Skip to main content

Posts

Labirin sempit menuju surga kebebasan

Meander (bacanya mungkin "minder" tapi bukan minder rendah diri) jika dilihat artinya secara kasar adalah sungai yang berkelok-kelok. Dan film ini boleh dibilang kurang lebih demikian. Berkisah tentang seorang wanita, sebut saja Lisa, yang mengaku tersesat. Di tengah perjalanan Lisa bertemu Adam. Sebuah siaran radio menyampaikan tentang kabar pembunuhan dengan ciri-ciri pelaku yang ternyata hampir sama dengan ciri-ciri orang di sebelah Lisa saat itu... Lisa terbangun di sebuah ruangan kecil, jika Movielitas boleh bilang mirip dengan cerobong asap yang sering ditemukan di restoran. Pakaian Lisa sudah berganti dengan pakaian ala baju renang dan kini Lisa memiliki gelang penunjuk waktu untuk bergerak. Bagi Movielitas, awal pembukaan film ini cukup menarik. Nuansa misteri. Situasi yang dimiliki Lisa mengingatkan pada gaya film Buried . Bedanya, jika di Buried karakter utamanya "terjepit", tapi karakter Lisa disini lebih beruntung karnea bisa sedikit leluasa bergerak maj

Hilangnya Simon Werner

Sajian kali ini berasal dari negara Perancis. Disutradarai oleh Fabrice Gobert. Bertemakan misteri hilangnya seorang Simon Werner. Film ini berkisah tentang sekelompok siswa sekolah yang menerima kabar tentang hilangnya teman sekolah mereka, Simon Werner. Film kemudian berjalan dengan gaya cerita sudut pandang dari berbagai karakter. Dari sudut promosi nya, film ini termasuk "high rated". Tapi, bagi Movielitas justru sebaliknya. Film yang berkonflik utama misteri ini justru berjalan dengan tensi yang sangat lamban dan pelan. Tidak ada tensi misteri sama sekali yang berhasil dibangun dari sudut manapun. Justru atmosfir yang dibangun terasa film romantis percintaan anak sekolah. Dan mungkin karena faktor bahasa, Movielitas kesulitan untuk melihat akting para pemainnya. Overall, tidak menarik. Harapan munculnya sebuah drama misteri tidak ada sama sekali. Tensi konflik yang ada malah seperti berjalan lamban dan datar saja. Lights Out (2010) - 4/10

Sisi putih dalam dunia hitam

Akhirnya, setelah mencari disana-sini, ketemu juga. Film klasik era 90an yang pernah jadi referensi gaya anak muda saat itu. Gaya gangster anak jalanan yang tampan. Saat itu lumayan bisa meniru gaya anak jalanan gangster-nya, yang tidak bisa ditiru hingga saat ini adalaj sisi ketampanannya. Film garapan sutradara Wong Jing dengan bintang film Andy Lau sebagai Cheung Dee. Cheung Dee sebagai seorang anggota triad yang disegani oleh abak buahnya sendiri yang setia. Cita-cita Cheung Dee sebagai ketua gangster pada satu kesempatan berhasil dicapai namun dengan bayaran cukup mahal. Meskipun sebagai anggota triad yang pernah menolong bos nya sendiri, reputasi Cheung Dee di hadapan bos besar gangster terlihat sangat hina. Kesabaran Cheung Dee sebagai anggota gangster Hongkong, Triad, pun menemui batas akhir. Film klasik ini jika dinikmati saat era sekarang memang terasa "kaku". Penataan adegan satu ke adegan berikutnya, aksi laga, komedi, akting dan sebagainya, yang mungkin pada era

Mencari gara-gara dengan capit Kepiting Raja

Sepertinya Movielitas memiliki idola baru kekinian. Meski usia aktor ini boleh dibilang tidak muda, namun penampilannya cukup berkesan di beberapa film nya. Don Lee atau Ma Deong Seok. Bisa dikatakan postur Don Lee ini cukup gemuk dan terlihat "lambat" tapi memiliki aura powerfull.  Kali ini film yang dibintangi Don Lee berkisah tentang seorang pengusaha perikanan, Dong Chul, yang dikenal seumur hidupnya selalu ditipu. Watak karakter Dong Chul sebagai pengusaha hasil laut dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan sayangsekaligus takut istri. Namun, watak tersebut berubah drastis ketika sang istri disakiti. Peringai asli Dong Chul seketika muncul begitu mengetahui sang istri diculik. Movielitas suka dengan gaya film ini. Harusnya berkesan serius tentang cerita kriminal, tapi mampu diolah dengan bumbu komedi segar yang menghibur. Plot ceritanya sederhana saja. Pada awal-awal film, jalan cerita terasa seperti film romantis komedi. Lalu dibanting ke arah misteri penculikan namun

The festival that occurs only once every 90 years

Begitu banyak review tentang film satu ini. Sebagian besar mengatakan film ini bergenre horor. Movielitas pun penasaran dengan kadar horor film garapan Ari Aster ini. Berkisah tentang sekelompok anak muda dari negara Amerika yang ingin melakukan perjalanan ke Swedia. Film ini berpusat pada karakter wanita, Dani, dan kekesih nya, Christian. Alasan utama meilih Swedia adalah ajakan teman untuk ikut festival yang diadakan oleh sebuah komunitas di Swedia, Harga. Setelah beberapa waktu bergabung dalam komunitas Harga, Dani dkk mulai merasakan ada keganjilan dengan keberadaan festival tersebut. Bagi Movielitas, kesan pertama dalam menikmati film ini adalah berat. Film ini bukan genre favorit Movielitas. Plot cerita, secara garis besar bisa ditangkap tapi untuk detail konflik nya cukup membuat bingung. Terasa banyak sekali adegan-adegan ataupun dialog yang merupakan "simbol-simbol". Suasana cerita ataupun akting berasa seperti menonton panggung teaterikal yang seolah-olah menyimpan

Meliput kehidupan di perut kapal selam

Akhirnya setelah cukup lama berdiam di hard drive, bisa tuntas juga menonton tuntas film satu ini. Durasinya cukup panjang, kalau dimenitkan memakan hingga 200 menit. Dan beberapa kali percobaan, Movielitas gagal menuntaskan hingga saat ini akhirnya berhasil. Jauh sebelum era film Troy... Film garapan Wolfgang Petersen ini berkisah tentang sekelompok pelaut Jerman yang ditugaskan untuk melaut dengan kapal selam. Film ini berfokus pada karakter Letnan Werner yang bertugas sebagai jurnalis peranng dan bertugas meliput kehidupan di dalam kapal selam dari titk berangkat hingga titik kepulangan. Bagi Movielitas, film ini sangat bagus. Meskipun ada poin minus, seperti kendala bahasa dan subtitle, banyaknya karakter yang dimunculkan bisa membuat sedikit bingung. Tapi itu semua bisa terpinggirkan dengan penggambaran suasana setting kapal selam serta kualitas akting para pemain yang cukup bagus. Suasana fil hampir 95 persen berada di "dalam" kapal selam yang sempit dengan puluhan awak

Ada apa dengan Calder Road?

Cukup penasaran dengan dokumenter satu ini, karena dulu pernah ada film dengan judul yang mirip, Texas Killing Field. Movielitas sudah lama menonton film tersebut dan agak lupa jalan ceritanya. Dokumenter kali ini berisi tiga episode yang lumayan menarik. Tentang tragedi misteri pembunuhan berantai tanpa tersentuh hukum untuk waktu yang lama. Misteri pembunuhan berantai tersebut terjadi di  Sangat kompleks mengingat jumlah korban yang cukup banyak dan rentang waktu kejadian yang tidak "rapat" berdekatan melainkan rentang tahunan dan pelaku tidak hanya satu. Misteri pembunuhan tersebut dikenal dengan sebutan Texas Killing Field yang terjadi tahun 1980-1990 an di area Interstate Highway 45 League City, Texas America. Korban kesemuanya adalah wanita muda. Area TKP dalam dokumenter ini (pada era tersebut) memang cukup "mendukung", terletak di pinggir jalan tol yang umunya area kosong dan gelap pada malam hari. Tidak ada pemukiman penduduk. Bahkan tidak ada yang peduli b