Skip to main content

Action Movie by DJ Stallone Remix

 
Pertama kali menyimak, penulis teringat Ocean Eleven. Sama. Menjual nama besar para aktor pendukung. Ensemble cast. Kedua film itu menampilkan tim yang kompak. Hanya beda pada sisi genre. Bila Ocean Eleven diwujudkan dengan gaya serius tapi santai lebih ke drama, di sini mengandalkan aksi laga.

Penulis mencatat 2 hal penting nilai jual film ini. Pertama, nama besar para aktor. Stallone berhasil mengolah sebuah film yang fresh dalam visual dimana sebelum masuk ke cerita, mata akan dimanjakan oleh penampilan para aktor yang dikenal aktor laga dalam 1 panggung bersama. Meski, secara keseluruhan film, porsi paling besar pada karakter Barney (Stallone) dan Lee (Jason Statham). Lainnya, dalam porsi lebih kecil. Penampilan "besar tapi kecil" ada pada Arnold dan Bruce Willis. Dan, meski hanya tampil dalam hitungan menit, keduanya sudah bisa memberi kesegaran dalam film.

Sebagai orang dari Asia, tentu hadirnya Jet Li membawa angin sejuk. Porsi yang diberikan pada Jet Li boleh dibilang kecil, namun dengan penempatan cerita yang pas, kehadiran Jet Li sudah cukup menghibur.

Kedua, aksi laganya yang tertata rapi. Megah dan maksimal. Gaya Rambo berduet dengan Transporter dan Danny The Dog. Nice.

Dari segi cerita, ringan saja. Tim elite pimpinan Barney ini diberi tugas oleh Church untuk memburu Jendral Garza. Ditaburi pemanis bumbu cerita romantika yang juga masih berkutat pada karakter Barney dan Lee Christmas. Akhirnya, sepintas memang terlihat seperti film dengan misi ambisius menggabungkan para aktor laga, dan ambisi itu setimpal dengan hasil yang brilian.

The Expendables (2010) - 7/10

Popular posts from this blog

Cerita tentang film The Last Mohicans

Sajian klasik seeputar kisah pada jaman pra-modern. Mungkin karena faktor perbedaan jaman, film ini terasa kaku pada gaya battle -nya. Yang bisa Movielitas tangkap inti ceritanya adalah konflik antara Inggris Raya melawan Perancis yang terjadi di tanah Amerika. Konflik kerajaan tersebut disusupi oleh kepentingan balas dendam oleh suku Huron. Penampilan suku Huron ini mengingatkan penulis pada penampilan suku pedalaman di Apocalypto. Entah sama atau tidak, Movielitas juga kurang begitu memahami. Judul The Last Mohicans sendiri merujuk pada tiga orang suku Mohawk yang ikut terlibat di pertempuran antara Inggris dan Perancis, yang sejatinya lebih dikarenakan oleh kisah cinta pria-wanita lintas ras. Dari segi konflik, cukup bagus. Tidak datar dengan satu konflik saja. Hanya soal gaya battle yang sedikit kelihatan kaku. Ada satu yang memorable dari film ini yaitu theme song -nya yang easy listening dan megah. The Last Mohicans (1992) - 6/10