disajikan drama tentang seorang single parent yang berjuang hidup mengasuh seorang pria dewasa yang memiliki sejarah autisme. Jet Li dengan baik membawakan karakter seorang ayah yang hidup mandiri bersama anak tunggalnya. Posisi Jet Li sebagai Old Wang ini diplot sebagai seorang ayah yang memiliki samudera pengorbanan dan lautan kesabaran luar biasa. Jauh dari hingar bingar aksi kungfu, Li bermain syahdu dengan pasangan aktor Wen Zhang. Chemistry kisah kasih antara ayah-anak yang dimainkan oleh pasangan Li dan Wen Zhang ini cukup bagus dan dapat tersampaikan dengan

Lust with jealousy added

18++!! Warning! Menurut data, film ini adalah seri ketiga milik Lars Von Tier. Dan, memang jika diperhatikan jajaran pemain pendukungnya ada beberapa yang setia mengawal karya Lars Von Tier sejak seri pertamanya, Antichrist . Sebut saja Charlotte Gainsburg dan Willem Dafoe. Template cerita disini sederhana saja. Yaitu tentang bagian dari kehidupan seorang Seligman yang ternyata secara kebetulan memiliki nilai penting dalam sejarah masa lalu seorang Joe. Bagi penulis, lumayan menarik. Kisah cerita Joe yang sangat panjang lebar kepada Seligman, "beruntung" ada selipan bumbu pedas sebagai penegasan karakter Joe yang candu seks. Tapi, untuk momen percakapan antara Joe dan Seligman, bahasanya terlalu "tinggi". Beberapa ungkapan di dalamnya, kurang bisa begitu penulis mengerti. Jika di Antichrist, Lars mengolah cerita dengan kekelaman dan "bumbu adegan pedas", lalu di Melancholia , seingat penulis, lebih mengandalkan cerita. Dan,disini eks

Think before you move

Gaya film ini mungkin sudah pernah ada. Seorang mantan napi yang berusaha kembali berbaur dengan lingkungan dan menjadi pembimbing bagi yang muda. Menariknya adalah, kisah disini diangkat berdasarkan kisah nyata. Alur ceritanya ringan saja. Konfliknya terpecah antara konflik menjadi guru di lingkungan sekolah yang keras dan konflik mendapatkan kembali kepercayaan keluarga yang hilang akibat dipenjara. Bagi penulis, konflik film ini kurang memiliki efek yang kuat. Efek dari alur cerita dan konflik di dalamnya terasa biasa saja. Tidak ada yang istimewa. Tapi, dari segi pesan moral, bisa direnungkan. Yaitu hidup positif, mengajak belajar berpikir sebelum bergerak, dan percaya pada kemampuan diri sendiri. Life Of A King (2013) - 6/10

Domba terlatih di kandang serigala

Bagian yang terasa menarik adalah bagian ketika Wesley Gibson masih bukan siapa-siapa. Bagian saat Wesley Gibson masih menjadi karakter lugu dan "lemah". Karena pada bagian itu terasa komedi dan menghibur. Ketika karakter Wesley sudah menjadi jagoan, bagi penulis daya tarik cerita film ini menjadi biasa saja. Dari segi konflik, biasa saja. Tidak terlalu istimewa. Yang paling istimewa dari film ini adalah soal sajian gaya aksi laga-nya. Luar biasa keren. Mantab. Wanted (2008) - 6/10

Teka teki Mary Horowitz

Cast pendukung-nya lumayan, ada Sandra Bullock, lalu ada duo dari Hangover yaitu Bradley Cooper dan Ken Jeong. Awalnya menarik. Kocak. Tapi semakin ke dalam, grafik daya tarik film ini terasa menurun terus. Komedinya jadi hambar. Konflik mengejar cinta kombinasi mengembalikan payung hingga ke ujung dunia dan drama kepahlawanan Mary terasa aneh. All About Steve (2009) - 6/10

Setor uang di Bar

Mungkin perlu lebih dari dua atau tiga kali mengolah inti konflik dari film ini. Berat sekali. Dan belum bisa dicerna dengan maksud konflik bar-nya. Siapa yang membunuh siapa yang dibunuh, siapa yang merampok siapa yang dirampok. Bingung. Alur ceritanya pelan sekali mengikuti gaya karakter utamanya, Bob, yang sangat kalem. Entah karena memang ceritanya berat atau karena faktor subtitle? Entah The Drop (2014) - 5/10

Apa yang terjadi dengan Bobby Kent

Setelah proyek film tentang seksualitas remaja, Larry Clark membuat karya keras sekali lagi. Masih seputar realita, dan kali ini memang benar-benar kejadian nyata. Tentang pembunuhan seorang pemuda bernama Bobby Kent. Melihat konsep konfliknya penulis teringat pada gaya film Mean Creak , dimana sekumpulan anak-anak memiliki rencana memberi pelajaran bagi anak yang suka mem-bully terutama lewat perkataan. Disini pun demikian, menceritakan latar belakang kasus pembunuhan Bobby Kent. Dan, memang menurut cerita disini Bobby Kent kerap kali mem-bully beberapa orang terdekatnya. Tidak hanya lewat makian tapi juga ringan tangan kepada sahabatnya Marty. Tidak hanya itu saja, bahkan Bobby juga memperkosa teman wanitanya sendiri. Perilaku Bobby Kent ini yang akhirnya menjadi alasan 7 orang untuk berkonspirasi menghabisi nyawa Bobby. Keras, pasti. Larry Clark tidak hanya menampilkan drama pembunuhan Bobby tapi juga adegan-adegan intim yang dilakukan secara bebas di lingkungan

Pengadilan kehidupan Cate McCall

Sebuah sajian drama apik tentang kehidupan seorang pengacara cantik. Tidak hanya berkonflik di ruang persidangan, pengacara cantik ini juga banyak menyimpan masalah pribadi. Konflik beruntun yang dialami Cate McCall, baik itu dari profesinya maupun kehidupan rumah tangga, disajikan dengan menarik. Ada beberapa konflik yang kurang bisa penulis cerna, hanya dua konflik yang terasa emosional. Konflik membela Lacey Stubbs namun ternyata keliru. Kasus Lacey Stubbs di bagian awal terasa berat karena banyak nama yang dimunculkan dan kaitannya. Akan tetapi, semakin ke dalam semakin jelas. Konflik kedua yang terasa mengena yaitu momen ulang tahun anak Cate, Augie. Bagi penulis film ini menarik karena menghadirkan dilema dalam antara profesi dan keluarga. The Trials Of Cate McCall (2013) - 6/10

Aksi Penjaga Galaksi

Kalau menikmati film dengan latar belakang komik seperti disini memang banyak faktor yang berpengaruh. Penulis dengan masa kecil kurang membaca komik, tentu saja sangat asing. Juga dengan faktor selera, masih belum "tepat" menikmati sajian film dengan kesan futuristik lengkap dengan dandanan unik para karakternya dan kekuatan super ajaib makhluk luar angkasa. Andalan dari film seperti ini tentu saja adalah kecanggihan teknologi mengolah spesial efek. Konflik-nya, bagi penulis pribadi, biasa saja. Keseluruhan, efek daya tarik film ini masih biasa saja. Tidak ada yang istimewa. Tergantung selera, mungkin film ini cocok bagi para pecinta superhero atau film bergenre science fiction . Guardians Of The Galaxy (2014) - 6/10

Balas dendam keluarga penculik

Dari judulnya tentu sudah bisa menebak bagaimana template juga gaya cerita film ini. Yang menjadi pertanyaan pertama tentu saja apakah kualitas kisahnya lebih baik, atau lebih jelek, atau sama saja dengan gaya diculik untuk pertama kalinya. Bagi penulis, film ini terasa lamban jika dibandingkan dengan seri pertama. Penulis masih lebih menyukai gaya langsung aksi tanpa basa-basi seperti di penculikan pertama kali. Liam Neeson disini tentu saja terlihat semakin tua. Untuk film aksi memasang aktor gaek sekelas Liam tentu saja memiliki alasan tersendiri. Dari fisik, Liam disini terbungkus pakaian lengan panjang sepanjang film. Masih terlihat gagah namun tidak bisa menyembunyikan ke-tua-annya. Mungkin salah satu faktor alasan memasang Liam adalah kemampuannya dalam bela diri dan suara berat-nya yang berwibawa. Soal gaya tarung, penampilan Liam masih cukup bagus. Penulis suka dan memang yang ditunggu-tunggu adalah momen aksi tarung praktis ala Liam Neeson. Hanya menggunakan

Terjebak iklan berujung teror

Sajian film yang sangat minimalis. Hanya ada 2 karakter yang bermain disini, yaitu Aaron dan Josef. Aaron diperankan oleh Patrick Brice dan Josef oleh Mark Duplass. Disutradarai oleh Patrick Brice. Ceritanya dari Patrick Brice dan Mark Duplass. Dan di produseri oleh Mark Duplass dan Jason Blum. Di bawah naungan Blumhouse Production yang memiliki produk fenomenal Paranormal Activity. Kesan film ini berusaha menampilkan gaya Paranormal Activity yang sangat laris ditiru dan digabung dengan horor. Yang membedakan adalah horor yang disajikan bukan horor layaknya di Paranormal tetapi lebih ke sisi psikologis thriller. Karena faktor cerita bergaya dokumenter dengan handy camera, kesan horor yang ditampilkan, sudah umum. Sosok creepy wierd yang ditampilkan lewat sosok Josef, terlalu dipaksakan dan dibuat-buat. Hanya mengandalkan gaya horor "muncul dengan tiba-tiba". Yang menarik dari film ini adalah rumah peristirahatan Josef. Penulis suka sekali dengan gaya ru

CPH4

Yang menonjol dari film besutan Luc Besson ini adalah teknologi komputerisasi-nya. Halus dan menarik. Aksi laganya tentu saja ada rasa khas Luc Besson yang melekat. Yang menarik perhatian dari film ini tentu saja jajaran cast-nya, ada si cantik Scarlett Johansson dan Morgan Freeman. Tapi sepertinya mereka sudah biasa tampil di kancah dunia perfilman, yang khusus menarik perhatian penulis adalah Choi Min Sik. Keren. Penulis "baru" mengenal nama dan penampilan Choi Min Sik dari film fenomenal horor psikologis, I Saw The Devil . Luar biasa penampilan watak aktor Korea satu ini. Tentu saja membanggakan daratan Asia, setelah nama Chow Yun Fat yang berhasil menembus Hollywood dengan aksi laga, lalu ada Jet Li dan juga Jackie Chan yang berhasil membawa bela diri khas Asia ke kancah Hollywood. Kini, ada Choi Min Sik yang berhasil dipilih berpasangan dengan aktor sekelas Morgan Freeman dan aktris level Scarlett Johansson. "Senjata" Choi Min Sik bukanlah pad

Ketika kungfu tidak hanya untuk bela diri

Sejenak melupakan penat, film ini sangat direkomendasikan sebagai obat. Luar biasa. Powerfull. Komplit. Stephen Chow, totally awesome . Tidak hanya sebagai bintang utama tapi juga duduk sebagai sutradara. Dan, yang membuat penulis kagumi juga, gaya film ini meskipun terbit tahun 2001 tapi sudah memiliki citarasa era iphone (sedangkan di film ini masih menggunakan ponsel lawas layar biru Nokia). Konfliknya, sederhana saja. Tidak ada yang serius. Tentu saja nilai jual film ini adalah komedi. Kocak luar biasa. Tapi, yang membuat citarasa komedi ini menjadi berbeda dan powerfull adalah penggabungan dari beberapa unsur. Unsur sepakbola pastinya. Bruce Lee (aktor-nya mirip sekali). Unsur Matrix. Unsur 3D. Paling menarik perhatian adalah penggunaan banyak spesial efek, dan hebatnya berkualitas tinggi. Sangat halus dan tidak terlihat kasar seperti sinetron lokal-an. Tentu saja, penggunaan teknologi komputer dicampur dengan aksi laga dan komputer efek disini tidak kalah dengan

Persaudaraan berlapis baja

Sajian yang keren dan berkualitas kembali dipersembahkan oleh aktor Brad Pitt. Film yang mengingatkan pada game PC lawas, yaitu Call Of Duty yang akan selalu menjadi kenangan. Konsep ceritanya sederhana. Tidak rumit. Tentang persaudaraan yang terjalin "sempit" di sebuah mesin besi. Dilengkapi dengan petualangan dari satu misi ke misi berikutnya. Drama persaudaraan-nya, bagus. Kualitas akting para pemainnya tak perlu diragukan lagi untuk membentuk cerita yang "dekat" dan dapat dirasakan dengan baik oleh penonton. Gaya perang yang ditampilkan, bagus juga. Seru. Ditata apik dan ditempatkan seimbang saling mendukung dengan bobot dramanya. Ada quote yang menarik buat penulis adalah "ideologi itu damai, tapi sejarah (khususnya sejarah peperangan) yang kejam". Penulis mengartikan secara mandiri dan universal, bahwa sejarah-lah (apa yang diwariskan oleh jaman dulu) yang melahirkan ideologi perbedaan antara manusia. Fury (2014) - 7/10

Cinta karena terbiasa

Sajian cerita romantis-tragis dari Negeri Sakura atau Jepang. Konfliknya kompleks. Dan boleh dikatakan menarik. Ada 4 karakter utama disini. Sudut pandang yang dipakai adalah kisah masa lalu, masa indah waktu sekolah dari kacamata karakter Noburu Aihara. Noburu Aihara bukanlah seorang pelajar favorit dan terkesan culun kurang pergaulan. Tapi, fokus konfliknya ada pada karakter Momose. Seorang pelajar gadis yang cantik. Baik Noburu dan Momose memiliki persamaan nasib yaitu berkorban perasaan untuk pelajar laki-laki yang populer di sekolah, Miyazaki. Disini ada hal yang ingin disampaikan tentang cinta tak berbalas dan cinta yang disia-siakan. Tentu saja, kisah di film ini cocok untuk mereka yang galau karena memiliki nasib sama seperti Noburu, nasib "mencintai" gadis impian namun tak pernah dilirik. Atau juga memiliki nasib seperti Momose, yang tragis menjadi pacar pelajar tampan dan banyak penggemar. Kalau diperhatikan, antara Noburu dan Momose, karakter N

Mia Tuk

Saat menyimak film yang merupakan produksi Walt Disney ini, penulis teringat versi modern yang hampir satu tema sama yaitu Eight Below dengan Paul Walker. Film ini mengangkat tentang persahabatan manusia dan seekor wolfdog atau anjing setengah serigala. Karena penulis suka anjing, film ini tentu menjadi memiliki nilai menarik tersendiri. Karakter White Fang disini memang keren, ekspresi kemarahan-nya luar biasa seram dengan taring-taringnya. Gagah dan lincah. Dari segi alur cerita dan konflik, seperti film Walt Disney pada umumnya, ramah. Ringan. Berbeda dengan gaya Eight Below, porsi bertemunya persahabatan dalam film ini terasa agak lamban dan terlalu berlama-lama pada kisah perjalanan karakter Jack Conroy. Sedangkan perjalanan White Fang sendiri diberi porsi tak banyak. Begitu pula dengan porsi momen kebersamaan antara Jack dan Fang, tidak begitu besar. Keseluruhan, film ini cukup menghibur. White Fang (1991) - 6/10

Menanti film bertema membangunkan macan tidur

Ada sebuah genre yang membuat penulis "gerah". Atau mungkin gemas ketika ikut hanyut dalam ketegangan. Yaitu, thriller. Terutama pada gaya Thriller simple ala The Strangers , The Purge , When A Stranger Calls , atau juga P2 dan beberapa lagi. Kesamaan benang merah dari film-film thriller di atas adalah template ceritanya. Andalannya adalah menciptakan ketegangan dilengkapi dengan adegan kejutan tiba-tiba ketika memasuki babak teror. Yang membuat "gerah" adalah kebanyakan yang menjadi korban adalah wanita. Kecuali untuk The Purge yang menceritakan teror pada sebuah keluarga. Yang membuat gemas adalah "tidak bisa membalas". Kadang penulis membayangkan kelak mungkin ada film (atau mungkin juga sudah ada), yang memiliki template "terbalik". Yaitu pem-bully yang harus ter-bully . Para pengganggu yang justru diburu oleh (calon) korban. Tapi tentu saja olahan ceritanya tetap serius, karena bila tidak serius bisa jadi sama dengan Ho

15. Antar weenus, dirty talk, dan waitress

Di episode kali ini, dilemparkan 3 kesulitan. Chandler yang kesulitan dengan kariernya di jaringan Weenus. Lalu, Ross yang kesulitan dalam bidang Dirty Talk , dan Monica yang akhirnya kesulitan mencari waitres untuk menjamu tamu penting. Di seri ini, lumayan menghibur meski humornya masih agak kaku. Untuk skala memorable-nya, 6. #entah mengapa judul seri ini malah mengambil stoned guy ... The One With Stoned Guy

Teror dari stuntman

Kesan yang menarik dari film garapan Quentin Tarantino ini adalah cast -nya. Ada Kurt Russell, Rosario Dawson, Rose McGowan. Kemudian nilai rating-nya juga terbilang cukup lumayan. Film ini berkisah tentang seorang pria dengan mobil nya yang menyukai petualangan mengerikan dengan para gadis. Terdiri dari dua babak. Persamaan di antara kedua babak yang kurang penulis minati adalah terlalu panjang dalam berdialog antara para gadis. Dari segi tampilan, penulis salut dengan gaya visual babak pertama yang dibuat dengan atmosfir klasik tahun 70an. Sempat menipu kalau ini film lawas. Unik. Kesan retro dibangun cukup apik meski ada bagian penggunaan handphone modern. Dari segi cerita, penulis suka babak kedua. Tampilan babak kedua, sudah terlihat di jaman modern. Konfliknya lebih menarik. Terutama pada momen adu kebut yang disajikan dengan durasi cukup lama. Seru. Dan, yang membuat lebih seru adalah ketika sang peneror dibalik menjadi korban teror. Gaya ini cukup unik dan

Mimpi buruk yang terindah di hari ulang tahun

Gila. Luar biasa.  David Fincher sukses membuat penasaran hingga akhir hayat film yang dibintangi aktor kawakan Michael Douglas ini. Keren. Konflik-nya sangat cerdas. Penulis tertipu habis-habisan dengan alur konflik film ini. Two thumbs up for this movie! The Game (1997) - 7/10

Sekeluarga sedang bergairah

Dari judulnya bisa dipastikan film ini untuk kalangan dewasa. Konsep ceritanya lumayan seru. Satu keluarga, bapak-ibu-anak lelaki dan anak perempuan memiliki gairah yang sama terhadap seks. Sang bapak tertarik pada mahasiswinya, sang ibu tertarik pada pengajar fotografi. Anak perempuan mereka memiliki pacar dokter akan tetapi memiliki hubungan panas dengan lelaki lain. Sedangkan anak lelaki keluarga itu tertarik pada mahasiswi di kelasnya. Konflik semakin "memanas" dan berbuah pada kehamilan yang membuat panik dan membuat suasana keluarga menjadi awkward. Tujuannya memang komedi, namun kurang terasa. Sekedar drama "kecelakaan cinta" biasa. Saling silang selingkuh dengan bumbu adegan intim yang biasa. Pesan moral film ini mungkin ingin menceritakan realita bahwa ada kalanya hidup kita bisa bergairah justru di luar "lingkaran" resmi. Namun, ada kalanya juga bermain api menjadi terbakar sendiri. Horny Family (2013) - 6/10