Skip to main content

Lagu rindu mengalun cemburu di antara tetangga baru dan sang pemburu

Apa yang menarik dari film Disturbia? Movielitas akan menjawab karena film-nya memang menarik. Racikan nya pas. Dibintangi aktor Shia Labeouf yang fisik dan aktingnya bisa masuk ke situasi konyol  komedi romantic sekaligus masuk ke situasi drama kriminal. Duet dengan Sarah Roemer yang mengisi bagian karakter “hot sexy” nya.

Ditambah dengan plot cerita, alur serta konflik yang berurutan tertata baik. Dari konflik menjadi rumah tahanan, jatuh hati kepada tetangga yang harus diakui sangat seksi sekali, lalu harus menyadari bahwa ada ancaman bahaya di dekat rumah tinggal.

Ada lagi, dan ini yang mungkin juga paling berkesan bagi Movielitas hingga saat ini. Yaitu soundtrack. Dari jajaran lagu soundtrack dalam film besutan sutradara D.J. Caruso ini, satu lagu yang paling “menancap” di syaraf otak Movielitas adalah lagu Lovin’ You dari Minnie Riperton

Sebenarnya lagu Lovin’ You sendiri merupakan single lawas sekali. Diproduksi tahun 1974. Tapi memang, Movielitas pertama kali mendengar lagu ini dari film Disturbia ini. Dengan latar belakang adegan antara cemburu dan mencari perhatian dari tetangga seksi. Pas sekali pemasangan antara adegan dan lagu Lovin’ You di film ini. Lalu, tak lama kemudian Movielitas juga mendengar lagu ini muncul atau lebih tepatnya dinyanyikan di film Seven Pound -nyaWill Smith

Lagu Lovin’ You untuk ukuran selera Movielitas, sangat easy listening di telinga maupun selera. Simple. Sekali dengar langsung terkena juga terkenang. Pas sekali bila di-remix dalam bentuk lo-fi beat.

Film-nya keren, lagu soundtrack-nya juga keren.

Popular posts from this blog

Cerita tentang film The Last Mohicans

Sajian klasik seeputar kisah pada jaman pra-modern. Mungkin karena faktor perbedaan jaman, film ini terasa kaku pada gaya battle -nya. Yang bisa Movielitas tangkap inti ceritanya adalah konflik antara Inggris Raya melawan Perancis yang terjadi di tanah Amerika. Konflik kerajaan tersebut disusupi oleh kepentingan balas dendam oleh suku Huron. Penampilan suku Huron ini mengingatkan penulis pada penampilan suku pedalaman di Apocalypto. Entah sama atau tidak, Movielitas juga kurang begitu memahami. Judul The Last Mohicans sendiri merujuk pada tiga orang suku Mohawk yang ikut terlibat di pertempuran antara Inggris dan Perancis, yang sejatinya lebih dikarenakan oleh kisah cinta pria-wanita lintas ras. Dari segi konflik, cukup bagus. Tidak datar dengan satu konflik saja. Hanya soal gaya battle yang sedikit kelihatan kaku. Ada satu yang memorable dari film ini yaitu theme song -nya yang easy listening dan megah. The Last Mohicans (1992) - 6/10