The Last Past Furious gone too fast



Di seri kali ini meski berganti sutradara namun masih memakai progresi cerita yang mirip dengan fast sebelumnya.

Alur cerita dan konfliknya juga sama. Yang memberatkan disini adalah ada tampilan karakter lain di tengah jalur utama cerita.

Tema cerita sederhananya adalah melanjutkan kisah "yang tertunda" di seri sebelumnya yaitu kemunculan Jason Statham yang menghabisi karakter Han. Akan tetapi di tengah perjalanan cerita kemudian diperlebar dengan kemunculan karakter baru seperti Kurt Russell yang memerankan polisi bayangan dari Dwayne Johnson yang diceritakan sedang terluka.

Lalu, di tengah aksi pembalasan dendam keluarga Shaw muncul konflik hacker-menghacker komputer, ada Djimon Honsou dan karakter hacker Ramsey. Kemudian seperti yang di furious 6, susunan karakter bad side juga dibuat beraneka ras. Untuk spesial Asia perfomance kali ini ditampilkan Tony Jaa yang sepertinya didaulat mengisi kesuksesan karakter Joe Taslim. Yang sedikit kurang pas buat penulis adalah pemakaian karakter Tyresse Gibson yang diplot sebagai karakter "pelawak" atau Joker, kurang begitu konyol dan pada saat harus melucu terasa aneh dan kaku.

Pemakaian music score, kurang lebih sama juga dengan gaya Justin Lin, seperti dentuman bass drone pada beberapa aksi, lagu hip-hop pastinya ada juga.

Yang menarik cukup banyak. Penulis suka dengan momen pertemuan Dwayne dan Jason. Meski, lagi-lagi, Dwayne tidak dipertemukan dengan Asian karakter disini. Tony Jaa, tampil dan selalu menghadapi karakter Brian O'Conner. Sayang sekali memang padahal akan lebih variatif bila dihadapkan dengan Diesel.

Paling memorable bagi penulis adalah momen bis di tepi jurang, momen ini benar-benar keren dan bagus sekali. Gaya pengambilan gambar James Wan memang berbeda dengan Justin Lin. Sama-sama menarik dan kreatif. Pengambilan sudut gambar yang ditampilkan James Wan disini sudah sangat bagus mendukung alur cerita sehingga enak dinikmati. Lainnya yang berkesan adalah, mobil terbang dari atas gedung di Dubai sana, wow keren kuadrat. Hebat.

Bicara soal aksi laga, di seri kali ini boleh dikatakan meningkat dari grafik film sebelumnya. Megah dan beringas. Totalitasnya cukup terasa.

Last, the most emotional moment is Paul. Ya, sangat emosional karena alasan dasar menyaksikan film ini adalah Paul. Karena dibalik semua laga atau cerita ada kisah yang lebih besar yaitu menyaksikan aksi terkahir dari Paul. Meski, pendapat penulis, bagian ending-nya memang kurang pas dan di luar ekspektasi karena karakter Brian "tidak" dihapus melainkan perpisahan saja.

Bagaimanapun juga tetap, film ini memiliki kesan dan sisi emosional tersendiri. Great. And, for music, love it! Wiz Khalifa doing a great song here with Charlie Puth.


See you again, Paul...

Fast Furious 7 (2015) - 7/10