Ketika tiga negara bersama mengolah rasa horor


Sebelum film 4bia terbit, ada film ini.

Sesuai dengan judulnya, film ini mengangkat 3 film. Masing-masing film karya sineas Korea, Thailand, dan Hongkong.

Genre nya horor. Terutama untuk Korea dan Thailand. Untuk sesi Hongkong, sepertinya lebih tepat dikatakan drama.

Dan, bila dirasakan, ibaratnya makanan, karya kreatif sineas 3 negara ini memang memiliki garis beda yang sulit diterjemahkan. Tapi, bisa dirasakan.

1. Memories.
Horornya kurang mantab. Hanya mengandalkan make-up menyeramkan. Kisahnya sebenarnya lumayan, namun entah mengapa hook cerita (pembukaan identitas)-nya kurang mantab. Terasa biasa saja. 6/10

2. Penulis lebih suka menyebut film ini Khon. Karena memang temanya seputar kutukan yang terdapat pada sebuah boneka. Horor yang ditampilkan sebenarnya sudah dilengkapi dengan atmosfir yang mendukung. Lokasi, sudah "menyeramkan". Pelosok hutan. Tidak memakai teknologi modern. Hanya, yang membuat minus film ini adalah gerak cerita yang sedikit kaku. Dan tidak ada twist manis. Horor biasa saja. 5/10

3. Going Home.
Sepertinya segmen Hongkong ini memang menjadi favorit. Tidak terasa horor meski ada polesan kesan horor pada bocah wanita berbaju merah. Atmosfir apartemennya juga mendukung horor. Lebih ke drama karena yang menjadi kekuatan film ini adalah ceritanya. Ceritanya menarik dengan akting para pendukungnya -baik anak-anak maupun yang dewasa- sama-sama bagus. Konflik dan twist topping nya terasa cerdas sekali. Manis. Menikam. 8/10

*Sayangnya ada yang kurang, mengapa tidak ada Jepang, yang beberapa karya horor-nya sempat menjadi trademark bahkan dicontoh oleh Hollywood.

Three (2002) - 6/10