Di suatu titik 1700 mil dari Selat Sumatera


Sekali lagi mendapatkan film yang sangat berkualitas menarik. Patut dipuji. Dan, penulis suka film seperti ini, unik,simple tapi powerfull.

Kalau dulu ada tag iklan rokok yang berbunyi cool-calm-confident, maka sepertinya cocok diberikan kepada film ini.

Banyak yang unik dari cerita film ini. Adalah Robert Redford yang bermain tunggal sebagai old man and no-name. Tanpa lawan main. Monolog. Meski sendiripun, alur cerita tetap enak dinikmati.

Tak perlu banyak konflik. Tak perlu mencari tahu mengapa karakter pria tua ini berlayar sendirian di lautan lepas. Tidak perlu pusing bertanya mengapa ada kapal yang kehilangan kontainer tanpa tahu. Tanpa sebab apa-apa cerita bergulir dengan sebuah tabrakan.... Hanya ikuti saja arus cerita sudah terasa menarik.

Uniknya lagi, subtitle-nya cuma 17KB. Minim sekali. Karena memang hampir minim dialog. Narator opening, panggilan SOS, lalu umpatan sekali, dan teriakan minta tolong.

Dengan semua kesederhanaan, film ini sudah mampu membangun kisah yang kuat. Baik pesan maupun kesan. Tanpa elemen konflik ataupun aktor tampan-aktris seksi, juga minimalis dialog, film ini sudah berkualitas. Nice.

Tak hanya berkualitas dalam menyajikan sebuah cerita survival, tapi juga sarat dengan makna yang bisa penulis petik sebagai pelajaran.

Karakter yang dibawakan oleh Robert Redford disini adalah karakter lelaki tua yang terdampar sendiri di sebuah samudera....

Hingga sebuah insiden membangunkan tidurnya....

Umumnya, manusiawi bila mengalami hal yang dialami oleh karakter tua disini, adalah menjerit, menangis histeris minta tolong. Tapi lelaki tua yang digambarkan disini justru tenang. Tenang tanpa wawasan, adalah bunuh diri, tapi tidak disini. Ketenangan lelaki tua ini diimbangi oleh wawasan yang mumpuni di dunia survival di tengah lautan dengan peralatan seadanya. Mengetahui tersesat dan tanpa pertolongan, yang dilakukan oleh lelaki tua ini adalah diam dan melakukan yang terbaik bertahan hidup.

Bahkan...ketika badai menghujam sekalipun, karakter pria tua ini tetap saja membisu. Tak ada teriakan, tangis, hujatan, makian. Diam dan bertahan. Ilmu pelayaran yang dimiliki menjadi senjata utamanya.

Penggambaran karakter pria berumur yang begitu tenang disini terlihat keren. Dingin,tenang,percaya dan terlihat cerdas.

Mungkin inilah pesan tersembunyi dari film ini. Ketika badai, insiden atau apapun itu sebutannya, yang perlu dilakukan adalah tenang. Karena sejatinya manusia ibaratnya terapung sendiri di tengah lautan masalah.

Ada lagi pelajaran dari kisah lelaki tua yang tersesat ini, yaitu pertolongan. Sadar tak disadari bahwa pertolongan selalu ada tepat pada waktunya, tinggal sejauh mana kita "menyadari".

Banyak momen yang berkesan dari penampilan tunggal Robert disini, perpisahan dengan perahu yang menyedihkan, cara memasak air, dan ada kapal muatan milik Maersk Line.

***Sekarang penulis jadi tahu mengapa momen munculnya Kapal Maersk Line disini tidak mengindahkan tanda SOS dari karakter pria tua disini, karena...Captain Phillips sedang dibajak.....

Keseluruhan, cool-calm-confident. Two thumbs up absolutely for this movie!

All Is Lost (2013) - 9/10