Skip to main content

Sumur semayam Sadako


Film ini kalau dinikmati lagi, sepertinya biasa saja. Alur ceritanya ternyata cukup berliku-liku. Dimulai dari kabar horor mulut ke mulut hingga memakan korban "pertama" yaitu Tomoko.

Dari Tomoko inilah, cerita digulirkan. Kematian aneh yang dialami Tomoko, mendorong saudara sepupunya Reiko, yang bekerja sebagai reporter, untuk mendalami kasus yang menimpa Tomoko.

Horornya, memang melegenda. Ternyata setelah disimak kembali, horornya hanya dikeluarkan sekali. Sepanjang film hanya mengulas misteri materi video kutukan dan gaya ketakutan karakter Reiko. Tidak ada momen korban berjatuhan satu per satu.

The Ring (1998) - 6/10

Popular posts from this blog

Dibalik obat Ridocaine

Sajian kali ini berkisah tentang seorang ibu yang hidup dengan anak perempuannya. Sang anak menderita sebuah penyakit kelumpuhan dan harus hidup di atas kursi roda. Konflik terjadi karena pola pendidikan sang ibu yang terlalu "sayang" kepada sang anak hingga membatasi sang anak dari dunia luar. Hingga sang anak mulai beranjak dewasa dan mulai kritis terhadap apa yang terjadi pada dirinya. Alur plot ceritanya lumayan. Seperti judulnya hanya terdiri 3 huruf, Movielitas menyukai gaya minimalis cerita, konflik dan pemainnya. Tidak perlu melebar kemana-mana. Gaya thriller-nya soft saja, tidak yang penuh emosional. Dari segi akting, chemistry antar duo aktris sebagai ibu-anak, Sarah Paulson-Kiera Allen, cukup bagus. Mungkin, versi Movielitas, film ini mengangkat realita yang kadang memang ada, dimana gaya didikan orang tua ada yang terlalu protektif dengan alasan kasih sayang. Di satu sisi baik, tapi di sisi lain, juga bisa "melumpuhkan" sang anak itu sendiri. Overall, ba

Cerita tentang film The Last Mohicans

Sajian klasik seeputar kisah pada jaman pra-modern. Mungkin karena faktor perbedaan jaman, film ini terasa kaku pada gaya battle -nya. Yang bisa Movielitas tangkap inti ceritanya adalah konflik antara Inggris Raya melawan Perancis yang terjadi di tanah Amerika. Konflik kerajaan tersebut disusupi oleh kepentingan balas dendam oleh suku Huron. Penampilan suku Huron ini mengingatkan penulis pada penampilan suku pedalaman di Apocalypto. Entah sama atau tidak, Movielitas juga kurang begitu memahami. Judul The Last Mohicans sendiri merujuk pada tiga orang suku Mohawk yang ikut terlibat di pertempuran antara Inggris dan Perancis, yang sejatinya lebih dikarenakan oleh kisah cinta pria-wanita lintas ras. Dari segi konflik, cukup bagus. Tidak datar dengan satu konflik saja. Hanya soal gaya battle yang sedikit kelihatan kaku. Ada satu yang memorable dari film ini yaitu theme song -nya yang easy listening dan megah. The Last Mohicans (1992) - 6/10

Kisah Dua Anak Manusia Yang Terdampar Indah

Film ini penulis dengar gaungnya karena disebut-sebut kontroversial (pada jamannya). Sejauh apa kontroversialnya. Ide ceritanya lumayan. Sebuah kapal besar dengan penumpang bangsawan mengalami kerusakan di tengah laut. Di antara yang selamat adalah sepasang saudara laki-perempuan yang masih anak-anak, Richard-Emmeline, ditemani oleh seorang dewasa, Bapak Button. Mereka bertiga kemudian terdampar di sebuah pulau kecil terpencil tanpa signal apapun. Kurang lebih seperti Castaway. Dan, tak lama berselang, Bapak Button meninggal. Jadilah Richard-Emmeline hidup sendirian di pulau itu. Beranjak dewasa....inilah fokus ceritanya. Kontroversialnya mungkin terletak di poin ini. Di satu sisi, "menarik" sekali. Brooke Shield pada saat itu masih cantik,imut,menggairahkan. Film ini seolah mengajak ikut berfantasi, bagaimana jadinya bila terdampar berdua.. ( dengan catatan kalau dengan mirip Brooke Shield versi muda ini! ) pasti asyik... Lain cerita kalau ternyata pasang

Pembunuh profesional sekaligus penyembuh impoten

Dari judulnya yang menantang memang film ini hanya menjual keseksian klasik semata. Dicampur aroma laga namun masih kalah besar porsinya dengan adegan seksi yang hanya "setengah". Alur ceritanya cukup bagus dibuat berliku. Yang berkesan dari film ini adalah mengingatkan pada jaman Sekolah Dasar dulu. Gaya rambut Simon Yam memang cukup trendy pas jaman itu. Nama Simon Yam sendiri cukup dikenal sebagai aktor film seksi. Naked Killer (1992) - 6/10  

Tiger Wong versi layar lebar

Begitu Nicolas Tse menyebut nama karakternya ... Tiger Wong, baru semuanya jelas. Ternyata film ini merupakan adaptasi dari komik lawas yang fenomenal (setidaknya bagi jaman penulis Sekolah Dasar dulu) yang berjudul Tiger Wong. Alur ceritanya sendiri, kurang begitu menancap baik. Karena sibuk mencocokkan karakter yang ada di film dengan memori penulis tentang komik Tiger Wong. Dan, ternyata memang berbeda. Yang penulis kenal dari komik Tiger Wong, adalah petualangan duo Tiger Wong dan Gold Dragon. Disini ada karakter Dragon Wong (kakak dari Tiger Wong) yang di komik karakternya "terlewatkan" dan diceritakan telah meninggal. Lebih pas bila karakter Tiger Wong dibawakan Donnie, pendapat penulis. Karakter Tiger Wong disini minus jurus Sembilan Matahari. Gold Dragon. Disini justru bernama Turbo. Sama, menggunakan Nunchaku. Sama, andalan jurus Baju Besi Emas dengan simbol Lonceng Besi. Minus karakter Guy si Tapak Budha. Disini ada karakter 4 sahabat, namun

Dewa Judi

Salah satu film klasik Hongkong yang paling berkesan. Bagaimana tidak berkesan, karena film ini pertama kali penulis tonton saat masih Sekolah Dasar. Dan, langsung terpikat sekaligus tak lupa meniru gaya cool Dewa Judi. Salah duanya, bermain kartu ala poker meski tak tahu aturan resminya, pokoknya 2 kartu tertutup lalu dibuka pelan pelan pelan sekali. Tak lupa gaya makan coklatnya, yang alhasil langsung batuk-batuk akibat kebanyakan coklat. Rambut? Sayang tak bisa menirunya. Apa saja yang berkesan dari film lawas ini? Segudang momen berkesan dari sini. Mulai Chow Yun Fat, pasti. Karena karakter Chun Dewa Judi ini melekat pada diri Chow Yun Fat, bahkan saat Chow bermain untuk Hollywood bersama Mark Wahlberg, masih sempat menyelipkan karakter Dewa Judi. Cool, calm, confident , selalu tersenyum, menghabiskan banyak minyak rambut. Andy Lau. Ya, film ini juga dibintangi Andy Lau yang bermain dengan gaya kocak. Dan memang konflik film ini lebih mengarah ke komedi aksi.

Pengadilan panjang untuk Medgar Evers

Sebenarnya ini adalah film salah "sasaran". Sebelumnya judul yang penulis cari adalah dengan kata Burning, tapi yang didapat adalah Ghost. Well, tapi ternyata tidak kalah menarik. Tema masih sama. Seputar rasisme yang pernah terjadi di negara bagian Mississippi, Amerika. Film dan jalan cerita tidak ada yang menonjol. Biasa saja. Konfliknya juga biasa. Tapi kisah di dalamnya adalah yang luar biasa. The story is true . Kisahnya adalah kisah nyata. Kejadian itu terjadi sekitar tahun 1963. Sebuah pembunuhan terjadi pada Medgar Evers yang notabene adalah kulit hitam. Dan pembunuhan tersebut terjadi saat rasis masih kuat terhadap kaum kulit hitam di Amerika. Pelaku (disini tanpa tertutup misteri) Byron De La Beckwith. Pada saat itu, tentu saja bebas merdeka tanpa syarat. Selang 27 tahun kemudian , 1990 , seorang pengacara muda berkulit putih, Bobby DeLaughter, dengan segala keberaniannya membuka kembali kasus Beckwith untuk meluruskan keadilan yang terlupakan. Membuk

Pembalasan dari dalam orang-orangan sawah

Menurut penulis, film ini termasuk horor-thriller standard saja. Horor karena memasukkan unsur "dunia lain". Pembalasan dari dunia lain. Di sisi lain juga terasa seperti horor ala zombie. Mati tapi hidup dan "baterai"nya adalah topeng dari karung. Thriller karena seperti gaya thriller Hollywood pada umumnya, falling one by one . Dan kesemuanya terasa standard. Mengandalkan unsur kejutan tiba-tiba, darah, cahaya minimalis, sadis. Kemudian, tinggal menebak siapa yang bakal menjadi the last survivor . Sedangkan konfliknya merupakan campuran dari thriller ala Friday the 13th lalu diberi hiasan-hiasan zombie. Husk (2012) - 5/10

Cerita tentang film Lethal Weapon 2

Masih seperti yang pertama , film ini mengandalkan sedikit aksi laga, drama berliku, dan rasa komedi. Sisi dramanya berkisah seputar kejahatan cuci uang yang dilakukan oleh konsulat. Komedinya masih seputar duo partner berbeda kontras dalam gaya. Yang satu malu-malu formal, satu lagi rock n roll . Ditambahi dengan Joe Pesci yang banyak bicara. Tidak terlalu serius juga tak terlalu konyol. Mungkin karena faktor rilisnya tahun 90an, alur cerita dan gaya film ini masih terasa kaku belum tersentuh oleh teknologi modern. Lethal Weapon 2 (1989) - 6/10  

Pembahasan tentang seks dalam keluarga

Wooww... Warning dulu. Karena film ini sarat dengan hal-hal yang berbau "dewasa", pastinya tidak cocok dikonsumsi bagi jiwa-jiwa labil yang gemar meniru. Warning berikutnya, siapkan tisue... Dari judulnya mungkin sudah bisa ditebak isi buah film ini. Pertama dari negara Perancis, dan kedua berkisah seputar seksual. Menarik. Setidaknya film ini membahas seputar seksualitas di sebuah keluarga yang tidak tabu membahasnya. Dan, bagi keluarga ini, seks merupakan kebutuhan manusia selayaknya makan. Siapapun memerlukan makan, dan seharusnya menjual makanan bagi kebutuhan orang lain pun tidak ada salahnya. Sebaliknya, siapapun (harusnya) membutuhkan atau setidaknya memiliki naluri seksual. Bagi Movielitas dari segi cerita, drama film ini mungkin memiliki pesan moral seputar pentingnya edukasi seks dalam sebuah keluarga. Bukan untuk hal negatif, justru untuk bekal bagi yang muda agar tidak sembarangan mengumbar nafsu secara tak bertanggung jawab. Sedangkan