Skip to main content

Sudahkah aku mendorong batasku?


Pesan moral dalam film ini memang cocok sebagai inspirasi. Interaksi antara karakter Andrew dan gurunya Fletcher terjalin dengan kuat dan apik.

Ada pelajaran bagus yang bila dilihat dengan sudut pandang lebar dari karakter Andrew Neimann yang dibawakan apik oleh Miles Teller.

Andrew Neimann memiliki impian menjadi salah satu drummer terbaik yang pernah ada, salah satu cara yang ditempuh adalah masuk ke dalam band orkestra jazz yang dikonduktori oleh Terence Fletcher.

Gaya mengajar Fletcher yang kasar benar-benar terasa pedas tidak hanya oleh Andrew tapi juga sampai ke penulis. Dan, itu berkat akting berkelas J.K. Simmons.

Teman setia Andrew selama berlatih keras mengikuti tempo irama musik orkestra jazz yang diinginkan oleh Fletcher bukan lah bidadari cantik Nicole (diperankan oleh Melissa Benoist). Tapi, band-aid dan es batu.

Latihan keras Andrew tidak hanya berkeringat saja tapi juga berdarah-darah. Tidak harus menjadi drummer untuk berdarah-darah mencapai impian. Lebih luasnya kita bisa menjadikan kisah Andrew Niemann ini sebagai cambuk inspirasi, bahwa untuk mencapai cita-cita diperlukan "jalan terjal". Cita-cita yang dicapai dengan jalan mulus, bukanlah perjuangan melainkan tamasya.

Meskipun terlihat kasar (hingga melempar kursi dan merusak properti band), tetap ada pesan moral yang bisa dipetik dari karakter Terence Fletcher. Salah satunya adalah niat Fletcher , push beyond the expected. Mendorong murid-muridnya melebihi apa yang diharapkan. Mungkin caranya salah tapi niatnya sangat baik.

Akhir cerita, film ini seperti mengajak merenung bersama, sudahkah kita "berdarah-darah" mendorong batas kita sendiri?

Film yang sangat luar biasa. Two thumbs up for this movie!!

Whiplash (2014) - 8/10

Popular posts from this blog

Cerita tentang film The Last Mohicans

Sajian klasik seeputar kisah pada jaman pra-modern. Mungkin karena faktor perbedaan jaman, film ini terasa kaku pada gaya battle -nya. Yang bisa Movielitas tangkap inti ceritanya adalah konflik antara Inggris Raya melawan Perancis yang terjadi di tanah Amerika. Konflik kerajaan tersebut disusupi oleh kepentingan balas dendam oleh suku Huron. Penampilan suku Huron ini mengingatkan penulis pada penampilan suku pedalaman di Apocalypto. Entah sama atau tidak, Movielitas juga kurang begitu memahami. Judul The Last Mohicans sendiri merujuk pada tiga orang suku Mohawk yang ikut terlibat di pertempuran antara Inggris dan Perancis, yang sejatinya lebih dikarenakan oleh kisah cinta pria-wanita lintas ras. Dari segi konflik, cukup bagus. Tidak datar dengan satu konflik saja. Hanya soal gaya battle yang sedikit kelihatan kaku. Ada satu yang memorable dari film ini yaitu theme song -nya yang easy listening dan megah. The Last Mohicans (1992) - 6/10