Skip to main content

Legenda Chen Zen melawan penjajahan


Tahun 1994, itu jaman penulis baru masuk sekolah menengah pertama. Dan, kalau tidak salah jaman itu merupakan jaman keemasan televisi swasta yang "berani" mengudara.

Film ini adalah salah satu film idaman yang seperti harta bila ditayangkan. Sangat berkesan.

Sekian tahun berselang, kini ada kesempatan lagi untuk menontonnya. Tanpa iklan.

Nice. 2 thumbs and up.

Jet Lee. Awesome. Keren. Gaya tarungnya khas. Menurut penulis, kehebatan Jet Lee adalah kecepatannya dan ukuran fisiknya. "Kecil" namun tangguhnya luar biasa.

Plot ceritanya simple. Alur ceritanya juga biasa. Konfliknya seputar perlawanan Cina terhadap penjajahan Jepang jaman dulu. Konflik tersebut biasa, kurang lebih seperti di Ip Man. Yang membuat megah sisi konflik biasa tersebut adalah aksi laganya. Dan, porsi Jet Lee untuk memamerkan kungfu nya boleh dibilang cukup besar namun berimbang dengan plot dramanya.

Yang penulis suka dari Jet Lee di film ini adalah sikap dinginnya, gaya tarungnya, dan tidak pakai pamer otot. Secara umum film Jet Lee yang penulis kenali jarang memasang adegan Jet Lee membuka baju. Otot nya jarang dipamerkan. Seperti disini, malahan Jet Lee memakai kostum rapi, tertutup dari leher hingga telapak kaki (kecuali sesi latihan). Namun, meski "muscleness" tetap powerfull dan tak kalah dengan Jason Statham.

Momen paling berkesan buat penulis dari film ini dan terkenang sampai hari ini adalah gaya push-up satu lengan - dan hanya menggunakan 3 jari!! Gila. Lalu, adegan "membetulkan" otot pundak-lengan secara mandiri sampai berbunyi kratakzz....

Momen tarung yang paling berkesan tentu saja momen Chen Zen melawan paman Mitsuko dan Chen Zen melawan Jenderal Fujita.

## Setelah mengorek data, ternyata film ini adalah "anak film" dari film Jet Lee lainnya, Fearless. Di Fearless tahun 2006, Jet Lee berperan sebagai Huo Yuanjia, guru dari Chen Zen - karakter yang dibawakan Jet Lee di sini tahun 1994. Dan, menurut perhatian penulis, kehebatan Jet Lee adalah berhasil membuat gaya tarung yang berbeda. Di Fearless, gaya tarung Jet Lee berkesan klasik, dan disini ada adaptasi paduan kuda-kuda ala petinju dari barat.

Great actor in nice movie here...

Fist Of Legend (1994) - 7/10

Popular posts from this blog

Cerita tentang film The Last Mohicans

Sajian klasik seeputar kisah pada jaman pra-modern. Mungkin karena faktor perbedaan jaman, film ini terasa kaku pada gaya battle -nya. Yang bisa Movielitas tangkap inti ceritanya adalah konflik antara Inggris Raya melawan Perancis yang terjadi di tanah Amerika. Konflik kerajaan tersebut disusupi oleh kepentingan balas dendam oleh suku Huron. Penampilan suku Huron ini mengingatkan penulis pada penampilan suku pedalaman di Apocalypto. Entah sama atau tidak, Movielitas juga kurang begitu memahami. Judul The Last Mohicans sendiri merujuk pada tiga orang suku Mohawk yang ikut terlibat di pertempuran antara Inggris dan Perancis, yang sejatinya lebih dikarenakan oleh kisah cinta pria-wanita lintas ras. Dari segi konflik, cukup bagus. Tidak datar dengan satu konflik saja. Hanya soal gaya battle yang sedikit kelihatan kaku. Ada satu yang memorable dari film ini yaitu theme song -nya yang easy listening dan megah. The Last Mohicans (1992) - 6/10