Skip to main content

Sisi positif teknologi untuk semua

Beberapa saat lalu, ibukota digemparkan tragedi. Karena kesibukan, penulis terlambat mengetahuinya. Seorang rekan kerja ketika menghampiri memberitahukan apa yang sedang gempar di ibukota. Kata rekan kerja ini, "Ada bom..". Lalu, "Baku tembak..", katanya. Penulis paham dan bertanya darimana kabar itu? Jawab rekan kerja ini sambil menunjuk windows phone-nya (maksudnya lewat internet di windows phone-nya).

Sebut saja namanya Budi. Dan, windows phone yang digunakan itu, awalnya penulis ikut menyetting-kan karena Budi ini masih kurang paham soal registrasi di Windows Phone. Lumayan, buat penulis windows phone tak kalah canggih dengan android.


Sebuah tragedi diberitakan dengan cepat di era sekarang, itu biasa. Orang pakai Windows phone, itu juga biasa. Bisa internet di Windows phone, masih juga biasa. Yang luar biasa adalah Budi ini penyandang tuli-bisu.

Latar belakangnya, yang sedikit penulis tahu, pernah bersekolah di sekolah khusus. Pengalaman bersekolah itu yang membuat dia bisa sedikit berbicara dan daya tangkapnya berkomunikasi dengan orang yang bukan bisu-tuli tergolong baik. Salah keunggulan si Budi ini juga adalah soal kebersihan dalam tugas.

Paling tidak diatas adalah pengalaman pribadi penulis terkait teknologi yang ikut membantu penyandang cacat menerima informasi. Dengan teknologi, siapa saja bisa terbantu. Di luar Budi, penulis belum bisa berkomentar tentang manfaat teknologi atau internet, karena belum mengalami sendiri.

Akan tetapi penulis berusaha sedikit mengulik informasi di internet. Hasilnya penulis mendapatkan nama Habibie Afsyah. Di banyak artikel yang tersebar di dunia maya, Habibie Afsyah disebut sebagai salah satu internet marketer sukses. Tidak tanggung-tanggung, kesuksesannya didapat dari perusahaan bergengsi Amerika, yaitu Amazon.

Penulis sendiri kurang informasi tentang jejak sukses Habibie Afsyah ini, jadi tidak bisa bercerita banyak.

Bagaimana tips dan triknya sukses dengan Amazon? Mungkin akan lebih jelas bila digali di google karena sudah banyak berita dan cerita inspirasi mengenai perjuangan Habibie Afsyah ini.

Yang menarik untuk penulis adalah Habibie Afsyah ini juga pernah diundang ke acara Kick Andy. Seperti yang sudah banyak diketahui, Kick Andy kerap menghadirkan narasumber yang memiliki latar belakang menginspirasi. Rekamannya juga ada di youtube.

Semoga bermanfaat dan menginspirasi.

Comments

  1. Teknologi memang kudu diciptakan utk semua kalangan yak

    Twitter @nurulrahma
    bukanbocahbiasa(dot)com

    ReplyDelete
  2. Baru denger nama itu, nanti aku googling :)

    @umimarfa

    ReplyDelete
    Replies
    1. @umimarfa, monggo di googling..semoga dengan banyak prestasi dari mereka yang memiliki different ability bisa memacu semangat dan menginspirasi. Thx.

      Delete
  3. semakin banyak kaum difabel yang membuktikan bahwa kekurangan fisik bukanlah hambatan untuk meraih kesuksesan selama manusia mau berusaha.

    @gemaulani

    ReplyDelete
  4. oh Habibie saya pernah ketemu
    @guru5seni8
    http://hatidanpikiranjernih.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. @guru5seni8, wah ditunggu kisah meetup nya dengan Habibie, untuk menambah referensi dan berbagi inspirasi buat semua. Thx

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Dendam yang belum terlupakan dibalik pestisida dan arak beras

Jujur saja, awal pembukaan film, Movielitas tertarik. Cukup bagus kisah misteri pembunuhan dengan racun yang dilempar. Berkisah tentang sebuah acara penghormatan terakhir kepada orang meninggal di sebuah pedesaan Korea yang berakhir tragedi keracunan minuman. Dari tragedi keracunan minuman arak beras tersebut, lahir cerita baru yang bercabang antara kisah cinta, konflik keluarga, dan nuansa politik. Namun sayang, semakin ke dalam film ini berjalan kurang menarik. Plot cerita misterinya cukup bagus namun berjalan dengan alur cerita yang kaku. Konflik pembunuhan dibuat bercabang semakin membuat film terasa datar dengan alur ceritanya. Dramatisasi khas ala Korea juga masih ada tapi tidak banyak membantu. Overall, kurang menarik. Innocence (2020) -5/10

Kisah Dua Anak Manusia Yang Terdampar Indah

Film ini penulis dengar gaungnya karena disebut-sebut kontroversial (pada jamannya). Sejauh apa kontroversialnya. Ide ceritanya lumayan. Sebuah kapal besar dengan penumpang bangsawan mengalami kerusakan di tengah laut. Di antara yang selamat adalah sepasang saudara laki-perempuan yang masih anak-anak, Richard-Emmeline, ditemani oleh seorang dewasa, Bapak Button. Mereka bertiga kemudian terdampar di sebuah pulau kecil terpencil tanpa signal apapun. Kurang lebih seperti Castaway. Dan, tak lama berselang, Bapak Button meninggal. Jadilah Richard-Emmeline hidup sendirian di pulau itu. Beranjak dewasa....inilah fokus ceritanya. Kontroversialnya mungkin terletak di poin ini. Di satu sisi, "menarik" sekali. Brooke Shield pada saat itu masih cantik,imut,menggairahkan. Film ini seolah mengajak ikut berfantasi, bagaimana jadinya bila terdampar berdua.. ( dengan catatan kalau dengan mirip Brooke Shield versi muda ini! ) pasti asyik... Lain cerita kalau ternyata pasang

Cerita tentang film The Last Mohicans

Sajian klasik seeputar kisah pada jaman pra-modern. Mungkin karena faktor perbedaan jaman, film ini terasa kaku pada gaya battle -nya. Yang bisa Movielitas tangkap inti ceritanya adalah konflik antara Inggris Raya melawan Perancis yang terjadi di tanah Amerika. Konflik kerajaan tersebut disusupi oleh kepentingan balas dendam oleh suku Huron. Penampilan suku Huron ini mengingatkan penulis pada penampilan suku pedalaman di Apocalypto. Entah sama atau tidak, Movielitas juga kurang begitu memahami. Judul The Last Mohicans sendiri merujuk pada tiga orang suku Mohawk yang ikut terlibat di pertempuran antara Inggris dan Perancis, yang sejatinya lebih dikarenakan oleh kisah cinta pria-wanita lintas ras. Dari segi konflik, cukup bagus. Tidak datar dengan satu konflik saja. Hanya soal gaya battle yang sedikit kelihatan kaku. Ada satu yang memorable dari film ini yaitu theme song -nya yang easy listening dan megah. The Last Mohicans (1992) - 6/10

Cinta itu lahir bukan dari ritual

Sajian film komedi romantis yang berkisah tentang ke-single-an seorang wanita karir yang cantik,seksi, dan lincah. Dan, secara "kejam" menertawakan kepanikan justru saat cinta datang bertubi-tubi. Alur ceritanya sederhana saja. Konflik "fenomena alam" tentang cinta tidak sulit untuk dinikmati. Rasa komedinya lumayan menghibur terutama pada gaya Josh Duhamel dan sang street magician . **Salah satu harapan menjadi trend yang ingin disampaikan adalah mobil kuno (micro car) dari Itali yang lebih imut dari Mini Cooper, yaitu Vespa 400 . Pesan moral dari film ini mungkin ingin menyampaikan bahwa cinta itu sejatinya adalah misteri fenomena alam dan bukan lahir dari ritual. Keseluruhan, film ini fiktif belaka. Karena hampir tidak mungkin di jaman ini seorang wanita karir secantik Beth (Kristen Bell) ini masih single dan secara ajaib mendapatkan jodoh hanya gara-gara bermain di air mancur.... Film yang cocok dinikmati di siang hari kala senggang. Men

Cerita tentang film Green Chair

  Warning 18++   Ceritanya ternyata "berat" buat penulis. Seperti sebuah pentas sandiwara teaterikal. Konflik ceritanya berkisah tentang hubungan cinta asmara antara wanita dewasa dan lelaki di bawah umur. Yang mereka lakukan selayaknya bulan madu-dunia bagai milik berdua yaitu bercinta dan bercerita. just HOT!! Green Chair (2005) - 6/10

Bila kita tidak mencurangi hidup, maka hidup lah yang akan mencurangi kita

Ini namanya film berkualitas. Yang paling menarik perhatian Movielitas sejak film dimulai hingga akhir adalah, kalau benar istilahnya, sinematografi. Keren. Berbeda dan modern. Tidak kalah dengan Hollywood punya. Konflik ceritanya, konon menurut wikipedia diinspirasi dari kejadian nyata, pun sangat sederhana sebenarnya. Konflik yang diangkat sangat lumrah terjadi di dunia nyata, yaitu contek-mencontek antara siswa. Bila terjadi aktifitas contek-menyontek dalam lingkup sekolah, mungkin masih biasa. Namun menjadi luar biasa ketika mulai menyentuh level ruang lingkup internasional. Konflik drama per-sekolahan ini juga sedikit melenceng dari ekspektasi Movielitas. Tidak ada adegan romantis percintaan kisah kasih di sekolah. Dan, bagi Movielitas, film ini mungkin akan lebih menarik bila ruang lingkup cerita hanya sebatas sekolah. Karena menurut Movielitas, konflik cerita menjadi agak "berlebihan" ketika memasuki babak ujian masuk kampus Amerika. Sampai berbekal percetakan barcode

Tiger Wong versi layar lebar

Begitu Nicolas Tse menyebut nama karakternya ... Tiger Wong, baru semuanya jelas. Ternyata film ini merupakan adaptasi dari komik lawas yang fenomenal (setidaknya bagi jaman penulis Sekolah Dasar dulu) yang berjudul Tiger Wong. Alur ceritanya sendiri, kurang begitu menancap baik. Karena sibuk mencocokkan karakter yang ada di film dengan memori penulis tentang komik Tiger Wong. Dan, ternyata memang berbeda. Yang penulis kenal dari komik Tiger Wong, adalah petualangan duo Tiger Wong dan Gold Dragon. Disini ada karakter Dragon Wong (kakak dari Tiger Wong) yang di komik karakternya "terlewatkan" dan diceritakan telah meninggal. Lebih pas bila karakter Tiger Wong dibawakan Donnie, pendapat penulis. Karakter Tiger Wong disini minus jurus Sembilan Matahari. Gold Dragon. Disini justru bernama Turbo. Sama, menggunakan Nunchaku. Sama, andalan jurus Baju Besi Emas dengan simbol Lonceng Besi. Minus karakter Guy si Tapak Budha. Disini ada karakter 4 sahabat, namun

Dibalik obat Ridocaine

Sajian kali ini berkisah tentang seorang ibu yang hidup dengan anak perempuannya. Sang anak menderita sebuah penyakit kelumpuhan dan harus hidup di atas kursi roda. Konflik terjadi karena pola pendidikan sang ibu yang terlalu "sayang" kepada sang anak hingga membatasi sang anak dari dunia luar. Hingga sang anak mulai beranjak dewasa dan mulai kritis terhadap apa yang terjadi pada dirinya. Alur plot ceritanya lumayan. Seperti judulnya hanya terdiri 3 huruf, Movielitas menyukai gaya minimalis cerita, konflik dan pemainnya. Tidak perlu melebar kemana-mana. Gaya thriller-nya soft saja, tidak yang penuh emosional. Dari segi akting, chemistry antar duo aktris sebagai ibu-anak, Sarah Paulson-Kiera Allen, cukup bagus. Mungkin, versi Movielitas, film ini mengangkat realita yang kadang memang ada, dimana gaya didikan orang tua ada yang terlalu protektif dengan alasan kasih sayang. Di satu sisi baik, tapi di sisi lain, juga bisa "melumpuhkan" sang anak itu sendiri. Overall, ba

Cerita One Night Stand dari Korea

Film ini berisi 3 film pendek yang (seharusnya) berkisah tentang one night stand atau diterjemahkan bebas tentang kisah percintaan spontanitas satu malam. Tapi, dari 3 cerita yang ditampilkan, bagi penulis yang paling berkualitas adalah kisah pertama. Yaitu kisah tentang percintaan seorang remaja lelaki yang mengalami kebutaan dengan seorang wanita dewasa. Secara fisik, kisah mereka terbalik karena yang buta tidak memakai kacamata hitam, sebaliknya yang tidak buta malah selalu memakai kacamata hitam setiap waktu bahkan di dalam rumahnya sendiri. Kekacauan subtitle tidak berpengaruh di kisah pemuja rahasia ini karena kisah asmara antara wanita dewasa dan remaja buta ini sudah jelas dan dapat ditangkap dengan dialog minimalis. Dan, bagi penulis, kisah pemuja rahasia ini cukup menarik. Kisah kedua film ini, tidak jelas. Berbau misteri. Diperparah dengan kacau nya subtitle . Kisah ketiga, semakin tidak jelas. Bumbu utama kisah ketiga disini adalah hubungan ses

Gairah hidup Lucia

Mungkin memang dasarnya sedang false on mood dan diperparah dengan keberadaan subtitle serta bahasa yang dipakai, penulis kurang bisa menikmati drama eksotis ini. Yang bisa penulis resapi adalah film ini berkisah tentang seorang wanita cantik yang jatuh hati kepada seorang penulis. Sejak itu, cerita menjadi rangkaian pecahan demi pecahan yang tersebar dan harus dipungut kemudian dipasangkan. Sulit. Penulis mulai "ketinggalan" laju cerita, antara kisah cinta Lucia dan Lorenzo, kemudian berlanjut ke drama Lucia yang ditinggal pergi. Flashback ke masa-masa erotis Lucia bersama Lorenzo, semakin sulit diikuti terlebih lagi memasuki babak drama depresi Lorenzo yang membangun kisah roman dalam tulisannya. Kalau dari sisi erotisnya, cukup membakar gairah dan bukan untuk kalangan bocah. Namun kalau dari sisi dramanya meski direspon positif oleh banyak pihak, bagi penulis masih kurang bisa dinikmati secara ringan. Perlu ekstra mengikuti serta meresapi. Tinggal pilih