Skip to main content

Inspirasi Garis Keras 8 Mile Soundtrack

Sebuah alasan klasik tentang blog ini, terlalu lama dibiarkan "jalan sendiri" alias jarang diupdate. Iya, benar. Selain karena kesibukan, frustasi, stres, dan yang utama adalah mulai kehabisan "amunisi". Stok film yang bisa dijadikan bahan tulisan, mulai menipis.

Demi, terus menghidupkan blog ini, Movielitas mengambil cara untuk menambah-nambahkan label baru sebagai pengalihan atas kehabisan ide dan bahan tulisan. Label baru yang akan ditambahkan adalah Soundtrack film. Setidaknya masih berbicara seputar film.

Sama dengan bahasan film, Movielitas "menilai" selalu dari sudut pandang selera awam. Bila pada sinema, acuan yang dipakai adalah easy watching, maka untuk label Soundtrack ini menjadi easy listening. Dan, semua tulisan tentang Soundtrack ini murni berdasarkan apa yang Movielitas suka. Bisa jadi, bagi yang lain terasa biasa saja. Sebaliknya, bagi yang lain ada soundtrack yang "istimewa" tapi menurut Movielitas, biasa saja. Well, itu kembali lagi ke sifat dasar manusia, selera. Don't debate about it!

Soundtrack adalah bagian dari film. Bagi Movielitas sendiri, soundtrack terkadang mampu memberi nilai lebih pada sebuah film, antara lain seperti menambah sisi emosional pada sebuah adegan. Secara detail dan mendalam seputar soundtrack, dapat dicari sendiri melalui wikipedia.

Untuk halaman pertamax, Movielitas ingin membahas tentang soundtrack dalam film 8 mile. Tanpa perlu dijelaskan, sebenarnya soundtrack film ini bisa ditebak "arahnya", maklum saja bintang utama dalam film ini juga dari dunia tarik suara khususnya rap. Eminem.

Alasan mendasar Movielitas suka dengan soundtrack film ini adalah karena Eminem adalah salah satu seniman musik yang menjadi favorit Movielitas.

Kedua, Movielitas suka sekali dengan irama lagunya.

Ketiga, liriknya bagus.

Keempat, that's all.



Kenyataannya, memang lagu soundtrack film 8mile ini diganjar beberapa penghargaan.

Ada 2 track lagu yang memorable bagi Movielitas dan masuk syarat di atas tadi. Yaitu Lose Yourself dan Rabbit Run. Setidaknya dua lagu ini sering Movielitas putar hingga saat ini.


Bisa jadi image Eminem yang kontroversial mempengaruhi selera orang, untuk menikmati karya Eminem. Tapi, bagi Movielitas, lagu Lose Yourself dan Rabbit Run ini cocok untuk didengarkan kala berada di titik terendah dalam hidup, masa perjuangan meraih impian atau juga pas lagi workout di gym.

Look, if you had one shot, one opportunity
To seize everything you ever wanted
One moment
Would you capture it or just let it slip?


"...you can do anything what you set in you mind too man!..."


Popular posts from this blog

Cerita tentang film The Last Mohicans

Sajian klasik seeputar kisah pada jaman pra-modern. Mungkin karena faktor perbedaan jaman, film ini terasa kaku pada gaya battle -nya. Yang bisa Movielitas tangkap inti ceritanya adalah konflik antara Inggris Raya melawan Perancis yang terjadi di tanah Amerika. Konflik kerajaan tersebut disusupi oleh kepentingan balas dendam oleh suku Huron. Penampilan suku Huron ini mengingatkan penulis pada penampilan suku pedalaman di Apocalypto. Entah sama atau tidak, Movielitas juga kurang begitu memahami. Judul The Last Mohicans sendiri merujuk pada tiga orang suku Mohawk yang ikut terlibat di pertempuran antara Inggris dan Perancis, yang sejatinya lebih dikarenakan oleh kisah cinta pria-wanita lintas ras. Dari segi konflik, cukup bagus. Tidak datar dengan satu konflik saja. Hanya soal gaya battle yang sedikit kelihatan kaku. Ada satu yang memorable dari film ini yaitu theme song -nya yang easy listening dan megah. The Last Mohicans (1992) - 6/10