Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2017

Saat ponsel tidak hanya menyebarkan informasi semata

Menurut versi penulis, tema film yang diangkat dari cerita milik Stephen King ini ingin meningkatkan kesadaran manusia di jaman digital. Dimana para pengguna ponsel bisa saja terjangkit virus viral melalui sinyal ponsel mereka sendiri. Kemudian, para pengguna ponsel diubah menjadi zombie yang berkerumun dan bergerak seperti kawanan burung. Kurang lebih, seperti itulah yang terjadi di dunia serba sosial digital saat ini. Satu tema viral bisa menjadikan seragam bagi para pengguna ponsel. Dari sisi film, alur ceritanya kurang begitu menarik. Karena sebenarnya sebelum film ini sudah ada film lain dengan tema sejenis. Meski ada pengaruh nama besar Stephen King, tapi tetap saja terasa biasa saja, tidak ada yang fresh. Karakter yang cukup "aneh" adalah Tom McCourt yang dibawakan santai oleh Samuel L.Jackson. Karakter Tom disini seperti tidak memiliki beban keluarga atau kebingungan personal ketika seisi kota terjangkit virus. Mungkin, bila cerita zombie peng

Permintaan ayah kepada anak untuk satu malam saja

Film drama kriminal dicampur dengan drama konflik keluarga sekaligus persahabatan, menghasilkan citarasa sajian film berkualitas baik dan menarik sekali. Paling menonjol adalah kualitas kedalaman konflik cerita yang tidak dangkal dan sangat dilematis. Berkisah tentang 2 orang sahabat di dunia hitam. Persahabatan mereka kandas akibat naluri orang tua melindungi sang anak. Sederhana sekali temanya tapi penuh liku yang melempar dilema. Penampilan Liam Nesson kali ini memang menarik. Tapi penulis justru lebih menyukai gaya Ed Harris. Fisik dan pembawaan akting Ed Harris sangat cocok sebagai bos besar yang dingin. Keren. Run All Night (2015) - 7/10

Akibat lupa mengganti bola lampu...

Sajian dari Inggris. Genrenya buat penulis horor. Tapi bukan horor dengan tema dunia lain, melainkan horor dari sisi psikologis. Alur ceritanya ringan saja. Konfliknya juga simple. Film ini dengan cerdas memainkan emosi horor dari sebuah hubungan antar tetangga yang "canggung" karena sebuah kecelakaan tak disengaja dan ancaman. Keseluruhan, simple tapi kuat. Horor psikologis yang pandai menebar rasa was-was sepanjang film akibat bertetangga dengan pasangan yang misterius. The Ones Below (2015) - 7/10

Bermain hati di belakang

Kekreatifan sineas Korea salah satunya adalah mengolah cerita biasa menjadi berliku dan emosional. Ibaratnya roti, tak hanya diolesi selai kacang atau mentega saja. Tapi diberi lapisan keju, irisan tomat, saos pedas, dan mayonaise. Nyummi... Contohnya di film drama kali ini. Ceritanya tentang suami-istri yang sama-sama bermain hati. Sang suami punya wanita lain, sedangkan sang istri bermain cinta dengan perjaka muda. Kalau diolah lokal, paling ujung-ujungnya jualan kecantikan, kelihatan elegan, seksi belaka. Roti kasih saos lombok, asal pedas jadi. Disini, kisah saling selingkuh diolah lebih dalam. Baik porsi cerita suami maupun kisah petualangan istri bermain hati dengan perjaka muda, sama besarnya. Kisah mereka tak lupa diberi citarasa pedas dengan bumbu-bumbu momen keintiman. Yang menarik adalah kaitan konfliknya, tidak hanya seputar urusan tempat tidur tapi juga ada sisi emosional ketika harus kehilangan. Keseluruhan, drama Korea kali ini cukup menarik.

Sekilas tradisi di bulan puasa

Memasuki bulan puasa selalu diikuti dengan beberapa tradisi khas. Antara lain megengan dan berziarah ke makam leluhur. Megengan diterjemahkan sebagai sebuah acara dalam satu lingkungan bersama dan berkumpul merayakan datangnya bulan puasa. Yang khas dari acara megengan ini adalah jajan apem. Karena itu sering juga disebut apeman . Untuk kegiatan berziarah kubur, (selain setiap hari Kamis Legi), juga dilakukan pada awal masuknya bulan puasa. Mengunjungi, membersihkan, menabur bunga juga mengirimkan doa bagi sanak dan kerabat yang telah mendahului. source : halomalang.com Selama bulan puasa, pastinya pemandangan yang khas adalah pasar takjil. Umumnya sering ditemukan pada jalan-jalan protokol. Selain itu, ada pula patroli sahur yang biasanya menggunakan alat pukul untuk mengingatkan warga segera santap sahur sebelum melakukan puasanya. Dan, mendekati akhir bulan puasa, tidak hanya pedagang makanan dan takjil yang ramai diserbu setiap jam buka puasa, tapi juga pusat perbe

16. Lampu Natal yang belum diturunkan

Di seri 16 ini, konflik paling besar diserahkan kepada Joey yang bertemu dan jatuh hati kepada kembaran Phoebe yaitu Ursula. Porsi kedua diberikan kepada Chandler yang lagi-lagi mengalami kesulitan. Kesulitan Chandler di tempat kerjanya kali ini adalah harus memecat wanita cantik yang menjadi bawahannya. Sialnya, justru Chandler menikmati bermain asmara dengan Nina. Porsi ketiga diberikan kepada Ross yang sedang persiapan menapak karir sebagai ayah. Dimulai dari ikut hadir dalam kelas khusus ibu hamil... Di seri ini, yang memorable bagi penulis justru kehadiran guest star-nya yang meskipun hanya sesaat tapi sangat jelita cantik-nya, Helen Hunt.... The One With Two Parts : Part 1

The story behind the crack explosion

Yang menarik dari film ini adalah based on true event dan Jeremy Renner. Kejadian nyata film ini mengingatkan penulis pada film J.F.K atau juga Nothing But The Truth . Berapa banyak orang atau mereka yang berprofesi sebagai wartawan berusaha mengungkapkan kebenaran? Bisa jadi banyak jumlahnya. Salah satunya adalah Gary Webb, wartawan dari surat kabar San Jose Mercury News. Apa yang ingin diungkap oleh Gary adalah seputar dana perang yang diperoleh lewat jalan peredaran obat terlarang di Amerika. Yang menjadi persoalan besarnya adalah pihak yang berdiri di belakang fenomena obat terlarang di Amerika. Tentu saja konflik utamanya adalah pergulatan Gary melawan "pihak besar dan berpengaruh" yang tidak ingin diungkap. Keseluruhan, pasti menarik karena mengandung sejarah nyata yang belum pernah penulis ketahui sebelumnya. Hal lain yang menarik perhatian adalah Jeremy Renner. Jeremy bermain apik membawakan karakter Gary Webb, dan sekilas fisik Jeremy menginga

Kecantikan alam yang mengancam

Sebuah sajian film dari negara Norwegia dan tidak kalah kualitasnya dengan Hollywood. Bagus. Tidak heran film ini diutus sebagai salah satu nominasi di ajang Oscar. Kesan pertama, pemandangan alamnya luar biasa cantik. Keren. Asri. Hijau. Nyaman. Bikin betah. Kesan kedua, dari film ini dapat dipelajari ternyata bahwa gunung tidak hanya berbahaya bila masih aktif, seperti di Norwegia ini memiliki kecantikan alam yang "mengancam" tapi dikarenakan pergeseran patahan. Tepatnya di kota wisata kecil yang sangat indah, Geiranger. Kesan ketiga, untuk visual disaster-nya lumayan halus dan bagus. Tidak kalah dengan kualitas cerita disaster ala Hollywood. Dari sisi cerita, standard. Kurang lebih sama dengan gaya alur cerita disaster umumnya. Kesan keempat, paling menarik adalah bagian endingnya. Dan, film ini menceritakan tentang alam Geirangerfjord yang sebenarnya. Bahwa di balik kecantikannya menyimpan ancaman 10 menit yang dapat memporakporandakan isi kot

Abyssus abyssum invocat

Film yang (mungkin) ingin menyodorkan gaya horor berbeda dari umumnya. Memakai gaya old fashioned visual hitam dan putih. Ceritanya dipaparkan bergaya chapter per chapter. Versi penulis, judul film ini beraroma romantis namun berisi sadis. Horornya seputar rumah dan kekuatan demon di dalamnya. Tidak terlalu membuat merinding dengan gaya flash scene -nya. Keseluruhan, alur cerita-konflik-dan rasa horornya, biasa saja. Belum ada yang istimewa. Darling (2015) - 5/10

Di dekat Presiden ada Paspampres yang hebat

Ada kalimat yang sering terdengar, "di balik pria hebat, ada sosok wanita yang hebat". Sejurus dengan kalimat tersebut, film ini juga menggambarkan demikian. Namun, bukan persoalan jenis kelamin, melainkan profesi. Di balik Presiden, (umumnya) ada Paspampres yang hebat. Mengapa "umumnya"? Karena siapapun Presidennya, sejatinya memiliki protokol keamanan sendiri-sendiri. Selain karena penasaran melihat tandingan karya Fuqua sebelumnya dengan Olympus Has Fallen , juga tema pengamanan bodyguard memang memiliki daya tarik tersendiri buat penulis. Template cerita disini kurang lebih sama. Belum berani berbeda dengan seri perdana-nya. Masih menonjolkan one man show, Mike Banning, sebagai super taktis seorang Pengaman Presiden. Konfliknya pun demikian, tidak terlalu berat. Target utama tentunya Presiden AS, yang kemudian diburu secara masif oleh pihak yang ingin kematiannya. Karena sedang diburu, posisi kepresidenan diambil alih sementara oleh Trumbull yang

Suara Bell yang tenggelam di bawah laut

Sekali waktu, penulis pernah berpikir tidak dengan keras, tentang bagaimana dunia terhubung oleh hal yang dinamakan internet. Dan jawabannya mungkin, sekali waktu juga pernah ada pemberitahuan dari pihak internet provider bahwa ada kerusakan kabel bawah laut.... Apa itu kabel bawah laut? Seberapa besar kabel bawah laut? Bagaimana caranya "menaruh atau mengurai" kabel di bawah laut? Setidaknya dari film ini sedikit saja memberi gambaran tentang proyek bawah laut. Dan, tema film ini adalah drama tragedi. Berkisah tentang 4 orang teknisi yang dilatih untuk proyek bawah laut. Tragedinya kurang lebih sama dengan film Gravity . Di Gravity, sang "teknisi" luar angkasa menemui kesulitan kembali ke bumi, sedangkan disini para teknisi tidak bisa kembali ke permukaan laut. Stuck in 670 feet under the sea... Lumayan. Menarik ceritanya. Hanya sayangnya tidak memasukkan unsur twist manis. Misal saja ada twist, setelah sampai permukaan laut ternyata ka

Berteman dengan konsep Video On Demand

Sistem hiburan di televisi konvensional adalah susunan acara telah ditentukan oleh stasiun televisi dan pemirsa tidak punya pilihan lain, kecuali menekan tombol off, untuk memilih tayangan yang akan ditonton. Melalui internet, kini hadir sistem hiburan khususnya tayangan film dengan konsep digital dimana pemirsa dapat memilih sendiri film apa yang ingin dinikmati. Konsep video on demand hadir dengan konsep (versi awam) rental / menyewa online, download, dan streaming . Ada pun untuk menikmati layanan VOD bisa didapatkan dengan gratis atau berbayar. Dan, yang menjadi fitur unggulan dari konsep VOD ini adalah kebebasan dalam memilih tayangan film. Penjelasan di atas adalah penjelasan sederhana dimana Movielitas sendiri hingga saat ini belum pernah mencoba aplikasi yang mengusung konsep VOD. Sebuah sumber mengatakan bahwa konsep VOD dapat dikatakan "sedang berkembang" di negara ini. source : muvi.com Paling susah dicerna adalah fasilitas menonton streaming unt

American Businessman Number 42

Ceritanya berat. Komedinya juga "berat". Berkisah tentang 3 orang yang kompak di segala lini umur. Mulai dari umur 60an, 40an, hingga 30an. Mereka berstatus unemployment dan mencoba membangun bisnis. Kurang simple dalam masalah bisnis dan konflik-nya. Mungkin harus 2-3 kali menyimak agar bisa mencerna cerita dan komedi-nya. Unfinished Business (2015) - 5/10

Tiga hari di Tucson....

Drama Meksiko yang cukup berat dilalui. Lambat. Kisahnya sederhana, tapi alurnya berjalan pelan sekali. Konfliknya pun berjalan sangat kalem. Tidak ada gejolak ataupun emosional apa-apa di dalam konfliknya. Datar. 600 Miles (2015) - 6/10

12787

Film ini boleh dibilang bagus, cerdas, dan menarik di kedalaman konfliknya. Tanpa disadari film ini sudah menawarkan sisi misteri bercampur sedikit aroma horor bahkan di permulaan cerita. Di awal film, akan terasa film ini berbicara tentang ironisasi seorang Peter yang berprofesi sebagai psikiater yang sedikit terguncang jiwanya akibat kematian putrinya. Pada kisi lain, justru setelah kematian putrinya dan setelah didatangi oleh "tamu-tamu" kereta dari masa lalu, akhirnya membawa Peter terpaksa kembali ke kampung halaman, untuk membongkar misteri yang terkubur hampir 20 tahun lamanya. Paling menarik adalah konfliknya yang berlipat-lipat dalam misteri dan bumbu horor. Alur ceritanya memang tidak begitu menggebu-gebu, hanya mengalir lambat. Selain itu, penampilan drama Adrien Brody cukup bagus dalam membawakan karakter Peter yang tertekan dengan kematian sang putri dan masa lalunya. Backtrack (2015) - 7/10

Somewhere called Inseagac

Sebuah sajian film horor dari negara Turki. Berkisah tentang kejadian spiritual berdarah yang dialami 5 orang polisi. Bila ditilik dari sisi horor, film ini memiliki gaya yang cukup meyakinkan dalam membangun suasana horor. Setting malam hari, dipadu musik, dan lokasi gedung tua yang aneh dan gelap. Tapi dari sisi cerita, agak aneh. Agak sulit menangkap maksud inti ceritanya dengan fenomena katak, fenomena mimpi, atau dengan upacara spiritual di bawah gedung tua. Tapi, bagian paling menarik adalah endingnya dimana memakai gaya kisah berputar ala Triangle . Keseluruhan, kembali lagi ke selera masing-masing. Karena bagaimanapun juga karya seni film asal Turki ini juga mendapat respon positif di Amerika. Baskin (2015) - 5/10

Rumah yang belum sempat "dibersihkan"

Sayangnya, hingga saat ini, penulis belum berhasil menemukan versi original dari film Poltergeist tahun 1982. Jadi, agak kesulitan membandingkan versi original dengan versi remake ini. Bila sudah pernah atau paling tidak terkesan dengan gaya horor ala Insidious, maka melihat film yang diproduseri Sam Riami ini, sepertinya akan terasa familiar. Karena menurut penulis, template horor di film ini kurang lebih sama dengan gaya Insidious. Mengangkat tema seputar keluarga kecil yang dihantui oleh penghuni gaib yang hinggap di rumah baru mereka. Tak hanya menghantui, penghuni gaib ini juga "sanggup" menculik Maddie, penghuni rumah paling muda. Tentunya, Maddie cilik diculik dan disekap di dunia lain yang bisa "nampak" keberadaannya lewat TV LED modern. Demi menyelamatkan anak mereka, akhirnya pasangan Eric dan Amy Bowen memutuskan untuk memanggil "orang pintar" lengkap dengan peralatan modernnya. Yang menarik dari film ini adalah mainan pesa

Memori ingatan yang terpecah belah

Film yang bergaya alur cerita diacak sedemikian rupa. Acak mengacak alur cerita ini sekaligus untuk memperkuat tema film yang mengangkat kisah seorang Gwen yang mengalami fugue state . Fugue State adalah kondisi kelainan jiwa dimana sang penderita melupakan identitas aslinya. Alur cerita yang seharusnya utuh dan runtun, akhirnya dipecah menjadi kecil-kecil dan acak untuk memperjelaskan keadaan karakter Gwen yang sedang lupa ingatan. Pelan-pelan satu demi satu memori Gwen kembali dan menyadari bahwa kekasihnya telah terbunuh. Penggunaan gaya acak disini, tergantung selera dan kemampuan menangkap serta merangkai pecahan cerita. Kalau versi penulis, sedikit berat dan membingungkan. Meskipun begitu, film ini tetap ada nilai lebihnya. Paling tidak ada pembelajaran baru tentang istilah fugue state . Ada sisi twist yang lumayan menambah bobot film. Penampilan Katharine Isabelle cukup bagus, selain berani tampil seksi juga mampu memerankan 2 karakter sekaligus dengan baik

Hardcore Henry

Gaya filmnya mungkin terinspirasi dari game console ala FPS First Person Shooter . Sudut pandang kamera berasal dari "mata" sang karakter utama. Kurang lebih begitu. Dari sudut cerita, agak berat dan aneh. Tapi dari sudut kreatifitas, cukup patut diapresiasi menggunakan gaya FPS sepanjang film. Unik. Berani beda. Koreografi aksi laga serta komputerisasi-nya juga digarap dengan cukup halus, tidak terlihat kaku dan kasar memang membawa pengalaman ala bermain game console FPS. Keren. Mungkin film ini kurang cocok bagi mereka yang sensitif terhadap gaya FPS. Bukannya menikmati hiburan malah bisa menyebabkan pusing dan mual. Selain gaya kamera yang "tidak tetap" dan selalu bergerak cepat, film ini juga menyajikan tontonan berdarah-darah yang cukup sadis. Hardcore Henry (2015) - 6/10

Drama kehidupan dibalik panggung perampokan 7 menit

Dari judul kurang lebihnya bisa ditebak konflik dalam kisah film ini. 7 menit. Yang terjadi adalah kisah perampokan selama 7 menit untuk membayar hutang selama 48 jam. Dari rencana yang seharusnya sederhana hanya 7 menit, menjadi kekacauan akibat rencana tersebut diendus oleh niat jahat orang lain. Dan pokok persoalannya masih klasik, yaitu uang. Skema film ini dibuat tidak mendatar. Sebagai permulaan, film melempar konflik perampokan yang direncanakan sederhana, kemudian baru dijelaskan kisah dan hubungan antara karakter-karakter di balik rencana 7 menit. Keseluruhan, tidak buruk juga tidak terlalu istimewa. Biasa saja. Yang diunggulkan film ini adalah kedalaman konflik di belakang panggung drama perampokan. 7 Minutes (2015) - 6/10

Pasar tradisional yang tidak ditinggal

Pasar tradisional kalau diterjemahkan secara umum adalah tempat bertemunya banyak penjual dan pembeli di satu tempat. Barang yang diperjualbelikan biasanya seputar barang kebutuhan pokok sehari-hari atau bumbu dapur untuk keperluan pangan. Seperti beras, bawang, cabe, buah-buahan atau juga sayur mayur. Di sini ada beberapa pasar tradisional yang sudah dikenal dan mudah diingat. Terakhir kali mengunjungi pasar tradisional waktu masih duduk di bangku sekolah. Itupun kebetulan diajak teman yang orang tuanya memiliki bedak di pasar tersebut. source : www.sophiamega.com Meskipun saat ini banyak gempuran dari konsep pasar modern, tapi sepertinya keberadaan pasar tradisional disini belum banyak berubah. Masih tetap dengan bentuk dan keramaian yang sama. Karena (versi pribadi), tidak atau belum semua barang kebutuhan pokok bisa dimasukkan ke konsep pasar modern. Kalaupun ada, mungkin masalah harga masih menjadi pertimbangan. Masalah umum dengan pasar biasanya seputar kebersiha

Menculik yang masih tersisa hidup

Film ini dari judulnya sudah bisa diterka ada kaitannya dengan Cloverfield . Dan memang masih ada nama J.J.Abrams di belakang panggungnya. Menarik. Alur ceritanya samar mempermainkan dugaan. Sepintas awal terlihat seperti pentas drama penculikan biasa. Lalu, dibantahkan dengan kemunculan adegan seperti ada virus zombie mewabah. Alur cerita kemudian diputar lagi ke dugaan awal yaitu drama kejahatan seorang campuran paranoid dan psikopat yang mengurung diri di bawah tanah. Dan, akhirnya disimpulkan dengan kehadiran sebuah pesawat udara yang tidak lazim. Jika dibandingkan dengan proyek Cloverfield, disini lebih simple karena tidak banyak karakter. Minimalis. Lokasi setting tidak di hingar-bingar chaos perkotaan, melainkan di ruang bawah tanah dan daerah perladangan luas. Jauh dari hingar-bingar chaos dan jauh dari kesan "ramai" di Cloverfield. Dapat dikatakan temanya mirip namun menariknya dipentaskan dengan situasi yang berbalik 180 derajat dari sebelumn

#WhereIsCat?

Judulnya mungkin ingin ikut trend serba hastag ala twitter atau bisa jadi ingin membonceng hastag #horror secara global. Dan dari situ seharusnya sudah bisa ditebak arah film ini yaitu horor. Tapi, sayangnya kurang mengena. Tema film yang diangkat sudah seharusnya horor tapi prakteknya kurang menarik. One day story . Horor yang diterapkan pada alur cerita yang juga diwarnai dengan warna-warni urusan online sosial media (entah apa nama sosial media yang dipakai) seperti dipaksakan menyatu dengan tren gaul sosial media. Berusaha menawarkan twist pada ending, tapi tidak mantab. Biasa saja. Tidak ada yang istimewa. Yang menarik dari film ini hanya setting lokasinya yang sebagian besar dihabiskan di sebuah villa bergaya modern minimalis penuh seni artistik dan nyaman sekali. #Horror (2015) - 5/10

Memorializing An Account

Kesan pertama setelah menyimak film ini : kreatif. Terlepas dari isi ceritanya, namun memakai gaya group video call Skype ini cukup unik dan fresh . Teknik chat pun tidak dibuat mulus tapi dibuat seperti dalam kenyataannya, sering putus-putus (gambar terkotak-kotak) menandakan koneksi internet sedang tidak labil. Dari sisi cerita, lumayan. Tidak terlalu mainstream bisa ditebak arahnya. Setidaknya misteri apa yang sedang terjadi dan alasannya bisa dijaga hingga akhir. Dari sisi horor, khas. Jika melihat nama di belakang layar film ini, ada nama Blumhouse, maka menyaksikan gaya horor disini tidak jauh berbeda. - Style horor dengan low budget . - Tidak banyak makan lokasi karena setting cerita berada di dalam kamar dan di depan laptop milik Blaire. - Tidak banyak karakter yang dimunculkan. Hanya 7 karakter utama yang di atas panggung. Membuat film ini tidak terlalu berat dengan alur cerita dan horornya. Meski kadang perpindahan cepat klik demi klik antara main

The Legend of Ramadi

Jangan sampai terlintas karakter Phil " The Hangover " dalam film ini. Karena disini Bradley Cooper "disulap" menjadi anggota SEAL dengan fisik tinggi besar dan berjanggut. Yang membuat film ini semakin menarik adalah dramatis nya. Film ini diangkat berdasarkan kisah tokoh nyata. Tentang seorang pria dari Texas yang memilih berkarir di dunia militer dan dikirim ke medan tempur Iraq. Prestasi Chris Kyle adalah menjadi sniper - penembak jitu Amerika dengan tingkat akurasi yang mumpuni dan jumlah korban tidak hanya puluhan yang berhasil dilumpuhkannya. Kehebatan Chris dalam menembak membuat dirinya mendapat julukan The Legend . Film ini dominan menceritakan tentang "sedikit" petualangan Chris dalam tour of duty di Iraq selama empat kali. Sisi samping menceritakan sedikit kehidupan rumah tangga. Sisi samping lainnya film ini juga mengangkat kisah " Juba " atau disini memakai nickname Mustafa. Sedikit tentang Mustafa / Juba ad

Keajaiban dari Delta Sierra One Alpha Victor Oscar

Film ini langsung mengingatkan pada gaya film Frequency yang dimainkan oleh Dennis Quaid dan Jim Caviezel. Bedanya, kalau di Frequency bermain-main di area lintas ruang dan waktu antara ayah dan anak, di sini bernuansa romantis kisah bertepuk sebelah tangan. Sebenarnya dari awal, film ini mampu membuat penasaran bagaimana akhirnya. Apakah bahagia atau sedih, karena kartu as (inti cerita) sudah dibuka hampir di bagian tengah. Tidak bisa diharapkan romantis karena di babak pertengahan sudah jelas bagaimana garis hubungan dua anak manusia yang hidup berbeda tahun bisa secara ajaib bertemu lewat radio CB. Tinggal menunggu, mengapa justru karakter utama tidak kebagian porsi happy ending -nya. Apakah "dimatikan" atau justru akan ada kisah romantis ajaib beda usia yang terpaut jauh. Ternyata dugaan itu meleset semua. Bagian paling datar dari film Korea ini adalah endingnya. Kurang mantab dan begitu saja. Tidak ada efek apa-apa. Bila digambarkan dengan grafik, al

20 jam drama penculikan sang artis

Di jaman serba googling atau serba wikipedia ini, sebenarnya mudah saja menebak akhir sebuah film. Tapi, justru tidak akan ada asyik-nya karena inti dari seni hiburan film adalah mengikutinya kemana alur cerita mengalir. Seperti di film Mandarin ini, alasan pertama penulis memilih film ini tentu saja nama besar Andy Lau di dalamnya. Sebagai bonus, ternyata film ini juga based on true events . Genre favorit. Pembukaan film langsung diceritakan tentang sebuah penculikan. Tidak tanggung-tanggung korban adalah seorang aktor besar (di daratan Hongkong). Alhasil, tangan pun menjadi gatal untuk membuka ponsel dan segera mencari data terkait film ini. Untunglah hingga akhir cerita, penulis bisa menahan diri untuk tidak mencari tahu siapakah sebenarnya aktor Hongkong yang mengalami tragedi penculikan selama 20 jam tersebut. Dari sisi film, alur cerita yang dipakai adalah maju-mundur. Kadang ada flashback untuk menceritakan waktu sebelum kejadian dan setelah kejadian. Tidak te

Menyongsong Era Digital Dengan Lebih Produktif

Merujuk data dari kominfo.go.id bahwa pengguna internet di Indonesia saat ini sudah menembus angka ratusan juta orang, dimana data tersebut tentunya akan terus bertambah mengingat manfaat internet yang sudah menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari untuk generasi sekarang. Dengan layanan serta kualitas koneksi internet yang masih harus terus ditingkatkan serta pengguna internet yang semakin hari semakin terus bertambah, di era serba digital saat ini ada kesempatan besar untuk siapapun, baik kalangan individu ataupun bisnis, untuk tumbuh produktif bersama. Banyak cara untuk menjadi individu ataupun bisnis yang lebih kreatif dan produktif di era internet saat ini, salah satunya adalah aktif di berbagai sosial media. Namun, jika berbicara tentang branding , dengan aktif di dunia sosial media saja rasanya masih belum sepenuhnya lengkap tanpa memiliki sebuah website. Sebelum dunia digital berkembang dengan sangat cepat dan pesat layaknya saat ini, orang akan mengira bahwa me

Masa lalu yang hitam di Benua Hitam

Sebuah penembakan gelap terjadi di Kongo, Afrika. Korbannya adalah Menteri Pertambangan Kongo. Dan, yang terlibat salah satunya adalah Jim Terrier. Selang delapan tahun kemudian, dampak dari peristiwa penembakan Menteri tersebut baru dirasakan oleh Jim. Dari segi alur ceritanya, lika-likunya sedikit berat dengan latar belakang politik kontrak-mengontrak perusahaan rebutan kekayaan salah satu negara yang diceritakan sedang kacau balau di Afrika. Inti sederhananya adalah pembunuh kontrak-an diburu untuk "membersihkan" jejak sebuah perusahaan. Menariknya adalah film ini digarap oleh sutradara Pierre Morel yang pernah sukses dengan Liam Neeson di Taken atau Travolta di From Paris With Love . Jadi, gaya aksi tarung film ini ada sedikit kemiripan. Kesan yang didapat dari film ini kurang lebih juga sama dengan Taken, dimana memasang aktor utama yang "berumur" namun masih gesit dalam petarungan melawan pihak jahat. Dan, disini aktor "berumur" yang

Internet dan koneksinya

Bicara soal internet erat hubungannya dengan kualitas dan harga. Dan bicara soal harga, tiap operator saling lomba promosi murah dengan syarat dan ketentuan yang panjang urusannya. Belum lagi, smartphone yang beredar semakin gencar menawarkan kecanggihan yang ujungnya membutuhkan koneksi data internet. Sebatas pengalaman sendiri, sebelum menambah operator "baju" merah-putih saat ini, penulis menggunakan kuning-hijau sampai sekarang. Sempat bermasalah, namun sayang untuk dilenyapkan akhirnya cukup digunakan di handphone berlayar biru digital tanpa perlu koneksi data internet (telepon+sms). Operator tambahan yang (sampai sekarang) masih aktif dipakai, memang dari segi harga kuota data cukup mengiris hati. Belum lagi dengan banyak paket ini dan itu yang (jujur) susah dipahami. Soal kendala koneksi, pasti ada tapi tidak dalam frekuensi yang sering (jarang). Intinya, asal bisa dipakai untuk internet - entah 2G/3G/3.25G/3.5G/4G/4-5G - saat diperlukan, itu sudah cukup.

Cerita dari film Criminal Activities

Dari judulnya tentu sudah bisa ditebak bahwa film ini bakal menghadirkan kisah kriminal. Melihat jajaran pemain pendukungnya sudah menjanjikan, ada nama Michael Pitt dan John Travolta. Note untuk Michael Pitt yang penulis simak di film-film nya biasanya memiliki karakter kuat dan gaya cerita yang unik. Sejak awal pembukaan cerita, film ini mempunyai alur cerita yang bisa diikuti. Konfliknya soal hutang yang harus dibayar dengan penculikan. Kesan konfliknya serius tapi dijabarkan dengan gaya yang sedikit "lunak". Sayangnya, bagian ending yang diharapkan bisa memberi twist manis, terlalu berat dan kurang simple. Perlu sedikit ekstra berpikir keras merangkai karakter dan hubungan konfliknya. Tapi, yang paling menonjol dari film garapan sutradara Jackie Earle Haley ini adalah pertarungan akting para karakter yang rata-rata memiliki kualitas bagus. Criminal Activities (2015) - 6/10

Pembalasan ada di tangan Sang Pencipta

Banyak komentar positif terhadap film ini dan kali ini ikut merasakan kesempatan menikmati indahnya alam hutan, perihnya perjuangan hidup, dan pesan moral kehidupan primitif. Kesan pertama yang muncul dari film ini adalah Apocalypto . Spontan saja, atmosfir film ini mengingatkan pada kalimat bijak di film Apocalypto bahwa sebuah peradaban hancur justru dari dalam (berperang saudara). Bagaimana menampilkan suku asli jaman dulu lengkap dengan bahasa asli, hampir sama dengan gaya Apocalypto. Karakter utama mengalami siksaan lahir batin secara fisik dan psikis dengan kehilangan orang kesayangan. Dilengkapi dengan ilustrasi halusinasi yang dialami karakter utama. Tapi sepertinya siksaan fisik di film ini lebih "perih" sekaligus mungkin menjadi sisi memorable, melawan seekor beruang. Luar biasa. Momen tersebut menjadi pertanyaan bagaimana menampilkan amukan beruang dari jarak dekat. Keren. Terakhir ada sisi revenge . Balas dendam. Alur ceritanya kurang lebih sam

Romantis putih

Saat ini, mendapatkan film ini sangat susah sekali. Beruntung sekali Youtube ternyata masih menyimpan film ini dalam bahasa asli (bukan dubbing Hindi) dan utuh. Kesan pertama bernostalgia dengan film ini adalah menghibur. Dan bisa dibilang salah satu film terbaik Jackie Chan yang mampu menghadirkan beberapa citarasa hiburan dengan porsi pas mengena. Ada kisah romantis yang sederhana manis. Ada komedi khas Jackie dipadu dengan atraksi beladiri yang (sangat) memukau untuk usia Jackie saat itu. Semua diolah dan dijalankan dengan berimbang dan enak dinikmati. Selain Jackie sebagai poros utama, ada banyak karakter lain yang mampu mengimbangi dan mencuri perhatian. Pastinya lawan main romantis Jackie yaitu Shu Qi. Akting Shu Qi disini luar biasa memainkan karakter A Bu yang centil dan childish namun cantik kebangetan. Selain Shu Qi, hiburan lain datang dari Tony Leung yang disulap menjadi pria bences (baca:banci). Belum cukup dengan komedi laga, ada 2 orang yang berperan

Mobil.Berguling.Lompat.Lari.Seseorang.

Kesan awal yang muncul adalah melihat adaptasi film Buried dalam versi ibu dan anak. Namun kesan awal tak sepenuhnya benar, karena kesan Buried hanya memenuhi separuh durasi keseluruhan saja. Separuh lagi bercerita tentang efek terkurung selama bertahun-tahun di sebuah gudang kecil. Drama yang kuat dan menarik. Akting karakter utama, Joy dan Jack, benar-benar luar biasa. Khususnya pada bintang cilik, Jack. Awesome . Ada beberapa hal yang menggelitik dari film ini. Jack? Sepanjang film penulis benar-benar "tertipu" dengan penampilan karakter Jack ini. Sepintas terus bertanya, mengapa bocah imut yang "cantik" ini harus dinamakan Jack, dan terus menerus dipanggil menggunakan kata penunjuk orang ketiga dalam bahasa Inggris dngan " him" , seharusnya " her "... Sosok bayangan Jack salah satunya adalah..Samson?!. Semakin mencurigakan saat Jack dibawa ke rumah dan diberi hadiah mainan lelaki (tidak ada satupun boneka). Belum lagi, sa

Kombinasi Cantik Alam dan Teknologi Modern Dalam Satu Atap

Di era teknologi dan informasi yang serba cepat (internet) saat ini, sebuah koneksi lancar ( anti lemot ) dan anti gamas ( Gangguan Massal ) memang menjadi dambaan bagi mereka yang banyak beraktifitas dengan menggunakan internet. Mencari koneksi pun kadang terasa kurang meski sudah terpasang modem di rumah, belum lagi jika ada gangguan massal koneksi internet yang masih sering terjadi. Ada yang rela mencari koneksi cepat di pusat perbelanjaan atau terpaksa merogoh kocek dompet lebih dalam demi koneksi di cafe. Atau juga harus merelakan diri lembur di kantor hanya demi koneksi? Lebih parah lagi sampai "merelakan" jam kerja kantor dengan bermain game online atau menonton sinetron lawas lewat youtube ... Serba-serbi pemandangan di atas kerap ada saat orang membutuhkan koneksi internet, entah untuk kepentingan mencari informasi, memperlancar komunikasi ataupun sekedar hiburan. Membayangkan bila memiliki hunian dengan koneksi internet mencapai 100MB, tentunya terasa

Harga cinta bagi seorang Ip Man

Di seri ketiga perjalanan Master Yip di dunia ilmu beladiri Wing Chun, tak bisa dipungkiri bahwa yang paling ditunggu adalah Mike Tyson . Meskipun porsi tampilnya bisa dikatakan kecil namun sudah lumayan menghibur sekali. Kesan pertama yang muncul adalah akting dalam beberapa adegan yang kaku. Mike Tyson terasa kaku berakting dan dialognya. Beberapa titik perpindahan scene per scene alur cerita pun demikian. Di sini, sisi dramanya menampilkan 3 pihak. Pihak putih/lakon dipegang Ip Man, pihak hitam/jahat dipegang Barat, lalu ada satu karakter yang dihadirkan sebagai pihak abu-abu (tidak baik tapi juga sempat melakukan kejahatan) yaitu Cheung Tin Chi, yang mengklaim bahwa ilmu Wing Chun milik Ip Man tidak se-otentik miliknya. Dari sisi aksi laga, rasanya seperti "dipaksakan" untuk terus ramai ber-beladiri. Dan konsep yang dihadirkan menonjolkan sisi laga Ip Man melawan banyak orang. Keseluruhan hiburan aksi laga-nya lumayan. Sisi drama terbaik adalah seputar