Skip to main content

Berbagi inspirasi di belakang Google Search


Setelah melihat film Google dengan judul The Internship, penulis sebisanya menyaring pesan-pesan moral yang terpendam di dalam kisahnya.

Ada dua orang mantan sales yang merana karena bisnis mereka hancur. Berbekal kenekatan, mereka apply job via online. Tidak tanggung-tanggung, mereka melamar ke perusahaan raksasa Google. Bahkan tanpa sedikitpun pengetahuan tentang C++, HTML5,CSS3,apalagi tantangan fixed bug.

Pesan moral dari film ini adalah semangat untuk berpikir dan bertindak di luar "kotak" kebiasaan berpikir manusia umumnya. Mengapa Google mengajak demikian, mungkin karena Google tercipta lewat ide manusia biasa yang "terlewatkan" dari kebiasaan berpikir manusia biasa umumnya. Hasilnya? Raksasa.

Google's original homepage had a simple design because the company founders were not experienced in HTML, the markup language used for designing web pages. (kata Wikipedia)

Google wants us, Google needs us -- bila direnungkan lewat sisi lain, Google menginginkan kita terus memakai produknya, sekaligus Google membutuhkan keingintahuan kita agar terus eksis di dunia internet.

Diversity is Google's DNA. Dan paling mantab adalah quote, Google membutuhkan orang-orang yang memiliki kemampuan berpikir di luar "kotak".

Suasana kerja. Lihat di sana, kantor besar dengan kegiatan yang luar biasa sibuk tetapi santai. Bahkan kantin pun all you can eat and most important is free charge. Nice.

(Mungkin) hanya di kantor Google ada nap pod dengan area ssh zone (ruang khusus tidur).

(Mungkin) hanya di kantor Google Bersepeda di lingkungan kerja. Sepeda, bukan sepeda motor.

Iya, harus penulis akui bahwa penulis iri dan menyesal setelah melihat film ini. Pasti nyaman bekerja dengan suasana Googleliness.

Lewat film ini, sepertinya terasa sekali Google ingin berbagi semangat sekaligus inspirasi untuk menemukan dunia di luar peradaban manusia. Semangat berpikir di luar kotak. Inspirasi untuk lebih berani bermimpi besar dengan hal-hal kecil karena seperti ide menjual air putih siapa sangka kini merajai dunia bisnis air mineral (Aqua)

Tribute to Google , cheers up...

Comments

Popular posts from this blog

Cerita tentang film The Last Mohicans

Sajian klasik seeputar kisah pada jaman pra-modern. Mungkin karena faktor perbedaan jaman, film ini terasa kaku pada gaya battle -nya. Yang bisa Movielitas tangkap inti ceritanya adalah konflik antara Inggris Raya melawan Perancis yang terjadi di tanah Amerika. Konflik kerajaan tersebut disusupi oleh kepentingan balas dendam oleh suku Huron. Penampilan suku Huron ini mengingatkan penulis pada penampilan suku pedalaman di Apocalypto. Entah sama atau tidak, Movielitas juga kurang begitu memahami. Judul The Last Mohicans sendiri merujuk pada tiga orang suku Mohawk yang ikut terlibat di pertempuran antara Inggris dan Perancis, yang sejatinya lebih dikarenakan oleh kisah cinta pria-wanita lintas ras. Dari segi konflik, cukup bagus. Tidak datar dengan satu konflik saja. Hanya soal gaya battle yang sedikit kelihatan kaku. Ada satu yang memorable dari film ini yaitu theme song -nya yang easy listening dan megah. The Last Mohicans (1992) - 6/10