Never say NO, Joe


Di tangan Walt Disney, mungkin apapun yang terkenal "keras" bisa diubah menjadi lembut dan menyenangkan. Kali ini, Walt Disney merubah kesan sangar-kokoh-keras-powerfull The Rock menjadi ayah yang lemah lembut.

Bila di Smackdown, The Rock mendapatkan lawan berbadan besar berotot dan keras, disini The Rock mendapatkan lawan seorang bocah gadis kecil.

Bila di Smackdown, The Rock terlihat serius, di tangan Walt Disney disulap menjadi ramah bahkan melucu.

Bila di Smackdown, The Rock tampil membanting dan dibanting, di tangan Walt Disney justru menari balet.


Joe Kingman. American Footballer. Sukses. Kaya mapan. Terkenal. Lajang. Lajang inilah yang kemudian dijadikan konflik utama dalam film ini dengan menghadirkan karakter Peyton yang mengaku sebagai anak kandung Joe.

Tema ini setahun lebih dulu muncul daripada Speedy Scandal milik Cha Tae Hyun. Hanya beda profesi dan fisik. American Footballer dan penyiar radio. Cha Tae Hyun dan Dwayne Johnson. Lainnya kurang lebih mirip. Garis besar alur cerita terasa sama. Ada "pihak" lain yang sedang "mengacaukan" kehidupan pesohor. Dan itu kemudian diolah menjadi komedi. Komedi berjalan mencocokkan chemistry antara karakter pesohor dan karakter pendatang baru tak diundang.

Meski tidak ada potongan "drama" di fisik The Rock, tapi disini penampilannya cukup memukau. Komedi The Rock cukup kuat meski Cooper juga banyak membantu dengan komedi telat mikir ala Joey Tribbiani di Friends.

Dengan atmosfir cerah berwarna-warni ala bedazzled, film ini cocok sebagai hiburan di saat bersama keluarga. Manis, kocak tapi juga memiliki pesan moral yang terselip manis. "Pastikan saat ini mereka (ayah,ibu,kakek,nenek,......dll) bahwa kau menyayangi mereka dan tidak ada yang mengubahnya..."

Game Plan (2007) - 7/10