Kasih cinta maksimum yang tulus ala Max


Done and....love this movie.

Alasan utama, suka anjing. Dan film ini pun akhirnya sukses membuat "iri hati" semakin besar. Ingin sekali punya anjing seperti Max!!

Plot ceritanya ringan. Tidak seperti Cujo. Mungkin arahnya ke hiburan keluarga, namun soal jual beli senjata sepertinya "terlalu berat" untuk ukuran anak-anak. Konflik ceritanya, cukup ramah. Seputar anjing "mantan" marinir.

Ada pesan moral yang bagus versi penulis dari film ini, pertama tentu saja keindahan cinta seekor anjing kepada tuannya. Bahkan ketika sang tuan meninggal pun, Max masih bisa "mencium" darah saudara keluarga tuannya.

Max disini digambarkan sebagai anjing pelacak yang digunakan di medan perang. Di film ini sebagai opening tentang jasa Max adalah tugasnya di Timur Tengah sebagai pembuka jalan bagi pasukan marinir Amerika.

Pertanyaannya adalah, apakah di Timur Tengah tidak ada anjing? Menurut penulis, harusnya ada. Apakah pernah ada kisah anjing berkelahi gara-gara ras? Atau pernahkah ada anjing berkelahi karena konflik kepercayaan tuannya? Atau pernahkah ada anjing milik tuan ras tertentu menjadi marah ketika menjumpai manusia dari ras suku bangsa lainnya? Rasanya belum ada mujizat hingga anjing berbeda "negara" asal atau beda ras berseteru saling bunuh saling menyakiti hanya gara-gara (apalagi) masalah uang.

Disini memang ada momen pertarungan antar anjing. Max berkelahi hebat dengan anjing milik tuannya yang jahat. Posisi Max sepenuhnya melindungi Justin,tuannya. Dan, yang berkesan lagi adalah ketika mengorbankan jiwa raganya tanpa berpikir panjang untuk melindungi Justin.

Dan, masih sepengetahuan penulis, karakter anjing entah di negara manapun kemudian diboyong ke negara lain, masih akan tetap sama. Tidak akan terkena gesekan budaya ataupun perubahan gaya hidup.

Modal hidupnya hanya pendengaran dan daya penciuman yang di atas rata-rata. Lalu, satu lagi...cinta dan kesetiaan kepada tuannya. Dengan catatan, sehat. (Kalau versi Cujo, mungkin akan berbeda kasus). Dan, ini merupakan pengalaman kisah nyata penulis yang mengenal seekor anjing terlahir di luar negeri kemudian diboyong ke negara tercinta ini. Karakternya masih tetap sama, masih menggonggong, masih menggemaskan, masih bermodalkan cinta tulus kepada tuan dan siapapun yang bersikap baik. Mengenai sikap, di film ini juga disinggung sedikit bahwa kadang anjing bisa mendeteksi baik-buruknya karakter seseorang. #semakin-membuat-iri

Ada yang berubah dari seekor anjing yang penulis kenal, menurut pemiliknya bulunya berubah. Dan, semakin gemuk. Itu saja. Dari sisi karakter tetap. Tidak matrealistis dalam memberikan cinta. #tulus

Bagi pecinta anjing, film ini cocok dan mungkin layak untuk dikoleksi.

Max (2015) - 7/10

No comments:

Post a Comment