Skip to main content

Terlantar dalam dingin


Kalau bagi penulis, film ini sangat menarik. Simple. Minimalis. Tidak banyak gaya. One night story. Lokasi di 1 tempat. Cast utama hanya 3 orang. Tidak memakai banyak konflik-konflik yang tak perlu.

Sisi tegangan dalam film ini juga bagus. Paling tidak penulis menempatkan diri berada pada sudut "kemalangan" para karakter ini. Terjebak di atas ketinggian. Di gunung bersalju dengan suhu di bawah nol. Dan tak ada siapapun di bawah sana kecuali serigala. Sudut kemalangan inilah yang menjadi kekuatan utama film ini. Dimunculkan dengan grafik cerita yang meningkat perlahan, dari sekedar bermain ski hingga semua listrik dipadamkan.

Frozen (2010) - 7/10

Popular posts from this blog

Cerita tentang film The Last Mohicans

Sajian klasik seeputar kisah pada jaman pra-modern. Mungkin karena faktor perbedaan jaman, film ini terasa kaku pada gaya battle -nya. Yang bisa Movielitas tangkap inti ceritanya adalah konflik antara Inggris Raya melawan Perancis yang terjadi di tanah Amerika. Konflik kerajaan tersebut disusupi oleh kepentingan balas dendam oleh suku Huron. Penampilan suku Huron ini mengingatkan penulis pada penampilan suku pedalaman di Apocalypto. Entah sama atau tidak, Movielitas juga kurang begitu memahami. Judul The Last Mohicans sendiri merujuk pada tiga orang suku Mohawk yang ikut terlibat di pertempuran antara Inggris dan Perancis, yang sejatinya lebih dikarenakan oleh kisah cinta pria-wanita lintas ras. Dari segi konflik, cukup bagus. Tidak datar dengan satu konflik saja. Hanya soal gaya battle yang sedikit kelihatan kaku. Ada satu yang memorable dari film ini yaitu theme song -nya yang easy listening dan megah. The Last Mohicans (1992) - 6/10