Skip to main content

Hutan minta tumbal

Sebenarnya film garapan Lou Simon ini cukup menarik bila disimak melalui ide dasar cerita. Seolah mengajak pemirsa-nya untuk membayangkan tentang acara reuni yang diisi dengan aktifitas hiking di sebuah hutan.

Tanpa disadari, hutan, yang seharusnya menjadi kenangan acara reuni berubah menjadi mimpi buruk, ternyata meminta tumbal nyawa pengunjungnya. Sedangkan yang berhasil selamat, harus kembali dengan tumbal baru....?

Sayangnya kualitas akting, storyline, dan efek visual-nya kurang begitu menarik. Kaku untuk ukuran sebuah film.

Contohnya, mati tertumpuk daun? Mungkin Movielitas sempat missing story dengan momen mati tertumpuk daun kering.

Momen beruang. Menurut Movielitas, ekspektasinya adalah memunculkan beruang dewasa, tapi jika dilihat sepertinya anak beruang dan pengambilan gambarnya aneh.

Otomatis, suasana horor yang ditampilkan pun jadi kurang maksimal.

All Girls Weekend (2016) - 4/10

Popular posts from this blog

Cerita tentang film The Last Mohicans

Sajian klasik seeputar kisah pada jaman pra-modern. Mungkin karena faktor perbedaan jaman, film ini terasa kaku pada gaya battle -nya. Yang bisa Movielitas tangkap inti ceritanya adalah konflik antara Inggris Raya melawan Perancis yang terjadi di tanah Amerika. Konflik kerajaan tersebut disusupi oleh kepentingan balas dendam oleh suku Huron. Penampilan suku Huron ini mengingatkan penulis pada penampilan suku pedalaman di Apocalypto. Entah sama atau tidak, Movielitas juga kurang begitu memahami. Judul The Last Mohicans sendiri merujuk pada tiga orang suku Mohawk yang ikut terlibat di pertempuran antara Inggris dan Perancis, yang sejatinya lebih dikarenakan oleh kisah cinta pria-wanita lintas ras. Dari segi konflik, cukup bagus. Tidak datar dengan satu konflik saja. Hanya soal gaya battle yang sedikit kelihatan kaku. Ada satu yang memorable dari film ini yaitu theme song -nya yang easy listening dan megah. The Last Mohicans (1992) - 6/10