Skip to main content

Bermalam di Aokigahara

Dikarenakan oleh situasi dan kondisi pandemi saat ini, bioskop dilarang beroperasi secara normal. Bagi Movielitas, yang memang hampir tidak pernah lagi ke bioskop, menjadi kesempatan untuk menikmati hiburan media lain. Salah satunya, Youtube. Tentunya berbeda konsep dengan film. Sepanjang Movielitas menikmati berbagai macam konten di Youtube, ada beberapa yang berkesan. Dan, lewat media blog ini, setidaknya bisa menyimpan jejak-jejak konten Youtube yang bagus dan berkesan.

Karena Movielitas menyukai genre film based on true story, jenis media vlog sebenarnya cocok dengan selera Movielitas. Meskipun ada vlog-vlog yang mengandung akting atau sudah diatur plot ceritanya, tapi tetap saja terasa beda. 

Travel Tribunnews
 

Vlog yang berkesan kali ini adalah vlog dari channel milik TFIL yang judulnya Overnight At Suicide Forest. Suicide forest merujuk pada sebuah hutan di Jepang yaitu Aokigahara yang memang terkenal dengan hutan tempat orang-orang disana mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Kalau tidak salah ingat dan untuk mendramatisasi, pertama kali Movielitas mengenal vlog ini dari sebuah film yang berlatar belakang tentang Aokigahara. Karena penasaran, Movielitas pun berburu konten Aokigahara di Youtube dan menemukan vlog dari grup TFIL ini.

Bagi Movielitas, vlog ini tidak kalah menarik dengan sebuah film horror. Dari awal hingga akhir, Movielitas bisa merasakan atmosfir seram dan mencekamnya menelusuri hutan Aokigahara Jepang. Terlepas ini setting-an atau bukan, terasa kurang kerjaan sekali menantang diri sendiri bermalam di Hutan angker, pastinya bagi Movielitas nuansa horror yang ditampilkan bisa tersampaikan baik. Vlog episode Overnight At Suicide Forest ini akan lebih syahdu dinikmati bila dilanjutkan ke vlog reaction-nya (REACTING TO OVERNIGHT CHALLENGE).

Overall, memang keren vlog ini. Recommended


 

 

 

Popular posts from this blog

Cerita tentang film The Last Mohicans

Sajian klasik seeputar kisah pada jaman pra-modern. Mungkin karena faktor perbedaan jaman, film ini terasa kaku pada gaya battle -nya. Yang bisa Movielitas tangkap inti ceritanya adalah konflik antara Inggris Raya melawan Perancis yang terjadi di tanah Amerika. Konflik kerajaan tersebut disusupi oleh kepentingan balas dendam oleh suku Huron. Penampilan suku Huron ini mengingatkan penulis pada penampilan suku pedalaman di Apocalypto. Entah sama atau tidak, Movielitas juga kurang begitu memahami. Judul The Last Mohicans sendiri merujuk pada tiga orang suku Mohawk yang ikut terlibat di pertempuran antara Inggris dan Perancis, yang sejatinya lebih dikarenakan oleh kisah cinta pria-wanita lintas ras. Dari segi konflik, cukup bagus. Tidak datar dengan satu konflik saja. Hanya soal gaya battle yang sedikit kelihatan kaku. Ada satu yang memorable dari film ini yaitu theme song -nya yang easy listening dan megah. The Last Mohicans (1992) - 6/10