Skip to main content

Pengalaman yang bikin ngilu dari seorang petinju


Sebuah film biografi dari seorang atlit tinju bernama Vinny Pazienza. Bagi Movielitas yang memang bukan pecinta olahraga tinju, nama besar Vinny Pazienza masih belum familiar. Mungkin bagi para pecinta dunia tinju, nama Vinny Pazienza atau Vinny Paz ini memiliki catatan tersendiri di jagat raya pertinjuan dunia.

Kesan pertama yang muncul after taste nya adalah ada beberapa hole. Dilihat dari jejak digital, karakter Vinny di luar ring adalah sebagai pecandu judi dan playboy. Sayangnya, menurut Movielitas, karakter gambler dan playboy tersebut kurang begitu kuat terpasang pada karakter Vinny di film ini. Atau bisa dikatakan juga, karakter Vinny sebelum masuk ke konflik utama disini jauh dari sosok kontroversial . Bahkan masih dibilang “good boy” untuk ukuran gambler ataupun playboy. Karakter Vinny disini digambarkan sangat dekat dengan keluarga besar.

Konflik utama film garapan sutradara Ben Younger ini dimulai dari sebuah kecelakaan mobil yang menimpa Vinny dan berakibat cukup fatal pada karir Vinny.  Akhirnya, sejarah mencatat vonis broken neck dan sebuah alat bantu medis pernah ada dalam perjalanan karir bertinju seorang Vinny Paz ini.

Movielitas mulai sedikit bimbang dalam menilai konflik utama dari film ini. Apakah bisa termasuk kategori inspirasi atau hanya sekedar menceritakan kegilaan seorang Vinny Paz dalam sepak terjang di atas ring tinju. Karena film ini kurang dapat begitu menggambarkan jelas motivasi Vinny Paz di balik perjuangan nya naik kembali ke atas ring pasca kecelakaan dan meninju vonis dokter seputar “broken neck” yang dialaminya. Apakah karena faktor ekonomi, faktor keluarga, atau memang murni passion dalam jiwa atlit seorang Vinny Paz yang begitu gigih ingin kembali ke atas ring pasca kecelakaan.

Meskipun demikian, ada hal yang menarik perhatian Movielitas selain “kegilaan” comeback moment Vinny Paz, yaitu Miles Teller. Akting nya sebagai Vinny Paz, patut diapresiasi. Dan, menurut Movielitas, karakter vinny Paz ini adalah kedua dari akting Miles Teller yang Movielitas sukai setelah Whiplash. Salah satu poin nya adalah, terlepas dari efek kamera atau bukan, transformasi perubahan bentuk fisik Miles Teller memang luar biasa.  

Overall, based on true story = genre favorit Movielitas. Untuk plot cerita dan konflik yang diangkat, standard saja. Tidak ada yang istimewa. Yang paling menarik perhatian adalah duet akting Miles Teller dan Aaron Eckhart yang cukup bagus. Movielitas belum bisa mengatakan film ini memberi inspirasi. Mungkin lebih tepatnya menceritakan bahwa pernah ada petinju, yang pada masa jayanya, berani mengambil resiko besar yang bikin ngilu dalam karinya. 

Bleed For This (2016) - 6/10

Comments

Popular posts from this blog

Cerita tentang film The Last Mohicans

Sajian klasik seeputar kisah pada jaman pra-modern. Mungkin karena faktor perbedaan jaman, film ini terasa kaku pada gaya battle -nya. Yang bisa Movielitas tangkap inti ceritanya adalah konflik antara Inggris Raya melawan Perancis yang terjadi di tanah Amerika. Konflik kerajaan tersebut disusupi oleh kepentingan balas dendam oleh suku Huron. Penampilan suku Huron ini mengingatkan penulis pada penampilan suku pedalaman di Apocalypto. Entah sama atau tidak, Movielitas juga kurang begitu memahami. Judul The Last Mohicans sendiri merujuk pada tiga orang suku Mohawk yang ikut terlibat di pertempuran antara Inggris dan Perancis, yang sejatinya lebih dikarenakan oleh kisah cinta pria-wanita lintas ras. Dari segi konflik, cukup bagus. Tidak datar dengan satu konflik saja. Hanya soal gaya battle yang sedikit kelihatan kaku. Ada satu yang memorable dari film ini yaitu theme song -nya yang easy listening dan megah. The Last Mohicans (1992) - 6/10