Skip to main content

Krisis panas keluarga Burnham


Dulu mengenal film ini hanya dari posternya yang menggoda. Namun baru kesampaian mendapatkan film ini baru-baru saja.

Lumayan. Menarik. Hebatnya film ini adalah banyak konflik dalam alur cerita namun tertata rapi dan tidak rumit. Padat namun enak diikuti dan dinikmati.

Dimulai dari sebuah keluarga kecil Burnham. Sang ayah, Lester, mendapati krisis personal sebagai gigantic looser di mata istri dan anak gadis semata wayangnya, Jane. Di tengah kondisi sexually frustated, Lester menaruh hati pada teman sebaya Jane, Angela. Di lain tempat, Carolyn Burnham istri Lester sedang membangun karir sekaligus affair. Dan, sang anak gadis Burnham, terhanyut dalam alunan cinta sang pemuda pervert, Ricky Fitts yang merupakan tetangga Burnham.

Unik. Konflik Lester secara kebetulan karena teman anak gadisnya sendiri. Konflik affair Carolyn tercium karena kebetulan Lester bermasalah di tempat kerjanya. Konflik percintaan Jane dan Ricky muncul karena membutuhkan pelampiasan terhadap situasi keluarganya yang "kaku". Konflik mereka dihadirkan bersama-sama, bergantian dari satu ke yang satu secara apik. Lalu, dimaniskan dengan konflik salah paham antara Fitts dan Burnham masalah seksualitas akibat hal sepele sang ayah yang memeriksa barang pribadi anaknya.

Yang menonjol dari film ini tentu saja konflik dalam alur ceritanya yang banyak saling terkait dan ditata rapi. Mena Suvari sebagai Angela, wowww....so hot. Penampilan Mena sebagai Angela memang sangat "tajam" menusuk-nusuk. Fisik Mena (saat itu) sangat pas dengan karakter Angela. Kevin Spacey atau Chris Cooper, memang sudah banyak tahu. Wes Bentley, penulis justru mengenalnya lewat P2 yang penulis dapatkan lebih dulu.

Overall, film ini sangat kuat dalam cerita. Konfliknya menarik, unik, dan bagus. Penulis tertipu dengan ending tembakan, karena sebelumnya diceritakan Carolyn Burnham sangat menikmati kegiatan belajar menembak.

American Beauty (1999) - 7/10

Popular posts from this blog

Cerita tentang film The Last Mohicans

Sajian klasik seeputar kisah pada jaman pra-modern. Mungkin karena faktor perbedaan jaman, film ini terasa kaku pada gaya battle -nya. Yang bisa Movielitas tangkap inti ceritanya adalah konflik antara Inggris Raya melawan Perancis yang terjadi di tanah Amerika. Konflik kerajaan tersebut disusupi oleh kepentingan balas dendam oleh suku Huron. Penampilan suku Huron ini mengingatkan penulis pada penampilan suku pedalaman di Apocalypto. Entah sama atau tidak, Movielitas juga kurang begitu memahami. Judul The Last Mohicans sendiri merujuk pada tiga orang suku Mohawk yang ikut terlibat di pertempuran antara Inggris dan Perancis, yang sejatinya lebih dikarenakan oleh kisah cinta pria-wanita lintas ras. Dari segi konflik, cukup bagus. Tidak datar dengan satu konflik saja. Hanya soal gaya battle yang sedikit kelihatan kaku. Ada satu yang memorable dari film ini yaitu theme song -nya yang easy listening dan megah. The Last Mohicans (1992) - 6/10