Perjuangan hidup ahli botani terbaik di Acidalia Planitia


Film ini spontan mengingatkan penulis pada gaya film Cast Away yang diperani oleh Tom Hanks. Karena sama-sama menderita dan berjuang hidup dalam terdampar.

Jika dilihat dari nasib Matt Damon disini masih lebih beruntung dibandingkan nasib Tom Hanks yang terdampar di pulau terpencil. Karena Matt Damon masih dilengkapi sarana, dan masih bisa berkomunikasi, dan masih bisa dijemput pulang.

Dari sisi emosional, Cast Away masih lebih kental. Disini kurang begitu emosional. Sikap karakter Mark Watney ketika menemui dirinya ditinggal rekan-rekannya di Mars, terlihat sangat santai. Mungkin karena memang posisi karakter yang dibawakan oleh Matt Damon ini adalah karakter ahli, tidak seperti karakter Tom Hanks di Cast Away.

Bahasa konflik-nya, disini terkesan ilmiah, dengan bahasa kimia ala ilmuwan. Sedangkan bahasa konflik di Cast Away lebih sederhana.

Proses diketemukannya Mark masih hidup, juga terasa biasa saja. Tidak terlalu emosional. Begitu pula ketika proses penjemputan, tidak ada kesan istimewa. Tidak ada momen emosional antara Mars Dan Mark Watney.

Dari segi alur cerita, film ini masih memakai gaya umum. Apa yang terlihat mustahil perlahan-lahan menjadi kemungkinan.

Yang menarik dari film ini adalah bagaimana membangun suasana Mars dan nilai inspirasi bertahan hidup.

Posisi Mark Watney yang terdampar di Mars, seorang diri, mungkin bisa menjadi simbol jalan hidup manusia yang kadang bisa sampai pada satu titik terpuruk dalam kesendirian. Pada titik itu hanya ada dua pilihan, menyerah atau bertahan.

The Martian (2015) - 6/10