Skip to main content

Cara mengubah dunia

Bisa dibilang film ini merupakan karya kedua seputar The Almighty dari sutradara Tom Shadyac setelah sebelumnya menggarap Bruce Almighty (yang ini Movielitas belum menonton). Dan Steve Carell disini juga menyambung kesuksesan film 40 years Old Virgin.

Berkisah tentang seorang anchor yang beralih ke dunia politik. Setelah sukses terpilih Baxter kemudian memanjatkan sebuah doa yang sederhana tentang keinginannya untuk mengubah dunia. Dimulai dari doa dan clue angka 6-1-4, petualangan “doa yang dijawab Tuhan” dimulai.

Film komedi bernuansa cerah ini memakai gaya alur cerita yang cepat dan rapat langsung ke sasaran. Konflik yang dibangun tidak rumit untuk diikuti. Penyelesaian konflik demi konflik berlangsung singkat padat dan rapat. Dari sisi komedi, tidak sampai atau masih jauh jika dibandingkan dengan gaya komedi Ben Stiller. Mungkin yang heboh dari film ini adalah penggunaan CGI spesial efek yang tidak main-main.

Selain spesial efek, hal lain yang mencuri perhatian adalah soundtrack-nya. Dari sekian lagu, ada 2 lagu yang Movielitas kenali dan suka, yaitu lagu Have You Ever Seen The Rain dan lagu Everybody Dance Now milik C+C Factory.

Meskipun secara film biasa saja, tapi setidaknya film ini bisa memancing penonton untuk berpikir kritis. Benarkah kita ini beriman? Atau hanya sekedar mengaku beriman agar terlihat normal di mata orang lain? Otak kita seperti “dikunci” dengan pemahaman bahwa kita berdoa, tapi Tuhan sebatas mendengar. Apa jadinya ketika Tuhan yang kita ajak “diskusi” melalui doa-doa, tetiba saja menjawab dengan datang langsung menemui kita? Apakah kita kan percaya? Hmmmm....

Overall, setidaknya untuk hiburan ringan, film ini masih bisa masuk. Meskipun bergenre komedi biasa tapi masih berusaha menyelipkan pesan moral yang mungkin bisa direnungkan. Tentang bagaimana cara kita mengubah dunia? Pertama, berdoa. Kedua, percaya. Ketiga, dimulai dengan melakukan satu kebaikan. Keempat, jawabab Tuhan kadang terlalu misterius untuk ukuran logika manusia. Kelima, kerjakan. Keenam, percaya. Ketujuh, percaya.

Evan Almighty (2007) - 6/10


Popular posts from this blog

Cerita tentang film The Last Mohicans

Sajian klasik seeputar kisah pada jaman pra-modern. Mungkin karena faktor perbedaan jaman, film ini terasa kaku pada gaya battle -nya. Yang bisa Movielitas tangkap inti ceritanya adalah konflik antara Inggris Raya melawan Perancis yang terjadi di tanah Amerika. Konflik kerajaan tersebut disusupi oleh kepentingan balas dendam oleh suku Huron. Penampilan suku Huron ini mengingatkan penulis pada penampilan suku pedalaman di Apocalypto. Entah sama atau tidak, Movielitas juga kurang begitu memahami. Judul The Last Mohicans sendiri merujuk pada tiga orang suku Mohawk yang ikut terlibat di pertempuran antara Inggris dan Perancis, yang sejatinya lebih dikarenakan oleh kisah cinta pria-wanita lintas ras. Dari segi konflik, cukup bagus. Tidak datar dengan satu konflik saja. Hanya soal gaya battle yang sedikit kelihatan kaku. Ada satu yang memorable dari film ini yaitu theme song -nya yang easy listening dan megah. The Last Mohicans (1992) - 6/10