Skip to main content

Lone Wolf in Nam

Justru yang menarik dari film ini adalah sosok Rambo-nya. Sedangkan dari storyline dan pernak-pernik dalam film, sudah pastinya hampir sama dengan gaya one man show di seri pertama First Blood.

Harus diakui memang bahwa Sylvester Stallone adalah salah satu aktor yang "berhasil" identik dengan satu karakter dalam film. Berbeda dengan karakter superhero seperti Batman atau Superman, karakter Rambo oleh Stallone ini dapat dibilang sebagai salah satu karakter yang irreplaceable. Tak tergantikan. Dan, hanya Stallone yang memang cocok membawakan karakter Rambo.

Sejauh Movielitas amati dari awal muncul hingga akhir cerita, sosok Stallone terutama wajah, memang mampu membentuk sosok Rambo versi film (entah versi novel-nya). Dengan mimik wajah hard-tough dan potongan rambut yang "sangar", gaya utama Stallone adalah menampilkan karakter mantan militer dengan keahlian perang kelas predator, nyaris tanpa senyum, datar, dan dialog serba minimalis. Pas sekali.

Satu hal yang menarik dari dalam film ini adalah expendables. Setidaknya project film The Expendables ini rupanya sudah "dibahas" oleh Stallone sejak di film ini. Arti dari expendables sendiri kurang lebih adalah undangan "berpesta". Berpesta jenis apa, bisa ditebak lewat cerita Rambo ini.

Rambo 2 (1985) - 6/10

Popular posts from this blog

Cerita tentang film The Last Mohicans

Sajian klasik seeputar kisah pada jaman pra-modern. Mungkin karena faktor perbedaan jaman, film ini terasa kaku pada gaya battle -nya. Yang bisa Movielitas tangkap inti ceritanya adalah konflik antara Inggris Raya melawan Perancis yang terjadi di tanah Amerika. Konflik kerajaan tersebut disusupi oleh kepentingan balas dendam oleh suku Huron. Penampilan suku Huron ini mengingatkan penulis pada penampilan suku pedalaman di Apocalypto. Entah sama atau tidak, Movielitas juga kurang begitu memahami. Judul The Last Mohicans sendiri merujuk pada tiga orang suku Mohawk yang ikut terlibat di pertempuran antara Inggris dan Perancis, yang sejatinya lebih dikarenakan oleh kisah cinta pria-wanita lintas ras. Dari segi konflik, cukup bagus. Tidak datar dengan satu konflik saja. Hanya soal gaya battle yang sedikit kelihatan kaku. Ada satu yang memorable dari film ini yaitu theme song -nya yang easy listening dan megah. The Last Mohicans (1992) - 6/10