Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2016

Belfast tahun 1971

Tak seperti yang diharapkan. Konfliknya ternyata berat karena sedikit membingungkan antara mana yang bertikai dengan siapa. Ada pihak tentara Inggris, Irlandia, Protestan, Katolik. Mereka (sepertinya bertikai dan ada pihak berkhianat satu sama lain). Fokus cerita ada pada karakter prajurit Hook yang secara tak sengaja "tertinggal" saat menjalankan tugas. Prajurit baru ini tertinggal di daerah Irlandia yang memang membenci tentara Inggris. Keseluruhan, drama pelarian prajurit Hook ini terasa datar saja. Tidak ada momen emosional spesial. '71 (2014) - 6/10

Balada mantan napi

Yang main disini sebenarnya cukup familiar.  Tapi sayangnya, alur ceritanya datar-datar saja.  Tidak ada efek menarik apa-apa.  Template cerita dan konfliknya biasa dan datar. London Boulevard (2010) - 6/10

Panasnya bisnis es

Senang rasanya bisa mendapat vcd film ini. Lama berburu. Faktor utama yang membuat film ini layak diburu adalah faktor Cha Tae Hyun. Penulis suka gaya komedi aktor Korea ini. Tapi, sepertinya disini agak sedikit meleset dari ekspektasi. Penampilan Tae Hyun sebenarnya masih menghibur, hanya dari segi komedi kurang kental. Kalau sekilas dilihat konfliknya seperti gaya Ocean Eleven . Sebuah grup yang beranggotakan para ahli merencanakan sebuah "perampokan" halus. Meski antara grup Ocean dan grup Lee Dok Moo sama-sama mengincar "harta berharga" dan ada bumbu-bumbu komedi, tapi tapi tetap olahan citarasa Korea selalu memiliki kisah yang berbeda dan berliku. Disini tidak hanya mengincar satu target curian yang berjalan kocak dan mulus, melainkan dua. Khas Korea adalah sisipan dramatis. Seperti disini juga ada sisipan yang di dramatisirkan. Keseluruhan, cukup menghibur. Hanya buat penulis, masih tetap kasus lama, agak kesulitan dan membingungkan un

Menunggu hadirnya sang buah hati

Dilihat dari struktur pemainnya, lumayan. Bintang top berjejeran. Ada JLo, Cameron Diaz, Elizabeth Banks, Dennis Quaid. Tapi, jalan ceritanya sedikit membingungkan. Mungkin karena faktor terlalu "ramai". Banyak pasangan yang memiliki jalan cerita serta konflik sendiri-sendiri, tapi sama-sama seputar persiapan kehidupan baru (kelahiran anak pertama). Yang penulis bisa tangkap alur ceritanya membahas seputar 2 pasangan suami istri yang menunggu kelahiran anak pertama mereka. Satu pasangan menunggu adopsi anak. Ditambah dengan 1 pasangan muda-mudi wirausaha foodtruck yang mengalami keguguran. Lalu, dihibur dengan pasangan "tua" namun masih hot dan malah juga akan memiliki bayi kembar. Konfliknya biasa saja. Yang paling menonjol konfliknya seputar sisi "ketegangan" menunggu momentum hadirnya sang buah hati baik melalui persalinan maupun adopsi. Komedinya juga terasa hambar. Biasa saja. Yang pasti suasana filmnya fresh. Cerah ceria. What

Saat Nick memainkan kartu kehidupan di Vegas

Di luar ekspektasi. Nama Jason Statham yang diharapkan ada suguhan film aksi laga ternyata meleset. Lebih ke drama. Konfliknya "aneh", antara membela teman wanita dengan judi. Konflik judinya pun aneh, sudah menang besar dan ketika mau di-uang-kan malah dramatis. Aksi laganya, masih ada tapi tidak full. Sangat minimalis. Kesan suasana Natal dibangun melalui kidung Natal yang enak didengar tapi atmosfir jalan ceritanya "tidak terasa" Natal sama sekali. Entah apa fungsi karakter Cyrus di film ini. Sepertinya, ada tidak ada karakter Cyrus, tidak punya pengaruh pada alur cerita. Keseluruhan, kurang memuaskan harapan. Datar, kurang menarik, dan tidak istimewa. Wild Card (2015) - 6/10

Jalan-jalan mesra naik taksi

Entah bagaimana maksud konflik dalam film ini. Kurang menarik. Berasa ingin komedi tapi tidak terasa. Tapi, enak juga jadi karakter si pengemudi taksi disini, dikelilingi 3 cewek cantik, lalu kencan bergantian. Tidak ada yang istimewa. Akting nya kaku. Hanya kadang pemandangan, pengambilan gambar, dan back song nya saja yang terasa profesional. Cerita dan aktingnya, kurang menarik. Secret Travel (2013) - 5/10

Buku dongeng sebelum tidur yang tidak cocok untuk anak dan keluarga

Done. Sebenarnya penulis mengetahui nama besar film Autralia-Kanada ini dari beberapa review di awal rilisnya. Baru kesampaian kali ini bisa menyimak langsung. Sayangnya, tidak seperti ekspektasi. Beberapa review memberi nilai lumayan, tapi rasanya tidak seperti yang penulis bayangkan. Tidak ada yang fresh dari film ini. Bahkan di beberapa moment akting ada yang terasa kaku. Horor. Taste horor film ini bagi penulis sepertinyta sudah pernah ada. Salah satunya yang mampu penulis ingat adalah Amityville Horror . Kurang lebih konsep horornya memiliki gaya yang mirip. Hanya saja, ada sedikit tipuan sedikit dengan karakter Samuel disini. Awalnya terlihat karakter Samuel yang "bermasalah" tapi akhirnya keliru. Keseluruhan, horornya biasa saja. Tidak ada yang istimewa. The Babadook (2014) - 6/10

Memburu tabir gelap Cassanova

Memang terbalik, karena penulis lebih dulu menyimak sekuel-nya baru kemudian yang ini. Berkisah tentang perjalanan seorang Alex Cross yang bekerja memecahkan sebuah misteri kasus penculikan beberapa wanita oleh Cassanova. Morgan Freeman disini berpasangan dengan Ashley Judd. Plot misterinya lumayan. Konfliknya tidak dangkal dan tak sederhana. Tidak hanya mencari atau menangkap sang Cassanova tapi juga dilengkapi dengan gaya "salah sasaran" untuk memberi peluang kepada sebuah twist. Yang membuat film ini menjadi semakin menarik tentu saja gaya Morgan Freeman yang bermain apik sebagai Alex Cross. Keseluruhan, lumayan. Menarik misterinya. Kiss The Girl (1997) - 6/10

Romantic relationship with operating system

Sebuah film yang kesannya menyindir kehidupan masa kini dari konflik utamanya. Kesan yang didapat dari film ketika terbuka adalah atmosfir gaya kantor yang cerah dan nyaman. Selain atmosfir kantor, yang mencuri perhatian penulis adalah konsep monitor komputer yang keren. Baru kemudian diketahui film ini bertema futuristik dalam arti menceritakan kejadian di suatu waktu dimana teknologi sudah menjadi layaknya asisten pribadi. Tidak hanya berjenis smartphone, tapi lebih daripada sebuah Operating System melainkan Intelligent Operating System. Dimana, dalam melakukan "tugas"-nya Intelligent Operating System ini dilengkapi dengan suara dan bahkan perasaan layaknya manusia. Kecanggihan sistem operasi ini adalah mampu membaca email dengan intonasi manusia, membalas email dengan speech mode (tidak lagi dengan mengetik), memutar lagu sekaligus bernyanyi, bisa di-curhat-in, bisa diajak bercanda, bisa memesan kebutuhan user via online, bisa buat pasangan virtual s

Kesetiaan anjing setengah serigala hingga nafas terakhir

Sajian kali ini adalah drama animal thriller. Berkisah tentang sebuah teror kematian yang ditebarkan oleh seekor binatang. Setelah ditelusuri ternyata terselip faktor balas dendam masa lalu seorang mantan polisi pelatih anjing. Ada beberapa titik dimana penulis kesulitan mengurai jalan cerita. Plot ceritanya biasa saja. Tidak ada yang istimewa. Karena alur ceritanya standard saja, ada sebuah tragedi berdarah kemudian diselidiki. Ada percabangan cerita dengan menambahkan konflik internal di tubuh kesatuan polisi, tapi tak begitu berpengaruh. Juga ada usaha memunculkan twist , tapi tak istimewa. Biasa saja. Yang menarik bagi penulis disini adalah Jing Pool yang merupakan karakter kunci seekor anjing setengah serigala. Awalnya penulis mengira bahwa karakter killer dog yang dimunculkan adalah permainan efek komputer. Tapi ternyata Jing Pool adalah anjing nyata. Untuk kualitas bagaimana mem-film-kan seekor anjing untuk bisa "ber-akting" menyesuaikan jalan cerita,

Tantangan jagoan kungfu

Selama ini penulis menyukai gaya aksi laga ala Jackie Chan dan Jet Li. Karena mereka berdua sukses menciptakan panutan kerja keras dalam dunia beladiri dan karir akting. Yang patut dicatat juga adalah masing-masing dari mereka mampu menciptakan gaya beladiri serta genre akting yang khas. Di sela-sela mereka, ternyata ada yang ketiga, meski penulis tergolong terlambat menyadari. Tapi, di beberapa film yang pernah aktor ini bintangi, salah satunya yang fenomenal adalah Ip Man , menunjukkan kualitas akting serta gaya beladiri yang khas. Aktor ini adalah Donnie Yen. Gaya tarung Donnie ini sekilas seperti keanggunan beladiri aliran Jet Li, tapi tetap terasa ada perbedaan. Terutama soal power dan speed yang ditunjukkannya. Seperti sajian yang disuguhkan oleh Donnie disini. Konflik ceritanya biasa saja, tak ada yang istimewa. Inti film ini tetap mengandalkan hiburan aksi laga. Seperti yang digambarkan melalui judul filmnya, film ini menceritakan teror berdarah yang menimpa pa

Kutukan dari si putih

Sajian horor "modern" dari Korea. Dibilang modern karena tema horor-nya menceritakan kejadian horor yang menimpa sebuah trend girlband K-Pop, Pink Dolls. Konsep ceritanya, lumayan berlika-liku dengan terus menyimpan siapa di balik penampakan misterius wanita berambut putih terurai panjang. Gaya horornya, standard. Tidak ada yang istimewa. Andalan horornya adalah make-up menyeramkan dan kejadian tiba-tiba yang mengagetkan. **Tinggal menunggu film horor tandingan film ini, horor yang menimpa boyband K-Pop... White : The Melody of The Curse (2011) - 6/10

Loyalitas yang terluka

Lee Byung Hun menjadi faktor utama yang menarik dari film ini. Pengaruh gaya Lee di I Saw The Devil menjadi alasan penasaran menyimak film ini. Berkisah tentang seorang Kim Sun-woo, anak buah dari gangster kaya raya. Sebuah perintah sederhana diberikan kepada Sun Woo namun sayang dianggap lalai dan dihukum. Penampilan dingn Lee disini cukup menarik. Namun kalau dari sisi cerita rasanya biasa saja. Konfliknya memang berliku, tapi bagi penulis tidak ada yang istimewa sekali seperti di I Saw The Devil. Sisi pembalasan dendam di sini juga masih dalam taraf biasa saja. A Bittersweet Of Life (2005) - 6/10

Mendung kota Saigon di penghujung April 1975

Sebuah film dokumenter yang tak hanya menarik disimak tapi juga buat menambah pengetahuan. Vietnam, dulunya terbagi menjadi dua bagian. Seperti halnya Korea, ada Vietnam Utara dan Selatan. Sama-sama Vietnam namun "dipisahkan" oleh paham berbeda yang akhirnya membuat perang dalam negeri sendiri. Pergerakan Vietnam Utara dengan paham komunis, rupanya lebih kuat daripada Selatan. Khususnya setelah hengkangnya Presiden Nixon di Amerika. Persetujuan damai antara Vietnam Utara dan Selatan yang dulunya dibuat di jaman Nixon, serta merta ikut "hengkang". Vietnam Selatan dengan ibukota Saigon, menjadi pertahanan terakhir bagi warga Vietnam Selatan sekaligus para pekerja asing, khususnya Amerika. Suasana bak neraka pun tak terhindarkan ketika Vietnam Selatan berespon panik atas agresi militer Vietnam Utara. Fokus film ini adalah pada suasana Gedung Kedutaan Amerika di bawah pimpinan Duta Besar Graham Martin saat itu. Rencana Gedung Putih mengevakuasi war

The most valuable commodity is time, not money...

Sudah beberapa kali menyimak ini tapi tetap saja susah dicerna konfliknya. Terlalu tinggi menangkap inti cerita petualangan Gordon Gekko. Banyak bintang yang dihadirkan disini. Shia LeBouf, Michael Douglas, Susan Sarandon, dan Josh Brolin. Sama seperti di seri terdahulunya , disini masih berbicara seputar pasar saham dan intrik-nya. Meski bertabur bintang, tapi tidak banyak berarti buat penulis. Dan tetap sama, masih terlalu pekat gelap menanggapi daya cerita film ini. Mungkin film ini cocok bagi mereka para profesional trader atau investor. Atau juga bagi mereka yang mengerti seluk beluk permainan short di dunia saham Amerika. Satu hal yang bisa penulis tangkap dari quote inspirasi Gordon Gekko, "komoditas paling berharga adalah waktu, bukan uang". Wall Street : Money Never Sleeps (2010) - 6/10

Cara preman menyatakan dan berjuang demi cinta

Sajian drama psikologis dari Korea. Temanya serius. Yang unik dari kisah disini adalah awalnya mirip atau mengingatkan pada gaya film Breathless. Dan uniknya lagi adalah aktor Jung Man Sik "kembali' di plot sebagai kepala debt collector . Seorang debt collector bergaya preman, Tae-il, harus menerima kenyataan "pahit" mengalami jatuh cinta pada pandangan pertama kepada seorang gadis yang mana ayah dari gadis manis tersebut memiliki hutang. Perjalanan cerita tentang perjuangan keras bagaimana seorang preman mencoba mengambil hati seorang gadis manis, memang luar biasa. Akting hwang Jung Min sebagai preman Tae-il benar-benar kompak berpadu dengan akting emosional aktris Han Hye Jin. Dua jempol untuk mereka. Merasakan perjuangan Tae-il yang dibenci awalnya oleh Ho-Jung, ikut terasa sakit. Tapi mau tak mau ikut tersentuh dengan gaya cinta ala preman yang mengalami kesulitan berkomunikasi dengan wanita idamannya. Konflik cerdas-nya adalah film ini tid

Kiamat melankolis

Sebuah sajian yang luar biasa. Menarik sebenarnya hanya saja ada kesulitan "menembus" berat-nya cerita di babak pertama. Cukup banyak kesan yang bisa penulis tangkap dari film garapan Lars Von Trier ini. Pertama pembukaan layar, pantas saja terasa "deja vu". Pernah melihat gaya slow-mo dengan tone warna sendu seperti disini. Dari nama sutradara dan gaya slow-mo di opening scene tenyata film ini merupakan "saudara" dari film Von Trier lainnya yang cukup kontroversial, Antichrist . Ada dua babak yang dilempar. Mengapa dua, karena film ini menceritakan kakak-adik, yaitu Justine dan Claire. Dan, kedua babak disini diper-satu-kan dalam satu simbol yaitu Melancholy . Babak pertama. Justine. Ini babak terberat. Penulis harus berulang kali menyimak ulang untuk menangkap inti cerita. Dengan kualitas sederet nama bintang besar Hollywood, kisah babak Justine ini menyajikan sebuah tragedi ironis. Pernikahan adalah masa paling bahagia bagi sebuah

Lebih baik mati merdeka daripada hidup diperbudak

Bukan rahasia film satu ini merupakan sekuel dari film 300 . Jika dibandingkan dengan film 300 dengan Gerald Butler, film ini buat penulis kurang bisa mengimbangi kualitas ceritanya. Disini, konsep ceritanya masih sama. Tone warna film masih sama. Lawan utamanya masih tetap sama adalah Xerxes. Ada persaudaraan di dalam prajurit Athena sama dengan tim Leonidas dulu. Ada bapak-anak di dalam pasukan Themistocles, juga sama dengan pasukan yang dipimpin Leonidas. Hanya alur ceritanya tidak fokus seperti di 300 perdana. Ditambahi oleh "pemandangan indah" Eva Green sebagai sekutu Xerxes. Banyak flashback yang sedikit membingungkan. Antara mengenang keberanian prajurit Spartan (istri Leonidas sedang bercerita) atau terjadi saat bersamaan antara Spartan dan Athena melawan Persia. Kualitas gaya perangnya masih dijaga. Tetap menarik dan menjadi ciri khas 300. Juga dengan pamer body-body prajurit kekar nan six pack yang membuat iri. Masih tetap memakai gaya cep

Perjuangan mendaki impian yang terjal

Film yang memberikan pengetahuan baru buat penulis yang awam soal geografi. Sebelumnya, penulis mengenal sebuah gunung Semeru. Itupun hanya tahu dari pelajaran sekolah tanpa pernah berkunjung ke sana. Atau juga Everest, gunung yang katanya tertinggi di dunia, dan lagi-lagi belum pernah berkunjung ke sana. Meru, baru kali ini penulis mendengar namanya. Posisi puncak Meru ini ada di sekitaran India. Dan, film ini mengulas tentang impian tiga pendaki yang bermimpi menaklukan puncak Meru. Kisah mereka dimulai dari tahun 2008. Bagi penulis, keseluruhan kisah yang diangkat masih kurang mengena. Penulis hanya bisa menikmati sisi pendakian yang memang "luar biasa" perjuangannya. Terutama bagaimana harus berdiam dan di tenda "spesial" bergantung. Di luar kisah pendakian, kurang bisa mengikuti alur nya. Pesan moral film dokumenter ini, bahwa alam memberi pelajaran bagi manusia bahwa jalur impian memang tidak selalu mulus dan rata. Tidak selamanya pencapaian b

Sometimes the hating has to stop

Sebuah cerita yang diangkat dari kisah nyata yang menyentuh sekaligus mungkin bisa menjadi inspirasi bagi kita semua. Saat itu, perang masih berkecamuk. Pada suatu masa, Jepang sedang di atas angin. Bahkan tentara Inggris pun dibuat bertekuk lutut dan menjadi tawanan perang Jepang. Salah satunya adalah Eric Lomax. Di pihak Jepang, salah satu orang yang berpengaruh dan terkenal karena kekejamannya selama menyiksa para tawanan perang adalah Nagase. Sekian lama berlalu, usia semakin menua. Penyiksaan jaman perang meninggalkan trauma panjang bagi Eric Lomax dan rekan seperjuangannya yang masih hidup hingga saat jaman modern. Di luar dugaan, Nagase, sang penyiksa, ternyata masih hidup.... Penulis yakin bahwa penyiksaan yang dialami oleh Lomax disini belum menyamai apa yang dialami di dunia nyata jaman dulu. Disini terasa "biasa". Hanya saja, berkat akting berkelas Colin Firth, kita bisa meraba kerasnya traumatik yang dialami Lomax hingga harus terbawa pu

Balas dendam di Wu Bar's Anniversary

Kalau dari skema konsep ceritanya, lumayan. Dari awal cerita sedikit membingungkan dengan gaya kisah flashback -nya. Maksud kisah penyanderaan mulai terkuak ketika memasuki 3/4 cerita. Tapi seperti ada ciri yang "hilang" dari serial Police Story ini. Menurut penulis, salah satu faktor yang paling berpengaruh adalah kedewasaan Jackie Chan sendiri. Film ini berjalan serius. Lebih terasa drama ketimbang laga. Tidak ada guyonan khas ala Jackie Chan (meskipun akhirnya nuansa serius berubah menjadi adem saat closing khas ala Jackie yang menampilkan behind scene ). Aksi laga Jackie menurun tajam, bisa dikatakan karena faktor usia. Gerak gerik akrobatik Jackie serta adegan hancur-hancuran kota, tidak seperti Police Story sebelumnya. Terasa "lembek". Kurang mantab. Faktor lokasi cerita hanya satu menjadikan ruang gerak untuk aksi laga menjadi sempit. Jumlah adegan tarung, juga tidak padat, seperti yang disebutkan sebelumnya, lebih seperti drama krimina

Mimpi seorang Aileen Wuornos

Yang pasti membuat ingin tahu mendalam dari sajian film ini adalah based on true story -nya. Tentang kisah seorang wanita yang terlahir di lingkungan keras pada masa lalunya. Wanita itu adalah Aileen Wuornos. Kalau dibandingkan dengan data di wikipedia, apa yang diceritakan di sini memang tidak mencakup keseluruhan. Juga tidak mungkin merangkum kehidupan seorang manusia dengan durasi hanya 2 jam. Film ini hanya mengambil sisi awal mula Aileen memasuki babak baru dalam hidupnya. Menjadi lesbian dan mendapatkan pengalaman kekerasan seksual. Pengalaman pahit Aileen (menurut film ini) di dunia prostitusi dan demi menjalin hubungan dengan kekasih sejenisnya, Selby, merubah Aileen menjadi serial killer . Sebenarnya konflik dan alur cerita film ini sudah umum. Banyak film yang sejenis. Tapi, ada satu yang istimewa dari film ini yaitu Charlize Theron. Yups, she is the great actress! Pengaruh film ini bertumpu pada totalitas akting Charlize Theron yang berusaha memerank

Melempar "bom" ke dalam hidup keluarga sendiri

Kali ini menyimak sebuah drama kehidupan. Andalan film ini berusaha menampilkan cerita tentang situasi kehidupan sehari-hari sebuah keluarga yang canggung ( awkward ) akibat niat baik menolong orang. Berkisah tentang Rachel, seorang ibu yang hidupnya seperti tertekan. Dari "luar" kehidupan Rachel seharusnya bahagia, suami mapan, tempat tinggal nyaman, dan keluarga mereka dikaruniai seorang anak yang masih kecil. Konflik cerita dimulai ketika niat Rachel ingin mengunjungi sebuah klab malam. Disana awal perkenalan Rachel dengan McKenna, seorang penari erotis. Tak hanya berkenalan, Rachel dengan niat baik juga memboyong McKenna untuk tinggal bersama keluarga kecilnya. Konflik awkward -nya bagi penulis karena kurang jelas maksud dan tujuan Rachel membawa "masuk" penari erotis ke dalam hidup dan keluarganya. Kesan cerita menjadi "seharusnya tidak ada cerita bila tak mengundang orang lain". Yang membuat "kecewa" adalah ending-nya yang

Hate is baggage. Life's too short to be pissed off all the time.

Cukup lama mendapatkan film ini. Tertariknya karena faktor rating yang didapatkan di IMDB. Setelah menyimak, ada 2 kesan paling terasa dari konsep cerita disini. Pertama, faktor Edward Norton. Kualitas aktingnya luar biasa. Menurut penulis, ada 3 gaya yang dimainkan sekaligus oleh Norton dan kesemuanya bagus. Benar-benar seorang aktor hebat. Sejauh yang penulis tangkap, Norton memainkan karakter "anak manis", lalu berubah menjadi seorang gangster, dan terakhir menjadi lelaki dewasa yang bijak. Kedua, faktor ending cerita. Benar-benar "memukul" . Sepanjang film, disuguhkan cerita dengan konsep alur maju-mundur. Menceritakan tentang masa lalu dan sekarang dari seorang Derek Vinyard. Konflik dalam cerita disini tidak hanya satu melainkan dua sekaligus dan berjalan beriringan sempurna. Konflik pertama, tentang Derek yang memiliki ideologi rasis dan berakhir di penjara. Konflik kedua adalah sang adik, Daniel Vinyard, yang mengidolakan sang kakak

Cinta itu lahir bukan dari ritual

Sajian film komedi romantis yang berkisah tentang ke-single-an seorang wanita karir yang cantik,seksi, dan lincah. Dan, secara "kejam" menertawakan kepanikan justru saat cinta datang bertubi-tubi. Alur ceritanya sederhana saja. Konflik "fenomena alam" tentang cinta tidak sulit untuk dinikmati. Rasa komedinya lumayan menghibur terutama pada gaya Josh Duhamel dan sang street magician . **Salah satu harapan menjadi trend yang ingin disampaikan adalah mobil kuno (micro car) dari Itali yang lebih imut dari Mini Cooper, yaitu Vespa 400 . Pesan moral dari film ini mungkin ingin menyampaikan bahwa cinta itu sejatinya adalah misteri fenomena alam dan bukan lahir dari ritual. Keseluruhan, film ini fiktif belaka. Karena hampir tidak mungkin di jaman ini seorang wanita karir secantik Beth (Kristen Bell) ini masih single dan secara ajaib mendapatkan jodoh hanya gara-gara bermain di air mancur.... Film yang cocok dinikmati di siang hari kala senggang. Men

Liburan Thanksgiving seorang diri di Madison Hall

Meskipun judulnya seperti sebuah nama seseorang, ternyata kisahnya bukan menceritakan tentang karakter yang memiliki nama Kristy. Kristy sendiri diartikan sebagai target atau korban oleh sekelompok remaja jahat. Setelah berhasil melakukan teror, kali ini yang menjadi sasaran (kristy) selanjutnya adalah Justine. Justine, seorang mahasiswi biasa yang memilih berlibur sendirian di asrama kampusnya. Pilihannya untuk berlibur sendirian berubah menjadi mimpi buruk ketika 4 orang tak dikenal memburu nyawanya tanpa alasan jelas. Sebenarnya penulis suka dengan film bergaya seperti ini. Template ceritanya sederhana saja. Andalannya adalah sisi ketegangan dikejar dalam kegelapan malam dan di- bully seorang diri. Plot cerita film ini mengingatkan pada gaya When A Stranger Call , P2 , ataupun The Strangers . Namun, karena para pem- bully disini menggunakan topeng, kurang lebih sama dengan gaya thriller milik The Strangers. Bedanya di The Strangers, menggunakan dasar cerita d

Obsesi memiliki cinta guru olahraga

Salah terka lagi. Awalnya penulis menebak film ini adalah film komedi romantis, ternyata lebih "kejam". Ya, karena film ini meski tentang cinta tapi genrenya ke teror psikologis. Disini penonton akan dilibatkan ke dalam psikologis bersalah seorang guru olahraga yang "bermain api" dengan siswi-nya. Baru kemudian, disajikan "horor" tentang obsesi gila seorang siswi yang berusaha memiliki cinta sang guru. Keseluruhan, konfliknya lumayan. Grafik alurnya ditata bagus. Bobot drama teror yang ditebarkan oleh Young-eun cukup baik dibawakan oleh aktris Jo Bo-ah dengan kolaborasi aktor Jang Hyuk. Innocent Thing (2014) - 6/10

Memasuki dunia distorsi ruang dan waktu

Awalnya ekspektasi penulis melihat poster film ini akan ada sajian simple tentang perjuangan kembali ke bumi. Seperti yang ada di Gravity . Namun ternyata keliru. Keliru besar malah. Garapan sutradara Christopher Nolan ini malah sebaliknya, berat. Bahasa konfliknya terlalu tinggi buat penulis untuk dimengerti. Konsep ceritanya juga membingungkan dan aneh. Setelah diputar-putar dengan konflik investigasi luar angkasa yang rumit, baru ada sedikit titik terang. Ada deja vu dengan template konsep cerita disini. Penulis lupa tapi merasa pernah melihat film dengan konsep konflik seperti disini. Karakter utama disini, Cooper, adalah mantan astronot NASA yang didapuk kembali untuk terbang ke antariksa dengan resiko besar. Sebelumnya, ada beberapa kejadian aneh yang dialami oleh Cooper. Dan, setelah diputar-putar dengan kisah yang rumit, dibalik kejadian aneh "selama ini" adalah si Cooper sendiri. Template seperti ini rasanya sudah pernah ada sebelumnya, hanya masih

Berebut Segel Kerajaan

Sayangnya adalah penulis belum mendapatkan kisah Shanghai Noon yang "terjadi" sebelum film ini. Film ini boleh dikatakan Rush Hour versi jaman pra modern. Pasangan Jackie disini adalah Owen Wilson. Ada beberapa hal yang ditunggu dari film ini versi penulis: - Chemistry antara Wilson dan Jackie. Kalau sudah menikmati Rush Hour tentu saja akan membandingkan kualitas chemistry antara Tucker dan Jackie. Hasilnya lumayan. Chemistry antara Wilson dan Jackie terbangun cukup kompak. - Akrobatik. Keunggulan dari aksi laga ala Jackie Chan adalah selalu ada gaya akrobatik baru. Dan penggabungan antara aksi akrobatik dengan jurus kungfu dan komedi masih membuat Jackie sebagai aktor laga unik yang belum bisa disaingi. Disinipun demikian, beberapa aksi laga-akrobatik Jackie masih cukup menawan dan berkualitas. - Komedi. Lumayan terhibur dengan paduan komedi antara Wilson dan Jackie. - Donnie Yen. Nama Donnie disini menjadi daya tarik tersendiri. Tapi menurut pe

Karena mereka sudah meninggalkan tanda sejak masa kecil dulu

Kali ini sebuah sajian horor dikeluarkan. Berkisah tentang beberapa orang yang memiliki persamaan sejarah horor di masa kecil mereka. Ketika mereka sudah dewasa, horor itu terulang kembali. Template horornya standard. Sudah umum. Cerita basa-basi, horor, cerita, horor, basa-basi, horor lagi... Andalan horornya memakai tema, jangan sampai gelap. Jadi adegan kaget menjadi daya utama menciptakan horor (dengan catatan kalau kaget). Keseluruhan, horor Hollywood yang standard. Sudah umum. They (2002) - 6/10

Jangan menginjakkan kaki di rumah itu

Film Ju-on sendiri sebenarnya sudah lama. Melegenda dengan kisah Toshio-nya. Kali ini, di-"ribut" kan kembali alias reboot . Dan, yang menurut penulis menjadi menarik karena opening scene diisi dengan trademark Universal. Berarti akan ada sentuhan gaya Hollywood. Dan, memang benar. Film ini secara garis besar "menceritakan kembali" Ju-on seri perdana Jepang. Hanya perbedaannya ada di segi denah rumah horornya. Kedua, dari segi horor. Mulai dari awal, meski sudah tahu Ju-on versi Jepang, tetap saja sajian horor disini cukup mantab dan menarik. Beberapa kali moment horor yang dimunculkan sukses membuat merinding. Memang, harus diakui ada sentuhan Hollywood membuat nuansa horor-nya berbeda. Titik perubahan atmosfir film terasa saat horor yang disajikan terlalu aneh. Terutama pada momen Toshio "ada di dalam kulkas". Sejak momen itu, selanjutnya irama film menjadi kurang menarik lagi. Konflik horornya terasa sangat di-padat-kan. Rapat. Se

Ketika cello jatuh cinta kepada gitar

Sulit fokus di film ini. Benar-benar sulit. Memilah-milah konsentrasi secara bersamaan pada jalan cerita dan manisnya Chloe Moretz... Kisahnya luamayan menarik. Temanya seputar petualangan jiwa karakter Mia yang "tersesat" di alam gaib akibat kecelakaan mobil bersama keluarganya. Di saat petualangan jiwa tersebut, banyak kisah masa lalu yang terjadi di kehidupan Mia. Baik bersama keluarga tercintanya dan juga sebagian besar masalah cintanya kepada Adam, seorang gitaris sekaligus vokalis band Willamette Stone. Kisah romantis yang dibangun apik oleh chemistry antara karakter Mia dan Adam disini. Cocok untuk ditonton oleh pasangan baru, sambil pegangan tangan, berpelukan, menyandarkan kepala di bahu, atau saling menempelkan kepala...so sweet menikmati "perjuangan" Mia untuk kembali ke tubuhnya sendiri. ** Entah mengapa penampilan Chloe sepanjang film lebih banyak memakai jaket sweater menarik perhatian tersendiri. Bila "disimak" bagian bahu

Hantu bergentayangan di dalam World Media Studio

Dari judulnya sudah bisa ditebak genre film ini, horor. Berkisah tentang sebuah studio musik yang ternyata menyimpan rahasia horor di masa lalu. Dari segi horornya, memakai gaya standard saja. Andalan horornya bertumpu pada semburat darah, adegan tiba-tiba, dan make-up menyeramkan. Plot ceritanya, biasa. Tidak terlalu istimewa. Yang sedikit menghibur adalah karakter Alan yang beberapa kali memberi selipan kecil dengan humor. Ghost Of Goodnight Lane (2014) - 6/10

Teman punya mama seksi

Sebuah hiburan yang dikhususkan untuk dewasa meski temanya tentang seputar remaja. Berkisah tentang persahabatan unik antara Brandon dan Anthony. Brandon dan Anthony sama-sama memiliki seorang ibu single parent yang matang, dewasa, dan seksi. Awalnya, Anthony sempat bercinta dengan ibu Brandon, kemudian Brandon pun memiliki pengalaman yang sama dengan ibu sahabatnya Anthony. Konflik yang diangkat adalah tentang daya tarik seksual wanita dewasa yang matang dan seksi. Para remaja ini berlomba untuk merasakan sensasi bercinta dengan wanita dewasa. Plot ceritanya biasa saja, tentu saja penuh tebaran adegan cumbu sana-sini yang memanaskan suasana. Komedinya berjalan biasa saja. Milf (2010) - 6/10

Sudahkah aku mendorong batasku?

Pesan moral dalam film ini memang cocok sebagai inspirasi. Interaksi antara karakter Andrew dan gurunya Fletcher terjalin dengan kuat dan apik. Ada pelajaran bagus yang bila dilihat dengan sudut pandang lebar dari karakter Andrew Neimann yang dibawakan apik oleh Miles Teller. Andrew Neimann memiliki impian menjadi salah satu drummer terbaik yang pernah ada , salah satu cara yang ditempuh adalah masuk ke dalam band orkestra jazz yang dikonduktori oleh Terence Fletcher. Gaya mengajar Fletcher yang kasar benar-benar terasa pedas tidak hanya oleh Andrew tapi juga sampai ke penulis. Dan, itu berkat akting berkelas J.K. Simmons. Teman setia Andrew selama berlatih keras mengikuti tempo irama musik orkestra jazz yang diinginkan oleh Fletcher bukan lah bidadari cantik Nicole (diperankan oleh Melissa Benoist). Tapi, band-aid dan es batu. Latihan keras Andrew tidak hanya berkeringat saja tapi juga berdarah-darah. Tidak harus menjadi drummer untuk berdarah-darah mencapai i

Menggebuk kemampuan melebihi batasnya

Luar biasa. Begitu masuk ke bagian awal, aroma film langsung bisa dirasakan. Interaksi antara Miles Teller sebagai Andrew Neimann dan J.K. Simmons sebagai Fletcher langsung terasa "panas". Bukan saja film ini mengangkat tema orkestra jazz, tapi gaya alur ceritanya pun bisa dikatakan seperti alunan musik orkestra jazz. Grafik cerita menggebrak, lalu masuk melandai, ada hiasan cerita cinta, lalu semakin membesar dan ramai hingga klimaks. Megah gagah . J.K. Simmons. Luar biasa. Kualitas aktingnya benar-benar menggebrak. Postur, wajah, dan aktingnya sangat menguasai emosi penonton. Aktingnya sebagai konduktor sekaligus pengajar benar-benar menusuk terutama saat sedang memarahi anak buahnya. Kasar menusuk hingga jiwa dan raga. Luar biasa. Two thumbs up absolutely! Karakter yang dimainkan oleh Miles Teller disini sekilas spontan mengingatkan penulis pada gaya Jesse Esenberg di The Social Network . Mereka sama-sama masih muda, sama-sama memiliki fokus kuat pada

Kisah film Frog Song

Warning 18++!! Berkisah tentang seorang Akemi, wanita yang menyukai aksesoris katak dan komik Jepang (manga), yang hidup bersama pria gemar selingkuh. Karena merasa jenuh akhirnya, Akemi pun melarikan diri dan sempat berpetualang ke dalam dunia prostitusi. Filmnya sederhana, pendek. Lumayan vulgar khas Jepang, "berisik". Hanya saja dari segi cerita tidak ada tensi apa-apa, datar saja. Konfliknya juga biasa. Frog Song (2005) - 6/10