Skip to main content

Selalu ada jalan lain

Nostalgia kembali ke salah satu film Disney yang fenomenal yaitu Finding Nemo. Disini yang dibahas bukan lagi si Nemo yang masih ditampilkan, melainkan Dory.

Kalau bagi Movielitas, bobot cerita Finding Dory ini lebih berat di storyline ketimbang mencari Nemo terdahulu.

Meski demikian, tetap Disney memiliki ciri khas di setiap produksi filmnya. Tak sekedar menghibur dengan visual cantik nan elegan tapi juga mengandung pesan kehidupan yang indah. Pesan moral yang terbungkus di dalam kisah "mencari ikan" ini masih tetap sama kualitasnya dengan versi Nemo. Bila di Nemo, menyampaikan pesan moral tentang kisah cinta ayah-anak, disini lebih universal tentang keajaiban yang bakal ada bila kita pantang menyerah dan yang terpenting adalah tetap percaya.

Lewat perjuangan Dory, penonton akan disajikan inspirasi untuk direnungkan. Meskipun Dory memiliki kelemahan namun keajaiban tidak memilih untuk dialami. Perjuangan Dory dengan "kelupaannya" adalah simbol manusia pada umumnya yang tempatnya salah dan lupa. Berhenti berusaha bisa menjadi kegagalan terbesar, dan melalui karakter Dory dengan kekurangannya, bisa dipetik pelajaran bahwa kekurangan bukanlah halangan untuk mencapai impian. Sekecil apapun impian kita, pasti akan ada jalan lain untuk mencapainya bila percaya.

Keseluruhan, untuk sisi hiburan Movielitas lebih menyukai gaya Finding Nemo. Untuk sisi visual-nya, keduanya memiliki kualitas yang sama yang tak perlu diragukan lagi tentang kualitas film Disney. Dan untuk sisi pesan moral-nya pun, Movielitas anggap keduanya memiliki bobot yang sama-sama indah untuk direnungkan sebagai bahan inspirasi.

Finding Dory (2016) - 6/10

Popular posts from this blog

Cerita tentang film The Last Mohicans

Sajian klasik seeputar kisah pada jaman pra-modern. Mungkin karena faktor perbedaan jaman, film ini terasa kaku pada gaya battle -nya. Yang bisa Movielitas tangkap inti ceritanya adalah konflik antara Inggris Raya melawan Perancis yang terjadi di tanah Amerika. Konflik kerajaan tersebut disusupi oleh kepentingan balas dendam oleh suku Huron. Penampilan suku Huron ini mengingatkan penulis pada penampilan suku pedalaman di Apocalypto. Entah sama atau tidak, Movielitas juga kurang begitu memahami. Judul The Last Mohicans sendiri merujuk pada tiga orang suku Mohawk yang ikut terlibat di pertempuran antara Inggris dan Perancis, yang sejatinya lebih dikarenakan oleh kisah cinta pria-wanita lintas ras. Dari segi konflik, cukup bagus. Tidak datar dengan satu konflik saja. Hanya soal gaya battle yang sedikit kelihatan kaku. Ada satu yang memorable dari film ini yaitu theme song -nya yang easy listening dan megah. The Last Mohicans (1992) - 6/10