Skip to main content

Ketika London "Disulap" Menjadi Kota Mati

Kesan pertama yang muncul ketika menikmati film ini adalah "Bagaimana bisa" atau "How?". Sebuah scene yang luar biasa membuat kota London menjadi kota mati total. Mengingatkan pada gaya film I Am Legend ala Will Smith. Entah siapa menginspirasi siapa atau film mana mengambil gaya film yang mana duluan.

 
Alur cerita film ini sebenarnya menarik. Lari dan dikejar menyelamatkan diri dari dunia yang telah terinfeksi virus mematikan. Tegang. Kekuatan film ini (awal) memang terletak pada poin "almost" atau "hampir saja kena". Namun berbeda dengan I Am Legend yang menjaga suasana "kesendirian" hingga menjelang bagian akhir, film ini terasa kurang menarik ketika para karakter "sehat" nya menemukan bahwa ada pihak lain yang masih selamat.

28 Days Later - 6/10

Popular posts from this blog

Cerita tentang film The Last Mohicans

Sajian klasik seeputar kisah pada jaman pra-modern. Mungkin karena faktor perbedaan jaman, film ini terasa kaku pada gaya battle -nya. Yang bisa Movielitas tangkap inti ceritanya adalah konflik antara Inggris Raya melawan Perancis yang terjadi di tanah Amerika. Konflik kerajaan tersebut disusupi oleh kepentingan balas dendam oleh suku Huron. Penampilan suku Huron ini mengingatkan penulis pada penampilan suku pedalaman di Apocalypto. Entah sama atau tidak, Movielitas juga kurang begitu memahami. Judul The Last Mohicans sendiri merujuk pada tiga orang suku Mohawk yang ikut terlibat di pertempuran antara Inggris dan Perancis, yang sejatinya lebih dikarenakan oleh kisah cinta pria-wanita lintas ras. Dari segi konflik, cukup bagus. Tidak datar dengan satu konflik saja. Hanya soal gaya battle yang sedikit kelihatan kaku. Ada satu yang memorable dari film ini yaitu theme song -nya yang easy listening dan megah. The Last Mohicans (1992) - 6/10