Skip to main content

Mengejar impian dalam mendung kelabu

Kali ini menikmati sajian dari Turki. Dan, yang paling menggelitik untuk menonton film ini adalah judulnya. "Journey" dan "Hope". Ekspektasinya bakal ada sajian inspirasional tentang sebuah perjalanan dan harapan. Akan tetapi itu salah.

Bila film sesuai ekspektasi bisa jadi berkesan dan mungkin "biasa". Namun, bisa jadi lebih berkesan bila di luar ekspektasi. Seperti film ini.

Berkisah tentang seorang pria, Haydar, yang memiliki istri dan tujuh orang anak hidup di pelosok negara Turki. Impiannya sederhana, yaitu ingin pindah ke negara Swiss "hanya" karena melihat gambar kartu pos. Semua ternak telah dijual demi mendapatkan "tiket emas" menuju Swiss.

Konfliknya pastinya tentang perjuangan Haydar menuju Swiss yang berliku dari Turki. Tapi, yang menarik dari film ini ada konflik lain yaitu seorang anak Haydar yang "terpaksa" harus ikut perjalanan penuh perjuangan serta sebagai syarat agar sang istri, Maryam, bersedia mengikuti pindah negara.

Momen terbaik bagi Movielitas dari film ini adalah momen keakraban saat Haydar dan keluarga kecil-nya menumpang truk.

Keseluruhan, film ini tidak kalah dramatis dengan film ala Korea. Dan, tidak kalah dengan kualitas drama Hollywood. Movielitas pribadi menyukai film ini karena memang yang "disajikan" utama adalah kekuatan konflik cerita bukan pernak-pernik kemewahan dalam cerita.

Journey Of Hope (1990) - 7/10

Popular posts from this blog

Cerita tentang film The Last Mohicans

Sajian klasik seeputar kisah pada jaman pra-modern. Mungkin karena faktor perbedaan jaman, film ini terasa kaku pada gaya battle -nya. Yang bisa Movielitas tangkap inti ceritanya adalah konflik antara Inggris Raya melawan Perancis yang terjadi di tanah Amerika. Konflik kerajaan tersebut disusupi oleh kepentingan balas dendam oleh suku Huron. Penampilan suku Huron ini mengingatkan penulis pada penampilan suku pedalaman di Apocalypto. Entah sama atau tidak, Movielitas juga kurang begitu memahami. Judul The Last Mohicans sendiri merujuk pada tiga orang suku Mohawk yang ikut terlibat di pertempuran antara Inggris dan Perancis, yang sejatinya lebih dikarenakan oleh kisah cinta pria-wanita lintas ras. Dari segi konflik, cukup bagus. Tidak datar dengan satu konflik saja. Hanya soal gaya battle yang sedikit kelihatan kaku. Ada satu yang memorable dari film ini yaitu theme song -nya yang easy listening dan megah. The Last Mohicans (1992) - 6/10