Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2015

Mengawal ibu dan anak

Entah ini film maksudnya bagaimana kurang begitu jelas. Sekilas di awal terasa seperti film tentang pembalasan dendam seorang Joshua karena istri dan anaknya terbunuh karena bom. Tapi tidak ada pembalasan hingga akhir. Yang ada justru adegan yang cukup sensitif. Kemudian cerita berganti ke suasana perang, ekspektasinya bakal ada kisah perang, tapi ternyata keliru lagi. Malah yang ada adalah kisah pembelotan dan hubungan Joshua bersama seorang ibu dan bayi. Kurang begitu menarik tema yang diangkat disini. Apalagi ending-nya terlalu gampang dan aneh. Jalan ceritanya hambar, beberapa adegan terasa kaku dan tidak ada grafik emosi naik turun, datar saja. Savior (1998) - 5/10

Kadang memang uang adalah segalanya

Ada sebuah kalimat umum, " uang bukanlah segalanya " atau " uang tak dapat membeli kebahagiaan " dan film ini mencoba mematahkan kalimat tersebut. Disini menceritakan tentang perjuangan serta pengorbanan seorang ibu yang terjepit dalam keterpurukan ekonomi. Salah satunya adalah there's nothing under the tree (tidak ada apa-apa di bawah pohon - Natal) untuk 2 anaknya dan Ray (ibu tersebut) melakukan sebuah tindakan melanggar hukum untuk mencari uang. Film ini versi penulis sangat sehari-hari. Dekat dengan kenyataan. Untuk mendapatkan kebahagiaan (kadang) memang harus ada biaya untuk mendapatkannya. Dan hal tersebut yang membuat karakter Ray disini dapat dimaafkan. Dan sepak terjang Ray juga sangat manusiawi, berjuang meski salah demi mendapatkan uang untuk kehidupan, serta berkorban untuk partner in crime- nya, Lila. Meski atmosfir film terasa suram sendu dan sedih, namun diolah dengan kental dan masuk. Paling emosional disini ketika Ray dan L

Menjadi orang tua muda

Kesan yang muncul setelah menonton film ini adalah bagus di beberapa menit opening saja. Terasa bakal ada tontonan kocak ala Korea. Namun, setelah masuk lebih dalam lebih terasa atmosfir ala sinetron lokal. Bintang film yang diplot muda dan mudi belia, blink-blink , yang nakal yang idola, yang melawan peraturan yang idola. Tidak ada kekonyolan. Komedinya datar saja. Nakal, jantan tapi beberapa kali menangis. Tak lama teriak-teriak penuh emosi. Menangis lagi. Sangat di-dramatis-kan. Apalagi tambahan baby voice yang seolah bisa berbicara layaknya orang dewasa. Baby and I (2008) - 6/10

Hit hit hit and kick, control your breath

Konsep yang dipakai disini standar saja. Pernah ada. Contohnya Karate Kid milik Jackie dan Jaden. Ada pendatang. New boy in the school . Di bully . Lalu, fall in love ma cewek manis. Latihan. Tanding. Lalu, dari segi audio juga memasang banyak background lagu-lagu rock alternative dinamis seperti film-film ala romantic comedy . Paling menonjol adalah penampilan Djimon Hounsou sebagai suhu. Kalem tapi sangat powerfull. Lalu, ada jenis beladiri yang bagi penulis belum banyak ditemui (setidaknya bagi penulis) dalam media film. Mungkin jenis beladiri ini pernah dipakai di film Thailand. Never Back Down (2008) - 6/10

Streaming berdarah dari pulau antara Indonesia dan New Guinea

Spontan langsung teringat gaya film Death Race . Para napi diadu domba, saling sikut, disiarkan untuk keperluan bisnis tontonan publik. Dengan alasan karena publik menyukai tontonan bloody fight secara live. Alur ceritanya biasa. Para napi dibuat seolah-olah dari seluruh dunia. Ada Amerika, ada Eropa, Latin, dan Asia. Peraturannya, saling bunuh hingga tersisa satu. Aksi laganya biasa. Tidak ada yang istimewa. Adu pukul para pria berotot dan sedikit pemanis tampilan wanita-wanita pemberani sekaligus berani hot seksi. Standar tinggal mengikuti jalan cerita serta baku hantam serta menebak siapa kira-kira hero nya. Meski mau tak mau sudah bisa ditebak. Akhirnya memang film ini terasa hanya menjual nama aktornya saja. Adalah nama Steve Austin dan bertemu dengan Vinnie Jones. Dari ring Smackdown bertemu lapangan bola. The Condemned (2011) - 6/10

Rumble In The Jungle 1974

Film dokumenter yang ternyata menarik serta menambah wawasan. Seperti kata Spike Lee yang menjadi pembicara disini bahwa generasi muda saat ini harusnya melihat sejarah dan kejadian para tokoh besar masa lalu, Malcolm X, John F.Kennedy, Jackie Robinson, dan Ali. Sejarah ring tinju mencatat salah satu pertandingan terbesar yang pernah ada antara 2 raksasa, Muhammad Ali vs George Foreman yang diadakan di Zaire (Congo) 30 Oktober 1974. Dokumenter ini mengangkat seputar persiapan serta pertandingan 8 ronde tersebut. Dari kecil, penulis hanya tahu julukan Si Mulut Besar Muhammad Ali, pada waktu kecil penulis kurang bisa mengartikan arti kata Mulut Besar Ali. Mungkin, memang posisi bibirnya besar. Tapi, dari film dokumenter ini akhirnya penulis tahu makna Mulut Besar tersebut. Dan yang membuat menarik film ini adalah dokumenter asli. Memang terlihat kepercayaan diri Ali sangat sangat tinggi. Perang kata-kata komentar melalui media dan wawancara memang bernada sombong.

Cemetery Junction

Film ini sebenarnya bagus. Menarik. Menyinggung kehidupan umum. Sayang, terasa "lembek". Kurang powerfull . Tentang persahabatan dan kelas ekonomi yang terjadi di sebuah daerah Cemetery Junction. Sebenarnya, tidak hanya di sana, melainkan dimana-mana pasti ada "jurang" atau gap kelas ekonomi. Kaya-miskin. Tiga karakter utama dalam film ini mencerminkan kegalauan para pemudia usia 20an di saat harus memilih dan mulai memikirkan langkah ke depan hidup. Freddie, adalah sosok pemuda yang sadar akan pentingnya masa depan. Mulai bekerja sebagai sales asuransi jiwa. Namun, seperti kenyataan, dunia kerja (disini asuransi), akan banyak menemukan kecocokan dengan di film ini. Yang senior yang menjual banyak policy karena mereka bekerja lebih dulu, akan merasa sombong dan sangat sombong. Berdiri di ujung kemakmuran tanpa pernah peduli produk apalagi jiwa kliennya yang penting adalah komisi. Ironis, sales asuransi, menjual produk penggantian kehilangan nyaw

The Bloodsport Man ke kampung halaman

Kesan pertama masuk di beranda film ini bakal ada kegiatan film action ala Van Damme tentunya. Namun, ternyata ekspektasi tersebut malah terbalik. Disini Van Damme tampil drama. Minus beladiri, meski ada namun sedikit, masih berotot namun tidak garang. Secara keseluruhan kesan film ini unik. Berani beda. Kreatif. Memakai nama besar Van Damme sebagai himself yang sedang berlibur pulang kampung ke Belgia. Namun tragis, sebagai bintang film besar, Van Damme dalam kondisi butuh dana dan terjebak di sebuah perampokan. Bank? Bukan. Melainkan kantor pos. Konyol. Ada sedikit komedi disini. Dan suasana film seperti kuno, warna dominan adalah sephia. Dicampur dengan sedikit effect blur. Jalan ceritanya dicampur flashback dari berbagai campuran sudut pandang, yang akhirnya sedikit membingungkan. Lumayan, menghibur. JVCD (2008) - 7/10

Perjalanan tongkat Go Kong

Tidak lain tidak bukan dan tak terbantahkan bahwa yang diharapkan dari film ini adalah pertemuan antara dua megabintang laga dari Asia yang kini telah sukses menjadi kebanggan di ranah Hollywood yaitu Jet Li dan Jackie Chan. Tema cerita juga menjadi lambang kebanggaan Asia dimana legenda Raja Kera yang akrab dengan mencari Kitab Suci ke Barat diangkat ke Hollywood. Konfliknya sedikit bergeser karena tak lagi mencari Kitab Suci dan Go Kong juga tak terkurung terpenjara dalam gua sempit tertindih gunung, melainkan perjalanan seorang remaja Boston mengembalikan Tongkat Go Kong. Ada beberapa film yang teringat ketika menyimak alur cerita di film ini, dimana ketika Jason "terbangun" dan menjumpai dirinya sedang berada di sebuah desa di pegunungan indah lengkap dengan sawah-sawah mengingatkan pada gaya Fearless milik Jet Li. Ajaran Kung Fu Lu Yan kepada Jason mengingatkan pada gaya ajaran Jackie kepada Jaden Smith di Karate Kid dimana Kungfu adalah gerakan ha

Luka berdarah yang tak terjelaskan

Dari judulnya I Know Who Killed Me , "saya tahu yang membunuh saya". Berarti "saya" disini sudah mati. Horor. Harusnya. Memang horor. Si cantik seksi Lindsay Lohan bermain "horor" dengan tubuhnya dan berdarah-darah tidak lupa pamer sedikit kemolekannya. Dari segi ceritanya, horornya kurang menarik. Biasa saja. Andalannya seputar banyak darah dan terluka tanpa bisa berbuat apa-apa. Misterinya juga datar tentang delusional karakter Amber dan Dakota tanpa Fanning. Twist " who killed me "-nya yang ada kurang hot, dingin datar-datar saja. I Know Who Killed Me (2007) - 5/10

Dunia baru setelah mendapat warisan hutang

Kesan pertama dari film ini, cerah menarik dan ada sedikit komedi. Cerah meskipun konfliknya ada duka, rebutan warisan, patah hati karena cinta, tapi tetap diolah dijaga pada suasana cerah, berkonsep cerita ringan, dan klimaks yang manis. Menarik, karena film berjalan pada dua cerita bergantian tanpa harus membingungkan. Cerita dunia Nora sendiri dan dunia Mary sendiri. Karakter Mary yang paling menarik perhatian. Lahir dan besar sebagai putri pangeran Meksiko kaya raya. Gemar shopping...wow, its natural . Seksi. Muda. Cantik. Karakter Mary disini sangat down to earth dengan jaman kini. Cinta itu hanya sejauh masalah uang. From Prada To Nada (2011) - 6/10

Setelah membaca pesan bloody hand yang terukir di batu

Melihat alur cerita di awal memang menarik. Dan tema yang diangkat pernah menjadi angan-angan dalam bayangan yaitu tema army militer digabung dengan misteri atau horor. Karena selama ini penulis belum dapat film dengan tema horor gabungan antara militer (perang) dan horor. Ternyata film ini seperti menjadi jawabannya. Tema militer digabungkan dengan horor. Awalnya menarik. Gaya horornya pun cukup merindingkan bulu. Tentang sebuah pleton tentara yang dipimpin oleh Choi Tae-in dikirim ke Vietnam untuk mencari pleton lainnya yang dinyatakan "hilang". Dan, paling terasa sisi horornya ketika harus kembali mengingat ada berapa orang kah dalam satu pleton Choi ketika diberangkatkan ke Vietnam? #kalau dari awal setengah-setengah mengikuti pasti penasaran untuk putar balik ke awal cerita. Hitung balik. Selanjutnya, horor menjadi biasa saja mengandalkan suasana dan permainan cahaya, bayangan, misteri kematian. Gaya para tentara Korea ini juga memberi pengaruh ke nuansa

Menantang maut di atas motor

Sepanjang dokumenter berjalan, tidak ada gejolak apa-apa. Silih berganti para pembalap memberi pendapat, pengalaman serta pandangan mereka terhadap olahraga menantang maut yaitu balapan motor di Inggris yang disebut TT. Dan sepanjang film pula yang bisa penulis perhatikan porsi agak besar diberikan pada Guy Martin. Tentang kesehariannya sebelum event serta cuplikan-cuplikan kecil selama even. Yang paling menarik perhatian adalah mountain race . Pemandangan serta lingkungan kota kecil di pegunungan, wow really amazing place to live . Nice view and great environment . Lainnya, paling menarik melihat slow motion aksi para pembalap ini, terutama pada saat menekan lutut hingga beberapa milimeter dari aspal jalan. Paling miris dan perih adalah cuplikan accident-nya. Cocok dengan judulnya closer to the edge . Baru ada gejolak ketika cerita memasuki Guy Martin akhirnya bisa mengikuti lomba. Kemudian kamera menyorot sebuah tikungan kosong, dan komentator tersebut berkomentar

Memang berita seharusnya jujur dan berimbang

Pertama kali melihat covernya tentu merespon kata Baghdad, yaitu war movie . Namun ternyata respon tersebut keliru. Disini memang berdasarkan kisah nyata tentang para wartawan yang mempertaruhkan keselamatannya "berjuang" ke Irak (tahun 1990an) untuk mencari berita. Bukan film tentang perang Irak. Alur ceritanya sendiri seputar ambisi stasiun televisi CNN untuk menjadi yang terdepan dalam menyiarkan berita seputar perang Irak. Sayangnya, film kurang menarik karena porsinya lebih ke film " self advertisement " CNN tentang kualitas berita yang jujur dan berimbang dan tentunya update seperti judul film ini Live from Baghdad. Dan konfliknya memang seputar kompetisi stasiun berita meliput perang Irak bukan tentang perang Irak. Klimaks ditutup oleh suasana perang hujan bom namun dengan durasi yang tak begitu besar. Live From Baghdad (2002) - 6/10

Hanya 118 menit untuk antar jemput sejauh 16 blok

Ada beberapa hal menarik dari film ini, - Berhasil menyulap gaya Bruce Willis ketika diplot sebagai polisi. Bagi penulis, Bruce Willis adalah McClane yang rock and roll . Hancur-hancuran. Tetapi disini tampil soft . - Tak hanya di sebatas karakter, tetapi juga fisik. Bruce Willis "kehilangan" gaya koboinya dengan kepala tak seberapa plontos dan berkumis dan berperut buncit. Cocok dengan karakter Jack Mosley yang "lamban". - Paling suka lihat David Morse memerankan peran antagonis seperti disini. Cool. Dingin. Pernah juga gaya David seperti ini penulis temukan di Disturbia. - Setting filmnya hampir memakai setting one day story. Sayang, konfliknya biasa saja. Tak ada yang istimewa dengan plot ceritanya karena gampang "ditebak". 16 Blocks (2006) - 6/10

Polisi kembaran pembunuh 123 korban

Di luar dugaan ketika melihat film ini yang ternyata bertema futuristik. Sedikit ganjil saja rasanya melihat gaya Jet Li dipasangkan dalam film bertema masa depan. Gaya khas fighting Jet Li sedikit terhapus oleh aneka animasi ala Matrix. Meski memang akhirnya film ini mau tidak mau memberi wadah durasi khusus bagi Jet Li untuk mendemonstrasikan kepiawaiannya dalam mengolah jurus-jurus beladiri. Alur ceritanya sendiri biasa saja. Terlalu futuristik dan fantasi tingkat tinggi. Konfliknya juga diperberat dengan Jet Li yang "terbagi" dua, baik-jahat. Menariknya adalah pertemuan "panas" antara Jason Statham dan Jet Li meski sama sekali tak ada momen khusus bagi mereka berduel. Keseluruhan, menurut penulis film ini kurang punya daya pikat kuat meski ada pertemuan Jet Li dan Jason Statham di dalamnya. Ceritanya kurang begitu bisa menarik minat dengan konflik yang juga lemah. Aksi laga beladiri khas yang menjadi kekuatan nama besar Jet Li disini juga kurang

Rahasia perancang sepatu di Lake Como

Dari jajaran pemain pendukungnya sepertinya menjanjikan sebuah sajian cerita yang menarik. Liam Neeson, Banderas, dan Laura Linney. Di bagian depan, blank . Seperti ada hole misterius dengan hilangnya Lisa. Kemudian ditemukan ada sebuah folder "Love". Posisi Liam disitu dengan plot seperti misterius cukup menarik, mengingatkan pada gayanya di Taken atau Unknown. Namun sayangnya kemisteriusan kisah cinta Lisa tak berlangsung lama. Hanya sekejap. Tak disimpan dalam. Chemistry antara karakter Liam dan Banderas disini biasa saja, hanya aneh karena konfliknya di luar dugaan. Seperti tidak ada konflik apa-apa. Karena seperti sudah "terbuka" semua tak ada yang perlu dirahasiakan. Sudah berhasil memasukkan password, bermain catur bersama, tahu tempat tinggalnya. Kesan misterius ala Taken atau Unknown tak ada sama sekali. Alur cerita otomatis hanya dipanjang-panjangkan untuk memenuhi garis waktu durasi. The Other Man (2008) - 5/10

Surat kabar duka esok hari

Bagaimana rasanya bila kita membaca surat kabar yang mengabarkan berita duka dialami oleh kerabat atau orang terdekat kita? Sisi itulah yang coba diangkat oleh film ini. Paling berkesan sejak dulu pertama kali melihat film ini adalah momen di bagian awal, ketika Hideki sedang menunggu proses transfer data di sebuah kotak telefon di pinggir jalan malam hari sunyi sepi tak ada kendaraan. Istrinya, Ayaka, dan anak gadis ciliknya Nana setia menunggu di seberang jalan di dalam mobil. Lalu sebuah potongan surat kabar mencuri perhatian Hideki. Sebuah berita di potongan koran tersebut memberitakan sebuah kecelakaan terjadi dan korban meninggal adalah seorang bocah gadis berusia 5 tahun bernama Nana Satomi, anak Hideki sendiri. Lalu blarrr..... Momen tersebut yang selalu penulis ingat dari film Jepang ini yang kini keberadaan VCD nya sudah susah didapat setidaknya di area tempat penulis tinggal saat ini. Kali ini ada seorang teman yang berbaik hati membagikan film ini untuk disimak

This is ... from ... Mathilda

Nice. Like this movie. Classic but different . Beda. Luc Besson. Ada rasa aksi. Ada rasa drama haru. Ada rasa drama lucu. Dramatis. Cinta. And Sting. Ada 3 karakter yang berperan besar membangun nuansa film ini menjadi beda. Gary Oldman, nice . Akting emosionalnya memang berkarakter. Mantap. Polisi narkoba yang suka narkoba. Jean Reno. Di tangan Luc, kesan Hitman ini hanya separuh untuk Jean. Karena di samping dingin, karakter Jean disini juga sangat lugu. Apalagi ketika harus menerima sosok Mathilda yang mengajarkan cinta dan relax ke dalam kehidupan keras Leon. Meski terkesan lugu, Leon disini tampil meyakinkan sebagai hitman yang berkehidupan "lembut" dengan susu dan sebuah pot tanaman. Dan, terakhir the best is Natalie Portman. Aktingnya memang berbakat di usianya kala itu. Di tangan si Natalie kecil, karakter Mathilda disini sangat besar pengaruhnya. Yang menarik dari film ini adalah tentu saja laga ala Luc yang memang berbeda dan punya citarasa s

Polisi Bay City

Film ini isinya cukup simple saja. Ringan. Dari depan beranda sudah diketahui mana yang baik dan mana karakter yang tidak baik. Mudah dicerna. Komedinya tidak terlalu konyol. Ada beberapa momen yang memang lucu tapi juga ada beberapa momen komedi yang terasa biasa saja. Keseluruhan menghibur dengan tampilan Ben Stiller dan Owen Wilson. Ada beberapa film yang sempat penulis nikmati kehadiran mereka berdua dalam satu film, sebut saja dalam kisah penjaga museum dan keluarga Focker Gaylord , semua genre komedi. Menurut hemat penulis, bila sudah pernah mengenal serial Starsky-Hutch di televisi jaman dulu, mungkin akan lebih mudah menikmati film ini. Penulis juga yakin bahwa serial Starsky-Hutch yang asli sepertinya menjadi serial yang terkenal, sayangnya penulis mungkin belum lahir atau kurang mengenal serial tersebut, otomatis disini penulis hanya menikmati kisah duet Ben Stiller dan Owen Wilson yang dilengkapi dengan Snoop Dog, Carmen Electra, Amy Smart, Vince Vaughn, dan Wi

Kecelakaan berdiri satu malam

Sebuah film yang boleh dikatakan segar. Temanya serius lalu diolah seringan mungkin dan serenyah mungkin. Kalau di tempat lain dengan tema yang sama mungkin akan bernuansa suram durja atau dipenuhi isak tangis kekecewaan atau histeria penyesalan tingkat langit tiiiidaakkkk.... Tema Maried By Accidental disini ditampilkan dengan cerah atau tidak terlalu serius. Apalagi gaya teman-teman Ben yang luar biasa hidup tanpa beban. Juga begitu dengan Ben sendiri yang meskipun akan menjadi ayah namun masih dengan santai bisa melanjutkan hobby flying high -nya. Manisnya adalah dibalik flying high , karakter Ben digambarkan sebagai lelaki tanggung jawab yang tidak serta merta lari pengecut takut akibat ulahnya sendiri. Tidak jatuh pada guyonan film yang konyol tapi masih ada drama serta konflik-konflik yang serius. Yang berkesan lainnya adalah taburan bintang-bintang dimasukkan disini meski hanya sebatas guest star -pun gaya James Franco cukup kocak. Keseluruhan menghibur manis

Che

Yang membuat penasaran dari film ini awalnya adalah nama besar Che Guevara . Sejauh yang penulis tahu adalah banyak simbol-simbol gambar baik di kaos atau stiker yang bertuliskan CHE. Kebanyakan memakai simbol hitam putih wajah Che yang khas dengan topi ala militer. Tentang siapa atau revolusi apa yang diperjuangkan seorang Ernesto "Che" Guevara ini, penulis kurang begitu memahami. Ekspektasi awal dari film adalah akan menjelaskan jenis revolusi apa atau paling tidak film ini adalah film perang perjuangan. Namun, setelah masuk ke dalam alur cerita, ternyata salah besar. Film ini adalah sepenggal kisah Che sebelum "berjuang". Disini mengisahkan sepasang lelaki muda dari Argentina yang "melepaskan" diri dan melakukan perjalanan keliling Amerika Latin dimulai dari kampung halaman, Argentina. Dan hanya seputar perjalanan. (Motifnya kurang begitu paham). Mereka memakai satu sepeda motor kuno berpindah dari satu daerah ke daerah lain, menjelajah sa

The Kingdom of God is inside of you and all around you

Tema yang diangkat film ini boleh penulis katakan cukup sensitif mengingat temanya berhubungan dengan sebuah kepercayaan. Berkisah tentang kejadian spiritual yang merapat ke karakter Frankie Paige tidak memiliki kepercayaan. Kejadian spiritual yang dimaksud adalah tanda-tanda seputar penyaliban. Tentu saja kejadian yang dialami Frankie adalah unexplainable . Kalau dari segi horornya cukup menarik. Nuansa dominan dark sepanjang film ini selain bernilai artistik juga menambah daya suram masa-masa stigmata yang dialami karakter Frankie. Paling berkesan disini adalah adegan dimana suara Frankie tiba-tiba berubah menjadi suara berat pria dan kemudian ditarik melayang di udara. Yang membuat bingung bagi penulis adalah pesannya. Sepanjang yang penulis tangkap di cerita adalah sang pembawa pesan merasuk ke dalam jiwa Frankie dan memasuki prosesi kerasukan. Proses kerasukan sendiri umumnya adalah negatif. Sedangkan pesan itu sendiri ditulis dalam bahasa Aramic di dinding, nam

Black or White can jump

Penulis pernah sekilas melihat poster Blade . Disitu ada Wesley Snipes. Sangar. Dan, memang potongan fisik Wesley memang pas untuk film aksi laga karena selain potongan fisiknya juga ilmu beladiri Wesley. Lalu bagaimana bila gaya sangar kekar Wesley dibawa ke ranah drama? Pernah lihat di Brooklyn Finest (koleksi penulis masih terbatas), disitu Snipes bermain dengan tema drama kriminal. Minus aksi laga. Lalu bagaimana bila drama dengan sedikit komedi ringan? Lebih low. Renyah cerah. Contohnya disini. Berduet dengan Woody Harrelson, Snipes bermain dengan plot basket jalanan. Tidak jelek. Bahkan sesekali gaya provokasi Snipes disini memang kocak. Lalu permainan basket? Woody dan Wesley sama-sama memiliki kualitas memainkan bola basket. Tidak kaku. Begitu pula scene basket game-nya juga alami. Dan sebagai bukti, sudut scene diambil senatural mungkin. Paling berkesan disini adalah saat adu one on one antara Woody dan Wesley melakukan free throw battle . Beberapa

Berusaha merekatkan yang retak

Kalau dulu ada kisah Robin Williams yang menyamar sebagai pengasuh anak demi bisa hidup dekat dengan anak-anaknya akibat perceraiannya. Kurang lebih film ini mengingatkan konsep Mrs.Doubtfire meski tidak seratus persen sama persis. Tapi, disini tidak semudah alur Doubtfire juga tidak sama lucunya. Disini lebih serius. Bahkan duet Ben Stiller dan Owen Wilson tidak tampil konyol. Lainnya, alur ceritanya terlalu "besar". Terlalu banyak konflik yang ditaruh dalam satu wadah bersamaan. Sebut saja, sang ayah (Tenenbaums) harus berpisah dengan istrinya, meninggalkan tiga orang anak. Tak lama setting berubah sekian tahun dimana, sang istri Tenenbaums kini memiliki pasangan kekasih baru. Anak-anak Tenenbaums telah dewasa dan memiliki konflik masing-masing. Sedangkan Tenenbaums sendiri memiliki konflik ingin kembali berkumpul bersama keluarga besarnya namun banyak pertentangan. Kelebihannya di film ini adalah taburan bintangnya. Selain duet Stiller dan Owen Wilson,

Melawan polisi

Kurang info. Mungkin karena atau memang adaptasi dari komik, film ini terasa komik. Kekonyolannya seperti dalam komik. Dari sisi komedinya, lumayan buat menghibur. Fresh. Tampilannya juga fresh. Alur ceritanya seputar para remaja yang bandel melawan satu polisi lokal. Namun perlawanan disini bukan perlawanan kontak fisik adu pukul melainkan taktik konyol untuk menyusahkan sang polisi yang beristri cantik luar biasa. **Karakter Jamie itu cowok atau cewek ya??** 700 Days of Battle : Us vs The Police (2008) - 6/10

Kisah boneka depresi Walter Black

Baru tahu ternyata sutradara di balik film ini adalah Meredith (Jodie Foster). Kalau suasana film nya sendiri sukses membangun nuansa suram dengan grafik roller coaster . Suram-cerah-suram- kembali ke cerah. Kisahnya bertutur seputar Walter Black sebagai seorang pengusaha sukses namun depresi. Depresi membawa Walter kepada "dunia" baru, yaitu dunia boneka tangan. Yang hanya sementara membuat cerah. Namun tak hanya masalah boneka, tertapi juga masalah hubungan internal dalam rumah tangga yang membuat Walter semakin terpuruk. Dramanya sendiri memang mampu menunjukkan bahasa suram. Kualitas akting Mel Gibson dan Jodie Foster memang tak perlu diragukan. Kini tinggal kembali ke masalah selera. Tentunya film ini sangat pas untuk mereka yang menyukai alunan kisah drama syahdu. The Beaver (2010) - 6/10

Short term memory loss

Mungkin selera penulis kurang sejalan dengan selera film garapan Christopher Nolan ini. Banyak media serta review yang memberikan nilai serta rating yang bagus untuk film ini. Alur serta irama cerita film ini memang tak biasa. Berjalan mundur. Teka tekinya juga kurang begitu menancap di benak penulis. Mungkin perlu tenaga ekstra serta lebih dari sekali menonton film ini untuk menangkap intisari pesan film. Konfliknya bisa dimengerti namun susah diikuti karena penuh teka-teki amnesia ke belakang cerita. Seperti membuka cerita ke belakang tentang alasan kenapa seorang Teddy itu ditembak mati di beranda film. Memento (2000) - 6/10

Politik pintu cinta sang politikus

Pertama melihat beranda film ini terasa bakal menerima tontonan berat tentang politik. Pertama, tidak memahami politik luar negeri. Kedua, membuat kantuk. Tapi setelah kemunculan Anthony Mackey, film ini terasa seperti film Nicolas Cage dulu. Mungkin, akan ada sensasi komedi. Lebih ringan menikmati jalan cerita sang politikus David Norris ini. Semakin ke dalam, film jadi biasa saja. Tak ada getar apa-apa. Malah menjadi film fantasi tentang politikus yang jatuh cinta namun dilarang malaikat. Romantisme yang ditunjukkan juga biasa, malah terasa aneh dipadu dengan atraksi pintu serta malaikat-malaikatnya. Yang menarik dari film ini adalah menyindir para politikus kebanyakan. Dimana umumnya politikus selalu mencari mengejar jabatan prestisius serta kekayaan, tetapi David Norris disini malah mengejar cinta sang Elise. The Adjustment Bereau (2011) - 6/10

what did we do last night?

Entah film ini berkisah apa. Kurang jelas. Penampilan Ashton Kutcher dan Sean William Scott disini meski konyol tapi tidak menarik tawa sepanjang film. Komedinya terasa beda dan aneh. Mencari mobil ditarik melebar dengan konflik yang kurang lucu. Dude, Where's My Car? (2000) - 5/10

Yang tergantung

Satu lagi film Thailand dengan genre horor yang memikat. Temanya menarik, ada film di dalam film. Tampilan horornya digarap apik. Setidaknya tidak ditempel secara padat, namun berjenjang dan cukup bisa membuat merinding. Notable scene disini adalah ketika Shane mencoba menghubungi handphone Yod dan berbunyi di dalam film. Ceritanya sendiri dibuat berlapis dan sedikit membuat tertipu. Jadi tidak terjebak pada horor lokal yang dangkal garing namun menggairahkan. Hanya bisa jualan keseksian semata tanpa kedalaman cerita apa-apa. Meski memang harus penulis akui karakter Som disini tampil manis apalagi dengan seragam penjaga bioskop itu. Coming Soon (2008) - 7/10

Mengintip dari dalam lemari

Paling menarik bagi penulis adalah bagian awalnya. Menarik perhatian. Terasa sekali hawa campuran antara misteri dibalik helm dan jaket hitam dan kriminal berdarah. Seandainya alur cerita dijaga dengan setting malam hari yang lebih banyak, tentu akan lebih menarik. Karena sedikit aneh melihat orang berjaket hitam tebal dengan helm full face yang dipakai terus bahkan sambil berkeliaran di tengah kota. Sebenarnya twist nya sendiri menarik. Hanya saja, twist dibuka cukup jauh dengan ending , dan berlama-lama dalam kejar-kejaran, tangis histeris, berdarah-darah. Hide And Seek (2013) - 6/10

Melihat perang dari kacamata Joker

Memakai bahasa penulis sendiri, film ini memakai sudut pandang Joker tentang karirnya sebagai marinir. Mulai dari masa masuk kamp pelatihan hingga ke medan perang. Melalui kacamata Joker, mungkin film ini memberi gambaran bahwa perang sesungguhnya adalah melawan diri sendiri. Cukup "menipu" jalan ceritanya disini. Sebab, sepertinya film ini terdiri 2 babak besar. Pertama, adalah lebih ke pengalaman prajurit Leonard Lawrence yang menjadi bulan-bulanan Sersan Hartman. Pendidikan keras ala Hartman akhirnya mengubah karakter lembut dan gendut Leonard menjadi evil . Dan, Joker-lah yang menjadi saksi mata ketika pendidikan keras militer membuat evil dalam diri Leonard bangkit. Kedua, adalah masa dimana Joker melihat perang sesungguhnya di Vietnam. Meski Joker berdinas sebagai wartawan perang, namun ikut terlibat langsung dalam medan perang. Perang bisa membuat karakter seseorang menjadi "gila", bahkan seorang gadis remaja harus membopong senjata dan membunuh

Chatooga

Kesan seusai film ini berakhir, para wanita cantik seksi pecinta alam. Minim cahaya. Horor disimpan dalam-dalam hingga mencapainya perlu durasi cukup lama. Andalan film ini lebih ke titik adegan pengejutan. Minim-minim cahaya, harus ekstra membuka mata. The Descent (2005) - 6/10