Melihat apa yang seharusnya tidak dapat terlihat

Penulis suka film ini. Temanya, buta lalu melihat. Fresh. Segar. Tidak biasa (pada saat pertama kali melihat, waktunya penulis tidak ingat). Yang berkesan lainnya, Lee Sin Je. Cantik. Aktingnya sangat mendukung dalam karakter yang mengalami kejutan dunia baru.


Ada lagi, horor tentu saja. Karena apa yang dilihat bukan hal yang seharusnya dapat dilihat. Dikembangkan lagi di bagian dalam dengan cerita seputar kepemilikan mata. Grafik cerita berhasil dibuat seperti roller coaster. Ada cerita di dalam cerita dan yang terpenting tidak mati gaya, tidak datar, dan tidak dangkal.

Gaya penyampaian horor film ini sangat berkesan dalam. Sinematografinya berbeda. Sudut pengambilan gambar, terutama sesi penampakan, terasa beda. Blur motion dengan gaya samar lalu dikejutkan dengan sound keras, sangat pas membangun nuansa merindingkan bulu kuduk.

Kejutan demi kejutan yang ditampilkan beberapa kali cukup menusuk kaget. Meski memang atmosfer horor seakan "berjejalan" atau terlalu sering dimunculkan namun bisa diterima oleh karena memang tema besar tentang dunia baru sang buta.

Recomended. Benar-benar horor berkualitas yang memang menjual karya kreatif bukan semata terpaku pada kemolekan dan keberanian akting sang aktris.

The Eye (2002) - 8/10