Skip to main content

Notch 8 full power

Unstoppable film

Intro terasa sama dengan karya Tony Scott yang tak jauh beda dalam rilis, Taking Pelham. Nuansa samar klakson kereta memberi warna tersendiri. Melepas sebuah kereta dan membuat kehancuran di sana-sini bukan sebuah film murah dan memang harus dibuat oleh sutradara yang tepat.

Yang penulis rasakan dalam kisah ini adalah sisi dramatisnya terasa kuat. Grafik cerita meningkat dengan konstan seperti laju kereta itu sendiri. Dari sekedar basa-basi diselipkan sedikit drama broken family bergerak hingga menjadi ketegangan yang emosional. Sisi confident Denzel W. sebagai masinis senior (Frank Barnes) yang sarat pengalaman terasa mantab dalam pembawaan peran. Keangkuhan gerbong depan 777 dapat diambil dengan sudut yang pas. Inilah kehebatan sutradara Tony Scott mengolah sebuah tema sederhana menjadi karya berkualitas dipadu dengan aktor dan sinematografi yang juga berkualitas.

Unstoppable (2010) - 8/10

Popular posts from this blog

Cerita tentang film The Last Mohicans

Sajian klasik seeputar kisah pada jaman pra-modern. Mungkin karena faktor perbedaan jaman, film ini terasa kaku pada gaya battle -nya. Yang bisa Movielitas tangkap inti ceritanya adalah konflik antara Inggris Raya melawan Perancis yang terjadi di tanah Amerika. Konflik kerajaan tersebut disusupi oleh kepentingan balas dendam oleh suku Huron. Penampilan suku Huron ini mengingatkan penulis pada penampilan suku pedalaman di Apocalypto. Entah sama atau tidak, Movielitas juga kurang begitu memahami. Judul The Last Mohicans sendiri merujuk pada tiga orang suku Mohawk yang ikut terlibat di pertempuran antara Inggris dan Perancis, yang sejatinya lebih dikarenakan oleh kisah cinta pria-wanita lintas ras. Dari segi konflik, cukup bagus. Tidak datar dengan satu konflik saja. Hanya soal gaya battle yang sedikit kelihatan kaku. Ada satu yang memorable dari film ini yaitu theme song -nya yang easy listening dan megah. The Last Mohicans (1992) - 6/10