Skip to main content

Tak semua yang bernapas, bergerak, ataupun berbicara adalah makhluk hidup

Awalnya berangkat dari rasa penasaran karena beberapa kali melihat rekomendasi film-film yang di-label-i bagus, ada nama film ini. Genre-nya horor namun lebih bermain juga ke drama, tidak asal gelap-musik seram- atau make-up seram.

Yang menarik saat memutar film ini adalah dimulai dengan pembukaan ikonik dari 20th Century Fox. Wow, pastinya bukan kualitas film yang asal-asalan horor tentunya.

Kesan pertama, film ini cukup menarik di durasi awal hingga tengah. Tapi, untuk Movielitas sendiri, selepas durasi pertengahan, agak terasa membingungkan jalan ceritanya. Fokus cerita yang awalnya tentang seorang anak gadis kecil yang kerasukan dan orang tuanya yang resah melihat anaknya, agak mulai terganggu dengan mem-paralel-kan kaitan antara The Jap (karakter pria tua dari Jepang), gadis aneh pelempar batu, dan Shaman (karakter pengusir setan khas Korea). Dan, terus berlanjut hingga akhir.

Dan, bisa jadi memang itu kekuatan misteri dari film ini, yaitu pemirsa dibiarkan mengkaitkan sendiri siapa yang bertindak sebagai karakter jahat dan karakter baik. Begitu juga dengan Movielitas yang sedikit bingung mengurai cerita, akhirnya Movielitas berusaha untuk mencari jawaban lewat googling dan mendapatkan beberapa testimoni seputar akhir film ini.

Dari beberapa pendapat atau opini viewers film ini, ada satu poin yang bisa Movielitas paling masuk akal. Hebatnya, poin tersebut memang lolos dari pengamatan.

Versi Movielitas, jawaban misteri The Jap (karakter tersangka dalam kasus kematian aneh di desa tersebut) yaitu pada momen Shaman dan Jong-goo / Jong-Gu sedang berdiskusi seputar rencana mengadakan ritual pengusiran setan untuk Hyo-Jin (anak Jong-Gu). Alasannya, momen tersebut sengaja diselipkan tanpa potong sensor, jadi seolah-olah menjadi momen penting untuk memahami adegan terakhir film garapan sutradara Na Hong-Jin ini.

Paling menonjol dari film selain lika-liku teka-teki siapakah karakter Iblis sesungguhnya, adalah akting. Luar biasa memang para sineas Korea di film ini. Penampilannya luar bisa penuh penghayatan.

Jun Kunimura berperan sebagai The Jap yang menawan. Meskipun tua secara fisik namun mampu menampilkan sosok yang menakutkan lewat mimik wajah. "Lawannya" adalah sang Shaman, diperankan oleh Hwang Jung-Min yang sepertinya tidak asing karena sudah banyak film yang dibintanginya. Dan soal kualitas akting, aktor Hwang Jung-Min ini memang tergolong bagus.

Paling mencuri perhatian adalah Kim Hwan Hee yang berperan sebagai Hyo-Jin, gadis cilik manis dan ceria, secara tak sengaja "terkena" umpan Iblis yang masuk ke tubuhnya. Akting bocah Korea ini memang luar biasa. Mampu bermain ceria khas anak-anak juga mampu bermain seram. Keren.

Keseluruhan, film ini menarik. Hanya memang perlu pengamatan ekstra. Dari segi horor-nya biasa saja. Tidak terlalu menyeramkan karena film ini lebih bermain dengan alur cerita ketimbang horor visual.

The Wailing (2016) - 6/10

Popular posts from this blog

Cerita tentang film The Last Mohicans

Sajian klasik seeputar kisah pada jaman pra-modern. Mungkin karena faktor perbedaan jaman, film ini terasa kaku pada gaya battle -nya. Yang bisa Movielitas tangkap inti ceritanya adalah konflik antara Inggris Raya melawan Perancis yang terjadi di tanah Amerika. Konflik kerajaan tersebut disusupi oleh kepentingan balas dendam oleh suku Huron. Penampilan suku Huron ini mengingatkan penulis pada penampilan suku pedalaman di Apocalypto. Entah sama atau tidak, Movielitas juga kurang begitu memahami. Judul The Last Mohicans sendiri merujuk pada tiga orang suku Mohawk yang ikut terlibat di pertempuran antara Inggris dan Perancis, yang sejatinya lebih dikarenakan oleh kisah cinta pria-wanita lintas ras. Dari segi konflik, cukup bagus. Tidak datar dengan satu konflik saja. Hanya soal gaya battle yang sedikit kelihatan kaku. Ada satu yang memorable dari film ini yaitu theme song -nya yang easy listening dan megah. The Last Mohicans (1992) - 6/10