Skip to main content

Posts

Suara teror yang tak terdengar

Sebenarnya Movielitas menyukai gaya film seperti ini. Tidak banyak basa-basi dalam menuju inti konflik-nya. Tidak banyak tokoh yang dimainkan. One night story . Konfliknya ringan. Bukan berarti konflik berat tidak menarik, meski berat atau kompleks asalkan "mudah" dipahami atau dalam ber-musik ada istilah easy listening , tetap saja menarik. Tapi, ada kalanya gaya film seperti ini juga ada terasa konyol. Demi mengisi durasi, kadang ada adegan yang sebenarnya simple saja tapi karena namanya juga film, mau tidak mau harus ada ceritanya. Film garapan sutradara Mike Flanagan ini bergaya horor-teror. Diproduksi oleh Blumhouse. Kalau sudah Blumhouse Prod. , bisa dibayangkan film Paranormal Activity atau Insidious . Gaya opening-nya saja mirip dengan Insidious. Dan, gaya horor kejat-kejut alias jumpscare masih jadi senjata andalan.  Berkisah tentang seorang wanita, Maddie, yang sejak muda mengalami gangguan bicara dan pendengaran. Maddie secara luar biasa berani tinggal sendirian
Recent posts

Forum anonim di dalam aplikasi Twitter

Akhir-akhir ini sering buka aplikasi Twitter. Baca-baca rentetan scrolling   Timeline . Ada keseruan tersendiri baca-baca timeline . Ribuan orang saling bersahut-sahutan men- tweet isi pikiran. Hingga Movielitas menemukan satu dua tweet yang menarik perhatian.  Ada banyak akun berseliweran yang Movielitas lihat memiliki tweet di timelinenya dengan satu kata yang seragam kemudian disambung dengan aneka cuitan bermacam-macam yang dalam satu jam bisa mencapai puluhan tweet atau lebih mungkin. Kesamaan nama akunnya mengandung kata " menfess ". Kalau secara baku, arti menfess diambil dari kata " mention confess " atau kurang lebih pesan kaleng alias anonim. Kalau ada satu akun menfess, kurang lebih berarti akun tersebut berisikan sederetan tweet yang dikirimkan oleh banyak akun twitter personal yang mungkin ingin menyampaikan sesuatu secara anonim di luat akun pribadinya. Istilahnya akun bot ( robot / automated ) Kurang lebihnya begitu. Menurut seorang kawan, sebenarn

Ingatan sang pembunuh

Lagi-lagi mendapatkan kisah film Korea yang cukup bagus. Konfliknya menarik dan membuat ikut berpikir dan penasaran sepanjang jalan ceritanya. Berkisah tentang seorang Kim Byung Su yang tinggal bersama putrinya. Di balik sosok nya yang tua dan mengalami penyakit demensia ternyata Kim Byung Su menyimpan rahasia besar dalam hidupnya. Bahkan putrinya semata wayang, Eun Hee, pun tak tahu siapa sebenarnya ayahnya di masa lalu. Konflik film baru dimulai ketika Kim Byung Su tanpa sengaja menabrak sebuah mobil milik anggota kepolisian. Berdasarkan pengalaman dan keahliannya, Kim Byung Su meyakini bahwa polisi yang dia tabrak adalah seorang pembunuh berantai. Alur ceritanya tidak begitu sulit. Bisa diikuti. Untuk film Korea kali ini, Movielitas masih mudah mengikuti jalan cerita dikarenakan tidak terlalu banyak tokoh yang dihadirkan. Dan pastinya karena faktor dilema dalam konfliknya yang mebuat menarik. Konflik dalam film ini seakan-akan terus membujuk penonton untuk terus melawan keyakinan me

Lubang donat di dalam lubang donat

Kali ini mencoba menonton film yang banyak di-review bagus salah satunya karena unsur plot twist.Dan Movielitas pun penasaran seperti apa drama di film ini. Hasilnya di bawah ekspektasi. Berkisah tentang keluarga kaya raya Harlan Thrombey dengan keluarga besarnya. Di suatu pagi sehari setelah merayakan pesta ulang tahun, tanpa diduga Harlan Thrombey ditemukan tewas dengan dugaan bunuh diri di ruangan pribadinya. Yang menjadi misteri adalah siapa pembunuh Harlan Thrombey mengingat malam sebelum kematian Harlan diadakan pesta ulang tahun yang dihadiri keluarga besar kerabatnya sendiri.  Unsur misterinya sendiri menarik dengan banyak tokoh yang dimunculkan bersama motif sendiri-sendiri yang bisa menjadikan tersangka. Penonton diajak bersama-sama menebak mana yang menjadi pembunuh Harlan Thrombey. Hanya saja karena daya tangkap lemah membuat Movielitas kurang begitu tertarik. Gaya urai cerita yang silih berganti dengan cepat seolah tanpa memberi kesempatan dari masing-masing tokoh tersangk

Misteri sang bintang yang diredupkan

Kali ini mencoba sajian dokumenter Netflix yang memang di beberapa kesempatan sejauh yang Movielitas bisa simak hingga saat ini, dokumenter versi Netflix agak sedikit berbeda. Lumayan bagus ulasannya. Seperti dokumenter satu ini, yaitu tentang mega bintang era tahun 1950-1960an. Movielitas sendiri hanya mendengar nama besar Marylin Monroe. Tidak besar di era kejayaan sang mega bintang tersebut. Sejauh yang Movielitas tentang nama besar Marylin Monroe adalah aktris cantik, sexy, super hot, sensual, dan "panas". Singkatnya, aktris yang meraih simbol seks pada era-nya. Dan kelirunya adalah Movielitas awalnya mengira Marilyn Monroe ini adalah mega bintang bidang tarik vokal alias penyanyi.  Selama ini Movielitas sendiri belum pernah menonton dokumenter apapun tentang Marylin Monroe. Dan, baru kali ini berkesempatan menyimak sebuah dokumenter garapan sutradara Emma Cooper. Sudut pandang yang dipakai dalam dokumenter ini adalah hasil investigasi dari seorang penulis buku asal Iraln

Loyalitas Tae-Gu yang dilukai

Film yang digarap sutradara Park Hoon Jung ini bergenre drama. Salah satu drama yang menurut Movielitas berjalan sangat lamban untuk menuju klimaks. Berkisah tentang Tae-Gu yang mempunyai kharisma sebagai anggota gangster Korea. Kharisma Tae-Gu membuat dirinya seperti diperebutkan dua kelompok gangster besar di Korea. Harga kharisma Tae-Gu tersebut ternyata dibayar mahal dengan kematian sang kakak dan ponakan kesayangan Tae-Gu. Tak berpikir panjang, Tae-Gu langsung menargetkan sosok dalang kematian sang kakak dan ponakan. Aksi balas dendam Tae-gu ternyata berbuntut pelik dan panjang. Plot cerita yang ditampilkan khas Korea. Tidak hanya satu konflik, melainkan berlapis. Hanya saja menurut Movielitas, tempo cerita nya berjalan sangat lambat sekali.Paling menonjol disini adalah akting Jeon Yeo Been sebagai Jae Yeon yang merupakan karakter wanita mengidap penyakit ganas dengan backgroud masa lalu yang kelam. Dan, scene paling berkesan sepanjang film ini mungkin justru di 15-20 menit akhir

Mari kita rebut uang kita kembali

Kali ini ada sajian hiburan komedi ringan. Berkisah tentang tiga orang manula yang bersahabat. Hingga satu waktu karena himpitan ekonomi memaksa salah satu dari mereka memunculkan ide untuk berbuat nekat yaitu merampok sebuah bank. Konflik dalam film ini sederhana sekali.Irama dan tempo jalan ceritanya pun sangat santai. Komedinya tidak istimewa sekali. Setidaknya bisa menghibur di saat santai. Soal akting, Movielitas tidak perlu membahas kualitas para aktor gaek senior. Morgan Freeman pastinya sudah sangat dikenal. Penggemar serial film Batman juga pastinya tahu karakter Alfred. Overall, film garapan sutradara Zach Braff ini lumayan menghibur dengan komedi ringannya. Secara tidak langsung pula, film ini mengandung pesan moral bagi penonton bahwa semua manusia pasti akan menua pada waktunya. Bisa jadi kita akan mengalami hal yang sama dengan apa yang dialami oleh salah satu karakter utama di film ini. Sendirian dan uang akan menjadi akar dari semua permasalahan di muka bumi ini sedangk