Skip to main content

Saat perut bumi merespon ambisi ekonomi

Kadang bagi Movielitas sulit menggambarkan kategori sebuah film disebut “menarik” atau bagus. Biasanya mengandalkan indera perasaan. Ciri mudah sebuah film disebut menarik atau bagus atau layak ditonton bagi Movielitas adalah mampu menarik perhatian secara utuh menikmati serta menghayati juga mengerti memahami plot serta alur jalan cerita. Apalagi sekarang di era gawai, dimana seringkali perhatian fokus menonton film akan mudah sekali terdistraksi oleh handphone.

Ini adalah kali ketiga Movielitas menikmati suguhan bagus dari duet sutradara Peter Berg dan aktor Mark Whalberg. Sekali lagi harus diakui, keren. Bagus. Dan, ketiga nya film duet Peter Berg-Mark Whalberg yang pernah Movielitas tonton semuanya bagus. Semuanya menjadi favorit Movielitas. Dan, hebatnya lagi, ke-semuanya dari ketiga film itu based on true event.

Setelah konflik perang, lalu tragedi  bom di tengah acara kota, kali ini film Peter – Mark berkisah tentang sebuah tragedi kebocoran minyak yang diklaim sebagai kebocoran minyak terbesar di sejarah Amerika. Sangat simple bila harus menjelaskan film ini. Konfliknya sudah dapat dipastikan ke arah kebocoran minyak serta visualisasi tragedi nyata ke layar film.

Sepanjang intro film hingga ke titik permulaan konflik utama, alur cerita nya menarik dan mampu membuat penasaran. Apalagi kualitas akting para pelakon utama dalam film ini, tidak diragukan lagi. Meskipun Movielitas sama sekali tidak mengerti soal pengeboran ataupun teori-teori juga bahasa seputar tambang minyak lepas pantai serta lika-liku nya, tapi plot jalan cerita film garapan Peter Berg ini tetap bisa menarik fokus perhatian Movielitas untuk menikmati  jalan cerita film ini. Hal ini mungkin yang menjadi dasar film ini, versi selera Movielitas sangat bagus.

Overall, bagus. Karya Peter Berg dan Mark Whalberg kali ini tidak kalah dengan karya mereka sebelumnya. Keren. Two thumbs UP for this movie

Deepwater Horizon (2016) - 7/10

Comments

Popular posts from this blog

Cerita tentang film The Last Mohicans

Sajian klasik seeputar kisah pada jaman pra-modern. Mungkin karena faktor perbedaan jaman, film ini terasa kaku pada gaya battle -nya. Yang bisa Movielitas tangkap inti ceritanya adalah konflik antara Inggris Raya melawan Perancis yang terjadi di tanah Amerika. Konflik kerajaan tersebut disusupi oleh kepentingan balas dendam oleh suku Huron. Penampilan suku Huron ini mengingatkan penulis pada penampilan suku pedalaman di Apocalypto. Entah sama atau tidak, Movielitas juga kurang begitu memahami. Judul The Last Mohicans sendiri merujuk pada tiga orang suku Mohawk yang ikut terlibat di pertempuran antara Inggris dan Perancis, yang sejatinya lebih dikarenakan oleh kisah cinta pria-wanita lintas ras. Dari segi konflik, cukup bagus. Tidak datar dengan satu konflik saja. Hanya soal gaya battle yang sedikit kelihatan kaku. Ada satu yang memorable dari film ini yaitu theme song -nya yang easy listening dan megah. The Last Mohicans (1992) - 6/10