Skip to main content

Hujan darah setelah bermain mantra


Film ini konsepnya menurut penulis simple sekali. Tidak perlu cabang cerita sana-sini. Fokus.

Tapi, melihat film memang erat dengan selera. Kalau bagi penulis, meski banyak yang excited dengan film ini, terasa terlalu "membabi-buta" menampilkan darah dan kesadisan.

Kalau dari horornya, seperti hanya mengandalkan make-up semata. Ceritanya tentang virus kerasukan yang berpindah-pindah. Andalan lainnya darah. Tak tanggung-tanggung, bukan hanya semburat darah, melainkan hujan darah.

Yang membuat "sakit" saat menonton film ini adalah momen sadisnya, seperti memotong tangan, merobek pipi, mencabut tangan.

Mungkin film ini cocok buat yang menyukai genre gore seperti ini. Mantab memang aksi sadisnya.

Evil Dead (2013) - 6/10

Popular posts from this blog

Cerita tentang film The Last Mohicans

Sajian klasik seeputar kisah pada jaman pra-modern. Mungkin karena faktor perbedaan jaman, film ini terasa kaku pada gaya battle -nya. Yang bisa Movielitas tangkap inti ceritanya adalah konflik antara Inggris Raya melawan Perancis yang terjadi di tanah Amerika. Konflik kerajaan tersebut disusupi oleh kepentingan balas dendam oleh suku Huron. Penampilan suku Huron ini mengingatkan penulis pada penampilan suku pedalaman di Apocalypto. Entah sama atau tidak, Movielitas juga kurang begitu memahami. Judul The Last Mohicans sendiri merujuk pada tiga orang suku Mohawk yang ikut terlibat di pertempuran antara Inggris dan Perancis, yang sejatinya lebih dikarenakan oleh kisah cinta pria-wanita lintas ras. Dari segi konflik, cukup bagus. Tidak datar dengan satu konflik saja. Hanya soal gaya battle yang sedikit kelihatan kaku. Ada satu yang memorable dari film ini yaitu theme song -nya yang easy listening dan megah. The Last Mohicans (1992) - 6/10