Skip to main content

Frank Castle is dead, call me The Punisher


Film ini lumayan menarik. Alur ceritanya simple saja. Tidak ribet.

Seorang petugas FBI, Frank Castle, berhasil membongkar kejahatan. Tetapi prestasinya tersebut berbuntut pada kematian seorang anak dari bankir kaya raya namun kejam nian yaitu Howard Saint. Tak pelak, hal itu membuat Howard menuntut balas nyawa sang anak.

Konflik tersebut dilengkapi dengan aksi laga yang lumayan. Tidak kaku.

Kisah ini, sepanjang sepengetahuan penulis, diangkat dari komik. Bukan komik superhero dengan kemampuan super yang tak dipunyai manusia biasa. Melainkan sosok Frank Castle yang live once more dengan dendam membasmi kejahatan. Dendam akibat keluarganya dihabisi oleh penjahat.

Frank Castle sendiri digambarkan sebagai sosok manusia biasa namun memiliki skill tempur yang mumpuni. Dan, bila di versi komiknya, penampilan Frank Castle seperti pasukan militer khusus.

Yang penulis sendiri dulu sempat memiliki tiga seri komiknya versi terbitan dan bahasa lokal. Kurang lebih sama. Sekeluarga Frank dibunuh lalu Frank membalas dendam.

Di sini Frank Castle diperankan dengan baik oleh Thomas Jane. Dan, ada John Travolta yang sekali lagi membawakan karakter antagonis, Howard Saint.

Seingat penulis juga, dalam salah satu seri komiknya, tokoh Frank Castle ini sempat diduetkan dengan superhero lainnya, yaitu Daredevil. Dan bila disimak di bagian ending film ini, gaya terakhir Frank menghabisi Howard juga hampir mirip dengan gaya "meninggalkan jejak" ala DareDevil yaitu membuat lingkaran logo dari api. Bila Daredevil membuat logo api berupa inisial DD, maka Frank membuat logo tengkorak.

The Punisher (2004) - 6/10

Popular posts from this blog

Cerita tentang film The Last Mohicans

Sajian klasik seeputar kisah pada jaman pra-modern. Mungkin karena faktor perbedaan jaman, film ini terasa kaku pada gaya battle -nya. Yang bisa Movielitas tangkap inti ceritanya adalah konflik antara Inggris Raya melawan Perancis yang terjadi di tanah Amerika. Konflik kerajaan tersebut disusupi oleh kepentingan balas dendam oleh suku Huron. Penampilan suku Huron ini mengingatkan penulis pada penampilan suku pedalaman di Apocalypto. Entah sama atau tidak, Movielitas juga kurang begitu memahami. Judul The Last Mohicans sendiri merujuk pada tiga orang suku Mohawk yang ikut terlibat di pertempuran antara Inggris dan Perancis, yang sejatinya lebih dikarenakan oleh kisah cinta pria-wanita lintas ras. Dari segi konflik, cukup bagus. Tidak datar dengan satu konflik saja. Hanya soal gaya battle yang sedikit kelihatan kaku. Ada satu yang memorable dari film ini yaitu theme song -nya yang easy listening dan megah. The Last Mohicans (1992) - 6/10