Kasih ayah seluas samudera raya


Dan, ini adalah salah satu film favorit penulis. Istilahnya "kartun" tapi sudah naik level ke kelas 3 Dimensi. Dan, untuk soal animasinya, tidak perlu diragukan lagi. Luar biasa. Hampir sempurna memanjakan mata. Detail demi detail, pencahayaan-atmosfir-gerak gerik tubuh-dan penampilan karakter demi karakternya nyaris sempurna. Bagus.

Dari segi cerita. Animasi adalah biasanya memang ditujukan untuk anak-anak. Biasanya. Disinipun memang terlihat seperti dunia anak-anak, penuh warna-warni. Tapi, soal pesan moralnya, luar biasa. Jujur, penulis kagum dengan bobot cerita film ini. Luar biasa. Tak hanya sekedar menjual "kemewahan" animasi yang bagus tetapi diimbangi dengan pukulan cerita yang bila direnungkan akan terasa indah.

Setidaknya ada dua pelajaran penting yang bisa dipetik dari karakter Nemo dan ayahnya, Marlin. Bila mengambil sudut pandang Nemo, maka akan ada pelajaran bahwa orang tua (baik ayah maupun ibu) memiliki kasih yang luar biasa luas. Kebetulan disini karakter yang ada adalah ayah. Dan, demi anaknya - Nemo, Marlin mengarungi samudera. Meskipun tubuhnya ratusan kali lipat lebih kecil dari hiu, dan memang jenis yang disandang adalah jenis ikan hias untuk aquarium, tetapi rasa sayang kepada anak tidak menyurutkan kekuatan Marlin.

Pelajaran dari karakter Marlin adalah pelajaran tentang ayah. Pelajaran tentang percaya. Apa jadinya bila Marlin menyerah mencari Nemo?

Dari karakter yang "lebih kecil" dari Marlin, yaitu Nemo. Tentu saja, pelajaran tentang menghargai orang tua, meski kadang pendapat serta ajaran orang tua tak sesuai harapan saat kita mulai beranjak besar. Bila kita mau renungkan, ketika "terjatuh" saat semua meninggalkan pintu itu, maka orang tua yang akan datang ada di depan pintu itu, sejauh apapun jaraknya.

Finding Nemo (2003) - 9/10