Skip to main content

Tebar petaka dalam kereta

The Midnight Meat Train film

Alasan pertama menarik film ini ke dalam koleksi hunting list adalah Vinnie Jones. Entah kenapa. Ada sesuatu yang menarik penulis menyimak mantan pesebakbola profesional bermain akting.

Adalah Leon yang bekerja sebagai photographer. Profesinya membawa dirinya masuk ke dalam misteri dunia bawah tanah di dalam kereta malam.

Gaya Vinnie Jones disini cukup menarik. Positif. Sesuai dengan postur dan mimik wajahnya. Dari sisi alur cerita paling tidak memiliki kedalaman. Tidak dangkal. Penulis tertarik ketika pada poin cerita di restoran. Karakter Leon seperti tersadarkan ketika melihat potongan daging steak. Namun kemenarikan cerita tak terjaga lagi. Apalagi ketika memasuki sesi penampakan makhluk yang absurd.

Konfliknya cukup unik, tidak umum, namun masih kurang terasa. Gaya Vinnie sebenarnya sudah cukup horor hanya jalan cerita kurang mendukung. Pemberian nuansa tone suram cenderung ke warna gelap juga sudah maksimal membuat film agar bernuansa mengerikan tapi tetap saja minus. Emosi tetap datar.

Paling menonjol disini adalah sisi visual kekerasan yang terjadi. Penulis memberi istilah sendiri yaitu kasar. Brutal. Tak ada kamus belas kasihan. Semburat darah. Sedikit berlebihan. Beberapa adegan terlihat penambahan daya pukul kekejaman dengan gabungan animasi. Semakin melengkapi datarnya cerita, alhasil kesan film ini seperti menjual sisi kekerasan yang sadis keji bengis.

The Midnight Meat Train (2008) - 5/10

Popular posts from this blog

Cerita tentang film The Last Mohicans

Sajian klasik seeputar kisah pada jaman pra-modern. Mungkin karena faktor perbedaan jaman, film ini terasa kaku pada gaya battle -nya. Yang bisa Movielitas tangkap inti ceritanya adalah konflik antara Inggris Raya melawan Perancis yang terjadi di tanah Amerika. Konflik kerajaan tersebut disusupi oleh kepentingan balas dendam oleh suku Huron. Penampilan suku Huron ini mengingatkan penulis pada penampilan suku pedalaman di Apocalypto. Entah sama atau tidak, Movielitas juga kurang begitu memahami. Judul The Last Mohicans sendiri merujuk pada tiga orang suku Mohawk yang ikut terlibat di pertempuran antara Inggris dan Perancis, yang sejatinya lebih dikarenakan oleh kisah cinta pria-wanita lintas ras. Dari segi konflik, cukup bagus. Tidak datar dengan satu konflik saja. Hanya soal gaya battle yang sedikit kelihatan kaku. Ada satu yang memorable dari film ini yaitu theme song -nya yang easy listening dan megah. The Last Mohicans (1992) - 6/10