Skip to main content

One Love One Heart, let's get together and feel all right


Apa yang bisa penulis petik dari film Marley adalah banyak. Pertama, penulis seperti membaca buku biografi kecil seorang Bob Marley yang dikagumi dunia. Berangkat dari kehidupan yang serba susah, seorang Marley menemukan "jalan keluar" dari gitar-nya.

Quote. Banyak quote yang dalam dan menarik direnungkan. Penulis sendiri sangat susah untuk menuliskannya satu persatu. Hanya yang berkesan antara lain quote dari Marley sendiri bahwa kekayaannya bukanlah uang yang dimiliki melainkan hidupnya adalah kekayaannya. - Luar biasa.

Bicara gaya hidup selebritis, tentu saja akan kurang cocok dengan irama kemunafikan lokal. Dan disini memang gaya hidup Marley "berseberangan" dengan gaya hidup secara umum. Memiliki 11 anak dari 7 wanita dan juga ganja. (Berbeda bukan?) - hebatnya, dunia mengenang bukan gaya hidupnya, melainkan pemikiran yang terkandung dalam setiap karya lagunya. ( Kalau di lokal-an sini, seringkali terbalik, prinsipnya terkenal lalu sensasi dan materi).

Secara tak langsung film ini memiliki pesan moral, selama kita berprestasi dan berorientasi pada materi (uang) maka kita akan dikenang saja. Tidak bagi seorang Marley, sejauh penulis tangkap, Marley dikenal, disukai, dikagumi, dicintai, dipuja, hingga dikenang sebagai ikon dengan bendera, logo, stiker, baju, dan lainnya karena Marley melakukan sesuatu bagi dunia dengan orientasi perdamaian. Bukan uang semata.

Musik reggae yang ditekuni oleh Marley, akhirnya membawa Marley ke panggung dunia. Berbagai belahan dunia disinggahi untuk menyebarluaskan virus perdamaian. Lihat disana, di atas panggung, Bob Marley memanggil dua politikus yang "berseteru" untuk naik ke atas panggung dan berjabat tangan. Luar biasa.

Sebenarnya penulis bukan pecinta reggae, namun melihat film ini ternyata berhasil sedikit menggelitik selera musik.

Menurut penulis, jangan mengikuti selera musik sebelum menonton film dokumenter ini. Mungkin jenis reggae kurang cocok dengan selera, tapi cukup dengarkan saja. Rasakan. Pahami liriknya. Bila harus bergoyang, bergoyanglah bersama irama rebel Bob Marley. Simak pesan-pesan bijak dalam lagunya.

Yang paling berkesan efek dari karya Marley disini adalah High Tide or Low Tide. Penulis tak pernah mendengar sebelumnya, tapi begitu mendengar lagu ini langsung "menancap" manis.

In high sea or in low sea, I'm gonna be your friend...(sing!!)...I'm gonna be your friend....

Selanjutnya, ayo nyanyi bersama

Get up stand up!! Stand up for your right

No woman no cry ... I say ....

Don't worry about a thing, every little thing gonna be all right

I wanna love you and treat you right; I wanna love you every day and every night: We'll be together with a roof right over our heads;

One Love! One Heart!

Let's get together and feel all right

Sebuah sajian yang penuh pembelajaran dari film ini. Menarik, asyik, menginspirasi dalam mencapai kesuksesan dan semangat berdamai.

Mari berjabat tangan. Satu hati, satu cinta, manusia.

Popular posts from this blog

Cerita tentang film The Last Mohicans

Sajian klasik seeputar kisah pada jaman pra-modern. Mungkin karena faktor perbedaan jaman, film ini terasa kaku pada gaya battle -nya. Yang bisa Movielitas tangkap inti ceritanya adalah konflik antara Inggris Raya melawan Perancis yang terjadi di tanah Amerika. Konflik kerajaan tersebut disusupi oleh kepentingan balas dendam oleh suku Huron. Penampilan suku Huron ini mengingatkan penulis pada penampilan suku pedalaman di Apocalypto. Entah sama atau tidak, Movielitas juga kurang begitu memahami. Judul The Last Mohicans sendiri merujuk pada tiga orang suku Mohawk yang ikut terlibat di pertempuran antara Inggris dan Perancis, yang sejatinya lebih dikarenakan oleh kisah cinta pria-wanita lintas ras. Dari segi konflik, cukup bagus. Tidak datar dengan satu konflik saja. Hanya soal gaya battle yang sedikit kelihatan kaku. Ada satu yang memorable dari film ini yaitu theme song -nya yang easy listening dan megah. The Last Mohicans (1992) - 6/10